LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
ANCAMAN GUO YUN


__ADS_3

Satu persatu bayangan masa lalunya muncul mulai dari perkenalan Wen Zhong dengan Fan Li.


Lalu mereka bekerja pada Guo Jian, membantu Guo Jian menahlukkan kerajaan Wu yang besar, dan pernah menjadikan Guo Jian sebagai tahanan hidup.


Wen Zhong lalu berkenalan dengan istrinya Mu Gui Ying, di sana juga ada pemuda lain, tunangan Mu Gui Ying yang bernama Xiang Yan.


Tapi Mu Gui Ying lebih memilih Wen Zhong, mereka berdua akhirnya menikah dan membantu Raja Guo Jian mempertahankan kerajaan Yue.


Hingga akhirnya mereka berdua gugur di Medan perang di jebak oleh Xiang Yan, dan di khianati oleh Guo Jian, raja mereka sendiri.


Wen Zhong kemudian menitis menjadi dirinya, semua tergambar jelas dalam pikiran Guo Yun.


Seolah olah Guo Yun di bawa pergi ketempat kejadian berlangsung, dan menyaksikan semuanya sendiri.


Lu Bu Wei yang melihat Guo Yun berdiri diam mematung cukup lama.


"Yun er,..! Yun er...!"


"Kamu kenapa..!?"


panggil Lu Bu Wei sambil menepuk pelan bahu Guo Yun.


Guo Yun pun kembali tersadar dari bayangan di dalam pikirannya yang seperti mimpi itu.


"Aku tidak apa-apa paman, pedang ini memilki keterikatan dengan masa lalu ku.."


"Di kehidupan ku yang sebelumnya, pedang ini adalah milik ku, kini dia pun kembali menjadi milik ku ."


ucap Guo Yun memberi penjelasan.


"Baguslah kalau begitu, pedang ini kamu simpan saja.."


"Dia akan sangat berguna bagi mu, saat berada di Medan perang."


ucap Lu Bu Wei sambil tersenyum gembira.


"Yun er kamu coba lihat lagi, apakah di sini ada senjata lain, yang menarik perhatian mu."


"Kalau ada bawa aja sekalian.."


ucap Lu Bu Wei memberi saran.


Kini Guo Yun adalah mesin perangnya yang terbaru, tentu saja sebagai mesin perangnya.


Lu Bu Wei tidak akan ragu, untuk melengkapi mesin perangnya, dengan senjata perang paling mematikan dan mutahir.


Guo Yun mengangguk, dia menyimpan pedang darah kedalam cincinnya.


Lalu Guo Yun kembali berkeliling, hingga tiga kali, untuk memastikan bila ada yang barang menarik lainnya, jangan sampai terlewat olehnya.


Akhirnya dia menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak ada lagi paman, ku rasa sudah cukup.."

__ADS_1


"Baiklah,.. bila kamu merasa sudah cukup."


"Kita pulang kerumah saja dulu, untuk beristirahat.."


"Nanti malam, bila sudah segar, kita baru berunding langkah langkah selanjutnya."


ucap Lu Bu Wei, sambil merangkul bahu Guo Yun


Mengajaknya meninggalkan gudang senjata pusaka istana.


Lu Bu Wei mengajak Guo Yun ikut duduk bersama nya, menggunakan kereta kuda.


Meninggalkan istana, langsung menuju kediaman pribadi Lu Bu Wei.


Dalam perjalanan kembali kekediaman Lu Bu Wei, serigala tua itu mulai membuka pembicaraan menggali informasi dari Guo Yun.


Untuk mencari informasi yang selama ini bikin dia penasaran, hingga susah makan susah tidur.


Tapi selama ini, dia selalu menahannya sambil menunggu momen ini.


"Yun er, setelah kamu terjatuh ke sungai kuning, sebenarnya apa yang telah terjadi..?"


tanya Lu Bu Wei berhati-hati.


Dia sangat ingin tahu, tapi dia tidak mau menunjukkan nya.


Apalagi sampai membuat Guo Yun curiga dan mewaspadai nya.


Hal itu tidak boleh terjadi, jadi dia harus bertanya, dengan menonjolkan rasa keperduliannya.


Guo Yun termenung, lalu berkata


"Aku tidak tahu paman, aku hanya tahu saat aku sadar, aku sudah terkurung di suatu tempat, yang di Kelingi tebing tinggi dan air terjun besar."


