LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MEMILIH JALUR SUNGAI


__ADS_3

Setelah menyelesaikan pembayaran tagihan, dan teap buat dua pelayan yang melayaninya.


Guo Yun menatap kearah kedua pelayan itu dan berkata,


"Apa kalian ada yang tahu, mau pergi ke Zhuangzi Su Yuan harus ambil jalan kemana..?"


Kedua pelayan itu saling pandang, salah satu diantara mereka pun berkata,


"Harap tunggu sebentar tuan.."


"Cepat panggil koki Apong,..dia pernah bekerja di sana.."


ucap salah satu pelayan ke temannya.


Temannya mengangguk cepat, lalu buru-buru berlari pergi kearah dapur.


Tak lama kemudian dia sudah kembali kehadapan Guo Yun bersama seorang pria berusia 40 an.


"Tuan untuk jelasnya, tuan bisa tanya langsung ke Apong.'


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Paman Pong silahkan duduk, dan tolong jelaskan, bagaimana cara kami bisa sampai ke Zhuangzi Su Yuan.


Apong menatap Guo Yun dengan serius, lalu berkata,


"Zhuangzi Su Yuan terletak di.puncak gunung Ling San.


Dari sini kesana ada dua jalan, pertama lewat jalan darat, kedua lewat jalur sungai..."


"Aku dulu biasanya lebih suka lewat jalur sungai, lebih santai dan jauh lebih aman.."


"Jalur darat harus melewati beberapa hutan berbahaya, selain banyak hewan buas juga banyak perampok ganas dan kejam."


ucap Apong memberi penjelasan sekaligus peringatan.


"Kalau lewat jalan sungai, kami harus mengambil kearah mana ?"


tanya Guo Yun berusaha mengumpulkan informasi, sebelum berangkat.


"Kalian keluar dari pintu gerbang barat, berjalan 5 Li ke sebelah barat, akan ketemu dermaga Ji.


Dari sana kalian bisa menyewa perahu, bilang saja ke tukang perahu, kalian ingin ke Ling San, mengunjungi Zhuangzi Su Yuan, biasanya mereka akan mengerti sendiri.."


ucap Apong memberikan penjelasan.


Guo Yun mengangguk cepat dan berkata,


"Terimakasih paman Pong, ini ada sedikit ucapan terimakasih,..ambillah.."


ucap Guo Yun sambil mendorong beberapa keping perak kehadapan Apong.


"Ehh ini tidak perlu tuan,..anda adalah tamu, sudah jadi tugas kami melayani anda sepenuhnya.."


ucap Apong jujur.


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Ambillah paman jangan menolaknya, aku berikan dengan tulus.. terimalah.."


Apong akhirnya menerima pemberian Guo Yun sambil membungkukkan tubuhnya dan mengucapkan terimakasih.


"Kalian berdua,.. ini untuk kalian,.. terimakasih.."

__ADS_1


ucap Guo Yun sambil melempar dua keping perak kearah kedua pelayan muda yang membantunya mengenalkan Apong.


Sebelum pergi meninggalkan meja, Guo Yun menyambar plakat hitam diatas meja, menyimpannya kedalam saku baju.


"Ayo adik Ba kita berangkat sekarang.."


Li Ba mengangguk patuh, ikut bangkit berdiri kemudian menyusul Guo Yun meninggalkan restoran mewah itu.


"Ka..kakak Yun a..apa yang tergantung di le..lehermu, aku se..seperti pernah lihat, ta..tapi di mana nya,.. aku lu..lupa.."


ucap Li Ba sambil memperhatikan kalung di leher Guo Yun.


"Ohh ini,..ini dari kakak Li.."


"Ahh ya,.. a..aku i..ingat sekarang, benar ka..kakak Li se..sering mengenakan nya ."


ucap Li Ba penuh semangat..


"Ta..tapi ka..kakak Li tidak adil..ke.. kenapa cu..cuma kakak Yun saja yang...yang . di ka.. kasihnya.."


Guo Yun tersenyum gembira, dan berkata,


"Sudah jangan cerewet, ayo kita jalan cepat.."


Sebelum sore kita harus sudah naik ke perahu ."


Li Ba mengangguk tidak banyak bantah.


Kedua pemuda itu, setelah keluar dari pintu gerbang barat, mereka langsung menggunakan ilmu meringankan tubuh berlari cepat.


Berubah menjadi dua bayangan yang saling berkejaran.


"Ayo adik Ba..susul aku..!"


