LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TEBING MERAH


__ADS_3

Guo Yun begitu tiba di tebing merah yang terlihat sepi, dia mengedarkan pandangannya.


Mencari cari keberadaan istrinya.


Sesuai dengan janji temu di dalam surat, di sinilah tempat janji ketemu nya.


Dia hapal istrinya orangnya sangat tepat janji dan tepat waktu, tidak mungkin telat.


Tapi di sana terlihat sepi dan agak remang remang, hanya di terangi oleh cahaya bintang di langit.


Itupun agak tertutup oleh pohon Pinus, yang tumbuh lebat tidak jauh dari sisi tebing.


Guo Yun berjalan dengan langkah ringan menghampiri bibir tebing.


Dia melongok kebawah tebing, yang terlihat hitam kelam, tidak terlihat apapun.


Selain suara deburan ombak sungai kuning, yang mengalir deras melewati bagian bawah tebing.


Suara deburannya saja sampai terdengar keatas tebing, bisa di bayangkan betapa derasnya aliran sungai di bawah sana


Suara angin dan deburan ombak di bawah tebing, di malam yang sepi dan sunyi seperti suara iblis yang sedang mengamuk.


Guo Yun sedikit bergidik dan melangkah mundur menjauhi tebing.


Diam diam Guo Yun menjadi cemas dan khawatir, saat memikirkan Gongsun Li yang sangat tidak biasa.


"Apa terjadi sesuatu dengan nya ? apa si Keparat Ying Zheng menyulitkan nya..?"


pikir Guo Yun dalam hati penuh tanda tanya dan khawatir.


"Yun ke ke kamu datang juga.."


terdengar suara lembut dari balik hutan Pinus.


Sesaat kemudian terlihat Gongsun Li, yang mengenakan seragam perang dan jubah merahnya, yang berkibar kibar tertiup angin malam.


Berjalan keluar dari balik hutan sambil tersenyum, dia membentangkan sepasang tangannya berlarian menghampiri Guo Yun.


"Tahan siapa kamu, mengapa suara mu berubah..!"


tanya Guo Yun curiga.


Gongsun Li menghentikan langkahnya, dengan bibir cemberut dia berkata,


"Lelaki tak berperasaan, masih berani bertanya, tentu saja gara gara kamu.."


"Selain kamu, siapa lagi yang bisa membuat aku menangis hingga tenggorakan serak dan suara hilang..?"


Guo Yun melangkah menghampiri Gongsun Li, dengan penuh perasaan bersalah, dia menariknya kedalam pelukannya.


"Li mei maafkan aku yang telah melukai perasaan mu, dan mengingkari janji ku sendiri.."


"Aku sangat bersalah padamu, mau kah kamu memaafkan ku..?"


ucap Guo Yun sambil mengeratkan pelukannya.


Tapi di dalam hati, Guo Yun merasa heran wangi Gongsun Li berubah, suara berubah, bahkan bentuk badannya juga berubah.


Gongsun Li istrinya, tubuhnya lebih kecil, yang ini lebih besar, terutama sepasang bukitnya, terasa agak besar dan sangat padat.


Sebelum keraguan Guo Yun hilang, tiba tiba dia merasa perih di bagian perutnya.


Begitu pelukan mereka terlepas, Guo Yun terlihat terhuyung-huyung kebelakang, dengan pakaian bersimbah darah.

__ADS_1


Sebatang pedang ukuran sedang, menembus perut, hingga ujungnya muncul di punggung.


"Kau,..kau..siapa kamu..!?"


bentak Guo Yun dengan suara terputus putus, sambil menunjuk kearah Gongsun Li.


"Hi..hi..hi..!"


"Ha...ha...ha...!"


Terdengar suara Gongsun Li menertawai Guo Yun, di ikuti oleh 6 orang yang mengenakan topeng setan, keluar dari balik pohon Pinus.


Di belakang mereka masih ada seorang pria, yang sedang tersenyum tenang, dengan menggendong sepasang telapak tangannya, di balik punggung.


Sekali lihat saja sadarlah Guo Yun, dirinya telah masuk dalam jebakan Lu Bu Wei dan Chi Sa.


Mereka memanfaatkan rasa antusiasnya, ingin bertemu Gongsun Li, menjebaknya di sini.


Tapi saat ini sadar, semua sudah terlambat, perutnya terluka parah, terkena tikaman pedang


Kelihatannya nyawanya bakal tamat di sini, batin Guo Yun di dalam hati.


"Uhukk,.. uhuk..!"


Guo Yun terbatuk batuk kecil, mulutnya penuh darah, yang berasal dari luka organ di sebelah dalam perutnya.


Guo Yun berdiri sempoyongan, mulutnya yang kini penuh darah, sudah tidak dapat di gunakan untuk berbicara.


