LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
AKHIR DUEL


__ADS_3

"Kelompok Keparat, manusia gunung dari Pai Yun San itu.."


"Bukannya tempat itu letaknya masih di wilayah kita.."


"Ayo kita berangkat kesana ratakan saja aliran menyebalkan itu.."


"Hitung hitung bisa mengurangi pihak yang mendukung Ying Zheng, serigala muda itu.."


ucap Li Ba berapi api.


Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kalian berangkat lah duluan, aku sendiri saja berangkat kesana.. untuk memenuhi tantangan.."


"Ini adalah urusan pribadi, tidak ada hubungannya dengan urusan negara ."


"Biar aku selesaikan saja sendiri.."


ucap Guo Yun santai.


Tapi kak bagaimana bila kakak ipar pertama bertanya,


"Aku mau jawab apa..?"


"Kan kakak tahu sendiri gimana sifatnya..?"


ucap Li Ba malas.


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Kamu tenang saja, katakan saja ini keputusan ku.."


"Aku yang menyuruhmu, dia pasti akan mengerti.."


"Titip berikan saja kotak ini padanya.."


"Dia tidak akan mempersulit mu lagi.."


ucap Guo Yun sambil memberikan sebuah kotak merah ke Li Ba.


Li Ba mengangguk dan berkata,


"Baiklah jaga diri cepat pergi cepat pulang.."


"Kami menanti mu.."


Guo Yun mengangguk, lalu dia pun mengambil jalan terpisah dari rombongan besar tersebut.


Guo Yun memilih menyewa sebuah perahu kecil yang membawanya berlayar kearah timur laut.


Perahu berlayar dengan santai menyusuri sungai Yangtze yang lebar dan panjang.


Karena berlayar melawan arus, perjalanan menjadi jauh lebih lambat.


Tapi Guo Yun tidak mempermasalahkan nya, dia justru terlihat menikmati perjalanan tersebut.


Dia seperti merasa sedang mengulang pertualangan nya dulu.


Melakukan perjalanan seorang diri dengan bebas tanpa beban.


Meski ada rasa kangen terhadap anak istri.


Tapi saat memikirkan harus menghadapi keruwetan urusan internal kerajaan, hati Guo Yun pun jadi malas, tawar, untuk cepat cepat kembali menjalankan tugas dan tanggung jawab nya.


Sementara Guo Yun sedang melakukan perjalanan pertualangan nya seorang diri.


Ying Zheng mulai menggerakkan Fan Sui memimpin sejumlah pedagang besar dari Xian Yang.


Mereka mulai bergerak menyebar menuju kota Cai, kota Chen, kota Xin Cheng, kota Shang Qiu, yang merupakan beberapa kota yang berbatasan langsung dengan Qin.


Di beberapa kota tersebut mereka mulai melakukan praktek dagang sambil bekerja sama dengan kepala daerah di masing masing kota tersebut.


Mereka mulai melancarkan perang dagang dengan menyogok kepala daerah di sana.


Agar mendukung praktek perang dagang mereka dengan menjual barang barang murah dengan kualitas rendah.


Dengan tujuan melumpuhkan pedagang dan produsen produk hasil pertanian peternakan perkebunan lokal.


Tidak sampai di sana, bahkan produk pertukangan benda logam, dan kain pun juga mereka ganggu.


Dalam waktu singkat masyarakat mulai tertarik, untuk membeli produk produk murah dengan kualitas rendah itu.


Sehingga produk produk buatan dan hasil produksi lokal, mulai di tinggalkan oleh masyarakat.


Hal ini membuat hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan lokal tidak laku.


Begitu pula dengan produk kain dan peralatan logam hasil produksi tukang besi, tukang kayu, hampir rata rata produk mereka tidak laku.


Banting harga mengikuti pasar mereka rugi, karena harus membayar pajak upah tenaga kerja, urusan ijin birokrasi ini itu yang rumit.


Sehingga makin lama mereka makin tidak mampu mengikuti persaingan dengan produk yang datang dari luar.


Sedangkan produk yang masuk dari luar terus membanjir, karena mereka di dukung oleh pemerintah setempat, yang menerima keuntungan pembagian hasil dagang, dari kelompok pedagang Qin.


Sehingga pemerintah makin memberikan banyak akses kemudahan kepada pedagang dari luar itu.


