LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
USULAN GUO YUN


__ADS_3

"Bahkan satu satunya ayah, yang biasanya masak untuk ku, kini juga sudah pergi meninggalkan ku."


"Jadi di dunia ini memang sudah tidak ada yang perlu ku risaukan dan khawatirkan.."


ucap Guo Yun berusaha tersenyum.


Mendengar penjelasan Guo Yun, Gongsun Li menatap Guo Yun dengan tatapan mata penuh simpati dan sedikit menyesal, dia buru-buru berkata,


"Maaf adik Yun, aku tidak tahu hal ini,.."


"Sekali lagi, aku mohon maaf ya, aku benar-benar tidak bermaksud membongkar luka lama di hati mu.."


ucap Gongsun Li yang merasa sedikit tidak enak hati.


Guo Yun sambil tersenyum dia berusaha menahan rasa nyeri, bangun untuk duduk dan berkata,


"Tidak apa-apa kakak Li, semua itu sudah berlalu.."


"Itu sudah bukan masalah sekarang, kakak tak perlu minta maaf, itu jelas bukan salah kakak Li.."


"Ehh adik Yun kamu kenapa bangun,? seharusnya kamu tetap berbaring di sana.."


ucap Gongsun Li khawatir.


"Kakak tenang saja, setelah minum sup kakak yang lezat, kini kondisi ku sudah jauh membaik.."


ucap Guo Yun berusaha menenangkannya.


"Ngawur, mana mungkin semangkuk sup jamur, bisa menyembuhkan luka luka mu yang begitu parah.."


"Bahkan obat sekalipun, tidak mungkin reaksinya bisa bekerja secepat itu, apalagi itu cuma sup.."


ucap Gongsun Li cemas.


Guo Yun menggelengkan kepalanya, dalam hati dia berkata,


"Kakak Li salah, kakak Li tidak menyadarinya, karena kakak Li bukan aku.."


"Kakak Li tidak akan pernah tahu, betapa pentingnya arti perhatian kakak itu, buat kesembuhan ku ."


"Bisa melihat kakak saja, aku sudah merasa pulih hampir separuhnya, apalagi sampai di masakin dan di suapin seperti ini.."


"Bagi ku perhatian kakak adalah obat paling mujarab, melebihi obat apapun di dunia ini.."


Batin Guo Yun dalam hati.


Tapi tentu saja semua itu tidak di ucapkan nya.


Sebagai balasannya, Guo Yun hanya berkata pelan,


"Kakak tenang saja, aku benar-benar sudah jauh lebih baik.."


"Maukah kakak menemani ku jalan jalan menghirup udara segar, di luar sana. ?"


"Aku sedikit jenuh di dalam sini.."

__ADS_1


ucap Guo Yun sambil mengangkat sedikit tangannya.


"Kamu serius, kamu mampu ?"


"Aku tidak mau, nanti bukan nya membantu malah menambah parah luka mu.."


ucap Gongsun Li sambil menatap sepasang mata Guo Yun dengan serius.


Guo Yun tersenyum lembut dan mengangguk yakin.


Melihat hal itu, dengan agak ragu ragu dan hati batu, perlahan-lahan, dengan agak canggung Gongsun Li maju membantu, memapah Guo Yun untuk bangkit berdiri.


Lalu selangkah demi selangkah, dia membantu Guo Yun berjalan keluar dari dalam kemahnya.


Guo Yun tersenyum puas dan berkata dalam hati.


"Kakak Li, andai saja kamu tahu, untuk bisa mendapatkan momen seperti ini, biar aku terluka seumur hidup dan kehilangan nyawa sekalipun."


"Aku tidak akan pernah menyesalinya.."


"Maafkan aku yang telah memanfaatkan situasi ini, menipu mu.."


"Tapi percayalah, setelah ini aku pasti akan memberikan sebuah jawaban yang memuaskan sesuai keinginan mu.."


"Biarlah beberapa hari ini menjadi kenangan indah terakhir ku bersama mu.."


gumam Guo Yun di dalam hati.


Gongsun Li yang setulus hati berusaha memapah Guo Yun keluar dari dalam kemah.


Tentu saja dia tidak menyadari, apa yang menjadi pemikiran Guo Yun di dalam hati nya.


Sehingga bisa menebus dan mengurangi rasa bersalah di dalam hati nya.