Li Ba tidak menjawab, sambil mengigit bibir, dia menendang tanah di bawahnya.


Tubuhnya langsung melambung tinggi 5 meter ke depan memperpendek jarak dengan Guo Yun.


Melihat hal ini Guo Yun pun mempercepat langkah kakinya di udara.


Beberapa waktu berlalu, akhirnya Guo Yun dan Li Ba menghentikan aksi kejar-kejaran mereka, saat dermaga mulai terlihat di depan sana.


Guo Yun terlihat biasa saja, pernafasannya cukup normal, hal berbeda terlihat pada Li Ba,


Nafasnya memburu, seluruh tubuhnya banjir keringat.


Tapi dia terlihat puas dan gembira.


"Ka,..kakak kapan kapan, Ka.. kamu harus a..ajarkan aku ilmu meringankan tubuh itu.."


ucap Li Ba sambil menatap kearah Guo Yun.


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Tenang saja aku pasti akan ajarkan kamu.."


"Tapi aku rasa nanti di Zhuangzi, kamu juga bakal di ajari ilmu meringankan tubuh, yang jauh lebih hebat dari milikku ini.."


ucap Guo Yun yakin.


Li Ba mengangguk dan berkata,


"Se..semoga tidak seperti di Mo Zi Su Yuan, ti..tiap hari cu..cuma di suruh ambil ka..kayu am,..ambil air."

__ADS_1


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Itu adalah latihan dasar jangan mengeluh.."


Lagipula Mo Zi Su Yuan keahliannya adalah menciptakan berbagai barang dan peralatan canggih dan ilmu perdebatan..


"Il...ilmu perdebatan,.. a..apa gu.. gunanya ba..bagi ku.."


"I..itu ilmu ti..tidak ada bedanya dengan kentut.."


"Ja.. jangankan berdebat, .baru buka dengar su..suara ku saja orang orang.sudah pada, ma..mati tertawa.."


ucap Li Ba keki.


Guo Yun hanya bisa menahan tawa, mendengar keluhan sahabat sekaligus saudaranya ini.


Mereka berdua sambil ngobrol mendekati dermaga yang terlihat sepi.


Di pinggir dermaga, juga hanya terlihat sebuah perahu, yang terapung di pinggir sana, sedang menunggu kedatangan penumpang.


Seorang tukang perahu yang memakai topi caping jerami menutupi wajahnya, terlihat sedang berbaring tidur di bilik perahu.


"Paman..paman.. kami ingin menumpang perahu paman..! ke Zhuangzi Su Yuan,.. bisa. ?!"


tanya Guo Yun dari tepi dermaga.


Si tukang perahu membuka topi capingnya, menatap kearah Guo Yun, lalu berkata,


"Kalian mau ke Zhuangzi di Ling San, bisa aja, tapi bayarannya, 2 Tael perak gimana..?"


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Bukannya biasanya cuma perlu 2 keping perak,..?"


1 Tael \= 10 keping perak, pecahan kecil kecil yang bentuknya tidak beraturan.


"Benar anak muda, perahu ini muat 6 orang, harganya memang segitu."


"Tapi kini hanya ada kalian berdua penumpang nya, bila mau langsung jalan, ya dua Tael perak.."


"Bila tidak, ya kita tunggu penumpang lain, itu kalau ada, kalau tidak, ya paling kita berangkat besok pagi..'


ucap tukang perahu itu menjelaskan.


Guo Yun mengangguk, lalu naik keatas perahu dan berkata,


"Baiklah paman,.. ayo kita berangkat sekarang..ini dua tael nya.."


Tukang perahu itu menerima dengan gembira dan berkata,


"Baiklah tuan muda, kalian berdua duduk dengan santai di dalam, perahu segera berangkat.."


Tukang perahu melompat ke pinggir dermaga, melepaskan tali pengikat perahu.


Mendorong kepala perahu menjauhi mulut dermaga, kemudian dia melompat kembali kedalam perahu nya.


Dengan sigap dia langsung berjalan meniti di pinggiran perahu, menuju bagian paling belakang.


Dari sana dia mulai mendayung perahu meninggalkan dermaga.


Saat perahu mulai meninggalkan dermaga, terlihat seorang kakek menggandeng tangan seorang gadis kecil.


Mereka berlarian berusaha mengejar ketertinggalan mereka dari perahu yang mulai bergerak menjauhi dermaga.

__ADS_1


"Tunggu...! tunggu..! tukang perahu hei..tunggu..!"


__ADS_2