Hal sebaliknya berlaku terhadap produsen lokal, pemerintah memberikan banyak tekanan berupa pajak, dan berbagai peraturan ijin yang penuh dengan birokrasi.


Perlahan lahan satu persatu produsen lokal pun gulung tikar.


Mereka tidak sanggup lagi bertahan.


Mereka terpaksa beralih bidang menjadi penyalur produk produk dari kerajaan Qin di wilayah dagang mereka sendiri.


Penduduk yang kehilangan pekerjaan, akibat banyak nya bidang produksi gulung tikar.


Mereka terpaksa mulai harus bermigrasi, meninggalkan kampung halaman.


Berpindah ke kota kota perbatasan yang termasuk wilayah Qin.


Mereka pada pergi kesana untuk mencari kerja apapun pekerjaan nya.


Asalkan bisa dapat makan, mereka pindah, daripada hidup kelaparan di kampung halaman.


Lebih baik mereka pindah ketempat baru.


Di sana mereka bekerja dan menggarap tanah orang lain, sedangkan tanah milik mereka sendiri mereka tinggalkan begitu saja.


Meskipun disana mereka di ayat murah, hanya cukup buat makan, mereka tetap pilih pindah kesana, yang penting bisa bertahan hidup.


Kejadian ini terus berlangsung, yang di pusat tidak tahu, karena mereka selalu menerima setoran dan laporan berlebih dari petugas daerah yang kaya raya menjadi raja kecil di sana.


Sementara wilayah pinggiran Yue mulai mendapatkan serangan lewat jalur perdagangan.


Guo Yun yang sedang menempuh perjalanan juga bertemu halangan di atas jalur sungai yang sedang di tempuhnya.


Sebuah perahu yang memiliki ukuran yang hampir sama dengan perahu yang di tumpangi oleh Guo Yun.


Melintang di tengah jalur lintasan yang akan di lewati oleh perahu Guo Yun.


Pengemudi perahu Guo Yun terpaksa memasang sauh, berhenti bergerak, menghindari tabrakan dengan perahu yang menghalangi jalan itu.


Guo Yun yang merasa perahunya berhenti bergerak, dia pun keluar dari dalam bilik perahu dan bertanya kepada pengemudi perahu.


"Paman apa yang terjadi ? mengapa perahu kita berhenti bergerak ?"


Tukang perahu menunjuk kearah depan dan berkata,


"Perahu itu sengaja menghalangi jalan laju perahu kita.."


"Jadi aku terpaksa menghentikan laju perahu kita untuk menghindari tabrakan.."


Guo Yun pun berjalan keanjungan kapal dan mengerahkan Chi ke arah paru parunya, lalu berkata dengan suara keras dan jelas.


"Saudara di depan sana !? bisakah anda pinggirkan sedikit perahu mu..!? agar perahu kami bisa lewat..!?"


Suara Guo Yun berkumandang dengan sangat jelas, karena dia menggunakan Chi dalam tekanan suaranya.


Sesaat kemudian dari bilik perahu, terlihat melangkah keluar seorang pemuda bertubuh tinggi besar.


Dengan pedang di tangan.


Dia sambil tersenyum mengejek, menatap kearah Guo Yun dan berkata,


"Guo Yun apa kamu sudah melupakan perjanjian duel di antara kita.."


"Mengapa setelah semua beres kamu menghilang tanpa kabar..!?"


ucap pemuda itu dengan suara dingin dengan nada di keraskan.


Melihat yang berada diatas perahu itu adalah Li Ming, Guo Yun pun sadar pertarungan di antara mereka tidak akan bisa terhindarkan lagi.


Satu masalah dengan Ling Yun Lao Jen belum beres, kini sudah muncul pula Li Ming menghadang perjalanannya.


Dian diam Guo Yun sedikit mengeluh di dalam hati, karena dia tahu Li Ming ini bukan lawan yang mudah dia hadapi.


Tanpa berani memandang remeh lawan, Guo Yun dengan sika waspada berkata,


"Maaf saudara Li Ming, bukan kehendak saya untuk melanggar janji.."


"Tapi saya menerima surat tantangan dari Ling Yun Lao Jen yang mengundangku datang ke Pai Yun San."


"Makanya saya terpaksa menunda mengajukan jadwal duel kita.."


ucap Guo Yun beralasan, padahal aslinya dia masih banyak urusan penting lainnya.