Dengan di papah seperti ini, Guo Yun yang merasa seperti sedang berjalan, sambil merangkul gadis idaman nya.


Hatinya terasa sangat nyaman, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum bahagia.


Sesekali Guo Yun diam diam, akan melirik kearah Gongsun Li dengan tatapan mata penuh kemesraan.


Guo Yun bahkan tidak merasakan nyeri atas luka luka nya, dia justru terlihat sangat menikmati momen indah ini.


Di mana bisa keluar dari dalam kemah, menikmati udara sejuk di luar sana.


"Kakak Li bolehkah kamu bantu aku pergi melihat lihat situasi di atas benteng sana.."


"Sekalian aku ingin mengucapkan terima kasih ku, kepada Jendral Zhong Yu, yang telah menyelamatkan aku.."


Gongsun Li yang melihat Guo Yun sepertinya benar-benar kuat, dan tidak terpengaruh dengan luka luka nya.


Tanpa banyak berpikir, dia langsung menganggukkan kepalanya, menyetujui permintaan Guo Yun.


Meski merasa sedikit kurang nyaman, dimana dirinya terlihat berjalan seperti orang sedang berangkulan mesra, dengan Guo Yun di muka umum.


Tapi dia menepis semua pikiran itu, baginya saat ini yang terpenting adalah bisa membalas budi, mengurangi rasa bersalah dalam hatinya.

__ADS_1


Dengan pelan pelan, selangkah demi selangkah, mereka berjalan hingga akhirnya mereka berhasil sampai di atas benteng kota Xia.


Li Ba sendiri sejak awal Guo Yun keluar dari dalam kemah, dia sudah ingin mendekat membantu Guo Yun.


Tapi setelah melihat kode dari Guo Yun, yang memintanya menjauh.


Li Ba pun sambil tersenyum, lalu dia mengangguk dan memilih mundur menjauh.


Diatas benteng kota Xia, Guo Yun yang menemukan Jendral Zhong Yu, sedang menatap cemas kearah pasukan pengepung musuh di bawah sana.


"Kakak Li kita kesana sebentar.."


ucap Guo Yun pelan.


Gongsun Li mengangguk, dia lalu melanjutkan membantu memapah Guo Yun menghampiri Jendral Zhong Yu.


Zhong Yu yang terlihat sedang gundah, dia tidak menyadari kedatangan Guo Yun.


Hingga terdengar suara helaan nafas dari sebelahnya, dia baru kaget, dan buru buru menoleh.


"Ehh Yun er, kamu kenapa kemari,? kenapa tidak merawat luka mu di kemah..?'


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Aku bosan di dalam tenda, ingin mencari udara segar di luar.'


"Melihat Jendral ada di sini, jadi aku sekalian mampir untuk mengucapkan terimakasih atas pertolongan nya kemarin.."


ucap Guo Yun sambil memberi hormat dengan sedikit membungkukkan badannya.


Guo Yun sedikit meringis menahan nyeri di punggung nya.


Zhong Yu buru buru menahan bahu Guo Yun dan berkata,


"Yun er kamu tidak perlu sungkan, kita berada dalam satu perahu dan mengabdi pada satu junjungan.."


"Jadi tidak perlu banyak peradatan."


"Lagipula bila harus bicara terimakasih, seharusnya akulah orang nya,?"


"Kalian bisa ada disini, bukankah juga karena ingin bantu menyelamatkan aku dan kota ini.."


ucap Zhong Yu jujur.


Guo Yun dan Gongsun Li saling pandang, mereka berdua sama sama tersenyum dan saling mengangguk kan kepala membenarkan ucapan Zhong Yu.


"Yun er kamu biasanya paling banyak akal, menurut mu apa yang bisa kita lakukan saat ini..?"


"Kamu lihat di bawah sana, sepanjang mata memandang di mana mana penuh dengan pasukan Song.


Bagaimana kita bisa keluar dari situasi ini..?"


tanya Zhong Yu sambil menatap Guo Yun penuh harap.


Guo Yun terlihat berpikir sebentar, lalu berkata,

__ADS_1


"Pilih beberapa saudara kita, yang terbukti setia, suruh mereka melarikan diri menyerah pada musuh.."


"Buat berita bohong, tentang situasi sulit kita, agar musuh segera bergerak maju menyerang kita.."


__ADS_2