LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERISTIWA MENGEJUTKAN


__ADS_3

Kwa Tin Siong yang melihat keadaan Gongsun Li langsung tersenyum girang.


Dia langsung melayang kedepan, bersiap menyambut tubuh Gongsun Li yang sedang melayang turun.


"Brakkkk..!"


Kereta kuda yang menyimpan peti jenazah Guo Yun hancur berkeping-keping.


Terlihat sesosok bayangan meluncur cepat seperti kilat.


Tahu tahu sudah ada di hadapan Kwa Tin Siong.


Kwa Tin Siong sedikit kaget dengan kecepatan bayangan yang ternyata milik seorang pemuda tampan yang sedang tersenyum dingin kearahnya.


Pemuda itu tentu saja adalah Guo Yun yang sedang berpura pura mati.


Setelah mendapat laporan dari Si Si, dia dan Si Si mengamati pertarungan tersebut dari dalam kereta.


Begitu Gongsun Li dalam bahaya, Guo Yun pun melesat keluar dari dalam kereta.


Meluncur cepat pergi membantu Gongsun Li.


Saat kedua jagoan berhadapan dalam jarak dekat, sebelum tubuh Gongsun Li tiba.


Mereka berdua sudah bertukar puluhan serangan.


"Blaaarrr..!" Blaaarrr..!" Blaaarrr..!"


"Blaaarrr..!" Blaaarrr..!" Blaaarrr..!"


"Blaaarrr..!" Blaaarrr..!" Blaaarrr..!"


"Blaaarrr..!" Blaaarrr..!" Blaaarrr..!"


"Boooommm...!"


Dengan kesudahan terlihat tubuh Kwa Tin Siong terpental kebelakang.


Dengan ujung lengan baju kanan hangus terbakar, ujung lengan baju kiri membeku, di selimuti es tipis.


Kwa Tin Siong jatuh terduduk di atas tanah, dia buru buru mengambil posisi duduk bersila.


Mencoba menenangkan sirkulasi energinya yang kacau balau, akibat benturan dahsyat terakhir barusan ini.


Guo Yun sendiri terlihat baik baik saja, hanya beberapa lengan baju, dada dan punggung terlihat robek robek.


Gongsun Li yang terbungkus jala jatuh dalam gendongan suaminya.


Baru saja Guo Yun mendaratkan kedua kakinya di atas tanah.


Dari atas sana meluncur empat pedang dari pelayan Kwa Tin Siong menyerang kearah Guo Yun.


Guo Yun hanya berdiri diam sambil tersenyum menatap kearah keempat pedang yang sedang mendekatinya.


Hingga pedang itu tiba di depan wajahnya, dengan gerakan yang super cepat.


Guo Yun langsung meraup keempat mata pedang itu.


Memutar mutar nya, hingga tubuh keempat gading baju putih ikut terbawa berputar-putar.


Pedang mereka dari empat kini saling Belit menjadi satu.


Dengan satu gerakan menarik kebawah, kemudian mendorongnya kembali.


"Prakkkk..!"


"Boooommm..!"

__ADS_1


"Aihhhh..!"


"Brukkkk..! Brukkkk..! Brukkkk..! "


"Brukkkk..!"


Empat batang pedang milik keempat gadis baju putih patah hancur berkeping keping melayang layang di udara..


Tubuh keempat gadis itu terlempar kebelakang, bagaikan layang layang putus.


Setelah menerima hentakan keras, oleh daya dorong energi Guo Yun.


Mereka pada menjerit ngeri, sebelum terjatuh diatas tanah,


Karena mereka telah menerima returan potongan pedang mereka sendiri, yang di kibaskan oleh Guo Yun kearah mereka.


Saat terjatuh di atas tanah keempat gadis berbaju putih, kini terlihat berpakaian merah campur putih.


Seluruh pakaian mereka telah di penuhi noda darah.


Mereka berempat merintih rintih berkelenjotan diatas tanah, sebelum kemudian diam tidak bergerak lagi.


Guo Yun sendiri tanpa menghiraukan keadaan lawannya.


Dia sedang mencoba melepaskan jaring yang membungkus Gongsun Li.


"Breeet..!" Breeet..!" Breeet..!"


Dengan satu tarikan keras, jaring jaring itu akhirnya robek robek.


Guo Yun akhirnya berhasil membantu Gongsun Li terbebas dari belenggu jaring itu.


Gongsun Li tersenyum lega menatap kearah suaminya dan berkata,


"Terimakasih Yun ke ke."


"Li er kamu tidak apa apa..?"


Gongsun Li menanggapinya dengan gelengan kepala pelan.


