LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERTEMUAN TAK TERDUGA


__ADS_3

Keesokan paginya sesuai rencana, sebelum matahari terbit.


Guo Yun memimpin 500 orang pasukan nya, bergerak secara menyebar menuruni bukit, sehingga terlihat berkesan orang yang di bawanya lebih banyak.


Pasukan Chu yang sedang melakukan pengepungan, mereka sangat terkejut mendapatkan serangan mendadak yang turun dari atas bukit.


Mereka buru buru memasang perisai pertahanan, untuk menghadapi serangan yang datang secara tiba-tiba itu.


Tapi pertahanan mereka pecah berantakan, oleh tebasan pedang walet emas Guo Yun, yang mengeluarkan sebuah cahaya putih cemerlang secara melintang.


"Wusss,..!"


"Brakkk,..!!"


Pasukan Chu yang berusaha bertahan, mereka terlihat saling tumpang tindih, terpental oleh tebasan pedang Guo Yun yang mengandung energi 9 langit.


Tapi pasukan yang terpental, segera di gantikan dengan formasi pasukannya yang baru.


Sehingga keadaan kembali pulih, sebelum barisan pasukan Guo Yun tiba.


Melihat hal ini, Guo Yun terus melepaskan Tebasan Pedang jarak jauhnya.


"Wusss,..!"


"Wusss,..!"


"Wusss,..!"


"Brakkkk,..!"


Brakkkk,..!"


Brakkkk,..!"


Untuk memporak porandakan dan mengacau sistem pertahanan pasukan Chu.


Guo Yun sambil memberikan tebasan, dia melihat ada dua komandan pasukan yang selalu berteriak teriak mengatur barisan.


Guo Yun melesat ke udara, lalu memberikan dua tebasan dari atas kebawah langsung terarah ke dua orang itu.


"Singgg,..!"


"Singgg,..!"


"Crashhh,..!"


"Crashhh,..!"


Kedua komandan itu hanya terpana, saat melihat dua sinar melewati tubuh mereka.


Tahu tahu tubuh mereka telah terbelah dua, puluhan pasukan, baik di depan, maupun di belakang mereka .


Mereka semuanya juga ikut terbelah bersama senjata dan perisai mereka, saat tebasan cahaya pedang Guo Yun melewati tubuh mereka.


Pasukan Guo Yun yang turun berlari dari atas bukit, masing masing membawa seperangkat busur mini hasil desain Guo Yun.


Ini adalah busur panah cross bow, yang tidak perlu menarik senar, tinggal pasang anak panah dan menarik tuas.

__ADS_1


Mereka bisa menembakkan hingga 5 anak panah berturut turut, baru melakukan pengisian ulang.


Hal ini membuat pasukan Chu yang sedang tercerai berai oleh Tebasan Pedang Guo Yun.


Menjadi sasaran empuk cross bow ciptaan Guo Yun.


Korban berjatuhan dengan cepat, dalam sekejap saja 5000 pasukan negara Chu, telah terkapar malang melintang tidak sanggup menghadapi serangan dadakan pasukan Guo Yun.


Dengan Kematian kedua komandan, yang memimpin di sana, situasi menjadi bertambah kacau.


Pasukan Chu mulai panik dan berlari kesana-kemari, menyelamatkan diri meninggalkan barisan pertahanan.


Hal ini semakin mempermudah pasukan Guo Yun menghabisi mereka satu persatu.


Guo Yun terus memimpin d depan dengan tebasan cahaya pedangnya yang menakutkan.


Untuk menghancurkan mental pasukan Chu, yang berjumlah jauh lebih banyak.


Agar pasukan nya bisa terus bergerak merangsek maju.


Tapi kekacauan itu tidak bertahan lama sesuai prediksi Guo Yun.


Karena kekacauan di sebelah Utara sana, begitu terdengar oleh Xiang Yan, dia segera mengirim dua jendral bawahan nya, berangkat kesana membawa 5 komandan pasukan mereka.


Kedatangan mereka dalam sekejap berhasil mengendalikan situasi, pasukan Chu mulai kembali kedalam barisan pertahanan nya.


Bahkan bersiap melakukan pengepungan, tapi Guo Yun tidak membiarkan hal itu terjadi.


Dia segera berteriak,


"Angin keras mundur..!"


Sehingga pasukan nya berhasil mundur dengan selamat, hanya ada puluhan orang yang terluka.


Tapi secara keseluruhan mereka semua berhasil di tarik mundur kembali keatas bukit.


Kedua Jendral bawahan Xiang Yan yang berpengalaman terlihat ragu.