"Selanjutnya demi mencari jalan keluar, aku bertemu dengan seekor ular putih besar.."


"Ular putih besar inilah, yang mungkin memberi ku kontribusi besar, untuk meningkatkan kekuatan ku.."


"Setelah aku berhasil membunuh, dan meminum darahnya.."


ucap Guo Yun berbohong.


Karena dia pernah menerima pesan dari gurunya, Kui Zi Sian Seng.


Agar tidak pernah menyebutkan dia adalah muridnya, juga tidak boleh menyinggung namanya, di depan siapapun.


Termasuk tugas nya, mencari Min Min dan menolongnya, serta membersihkan kotoran perguruan yang bernama Lu Bu Wei.


Guo Yun beruntung, karena janji ini, dirinya jadi lolos dari lubang jarum.


Karena bila Lu Bu Wei tahu, Guo Yun sedang mencari dan ingin membasminya.


Dia pasti akan mempercepat rencananya, menghabisi Guo Yun, dia tidak akan biarkan duri dalam mata ini tetap hidup.

__ADS_1


Lu Bu Wei mengangguk puas, setelah mendengar penjelasan Guo Yun.


Dia lalu mengalihkan berbicara hal lain yang tidak penting, hingga mereka tiba di kediaman Lu Bu Wei.


Begitu mereka kembali kekediaman Lu Bu Wei, mereka langsung di sambut oleh pengurus rumah tangga Lu Bu Wei, di depan pintu masuk.


"Apa kabar tuan muda Yun, ? lama tak berjumpa, apa anda sehat sehat saja..?"


tanya Paman Kai berbasa basi.


Lu Bu Wei tidak khawatir, karena kepala rumah tangga ini, sangat cerdas, tidak perlu dia cemaskan.


Berbeda dengan Chi Sa, yang memerlukan dia, untuk ikut campur.


Dan itu benar, paman Kai hanya bertanya seperlunya saja, yang bukan urusannya.


Meski dia heran bingung, dia juga tidak akan menunjukkan nya, juga tidak akan banyak bertanya.


Dia telah sangat lama mengikuti Lu Bu Wei, jadi kebiasaan dan gerak gerik tuannya.


Sekali lihat, dia langsung paham tanpa perlu dijelaskan lagi.


"Baik paman tua,..maaf bila Yun er tidak ingat siapa paman tua..?"


ucap Guo Yun, sambil memberi hormat dengan tatapan mata penasaran.


Dari ucapan Guo Yun, semakin yakinlah Paman Kai, Guo Yun pasti sedang mengalami sesuatu yang tidak beres.


Di kediaman Lu Bu Wei, Guo Yun tidak di wajibkan mengenakan topeng.


Hanya masuk istana dan saat berada di keramaian saja, Guo Yun di sarankan mengenakan topeng nya.


Paman Kai hanya membalas ucapan Guo Yun, dengan memberi hormat dan membungkuk kan badannya dalam dalam.


Setelah itu, dia hanya berjalan mengikuti Lu Bu Wei dan Guo Yun dari belakang, tanpa banyak berbicara.


Lu Bu Wei langsung mengantar Guo Yun, menuju kamarnya yang besar dan mewah.


Ada puluhan pelayan muda dan cantik cantik, yang di persiapkan untuk melayani semua keperluan Guo Yun.


Lu Bu Wei sengaja, ingin menggunakan gadis gadis cantik untuk memabukkan Guo Yun.


Sehingga dia akan lebih mudah, mengendalikan Guo Yun yang tidak terlalu banyak berpikir.


Tapi setelah Lu Bu Wei pergi, Guo Yun langsung berkata,


"Kalian semuanya keluarlah dari kamar ku.."


"Tanpa perintah dari ku, kalian tidak ada yang boleh masuk kedalam kamar ini, dan menganggu ku, mengerti..?"


"Bila tidak, aku pasti akan laporkan pada paman Lu, agar kalian di hukum.."


ucap Guo Yun mengancam sambil membawa nama Lu Bu Wei.

__ADS_1


Ternyata benar seperti dugaan Guo Yun, begitu dia menggunakan nama Lu Bu Wei.


Semua pelayan itu langsung berlomba-lomba meninggalkan kamarnya, tanpa berani membantah.


__ADS_2