
Saat fajar menyingsing, matahari mulai muncul menampakkan diri.
Hujan di luar sana sudah berhenti, semua kembali tenang seperti tidak ada apapun yang terjadi.
Semua kembali normal, hanya dedaunan di atas dahan pohon yang basah dan terus meneteskan air membasahi tanah, serta ada beberapa genangan air dan tanah yang lembab.
Yang menjadi saksi bahwa semalam ada hujan badai yang sangat kuat terjadi di dasar jurang tersebut.
Diatas pohon terlihat butung burung sibuk bercengkrama sambil mengeluarkan suara kicau mereka yang nyaring.
Memenuhi seluruh area dasar jurang, meninggalkan suara gema di mana mana.
Hingga terdengar jelas sampai kedalam gua, menganggu tidur Guo Yun yang sedang terkapar kelelahan dengan tubuh polos.
Di sampingnya terlihat Min Min yang juga dalam keadaan polos tergeletak miring tidur berbantalkan lengan Guo Yun.
Wajah Min Min yang cantik tertutup oleh rambutnya yang hitam panjang dan halus.
Guo Yun perlahan lahan membuka matanya melihat kearah langit langit gua.
Sesaat kemudian saat pikirannya mulai sadar, dia buru-buru melihat kesamping dan kearah tubuhnya sendiri.
Melihat keadaan dirinya dan keadaan Min Min yang berbaring memunggunginya.
Guo Yun langsung sadar apa yang telah terjadi semalam.
Dengan perasaan hancur lebur, Guo Yun menunduk menciumi kepala Min Min dengan lembut, dan berkata pelan.
"Mengapa kamu tidak mendengarkan kata kata ku.."
"Sekarang kami suruh aku bagaimana menjalankan sisa hidupku tanpa diri mu..?"
"mengapa tidak kau dengar kan aku untuk sekali ini..? mengapa..?"
Sambil berusaha menahan airmata nya yang hampir runtuh.
Guo Yun dengan tangan gemetar menyingkap rambut yang menutupi wajah Min Min.
Guo Yun menatap lekat lekat wajah Min Min yang terlihat pucat dengan sepasang tertutup rapat.
Akhirnya airmatanya runtuh membasahi pipinya.
"Mengapa....?!!"
"Tuhan katakan,.. mengapa kau tega menghukum ku seperti ini...!??"
"Mengapa....?!!"
Teriak Guo Yun sepenuh tenaga, Guo Yun tidak sadar kini tenaganya sudah pulih sebagian..
Tentu saja teriakan nya sangat dahsyat, membuat seluruh gua dan lantai berguncang hebat seperti akan runtuh.
Min Min yang tergeletak kelelahan sangat kaget, dia langsung terbangun dan buru buru memeluk Guo Yun dengan erat, dan berkata,
"Kamu kenapa Yun ke ke ? apa yang kamu rasakan..? apa ada yang tidak beres.?"
__ADS_1
Guo Yun yang mendapat pelukan hangat dari Min Min.
Sesaat dia terpaku kaget, diam di tempat.
Hingga beberapa saat dia baru pelan pelan balas memeluk dan membelai punggung Min Min yang berkulit halus dan lembut.
"Aku tidak sedang bermimpi kan ? bagaimana mungkin kamu masih..? apa kita sudah bersatu di alam lain..?"
tanya Guo Yun Ling Lung sulit percaya.
Min Min menahan tawa, kini dia lega, Guo Yun ternyata tidak apa-apa.
Guo Yun hanya mengira dirinya telah tiada, dan bersedih karena nya.
"Yun ke ke kamu mengagetiku tidur ku saja, ayo kita tidur lagi aku masih mengantuk dan lelah.."
"Setelah semalam suntuk kamu menjahati ku, setidaknya sekarang kamu harus biarkan aku bisa beristirahat dengan tenang.."
Mendengar kata-kata Min Min yakinlah Guo Yun sekarang, bahwa dia tidak sedang bermimpi, juga mereka berdua masih hidup di dunia ini..
Min Min baik baik saja hanya kelelahan saja, melayani nafsu binatang nya semalam.