Dia malas melayani duel dengan Li Ming.


Tujuan kedatangan nya ke Pai Yun San pun tidak melulu ingin duel.


Dia datang kesana ingin meluruskan permasalahan diantara mereka yang berlarut-larut.


Li Ming tersenyum mengejek dan berkata,

__ADS_1


"Apapun itu alasan mu, hari ini kita harus tentukan siapa yang layak keluar hidup hidup dari tempat ini..!"


Baru saja ucapan nya selesai, sarung pedang Li Ming sudah meluncur menyerang kearah tenggorokan Guo Yun.


Guo Yun buru buru mengeluarkan sepasang pedangnya, dia menggunakan sepasang pedang yang masih tersimpan di dalam sarung pedang.


Untuk menahan dan menggunting sarung pedang Li Ming yang meluncur kearah lehernya.


"Trangggg.."


terjadi benturan keras saring pedang bertemu sarung pedang diudara.


Li Ming di kapal seberang sana, melihat serangan pertama nya berhasil di gagalkan.


Dia langsung meluncur meninggalkan perahunya, menyerang kearah Guo Yun dengan pedang di tangannya yang di getarkan menjadi puluhan bayangan pedang mengurung Guo Yun.


"Cuiiitt..!"


Terdengar bunyi pedang Li Ming yang dia gunakan untuk menyerang kearah Guo Yun.


Tentu saja Guo Yun juga tidak bisa tinggal diam, Mandah menerima serangan.


Guo Yun segera mencabut pedangnya keluar dari dalam sarung pedang nya.


Sesaat kemudian sepasang pedang Guo Yun, langsung bergerak cepat, menghalau dan menangkis semua serangan yang tiba.


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


Sepasang pedang yang mengeluarkan cahaya merah biru.


Bergerak cepat menjadi dua gulung sinar yang melesat kesana kemari melindungi seluruh tubuh Guo Yun dari serangan pedang Li Ming


Pedang Li Ming juga tidak mau kalah gesit, setiap tertangkis dia akan langsung berbelok arah mengejar bagian lain.


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


Bunyi senjata beradu kembali terdengar memekakkan telinga.


Mereka berdua kini mulai terlibat saling serang, sambil melayang ringan di atas arus sungai Yang Tze yang deras.


Siapapun diantara mereka yang terluka, ataupun tidak memilki ilmu ringan tubuh cukup.


Mereka otomatis akan tercebur kedalam sungai, terseret arus di bawah sana yang mengalir dengan sangat deras.


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


Bunyi senjata beradu terus terdengar di sepanjang aliran sungai itu


Perahu dan tukang perahu menjadi saksi bisu pertarungan yang berjalan dengan sangat seru dan imbang


Masing-masing saling serang dan bertahan dengan cepat.


Sehingga tidak diantar mereka yang mampu menembus pertahanan lawan masing masing.


Setelah berulang kali berubah menjadi gulungan cahaya, saling merapat, kemudian berpisah.


Akhirnya Li Ming mulai menebaskan pedangnya, yang bergerak memecah air sungai menerjang ke arah Guo Yun.


"Dreeettt...!"


"Blaaarrr,..! Blaaarrr,..! Blaaarrr,..!"


Guo tidak melayani serangan tersebut, dia malah menotolkan kakinya keatas air.


Tubuhnya langsung melejit keatas seperti seekor burung besar yang sedang melayang keatas.


Dari atas Guo Yun membalasnya dengan serangan sapu jagad yang mengandung Je Ye Sen Cien.


Udara panas membakar dan dingin membeku, bergantian menerjang kearah Li Ming.


Membentuk garis melengkung cahaya merah biru yang saling susul.


Melihat serangan itu Li Ming langsung memutar mutar pedang nya kearah air sungai di bawahnya.


Membentuk dua pusaran air di tarik keudara, untuk menghalau dua kekuatan yang datang menyerangnya.


Pusaran yang menghalau sinar biru, seketika membeku di udara.


Sedangkan pusaran yang menghalau sinar merah seketika berubah menjadi uap panas.


"Blaaaarrr..!"


"Blaaaarrr..!"


Terjadi ledakan dahsyat di atas permukaan sungai, hingga airnya muncrat tinggi keatas.