Mereka akhirnya membatalkan pengejaran, mereka lebih memilih merapikan barisan mempersiapkan diri menghadapi serangan berikutnya.


Guo Yun bersama pasukan nya, yang berhasil mundur, mereka langsung menyeberangi parit..


Tapi saat melihat pasukan Chu berhenti melakukan pengejaran,


Diam diam Guo Yun harus akui kecerdikan kedua jendral itu, yang selalu bersikap hati hati.


Mereka tidak berhasil di pancing oleh Guo Yun.


Tapi bukan Guo Yun, bila dia begitu mudah menyerah,


Guo Yun berganti strategi, setiap 3 jam sekali, selesai dia memulihkan kondisinya.


Dia akan membawa pasukan nya yang sengaja dia bagi dalam 4 kelompok, secara bergiliran dia akan memimpin mereka, untuk menyerang pasukan Chu, yang berjaga di sebelah Utara, di bawah bukit itu.


Korban terus berjatuhan, dalam satu hari saja mereka hampir kehilangan 30.000 pasukan.


Belum lagi mental pasukannya mulai terganggu, dengan teror kematian yang di lancarkan oleh Guo Yun dan pasukannya.

__ADS_1


Salah satu Jendral itu segera pergi memberikan laporan ke Xiang Yan panglima pasukan mereka.


Xiang Yan yang mendengar laporan dari anak buahnya.


Dia segera berangkat ke lokasi untuk melihat situasi.


Setelah melihat situasi dan mempelajari peta lokasi.


Di dalam sebuah kemah, mereka bertiga melakukan perundingan.


Di sana terlihat Xiang Yan yang kini sudah berumur hampir setengah abad, sebagian rambutnya mulai terlihat putih.


Dia menunjuk kearah peta dan berkata,


"Bila dia berani datang, biarkan dia masuk kemari.."


"Kalian berdua masing masing memimpin 50.000 pasukan mengambil jalan memutar lewat sini dan sini."


"Rebut posisi pertahanan mereka, setelah itu kalian baru bergerak kebawah mengepungnya dari segala arah."


"Biarpun dia memilki sayap, kurasa sekali ini dia tidak akan bisa keluar dari sini dengan selamat."


ucap Xiang Yan penuh keyakinan.


Kedua Jendral itu mengangguk mengerti.


Tak lama kemudian mereka pun bubar, Xiang Yan kembali ke kemah utamanya di bagian tengah posisi pengepungan.


Sedangkan kedua Jendral itu sudah kembali kedalam barisan mereka.


Untuk mengatur segala sesuatunya, sesuai petunjuk arahan dari Xiang Yan.


Baru saja mereka kembali ke barisan, Guo Yun sudah kembali datang menyerang bersama pasukannya.


Masih dengan pola yang sama, tapi bedanya sekali ini Guo Yun dan pasukannya, dengan bebas bisa menerobos kepungan hingga ketengah.


Tanpa menyia nyia kan peluang yang ada di hadapannya.


Guo Yun terus melakukan terobosan, memasuki tengah kepungan, dan terus membuka kepungan hingga akhirnya kepungan terbuka.


Di mana Guo Yun berhasil bertemu dengan pasukan pimpinan Wang Jian, sahabat lamanya. itu.


Sebelum terjadi bentrokan sendiri, Guo Yun buru buru berkata,


"Kakak Wang ini aku Guo Yun, ayo ikut dengan ku keluar dari kepungan ini.."


Wang Jian awalnya sedikit pangling, tapi sesaat kemudian dia pun teringat dan segera berteriak ke pasukannya dengan gembira.


"Semuanya ikut dengan ku, ayo kita keluar dari sini..!!"


Pasukan pimpinan Wang Jian dengan gembira, segera mengikuti Guo Yun dan pasukannya menerobos kepungan pasukan Chu, yang di bawah pimpinan ke 5 orang komandan bawahan kedua jendral.


Di mana kedua jendral mereka kini sedang membawa pasukan menggempur keatas bukit melalui jalan melingkar dari dua arah.


Kelima komandan itu satu persatu tewas di tebas oleh pedang cahaya perak Guo Yun.


Kepungan pasukan Chu tidak bisa bertahan lama, bala bantuan dari kedua jendral mereka, yang di harapkan dari atas bukit tak juga kunjung datang.

__ADS_1


Akhirnya kepungan tak bisa di pertahankan, Guo Yun dan pasukannya, di bantu oleh Wang Jian dan pasukan Qin yang berjumlah sekitar 100.000 orang.


Mereka berhasil menerobos kepungan barisan pasukan Chu.


__ADS_2