
Mereka berdua saat tiba di halaman depan kuil, melihat ketiga anak mereka tidak ada di sana .
Min Min mulai terlihat cemas, dan berkata,
"Yun ke ke kemana mereka bertiga..?"
"Mereka kok tidak ada..?"
Guo Yun meski agak cemas, dia berusaha bersikap tenang dan berkata,
"Coba kita periksa ke taman patung batu, di samping sana.."
"Mungkin mereka ada di sana ."
Ucap Guo Yun sambil menggandeng tangan Min Min, berjalan menuju taman samping, untuk memeriksa kesana.
Dengan wajah cemas dan langkah kaki sedikit terburu-buru, Min Min bergerak menuju taman samping untuk memeriksa keadaan di tempat itu.
Tapi setelah beberapa saat berkeliling dan memanggil manggil nama ketiga putranya.
Tetap saja tidak berhasil menemukan ketiga anak itu.
Min Min kini wajahnya terlihat pucat pasi, nafas sedikit memburu, airmata mulai bercucuran.
Dengan wajah tegang, dia menatap Guo Yun dan berkata,
"Yun ke ke, ini bagaimana baiknya..?"
"Kemana mereka bertiga sebenarnya..?"
"Ini semua salah ku, bila terjadi sesuatu dengan mereka ? bagaimana aku mau jelaskan ke kakak Li dan kakak Si Si..?"
"Ohhh, Dewi yang agung apa salah ku, mengapa semua malah jadi begini..?"
"Bila kamu ingin menghukum, hukumlah aku jangan mereka.."
Ucap Min Min panik dan dia mulai kembali mewek menahan tangis.
Guo Yun buru buru merangkulnya dan berkata,
"Kamu jangan cemas dan menyalahkan diri, tenanglah kita coba cari kedepan kuil.."
"Mungkin mereka sedang ada di luar sana, mencari mainan dan jajanan.."
"Ini semua murni salah ku, aku yang teledor, tidak ada hubungannya dengan mu.."
"Yuk kita lihat kedepan sana.."
Ucap Guo Yun sambil memeluk Min Min menuntunnya meninggalkan taman samping.
Mereka mencoba melakukan pencarian di luar kuil.
Mereka mencari cari sampai kepasar jajanan anak, yang di gelar di sepanjang bahu kanan kiri jalan.
Guo Yun dan Min Min berpisah melakukan pencarian, sambil bertanya tanya kepada penjual jajanan, yang berada di sekitar sana.
__ADS_1
Guo Yun menelusuri bahu jalan sebelah kanan, sedangkan Min Min sebelah kiri bahu jalan.
Lewat petunjuk dari pedagang mainan dan jajanan di sekitar sana.
Guo Yun dan Min Min akhirnya berhasil menemukan ketiga anak mereka, sedang duduk makan di sebuah restoran mewah, di temani oleh seorang pria bertubuh tinggi besar dengan wajah brewokan, di sampingnya duduk menemani seorang wanita.
Guo Yun dan Min Min segera memasuki restoran berjalan menghampiri mereka.
Guo Yun tentu saja mengenali pria itu, karena dia adalah bawahan nya Gubernur Jendral Zhou Wei, sedangkan wanita di sampingnya justru adalah wanita yang bentuk tubuh dan suaranya mirip Min Min.
Di mana beberapa waktu sebelumnya, Guo Yun memergokinya sedang memadu kasih dengan Ling Kung Ce atau Ling Tai putranya Ling Tong.
Guo Yun kini mulai bisa menebak siapa pria yang di maksud oleh wanita itu, sebagai orang yang tidak boleh mereka usik.
Ternyata semua masalah ini datang dari keturunan almarhum kedua pembantu setia nya.
Guo Yun diam diam mengeluh dalam hati, akan masalah bom waktu yang setiap saat bisa meledak ini.
Masalah Ketiga anaknya yang hilang kini selesai, tapi masalah hubungan gelap istri Gubernur Jendral Zhou Wei, dan Ling Tai ini .
Akan menjadi masalah serius bila Zhou Wei sampai tahu.
Bila terjadi bentrokan hal ini bisa merusak hubungan persahabatan yang sudah terjalin dari generasi sebelumnya.