Li Ming sendiri, tidak terlihat di sana, dia sudah menghilang dari posisi tersebut.


Guo Yun yang merasakan ada ancaman dari belakang, dia segera membungkuk kedepan.


"Siuuut..!"


Benar saja pedang Li Ming meluncur cepat melewati punggungnya.


Memanfaatkan posisi membungkuk kedepan kaki Guo Yun memberikan tendangan keras kebelakang.


"Plakkkk..!"


"Plakkkk..!"


Tubuh Li Ming terdorong mundur menjauh, meski dia berhasil menggunakan tangannya menangkis serangan kaki dari Guo Yun yang datang secara mendadak.


Begitu kaki tertangkis, Guo Yun memanfaat kan dorongan tangkisan tersebut.


Tubuhnya melenting ke atas membentuk pergerakan setengah lingkaran.


Meluncur dari atas kebawah dengan sepasang pedang nya yang bergerak unik mencecar Li Ming dari atas kebawah.


Li Ming memutar pedangnya menjadi titiran seperti baling baling helikopter diatas kepalanya.


Untuk menghalau serangan cepat Guo Yun yang datang.nya bertubi-tubi bagaikan hujan.


"Tingggg..! Tingggg..! Tingggg..!"


"Tingggg..! Tingggg..! Tingggg..!"


"Tingggg..! Tingggg..! Tingggg..!"


"Tingggg..! Tingggg..! Tingggg..!"


Sambil menangkis tangan kiri Li Ming yang kosong, melancarkan pukulan udara kosong kearah Guo Yun.


"Wutttt..!" "Wutttt..!"


Dua berkas cahaya putih transparan yang sarat energi kuat meluncur kearah Guo Yun yang berada diatas kepalanya.


Guo Yun yang terkejut , melepaskan sepasang pedangnya bergerak mengejar kearah Li Ming dari dua sisi tanpa di pegang.


"Cittttttt..! "Cittttttt..!"


Sepasang pedang Guo Yun yang bergerak sendiri mengeluarkan suara bercuitan dari kanan kiri Li Ming.


Ini juga bagian dari keunikan jurus pedang Je Ye Sen Cien yang penuh dengan perubahan tidak terduga dan membingungkan lawannya.


Pedang Hung Sie Cien dan pedang Han Kuang Cien bergerak sendiri, Guo Yun yang sepasang telapak tangannya kosong.


Kini dia gunakan untuk menyambut pukulan udara kosong dari Li Ming.


"Blaaaarrr,..! Blaaaarrr,..!"


Terdengar ledakan dahsyat saat dua kekuatan dahsyat bertemu diudara.


Di mana terlihat Bola matahari dan bulan yang mengikuti pergerakan telapak tangan Guo Yun, menerima hantaman dua energi putih transparan yang di lepaskan oleh Li Ming.


Akibat benturan keras tersebut, Li Ming terpental masuk kedalam sungai.


"Byuuur..!"


Kedua pedang Guo Yun tidak berhenti mengejarnya, setelah mereka kehilangan sasaran.


Kedua pedang yang seperti memilki nyawa, mengikuti kontrol pikiran Guo Yun.


Menyusul meluncur kedalam sungai.


"Blippp..! "Blippp..!"


Kedua pedang itu melesat masuk kedalam sungai mengejar Li Ming yang sedang meluncur deras hingga menabrak dasar sungai.


Di bawah kepungan dua pedang yang tidak berhenti mengejarnya, meski dirinya tertutup oleh lumpur dan tanah didasar sungai yang airnya keruh.


Dalam kegelapan Li Ming hanya bisa menangkis serangan yang datang berdasarkan insting nya


"Tringgg..! "Tringgg..! "Tringgg..!"


"Tringgg..! "Tringgg..! "Tringgg..!"


"Tringgg..! "Tringgg..! "Tringgg..!"


Kedua pedang akhirnya berhasil di pentalkan oleh putaran pedang tunggal di tangan Li Ming.

__ADS_1


Sebelum dirinya juga meluncur keluar dari dalam air.


Membentuk air yang muncrat keatas berubah menjadi mata pedang, mengikutinya menerjang Kearah Guo Yun yang sedang meluncur kebawah.


Setelah daya tolak akibat benturan telapak tangan tadi habis daya dorong nya.


