LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
USAHA MIN MIN


__ADS_3

Guo Yun sedikit kaget mendengar protes Min Min, selama ini dia hanya tahu Min Min suka larut bersama anak anak.


Dia tidak menyangka, ternyata Min Min menyimpan rapat rapat ketidakpuasan nya.


Guo Yun seperti yang lainnya, justru mengira dia sangat suka anak anak.


Sehingga mereka membiarkan nya, mereka selalu mempercayakan anak anak ke dia.


Baru setelah kini Min Min protes, Guo Yun baru menyadari ada sesuatu yang salah.


Guo Yun menatap sepasang mata Min Min lekat lekat dan berkata,


"Min Min aku benar-benar minta maaf, aku sungguh bodoh dan tidak peka.."


"Sehingga tanpa sengaja aku telah menyakiti perasaan mu dan membuat mu kurang bahagia.."


"Maafkan aku ya sayang.."


Ucap Guo Yun penuh sesal.


Min Min menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku bukan keberatan, aku juga bukan tidak suka dan tidak rela habiskan waktu menjaga mereka.."


"Aku hanya ingin kamu meluangkan waktu sedikit lebih bersama ku, seperti saat saat kita di dalam jurang dulu.."


"Aku selalu berpikir saat kamu kehilangan ingatan, kita berdua hidup di dalam jurang sana.."


"Itu adalah momen paling indah dan bahagia dalam hidup ku.."


"Terkadang aku malah berpikir, bila saja kamu tidak bisa pulih ingatan nya, dan kita tidak ada jalan keluar dari dalam jurang sana.."


"Mungkin aku akan jauh lebih bahagia..'


Ucap Min Min sambil menatap Guo Yun dengan serius.


Guo Yun seperti kembali melihat lagi refleksi Min Min nya yang dahulu.


Selama ini dia mengira Min Min telah berubah menjadi lebih dewasa dan pengertian.


Ternyata dia salah, Min Min ternyata selama ini menyimpan semuanya dari nya, dari siapapun.


Dia menelan semua rasa tertekan dan beban hati perasaannya seorang diri.


Guo Yun buru buru meluk Min Min, membawanya untuk duduk di dalam pangkuannya dan berkata,


"Mengapa baru sekarang kamu bercerita.."


"Mengapa tidak dari dulu dulu kamu bercerita..?"


Tanya Guo Yun penuh sesal dan merasa bersalah.


Min Min menghela nafas panjang, dan berkata,


"Kita tidak hidup berdua, pada dasarnya kehadiran ku adalah sebuah kelebihan yang tidak seharusnya ada..'


"Kamu suruh aku bagaimana bisa bicara..?"


"Aku berbicara, hanya akan mempersulit keadaan dan kita semuanya.."

__ADS_1


"Tidak daripada nantinya semua orang tidak nyaman, lebih baik cukup aku seorang saja yang merasakan nya.."


Ucap Min Min sambil.tersenyum sedih.


"Saat ini pun aku berbicara, karena aku menyadari waktu mu tidak akan lama lagi.."


"Tidak mengungkapkan nya sekarang, maka takutnya aku selamanya tidak akan pernah bisa mengungkapkan nya lagi.."


Ucap Min Min sambil menatap Guo Yun dengan sedih.


Guo Yun sudah tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya bisa menarik Min Min kedalam pelukannya.


Memeluknya dengan erat dan berkata dengan penuh sesal.


"Maafkan aku sayang,.."


"Maafkan lah aku yang selalu tidak peka.."


Min Min balas memeluk Guo Yun dengan erat dan berkata,


"Tidak Yun ke ke, aku tidak menyalahkan siapapun.."


"Ini adalah situasi kondisi dan masa depan yang aku pilih sendiri."


"Sekarang setelah bercerita, perasaan ku kini sudah jauh lebih lega.."


"Ayo kita makan dan kita lupakan saja semuanya.."


"Jangan di pikirkan lagi, waktu kebersamaan kita tidak banyak lagi.."


Ucap Min Min sambil melepaskan pelukan Guo Yun.


Lalu dia duduk di samping Guo Yun, membantu menyumpitkan masakan untuk menyuapi Guo Yun.


