
Setelah Zhang Yun pergi, Guo Yun menoleh kearah Kasim Cao dan berkata,
"Kasim Cao, segera kamu panggil Jendral muda Xiang Yu, untuk datang menghadap kemari.."
"Siap laksanakan Yang Mulia.."
Ucap Kasim Cao penuh hormat.
Setelah itu dia segera pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah Kasim Cao pergi, Guo Yun menoleh kearah Gongsun Li dan berkata,
"Li er apakah kamu punya salinan kitab peninggalan Dewi Perang Hua Mu Lan..?"
Gongsun Li menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku cuma pegang yang aslinya, kenapa Yun ke ke membutuhkan nya..?"
"Tapi bukankah ilmu Yun ke ke sekarang jauh melampaui ilmu di kitab itu..?"
Ucap Gongsun Li heran, sambil mengeluarkan 4 kitab tipis peninggalan Gurunya.
Sebelum Guo Yun sempat menjawabnya, Si Si berkata cepat,
"Yun ke ke ini Si Si ada salinannya, bila Yun ke ke memerlukan nya."
Guo Yun menatap kearah kedua istri nya dan berkata,
"Kitab ini bukan untuk ku, tapi aku ingin Xiang Yu memilih sendiri, ilmu yang dia merasa cocok untuk dia di pelajari.."
"Li Er aslinya simpan saja, salinan dari Si Si sudah cukup.."
Ucap Guo Yun pelan.
Gongsun Li mengangguk, lalu menyimpannya tanpa banyak bicara lagi.
Mereka berdua kemudian duduk menemani Guo Yun memeriksa laporan.
Hanya tinggal 3 kota yang menjadi wilayah kekuasaan Guo Yun.
Shoucun sebagai pusat ibukota, di bawah Guo Yun langsung, dengan gubernur Gubernur Jendral Zhou Wei sebagai pelaksana pengawasannya. Pei Qi di bawah Gubernur Wu Song dan Si Qi di bawah Gubernur Wu Hong.
Dua kota inilah yang menjadi penopang sementara, persediaan bahan makanan dan keuangan kerajaan Yue.
Letak mereka yang jauh dari Xian Yang, membuat keberadaan kedua kota itu cukup aman.
Berkas laporan di meja Guo Yun jauh berkurang, karena wilayah kekuasaannya kini jauh mengecil, ketimbang sebelumnya.
Tapi Guo Yun terlihat cukup puas dan cukup menikmati keadaan nya saat ini.
Beberapa waktu kemudian, Kasim Cao telah kembali dengan Xiang Yu datang menghadap Guo Yun.
Begitu tiba di hadapan Guo Yun, mereka berdua segera berlutut dan mengucapkan salam buat Guo Yun.
__ADS_1
"Kalian berdua berdirilah, tak perlu peradatan.."
Ucap Guo Yun pelan.
"Cao Kung Kung, kamu boleh tunggu di luar sana, jangan ijinkan siapapun datang menganggu pembicaraan kami.."
Ucap Guo Yun berpesan.
Kasim Cao segera memberi hormat, lalu dia bergegas meninggalkan ruangan tersebut.
Berjaga di depan pintu ruang kerja Guo Yun yang tertutup rapat.
Guo Yun menyingkirkan berkas diatas mejanya, hingga meja kerjanya tampak luas dan lega.
Di ata meja, Guo Yun letakkan berbagai kitab yang dia miliki.
Mulai dari kitab peninggalan ayah angkatnya yang tebal, kitab ilmu dari guru Mo Zi, guru Zhuang Zi, Kitab Pusaka Rahasia Alam' Semesta, Kitab Memindahkan Hawa Memusnahkan Jiwa, Kitab Pusaka Wu Ming Lau Jen, Kitab Salinan dari Si Si.
Semua kitab yang Guo Yun miliki, segenap pengetahuannya dan merupakan ilmu terbaik miliknya dan kedua istrinya dia jejer diatas meja.
Guo Yun menatap kearah Xiang Yu dan berkata,
"Yu er, kamu sudah bersujud tiga kali untuk ku, dan memanggil ku guru.."
"Maafkan guru mu, yang selama ini terlalu sibuk tidak sempat melatih mu.."
"Tapi kini semuanya sudah stabil dan tenang, kedepannya waktu ku akan lebih banyak, untuk membimbing mu secara langsung.."