Guo Yun mengulurkan kedua tangannya kearah kiri kanan sambil melayang turun kebawah.


Kedua pedang nya yang terpental, seperti memilki nyawa, mereka memenuhi panggilan pemiliknya.


Kedua pedang itu melesat keatas masuk kedalam genggaman tangan Guo Yun.


Guo Yun mengerahkan kekuatan Thian Ti Sen Kung kedalam dua pedang di tangannya.


Dia kemudian melepaskan dua tebasan dari atas kebawah yang mendatangkan pusaran panas cahaya mentari dan pusaran dingin membeku cahaya rembulan.


Dua pusaran hawa bertolak belakang, di lepaskan secara sekaligus.


Meluncur deras kebawah, menyambut kearah datangnya serangan Li Ming.


"Wussss...!"


"Wussss...!"


Sebelum mencapai Li Ming hawa yang di timbulkan oleh serangan Guo Yun.


Sebagian sudah membuat air yang membentuk pedang menguap diudara.


Sebagian lainnya membeku di udara.


Li Ming sendiri merasakan tubuhnya sebagian panas terbakar, sebagian dingin membeku.


Sirkulasi energi pedang nya yang sedang di tusukkan kearah Guo Yun menjadi terganggu.


"Blaaaarrr...!!!"


Kembali terjadi benturan dahsyat di udara.


Li Ming dan Guo Yun sama sama terpental mundur saling menjauhi.


Guo Yun bahunya tertembus energi cahaya pedang transparan Li Ming.


Sehingga darah mengalir deras keluar dari kedua bahu Guo Yun.


Sedangkan Li Ming sendiri, saat terpental pedangnya terlepas dari genggaman tangannya.


Tubuhnya separuh hangus, separuh lagi di selimuti oleh es beku.


"Brakkkk...!"


"Byuuur...!"


untuk kesekian kalinya, setelah tubuhnya menabrak hancur perahu yang di tumpangi nya.


Tubuh Li Ming kembali tercebur kedalam sungai, dia langsung tenggelam kedalam sungai.


Dari panca inderanya terlihat mengeluarkan darah.


Li Ming jatuh tergeletak di dasar sungai.


Beberapa detik kemudian setelah dia batuk batuk dan memuntahkan darah segar.


Li Ming pun berusaha untuk bangkit duduk bersila, menenangkan guncangan kuat di organ jantung nya.


Guo Yun yang kesulitan mempertahankan pedang di tangannya.


Dia langsung menyimpan kedua pedang nya, dia lalu menotok beberapa titik Meridian di sekitar pundaknya.


Dan menotok pusat nadi jalan darah di bahu, untuk menghentikan pendarahan.


Setelah itu Guo Yun langsung meluncur turun kebawah.


"Byuuur..!"


Guo Yun menerjunkan diri nya kedalam sungai, dia terus meluncur kebawah menuju dasar sungai di mana Li Ming terlihat sedang duduk bersila.


Tanpa memperdulikan keadaan Li Ming yang tak berdaya dan sedang memulihkan diri.


Guo Yun mengirim pesan suara jarak jauh kearah Li Ming.


"Aku sudah mengingatkan mu, sebelumnya, agar lupakan dendam mu yang tidak jelas.."


"Kamu tidak mau dengar, maaf bila hari ini aku tidak bisa mengampuni mu lagi.."


"Aku tidak bisa biarkan kamu me rong rong kehidupan ku seumur hidup."


Mendengar ucapan Guo Yun yang di bisikan di telinganya.


Sepasang mata Li Ming pun terbuka lebar, menatap Guo Yun dengan penuh penasaran.


Dia saking kesalnya langsung membuka mulut untuk memaki kelicikan Guo Yun.


Tapi bukan suaranya yang keluar, melainkan gelembung udara yang keluar dari mulutnya yang terbuka.


Dia segera sadar dan menghentikan makiannya.


Hanya sepasang matanya yang melotot menegur Guo Yun dengan penuh kemarahan.


Tapi Guo Yun tidak menanggapinya, dia segera menggerakkan kedua cakarnya kedepannya menghadap kearah Li Ming.


Dari sepasang cakar Guo Yun mengeluarkan daya hisap yang sangat kuat.


Li Ming yang sedang terluka, sirkulasi energi nya sedang bergerak liar.


