
"Adik Yun,.. kamu tidak sedang bercanda ? mereka belum berani menyerang, masih terus bertahan di sana, bukan kah itu jauh lebih baik..?"
"Kita bisa menunggu bala bantuan tiba.. baru bergerak menjepit mereka dari depan belakang.."
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Jendral Zhong menurut mu, berapa kira-kira pasukan Song yang ada di luar sana..?"
Zhong Yu dengan wajah muram, berkata,
"Kurang lebih mungkin mencapai 450.000 personil.."
Guo Yun mengangguk, lalu dia kembali berkata,
"Kira kira berapa banyak pasukan kerajaan Lu, kita yang siap tempur ..?"
Zhong Yu sambil termenung berkata,
"Pasukan asli yang siap tempur mungkin hanya 300.000 personil, tapi bila di tambah pasukan rekrut dadakan, mungkin bisa mencapai 600.000."
Guo Yun mengangguk lalu kembali bertanya,
"Jendral Zhong, pasukan kita di sini ada berapa..?"
"Pasukan siap tempur 50.000 pasukan rekrut dari penduduk biasa mungkin bisa capai 100.000.."
Guo Yun sambil tersenyum berkata,
"Dengan kondisi geografis, letak kerajaan kita, yang terjepit oleh kerajaan Song, Qi dan Wei.."
"Kira kira apa mungkin kerajaan Lu mengirimkan seluruh pasukannya kemari melawan Negara Song ?"
Wajah Zhong Yu seketika pucat dan dia pun berkata dengan cemas.
"Jadi maksud adik Yun, kita disini pasti akan di biarkan berjuang sendiri, jadi korban tanpa bala bantuan..?"
"Pusat berharap kita berjuang sampai titik darah penghabisan, sebisa mungkin, mengurangi jumlah pasukan Song, mengurangi perbekalan mereka, karena sempat tertahan dengan perlawanan kita...?"
"Kelak pihak kerajaan Lu, baru bergerak setelah kekuatan pasukan Song berkurang dan perbekalan menipis..?"
tanya Zhong Yu panik.
Guo Yun sambil tersenyum pahit berkata,
"Ada kemungkinan seperti itu, tapi pangeran Ji Ao masih berusaha sebisanya membantu kita untuk keluar dari situasi tersebut.."
"Tapi bila dia menyerah, ada kemungkinan cara itu adalah pilihan terbaik buat negara Lu."
Sepanjang diskusi berlangsung, Gongsun Li yang berdiri memapah Guo Yun, diam diam menatap Guo Yun dengan penuh kagum.
Diam diam pikirannya mulai membanding bandingkan antara Guo Yun dan Ching ke.
Meski akhirnya dia membantah dan mengutuk pikirannya sendiri, tapi perbandingan tersebut, mulai terlanjur muncul, dan menjadi pertentangan batin dalam pikirannya.
Mendengar ucapan Guo Yun, Zhong Yu dengan suara lemas berkata,
"Bila itu kemungkinan nya, bukan kah dengan mereka maju menyerang lebih cepat.."
"Akibat dari strategi adik Yun tadi, bukannya malah jadi bumerang dan mengacau rencana kerajaan Lu.."
"Meski kita akhirnya semua harus mati, bukankah seharusnya kita mati dengan ada harga..?"
Guo Yun kembali tersenyum penuh misteri dan berkata,
"Kakak boleh pilih, bertahan hingga akhirnya mati konyol.."
"Atau setidaknya ikuti cara ku, anggap saja mengobati kuda yang hampir mati, dengan cara pengobatan seperti layaknya kuda masih hidup.."
__ADS_1
ucap Guo Yun sambil tersenyum penuh misteri.
Baik Zhong Yu maupun Gongsun Li, mereka berdua menatap Guo Yun dengan penuh penasaran, menunggu penjelasan Guo Yun lebih lanjut.
Melihat hal ini, sambil tersenyum misterius, Guo Yun berkata,
"Bagaimana Jendral Zhong,? Jendral siap mencobanya ? aku katakan dari awal, peluang ini tidak akan datang dua kali.."
"Kalau mau, kita harus bergerak cepat, segera sebarkan kondisi buruk di sini.."
"Tapi ingat jangan pernah bilang perbekalan di sini menipis.."
"Pertama orang yang kita suruh kesana, ucapan nya akan mereka curigai.."
"Nyawa mereka di ujung tanduk, itu sudah pasti.."
"Semua pengorbanan mereka akan jadi sia sia, alias mati konyol tanpa hasil."
"Kedua ada kemungkinan pasukan Song akan melanjutkan pengepungan, tidak jadi bergerak.."
"Bila itu terjadi, seluruh rencana akan terancam gagal total, sebelum semua sempat berkembang."
ucap Guo Yun memberi peringatan.