"Baguslah kamu bersiap siap lah, perang besar sudah di depan mata.."


Ucap Guo Yun.


Lalu dia menoleh kearah pasukannya yang sedang bersorak gembira dengan penuh semangat.


Selama ini mereka mengira Guo Yun telah pergi, mereka jadi kehilangan semangat.


Tadi begitu melihat Guo Yun ternyata hidup kembali, Guo Yun masih hidup bahkan begitu muncul langsung menghajar lawannya hingga tunggang langgang.


Tentu saja seluruh pasukan harimau hitam bersorak dengan sangat gembira.


Semangat mereka bangkit berlipat lipat, mereka sudah tidak sabar ingin berperang bersama raja mereka.


Melibas pasukan Qin yang sedang bergerak menyerang benteng pertahanan kota Shoucun.


"Saudaraku semuanya..!"


"Kalian dengarlah,..!"


"Hari ini aku ingin kita semuanya menunjukkan siapa kita sebenarnya..!!"


"Mari kita bela ranah air selatan..!"


"Habisi mereka semuanya..!"


"Mari kita hancurkan mereka semuanya..!!"

__ADS_1


Teriak Guo Yun dengan suara menggelegar.


"Hidup Raja Guo Yun...! Hidup...!"


"Jayalah kerajaan Yue..!"


"Serang..! Serang..! Serang..! "


"Habisi musuh ..!"


"Habisi Qin...!"


Terdengar suara sorak gegap gempita dari arah pasukan Harimau Hitam, menanggapi ucapan Raja Guo Yun, Raja Kerajaan Yue selatan.


Aksi Guo Yun membuat semangat pasukan harimau hitam yang bergelora semakin bergelora penuh semangat.


Sebaliknya di pihak Qin, aksi Guo Yun dan pasukan harimau hitam, justru membuat Perdana menteri Li Si, terlihat berdiri mematung dengan wajah sepucat kertas.


Sesaat dia benar-benar tidak tahu mau melakukan apa, dia terlalu kaget dengan kenyataan yang sangat tidak masuk akal itu.


Sedangkan di pihak pasukan Qin, begitu melihat Guo Yun ternyata masih hidup.


Separuh nyali dan roh mereka, seolah olah sudah pergi duluan, menguap meninggalkan tubuh mereka.


Mendengar suara teriakan gegap gempita dari pasukan harimau hitam, rasanya mereka ingin melemparkan senjata, lalu melarikan diri.


Tapi untuk itu, mereka belum berani, hukuman Qin terlalu berat, bila mereka melakukan hal itu.


Melakukan hal itu, satu mereka belum tentu selamat, dua nyawa keluarga mereka sudah pasti tidak akan terselamatkan.


Dengan pertimbangan itu, mereka tetap terpaksa menggenggam senjata mereka erat erat ditangan.


Agar jangan sampai terlepas dan mendapatkan hukuman militer.


Terutama yang bertugas memegang bendera kebesaran mereka.


Mereka harus ekstra berhati hati, jangan sampai tiang bendera di tangan mereka terlepas dari pegangan tangan mereka.


Guo Yun selesai berteriak dengan penuh semangat, dia segera bersiul keras.


"Suiiitttt...!".


"Suiiitttt...!"


Dari kejauhan sana terlihat seekor kuda hitam tinggi besar, berlari dengan sangat cepat menghampiri kearah Guo Yun, begitu dia mendengar suara siulan dari tuannya.


Guo Yun dengan gerakan ringan melayang keatas pinggang kuda nya.


Gongsun Li juga sudah ikut melayang duduk diatas punggung kudanya sambil mengangkat tombok naga putih diatas kepala tinggi tinggi.


Si Si juga sudah hadir di sana dengan sepasang pedang di kedua tangan nya.


Guo Yun mengeluarkan topeng emasnya untuk di kenakan, setelah itu dia memegang tombak emas cagak tiganya berteriak keras,


"Serangggg...!!"


"Serangggg...!!"


"Serangggg...!!"


Dia lalu memacu kudanya di bagian paling depan bergerak cepat menuju halaman depan pintu gerbang kota Shoucun.


Gongsun Li dan Si Si ikut mendampinginya dari sisi kanan dan kiri.


Jendral Han Wei Jendral Ying Wu dan Jendral Fu, juga bergerak menyusul memimpin barisan pasukan harimau hitam bergerak mengikuti di belakang Guo Yun.


Di atas benteng kota, Gubernur Jendral Zhou Wei dan Jendral Ling Wu, kini tersenyum sumringah.

__ADS_1


__ADS_2