Dia tidak kuasa, menghindar ataupun melepaskan diri dari daya hisap yang Guo Yun lakukan.


Tubuhnya yang sedang bersila terhisap melayang kearah Guo Yun, di luar kendalinya.


Dalam sekejap mata, titik Bai Hui Xue dan titik Jian Liao terkunci oleh cengkraman cakar Guo Yun.


Titik Bai Hui tepat di ubun ubun kepala Li Ming, sedangkan titik Jian Liao ada di tulang pundak kanan Li Ming.


Li Ming tentu saja tidak mau Mandah mati tanpa perlawanan.


Sebagai usaha perlawanan dia menyalurkan seluruh kekuatan Thai San Sen Kung yang tersisa ke jari telunjuknya.


Dia menggunakan jari telunjuk tangan kirinya yang bebas menotok kearah titik Qi Hai yang terletak di bawah pusar Guo Yun.


Tempat energi di dalam Dan Tian Guo Yun berkumpul, bila titik ini terkunci atau di buyarkan.


Guo Yun akan tewas karena seluruh energi kehidupan nya buyar.


Ini adalah sebuah serangan adu nyawa yang sangat berbahaya.


Sayangnya hal itu berlaku umum, justru tidak pada Guo Yun yang menguasai ilmu Shi Chi Hua Ming.


"Tabbbb..!"


"Tabbbb..!"


"Tukkk..!"


Secara hampir bersamaan mereka saling serang, kedua cakar Guo Yun mengunci tulang bahu dan ubun ubun kepala.


Sedangkan ujung jari telunjuk Li Ming menotok Dan Tian Guo Yun.


Semua gerakan mereka mengenai sasaran dengan tepat.


Saat pertukaran serangan terjadi sepasang mata Li Ming mendelik kaget.


Dia menatap Guo Yun dengan tak percaya, secara otomatis dia melakukan gerakan meronta ronta.


Mulutnya terbuka, gelembung udara keluar dari mulutnya, paru parunya yang menyimpan udara terbuka, tergantikan dengan air yang masuk melalui mulutnya.


Menutupi aliran pernafasan sehingga tubuhnya kejang kejang sesaat lalu terdiam.


Melayang di air dengan sepasang mata terbelalak penasaran.


Mengapa Li Ming bereaksi seperti itu, ini karena saat titik Bai Hui dan titik Jian Liao nya terkunci.


Hawa murni di dalam tubuh yang sedang kacau belum sempat terkendalikan.


Semua nya merembes keluar dari dalam tubuh Li Ming tanpa bisa Dia kendalikan.


Sedangkan sisa hawa sakti yang berhasil dia kendalikan, dia kerahkan untuk menotok titik Qi Hai Guo Yun.


Di sana jarinya seperti menusuk sebidang kapas, jarinya terhisap kedalam.


Sisa energinya terhisap kedalam Dan Tian Guo Yun.


Saat dia meronta mencoba melepaskan diri, hawa murninya justru semakin deras mengalir keluar.


Dalam paniknya akhirnya tanpa sadar dia membuka mulutnya ingin memaki Guo Yun.


Hal inilah yang justru mempercepat proses kematiannya.


Paru paru yang penuh dengan air membuatnya sulit bernafas sehingga mengalami kejang.


Akhirnya dia tewas karena tidak bisa bernafas, darahnya berhenti bergerak kehabisan oxygen begitu pula dengan jantungnya.


Melihat hal ini Guo Yun pun melepaskan cengkraman di ubun ubun kepala dan tulang pundak Li Ming.


Begitu Guo Yun menghentakkan energi di Dan Tian nya melewati jari telunjuk Li Ming.


Tubuh Li Ming pun terpental ke belakang di mulai dari jarinya meledak, berubah menjadi warna merah.


Di susul dengan lengan dan seluruh tubuhnya ikut meledak menjadi 5 bagian yang terpisah pisah.


Warna merah menyebar kesegala arah.


Saat Guo Yun sudah keluar dari dalam sungai mendarat ringan di atas ujung perahu.


Warna air sungai di sekitar tempat Li Ming berada, terlihat berubah menjadi merah.

__ADS_1


Tapi hal ini hanya berlangsung sesaat saja, beberapa waktu kemudian warna merah pun meluas memudar dan air sungai kembali ke warna asalnya.


__ADS_2