"Baiklah apapun itu, aku akan bertaruh semua untuk mempercayai mu.."
ucap Jendral Zhong Yu, kemudian dia menoleh memanggil ajudannya.
"Ajudan Lie kemarilah,..!"
panggil Jendral Zhong Yu..
Ajudan Lie yang mendengar dirinya di panggil, dia buru-buru berlari menghampiri Zhong Yu dan berkata,
"Siap Jendral.."
Zhong Yu menutup penjelasannya dengan berkata,
"Intinya aku ingin kalian berpura-pura membelot.."
"Gunakan segala cara kalian, buat mereka bergerak menyerang secepatnya.."
"Ingat poin terpenting ini, jangan pernah ucapkan bahwa kita di sini kehabisan ransum.."
"Katakan saja ransum kita berlimpah, karena tempat ini adalah gudang ransum negara Lu.."
"Mengerti..!"
tanya Jendral Zhong Yu serius.
"Siap Jendral, segera di laksanakan...!"
ucap ajudan Lie cepat sambil memberi hormat kemudian hendak mundur dari tempat itu.
Guo Yun tiba-tiba berkata,
"Lusa tengah malam, bila di bukit timur dan barat kamu melihat ada tanda cahaya.."
"Pimpin orang mu mundur ke jalan besar, yang merupakan jalan utama kembali ke kerajaan Song."
"Di sana tugas kalian adalah buat api dan asap tebal,.."
ucap Guo Yun menutup pesannya.
Ajudan Lie menoleh kearah Zhong Yu menunggu persetujuan.
Begitu Zhong Yu mengangguk.
__ADS_1
Dia langsung memberi hormat kearah Guo Yun sambil berkata,
"Hamba siap terima perintah dan akan segera di laksanakan.."
Setelah itu dia langsung mundur dari atas benteng, pergi menjalankan tugas.
Jendral Zhong Yu kini menatap kearah Guo Yun dengan serius dan berkata,
"Langkah pertama sudah siap di jalankan,."
"Kira kira apa langkah selanjutnya..?"
Guo Yun menatap Zhong Yu kemudian berkata,
"Jendral Zhong, pimpin seluruh pasukan mu pertahankan kota ini dengan baik."
"Tutup semua saluran air keluar masuk kota rapat rapat.. dalam 3 hari ini.."
"Ini,.. bukankah kota ini akan kesulitan air, ? itu sangat berbahaya adik Yun.."
ucap Zhong Yu terkejut.
Gongsun Li juga ikut menatap Guo Yun dengan heran..
Guo Yun menatap kearah bintang di langit yang mulai bermunculan karena hari mulai gelap.
"Soal itu tidak perlu khawatir, minta masyarakat menyediakan sebanyak mungkin, wadah untuk menampung air hujan.."
"Dalam dua hari ini aku yakin pasti akan ada hujan besar.."
"Lusa menjelang tengah malam, siapkan 500 pasukan untuk ku, 500 personil lagi untuk Li Ba.."
"Aku akan keluar lewat pintu timur, sedangkan Li Ba keluar lewat pintu barat."
"Itu saja, sisanya kita berdoa saja."
ucap Guo Yun.
Tanpa memperdulikan reaksi dari Zhong Yu, Guo Yun menoleh kearah Gongsun Li dan berkata,
"Kakak Li, aku mulai sedikit lelah, bagaimana bila kita pulang sekarang..?"
Gongsun Li meski masih penasaran, dan memiliki banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam pikirannya.
Tapi dia bisa menahan diri, untuk tidak banyak bertanya.
Dia hanya mengangguk, lalu membantu memapah Guo Yun meninggalkan benteng kembali ke kemah.
Saat meninggalkan benteng dalam perjalanan kembali ke kemah, Gongsun Li akhirnya buka suara,
"Adik Li, kondisi mu masih seperti ini, apa kamu yakin, ? lusa sanggup berangkat menjalankan misi itu..?"
Guo Yun menoleh kearah Gongsun Li dan berkata,
"Bila tidak ada kakak Li di sisi ku, tentu aku tidak yakin.."
"Tapi dengan adanya kakak Li di sisi ku, aku sangat yakin, lusa aku pasti bisa menjalankan misi ku.."
"Adik Yun kamu jangan menggoda kakak lagi, kakak serius mengkhawatirkan keselamatan mu.."
"Kakak sudah anggap kamu seperti adik kakak sendiri.."
ucap Gongsun Li, berusaha mengingatkan Guo Yun, agar tidak berharap lebih darinya.
Meski terasa menyakitkan mendengarnya, tapi Guo Yun tetap tersenyum dan berkata,
"Yun er mengerti, kakak Li tak perlu khawatir.."
__ADS_1
"Kakak Li tenang saja, Yun er tidak akan pernah lupa dengan janji Yun er sebelumnya.."