Begitu melihat hadirnya Guo Yun disana, wanita itu sedikit kaget.
Karena hubungannya dengan Ling Tai, saat di kuil.
Dia yakin Guo Yun melihat dan mendengar nya, karena saat dia meninggalkan tempat pertemuan dia dan Ling Tai.
Dia tidak tahu pasti apa yang Guo Yun lakukan di sana bersama Min Min.
Yang dia tahu pasti, Guo Yun mungkin adalah saksi mata hubungan gelapnya dengan Ling Tai.
Untuk itu wanita itu menjadi agak salah tingkah dan grogi melihat Guo Yun hadir di dalam restoran.
Wanita itu semakin pucat wajahnya, saat melihat suaminya, menariknya untuk berlutut di hadapan Guo Yun dan Min Min sambil berkata,
"Salam Yang Mulia, semoga Yang Mulia Raja dan Yang Mulia permaisuri sehat dan berbahagia selalu.."
Mendengar ucapan dan sikap Gubernur Jendral Zhou Wei, seluruh pengunjung restoran terlihat kaget dan heran.
Guo Yun yang tidak ingin menimbulkan kehebohan, segera membantu Zhou Wei dan istrinya bangkit berdiri dan berbisik pelan,
"Jangan banyak peradatan, bersikap normal saja.."
"Agar tidak menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat awam.."
Setelah berpesan dengan suara pelan ke Zhou Wei.
Guo Yun dengan suara sedikit keras berkata,
"Terimakasih saudara Zhou, kamu sudah membantu ku menjaga anak anak ku yang nakal ini.."
"Bila tidak ada anda, aku sungguh tidak tahu mau cari mereka kemana..?"
__ADS_1
Ucap Guo Yun santai.
Lalu dia menggandeng tangan Zhou Wei kayaknya teman akrab untuk untuk duduk bersama sama di satu meja.
Sedangkan Min Min dia menggandeng tangan istri Zhou Wei untuk duduk di samping nya.
Min Min diam diam harus akui di dalam hati, wanita ini memang agak mirip dengan nya, baik suara maupun bentuk tubuh.
Pantas saja suaminya bisa salah sangka, menyangka dirinya sedang berselingkuh.
Hingga melupakan anak anak, sehingga mereka hampir saja kehilangan anak.
Tapi meski banyak kemiripan, Mun Min menemukan wajah mereka berbeda, meski sama sama cantik, tapi mereka jelas berbeda.
Masing masing memilki kecantikan dan kelebihan mereka masing masing.
Wanita itu terlihat semakin gelisah dan tidak tenang, setelah mengetahui identitas Guo Yun yang sebenarnya.
Dia benar benar ketakutan, hingga saat membantu menuangkan teh mengisi cawan Min Min dan Guo Yun.
Tangan nya terlihat gemetaran, hingga teh sedikit tumpah keluar dari cawan.
Dengan panik dia berkata,
"Maaf,.. maaf ..aku tidak sengaja, Yang Mu..."
"Tidak apa apa Nyonya Zhou, kita orang sendiri tak perlu sungkan.."
"Santai saja.."
Ucap Guo Yun memotong ucapan istri Zhou Wei yang hampir kembali memanggilnya Yang Mulia..
"Ayah maafkan Meng Yun, yang telah membuat ayah ibu cemas.."
Ucap Meng Yun merasa bersalah.
Guo Yun membelai kepala putrinya dan berkata,
"Tahu salah perbaiki kesalahan, lain kali lebih hat hati itu sudah cukup.."
"Tak perlu minta maaf, ayah ibu paham kesulitan mu.."
Ucap Guo Yun lembut.
Zhou Wei segera memanggil pelayan, menambahkan peralatan makan dan menambah beberapa menu istimewa keatas meja.
Setelah itu dengan sikap penuh hormat dan gembira, dia menjamu Guo Yun dan Min Min dengan masakan terbaik restoran itu.
Guo Yun hanya makan sedikit saja, sekedar cicip saja.
Melihat gaya makan suaminya, Min Min dengan suara pelan berbisik,
"Yun ke ke kenapa ? apa masakan ini tidak sesuai selera..?"
Guo Yun tersenyum dan berbisik pelan,
__ADS_1
"Selain masakan Li er, aku memang begini makannya dari dulu.."