LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TIDAK PUNYA REJEKI UNTUK ITU


__ADS_3

Sesuai perhitungan Guo Yun, pagi pagi saat bangun, dia sudah mendengar gosip di antar para perawat.


"Kamu tahu tidak semalam ajudan Lie, orang paling di percaya Jendral Zhong Yu."


"Dia diam diam membawa sepuluh perwira bawahannya, melarikan diri pergi menyerah pada Raja Huan dari Song."


"Pagi ini juga, pasukan Song mulai bergerak menyerang benteng pertahanan kota kita.."


ucap salah seorang perawat berwajah bulat dengan penuh antusias.


Dua orang rekannya menggelengkan kepala mereka dan berkata,


"Urusan perang dan situasi di benteng, kami tentu saja tidak tahu apa-apa."


"Lalu apa perkembangan pertahanan benteng kota kita saat ini.."


tanya salah satu perawat Berta hi lalat di atas bibirnya..


"Kalau hal itu aku juga kurang tahu, perkiraan ku saat ini, Jendral Zhong Yu pasti sedang memimpin pasukannya, melakukan pertahanan mati matian.."


"Mari kita berdoa saja, untuk kemenangan mereka, karena bila kota ini jatuh ketangan lawan.."


"Bisa di pastikan penduduk dikota inilah yang akan celaka.."


"Terutama kita kita yang wanita wanita, pasti akan mengalami nasib yang lebih mengerikan daripada kematian.."


ucap Si gadis berwajah bulat dengan wajah sedikit pucat ketakutan.


Guo Yun yang tidak begitu mengerti arah pembicaraan mereka, yang terlihat begitu ketakutan.


Dia tidak begitu paham, tapi melihat wajah mereka yang begitu ketakutan, dia tetap merasa kasihan.


Hal ini membuat Guo Yun semakin bertekad untuk menyudahi peperangan ini secepatnya.


Sesaat kemudian, saat Guo Yun sedang mendapatkan bantuan perawatan lukanya, oleh beberapa gadis itu.


Gongsun Li pun hadir diantara mereka, dia memberi kode agar mereka menyerahkan tugas itu padanya.


Meski ragu ragu, tapi mereka tidak menolak, karena mereka sendiri juga sedang sibuk.


Pecahnya perang di benteng pertahanan sana, membuat mereka menjadi semakin sibuk.


Karena semakin banyak prajurit yang terluka, di bawa ke kemah kemah, untuk mendapatkan perawatan dari mereka.


Mereka memberikan beberapa petunjuk lisan kepada Gongsun Li.


Setelah itu, mereka buru-buru berlalu dari sana, pergi menangani pasien lainnya.


Gongsun Li dengan hati hati dan dipenuhi perasaan terenyuh, dia mengobati luka luka di punggung Guo Yun.


Sambil mengobati luka Guo Yun, Gongsun Li tidak bisa menahan diri untuk meneteskan air mata,

__ADS_1


Saat harus melihat langsung luka yang di terima oleh Guo Yun, akibat ingin menyelamatkan diri nya.


Hati dan perasaan Gongsun Li menjadi terenyuh, dia sangat terharu, dengan pengorbanan Guo Yun untuk dirinya.


Terkadang dia merasa dirinya terlalu kejam dan tidak seharusnya, dia bersikap begitu dingin dan kejam tanpa memikirkan perasaan Guo Yun..


Guo Yun yang merasakan ada yang berbeda, di mana yang sedang merawatnya seperti sedang menangis.


Guo Yun mengira perawat itu ketakutan hingga mereka menangis.


Jadi dia pun berbicara untuk menenangkan mereka,


"Nona perawat, kalian jangan khawatir, aku akan jamin pada kalian semuanya.."


"Kota ini pasti akan baik baik saja, jadi kalian tenanglah.."


ucap Guo Yun sambil menoleh kebelakang.


Guo Yun yang tadinya sedang tersenyum untuk membantu menenangkan rasa ketakutan gadis gadis perawat itu.


Saat dia menoleh dan melihat siapa orang yang sedang membantu merawat lukanya.


"Kakak Li,.. kamu udah ada di sini..? kenapa kakak bersedih..?"


ucap Guo Yun kaget bercampur cemas.


Gongsun Li menggelengkan kepalanya, menutup mulutnya berusaha menahan tangis, sambil memalingkan wajahnya, agar Guo Yun tidak melihatnya langsung.