Dia berkata sambil menatap Min Min dengan serius,


"Aku sungguh berharap aku punya waktu lebih untuk memperbaikinya.."


"Sayangnya.."


"Sudahlah kamu benar, kita nikmati saja yang ada saat ini.."


"Kelihatannya aku hanya membayar semua hutang ku pada mu, kelak di kehidupan ku yang berikutnya.."


Guo Yun lalu membuka mulutnya lebar-lebar untuk menerima suapan dari Min Min.


Setelah itu dia dengan wajah penuh sesal, dengan lahap menghabiskan semua masakan dan minuman yang Min Min suguhkan untuk nya.


Dia menjadikan semua masakan diatas meja, menjadi sasaran untuk melampiaskan semua rasa sesal dan rasa marah pada dirinya sendiri.


Min Min tersenyum puas melihat hal itu, dia terus melayani Guo Yun makan dan minum.


Hingga Guo Yun akhirnya jatuh tersungkur di atas meja, dia mulai mabuk,.akibat kebanyakan minum.


Dia mulai meracau memarahi dirinya sendiri dengan suara nya yang kurang jelas.


Setelah berhasil membuat suaminya mabuk berat, Min Min dengan hati hati membantu memapah Guo Yun kembali keranjangnya.


Setelah itu dengan hati hati Min Min membaringkan Guo Yun, tidur terlentang di atas ranjangnya.

__ADS_1


Min Min kemudian melepaskan semua pakaian Guo Yun.


Min Min terlihat memeriksa dengan teliti setiap jengkal tubuh Guo Yun.


Selesai memeriksa, Min Min mengeluarkan segulung kain, yang saat di buka, di dalam nya berisi sederet jarum perak yang berderet rapi.


Min Min kemudian dengan hati hati membakar jarum itu, di atas sebatang lilin yang apinya sedang menyala terang.


Setelah itu Min Min mulai menancapkan jarum jarum itu ke beberapa titik jalan darah, di sekitar bawah pusar Guo Yun dan sekitar lipatan paha Guo Yun.


"Maafkan aku yang harus menggunakan ucapan bohong itu untuk menipu mu Yun ke ke.."


"Hanya cara itu yang kepikiran oleh ku, untuk memancing emosi mu.."


"Hanya dengan emosi mu terganggu, kamu akan menghabiskan semua masakan dan minuman berkhasiat obat itu tanpa curiga.."


"Kamu mungkin lupa tapi aku tidak, saat kita terjun ke jurang bersama sama.."


"Kita sudah berjanji, hidup sama sama, matipun kita akan selalu bersama.."


"Selama nya tidak akan pernah berpisah.."


"Tanpa mu aku juga tidak mungkin bisa hidup sendirian.."


Ucap Min Min pelan, mengungkapkan perasaannya sambil terus bekerja.


"Ufffh...! panas..! panas..!"


Keluh Guo Yun pelan.


Min Min melirik kearah wajah Guo Yun, yang mulai terlihat merah padam hingga keleher nya.


"Sepertinya mulai bereaksi, tahan sebentar Yun Ke ke sabar.. segera selesai.."


Ucap Min Min dengan gerakan cepat mulai mencabut semua jarum yang dua tancapkan di bagian bawah pusar Guo Yun.


Setelah bersih, Min Min memiringkan sedikit tubuh Guo Yun, lalu dia menancapkan sebatang jarum terakhir diatas tengkuk Guo Yun.


"Ahhhh...!"


Guo Yun mengeluarkan jerit tertahan, saat jarum tersebut bersarang di sana.


Sepasang matanya yang tadinya tertutup rapat, kini terbuka lebar, dengan bila mata menyala merah.


Seperti kesurupan, Guo Yun yang lepas kendali, langsung berbalik menarik tubuh Min Min dengan kasar di banting keatas ranjangnya.


"Aihhh..!"


Jerit Min Min kaget.


"Breettt..!"


"Breettt..!"


"Breettt..!"


"Breettt..!"


Seperti orang tidak waras, Guo Yun menarik lepas pakaian Min Min dengan kasar.

__ADS_1


Hingga suara robekan kain, terdengar jelas, memenuhi ruangan tersebut.


Potongan kain pakaian Min Min juga beterbangan kemudian jatuh berserakan di atas lantai.


__ADS_2