Sambil menengadah menatap kearah langit, melihat bintang di atas sana


Guo Yun berbicara dalam hati,


"Li mei,.. Si Si... maafkan aku yang tidak mampu memenuhi janji ku, pada kalian berdua.."


"Bila ada kehidupan berikutnya, semoga aku bisa melunasinya.."


Tangannya yang memegang pedang walet emas, terlihat sedikit gemetaran.


Darah terus bercucuran mengalir dari luka di perutnya, yang tertembus pedang lawan.


Guo Yun menggunakan pedangnya untuk menahan tubuhnya, agar tidak roboh.


"Ehhh itu bukannya pedang lama ku,.. kenapa bisa ada bersama mu..?"


tanya wanita yang menyamar jadi Gongsun Li dan menikam perut Guo Yun heran.


Sepasang mata Guo Yun yang tajam kini beralih ke wanita itu dengan tatapan mata penuh dendam.


Tiba tiba Guo Yun melepaskan tebasan sapu jagad kearah wanita itu.


"Singgg....!"


Cahaya biru melesat cepat mengejar kearah wanita itu.


Wanita itu terlalu kaget, sehingga lupa menghindar, dia hanya bisa mengunakan pedangnya untuk menangkis serangan yang tiba.


Lu Bu Wei yang kaget langsung berteriak,


"Awas bahaya...!"


Keenam orang saudara wanita itu, bergerak cepat maju membantunya, menahan serangan Guo Yun.


Trangggg...!"

__ADS_1


"Blaarrrr..!"


Meski berhasil menahan serangan Guo Yun, mereka ber 7 terpental mundur.


Wanita itu pedangnya patah menjadi tiga potong, dari perut hingga ke dada mengalami luka tebasan cukup parah.


Sedangkan ke 6 saudara nya tidak terlihat terluka, hanya terdorong mundur saja.


Lu Bu Wei melesat kedepan menyerang Guo Yun, dengan tapak kanannya, yang mengeluarkan suara bercuitan.


"Selagi istri kesayangan mu itu, sedang bersenang senang dengan Ying Zheng putra ku.."


"Aku akan mengantar mu ke neraka..!"


ucap Lu Bu Wei sambil melayang kearah Guo Yun.


Guo Yun sepasang matanya membelalak marah penuh penasaran.


Dia tidak bisa bicara, sehingga hanya bisa terbelalak marah saja.


Dengan sisa seluruh tenaganya, Guo Yun memberikan tebasan adu nyawa, sambil melepaskan sekali lagi tebasan pedang sapu jagad nya..


"Singgg,..!"


"Blarrr...!"


Terjadi ledakan dahsyat di udara, saat energi pedang dan tapak bertemu di udara.


Tubuh Guo Yun terbang bagaikan layang layang putus, melayang keluar dari tebing.


Lalu jatuh meluncur kedalam kegelapan.


"Byuuur...!"


Air sungai kuning di bawah sana mun crat tinggi keatas, terhempas oleh tubuh Guo Yun.


Tubuh Guo Yun langsung di sambut ombak dan arus dahsyat sungai kuning


Dalam sekejab saja, dia sudah tidak terlihat lagi.


Lu Bu Wei sendiri, yang tidak mengalami sesuatu, dia sempat melayang ke tepi tebing, untuk melongok kebawah .


Dia menggunakan sepasang matanya yang tajam dan berkilauan seperti mata kucing.


Mencari cari keberadaan Guo Yun, setelah memastikan Guo Yun sudah tidak terlihat lagi.


Dia sambil menghela nafas panjang berkata,


"Pemuda yang luar biasa, sayang sekali jalan kita harus berselisih.."


Di tempat lain di dalam sebuah kamar mewah yang di hias dengan sangat indah.


Terlihat Gongsun Li yang mengenakan pakaian pengantin, dengan kepala tertutup kain merah.


Duduk dengan wajah gelisah, tubuhnya tidak bisa di gerakkan.


Karena di totok oleh Lu Bu Wei.


Lu Bu Wei yang sudah menebak sandiwara Gongsun Li, dia tidak ingin Gongsun Li mengacaukan acara perkawinan dengan putranya,


Selagi dia sendiri sedang sibuk, pergi menjalankan misi menghabisi Guo Yun.


Jadi Gongsun Li yang memilki kemampuan jauh di atas putranya dan pengawal istana, dari awal sudah dia lumpuhkan terlebih dahulu.

__ADS_1


Agar malam pengantin berjalan lancar, bila nasi sudah jadi bubur, tentunya segala nya akan lebih mudah di bicarakan.


Apalagi bila Guo Yun sudah tiada, itu akan lebih memudahkan usaha putranya mendapatkan wanita itu.


__ADS_2