Xiang Yu menatap Guo Yun dengan sepasang mata nya yang jujur dan polos.
"Berkat guru juga bimbingan dari ibu Guru Li selama ini, Xiang Yu baru bisa mencapai prestasi seperti saat ini di usia muda.."
"Untuk itu Xiang Yu sudah sangat merasa berhutang Budi dan sangat berterima kasih kepada Guru Yun dan Ibu Guru Li.."
Gongsun Li tersenyum dan berkata,
"Bakat mu lah yang bagus, Ibu Guru hanya memberi petunjuk dan pengarahan saja.."
"Kini Yun ke ke ini akan membimbing mu langsung itu baru pelatihan yang sebenarnya.."
Ucap Gongsun Li sedikit merendah.
Selama Guo Yun banyak urusan, memang banyak dirinya lah yang melatih Xiang Yu.
Sebagian besar Ilmu yang di kuasai oleh Xiang Yu adalah berasal dari nya.
Terutama jurus tombak Xiang Yu, itu sepenuhnya dia pelajari dari Gongsun Li.
Guo Yun menatap kearah Xiang Yu dengan serius dan berkata,
"Sebelum aku melatih dan membimbing mu."
"Guru sarankan kamu untuk memilih beberapa ilmu yang kamu minati untuk di pelajari.."
__ADS_1
"Setelah berhasil menguasai nya, dengan sempurna, kamu baru boleh mencoba mempelajari kitab yang lainnya.."
"Ilmu yang guru kuasai sangat banyak, bila di turunkan sekaligus, tentu kamu akan bingung.."
"Takutnya hasilnya malah mengacaukan fokus mu, jadi lebih baik kita mulai secara bertahap saja.."
"Siap guru.."
Jawab Xiang Yu penuh semangat.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Xiang Yu kamu kemarilah, coba pilihlah ilmu apa yang kamu minati dari sekian banyak ilmu yang guru mu miliki."
Xiang Yu dengan langkah ringan menghampiri meja kerja Guo Yun, di mana deretan kitab pusaka terlihat berjejer di sana.
"Guru bolehkah saya melihat lihat dan memeriksa isi kitabnya satu persatu..?"
"Sebelum aku memutuskan akan mempelajari yang mana..?"
Tanya Xiang Yu sambil menatap serius kearah Guo Yun.
Guo Yun tersenyum lembut dan menganggukkan kepalanya.
"Silahkan saja Yu er, kamu bebas memilih dan melihatnya.."
Dengan gembira Xiang Yu mulai mencoba memperhatikan kitab kitab pusaka milik gurunya itu.
Melihat begitu banyak ragam kitab berjejer di sana, Xiang Yu sempat bingung, berpikir memutar otak, sebelum memutuskannya.
Beberapa saat kemudian, Xiang Yu pun mulai bergerak memeriksa kitab pusaka itu satu persatu.
Pertama kali yang di lihatnya adalah kitab tebal peninggalan ayah angkat Guo Yun Fan Li.
Xiang Yu hanya melihat sekilas buku yang begitu tebal itu.
Xiang Yu menangkap ilmu silat di dalam kitab itu tidak begitu hebat.
Ada beberapa bab lainnya berisi berbagai pengetahuan astrologi dan ilmu ramalan, formasi strategi militer.
Tapi sayangnya semua itu tidak cukup menarik Xiang Yu berkeinginan untuk mempelajarinya.
Dia segera meletakkan kita itu kembali keatas meja.
Melihat hal itu, Guo Yun diam diam menghela nafas kecewa.
Kitab Fan Li, kitab dari ayah angkatnya justru adalah ilmu dasar untuk semua ilmu nya yang lain.
Terutama bila kelak ingin menjadi penguasa yang serba bisa.
Tapi muridnya justru melewatkan nya, karena kitab itu terlalu tebal.
Itu adalah suatu pilihan, Guo Yun tidak akan memaksa Xiang Yu mempelajarinya.
__ADS_1
Karena Guo Yun sadar mempelajari sesuatu harus berdasarkan niat dan keinginan dari yang bersangkutan.
Sebagai guru dia tidak bisa memaksakan nya, bila Xiang Yu sendiri tidak berminat dan tidak tertarik dengan ilmunya itu.