"Kakak Li kenapa ? apa yang sedang kakak sedihkan dan risaukan, cerita lah mungkin akan membuat perasaan kakak sedikit lebih lega.."


Ucapan Guo Yun lembut penuh perhatian, tapi sikap Guo Yun ini bukannya menenangkan, tapi justru sebaliknya.


Airmata Gongsun Li justru terlihat seperti kran bocor, airmata nya justru mengalir semakin deras, sisi terdalam perasaan nya sangat tersentuh oleh kebaikan ketulusan dan perhatian dari Guo Yun.


Tanpa bisa berkata-kata lagi, dia maju menyandarkan wajahnya di bahu Guo Yun, menangis sejadi jadi, nya, melepaskan semua beban perasaannya yang dia tahan tahan selama ini.


Bagaikan bendungan yang jebol, airmata nya mengalir deras seperti anak sungai yang tak terhentikan.


Melihat situasi ini, Guo Yun tidak tahu harus berbuat apa untuk menghiburnya.


Dia hanya bisa terdiam di tempat, hatinya tentu sangat ingin memeluk membelai dan berusaha menenangkan Gongsun Li.


Tapi dia tidak berani menyentuhnya, akhirnya tangannya yang sudah terangkat tergantung di udara, di belakang punggung Gongsun Li, dia tarik kembali.


"Aku gadis jahat, egois, kejam, mengapa kamu harus berkorban seperti ini untuk ku..?"


"Mengapa kamu selalu begitu sabar dan baik dengan ku.."


"Aku tidak pantas untuk itu, hu..hu..hu..!"


"Maafkan aku adik Yun.."

__ADS_1


Guo Yun memejamkan sepasang matanya, yang sedikit basah, dia sangat ingin mengatakan,


"Itu semua karena saya sangat menyukai mu.."


"Aku benar benar telah jatuh hati dan sangat mencintai mu.."


"Demi kamu apapun akan ku korbankan untuk mu tanpa penyesalan, yang penting bisa melihat mu bahagia aku sudah senang ."


Tapi semua ini hanya ucapan di dalam hati saja.


Yang keluar dari mulut Guo Yun justru,


"Karena kamu adalah Kakak ku, kakak seperguruan ku, menurut ku kakak adalah gadis paling baik dan paling sempurna di dunia ini..'


hanya itu yang bisa terucap, meski sangat bertolak belakang dengan perasaan dan pikiran nya.


Tapi justru itulah yang terucap oleh Guo Yun, untuk menenangkan perasaan Gongsun Li, agar jangan membuat dirinya jadi serba sulit karena pengakuan nya.


Mendengar ucapan Guo Yun, Gongsun Li mengangguk kecil dan berkata,


"Terimakasih adik Yun, terimakasih adik ku yang baik.."


Beberapa saat kemudian tangisannya pun mereda, dia kembali menjaga jarak dan berkata,


"Adik Yun, berbaringlah lagi, mari kita lanjutkan lagi perawatan luka mu.."


Guo Yun mengangguk, lalu dia kembali berbaring tengkurap, membiarkan Gongsun Li membantu merawat luka luka nya hingga selesai.


Di sela sela perawatan yang sedang Gongsun Li lakukan dengan hati-hati.


Untuk mengusir keheningan, Guo Yun berkata,


"Kakak Li, mie mu semalam enak sekali makasih ya..?"


"Sama sama, kalau adik Yun tidak merasa bosan, kakak akan selalu masakan untuk mu.."


ucap Gongsun Li lembut.


"Masakan kakak mana mungkin aku bisa bosan, seumur hidup aku juga tidak akan pernah bosan.."


"Sayang nya, aku tidak punya rejeki sebesar itu.."


ucap Guo Yun kelepasan bicara.


Sesaat mereka berdua pun kembali sama sama terdiam.


Gongsun Li yang paham kata kata Guo Yun, dia sangat gembira bahagia bangga terharu, tapi juga bersedih.


Karena dia tidak mungkin bisa mewujudkan keinginan Guo Yun, dia sudah terlanjur mengikatkan perasaannya pada Ching ke kakak seperguruannya itu.


Dia sangat mencintai kakak seperguruan nya itu, rela berkorban apapun demi dia., jadi adalah mustahil dia bisa berpaling dari nya.

__ADS_1


__ADS_2