Dengan penuh rasa sesal, Guo Yun buru buru membimbing Min Min tidur kembali dalam pelukannya.
"Maaf, maaf sayang,.. aku telah mengagetkan mu.."
"Ayo kita tidur lagi.."
ucap Guo Yun sambil mencium kepala Min Min yang berambut halus dengan lembut.
Guo Yun ikut berbaring tanpa berani bergerak, agar tidak menganggu tidur Min Min yang pasti sangat lelah.
Memastikan Min Min sudah benar benar tertidur pulas, dia baru berani pelan pelan bergeser beranjak menjauhi Min Min.
Guo Yun terlebih dahulu mengumpulkan semua pakaian Min Min, lalu membantu Menyelimuti tubuhnya yang polos.
Setelah itu Guo Yun baru memakai kembali pakaian nya sendiri.
Guo Yun yang merasa energinya sudah pulih sebagian, dengan hati riang dan ringan.
Dia segera meninggalkan gua, Guo Yun mencoba pergi mencari bahan makanan lain.
Dia ingin menyiapkan makanan bergizi buat Min Min saat bangun nanti.
Guo Yun masuk ke hutan bambu yang tidak pernah dia jelajahi selama ini.
Dia juga selalu melarang Min Min mendekati tempat ini.
Guo Yun melihat ada dua ekor ayam hutan yang sedang mengajar kepala melihat kearahnya dengan waspada.
Sedangkan di sisi lainnya ada seekor kelinci yang terlihat tidak ambil perduli dengan kehadirannya.
Guo Yun dengan gerakan secepat kilat menyerang kearah dua ekor ayam hutan itu dengan tapak bulannya.
Baru dia kembali menyerang kesisi lain di mana kelinci putih itu sedang berusaha melarikan diri.
__ADS_1
"Petokkkk..!"
"Dessss..! Dessss..!"
Dessss..!"
Ayam hutan hanya sempat berkotek sekali, sebelum terjatuh membeku.
Begitu pula dengan kelinci yang ingin melarikan diri.
Kelinci itu juga terlihat membeku di posisinya tidak mampu bergerak.
Dengan langkah ringan secepat kilat, Guo Yun sudah menyambar ayam hutan dan kelinci kedalam tangan nya
Lalu dengan ringan Guo Yun melesat meninggalkan hutan tersebut.
Guo Yun hanya bermaksud mencari bahan makanan, tenaga dalam nya belum pulih benar.
Sebelum pulih benar, dia tidak akan mengambil resiko menjelajahi hutan yang liar itu.
Guo Yun tidak mau mengambil resiko sebelum yakin dengan kemampuan nya.
Guo Yun pergi ke telaga untuk mandi sekaligus dia membersihkan diri nya, juga sekaligus membersihkan hasil tangkapan nya.
Setelah selesai Guo Yun membawa hewan hasil buruan nya kembali kedalam gua.
Di sana dia membuat api unggun, lalu membakar dua ekor ayam dan seekor kelinci yang dia bungkus dengan daun teratai dan tanah liat.
Kelinci dan ayam hutan yang terbungkus dalam daun teratai dan tanah liat di biarkan tergeletak dalam api unggun di atas tumpukan kayu bakar.
Guo Yun membiarkan api yang menyala nyala melalap dua bungkus tanah liat yang tergeletak di atas tumpukan kayu.
Sambil menunggu masakan nya matang, Guo Yun duduk bersila berlatih Thian Ti Sen Kung.
Dia mulai mengumpulkan hawa langit dan bumi mengisi tubuhnya.
Untuk bisa segera memulihkan kondisi nya.
Guo Yun mendapatkan diri nya kini bisa kembali berlatih dengan lancar, mengumpulkan energi lalu mendistribusikan keseluruh tubuhnya.
Memulihkan bagian bagian tubuhnya yang rusak dan belum pulih dengan sempurna.
"Kreekk.!"
"Pletakk..!"
Saat mendengar bunyi itu, Guo Yun pun menghentikan latihannya.
Dia bangun pergi memastikan masakan nya.
Setelah memeriksa nya, Guo Yun pun mengeluarkan kedua benda itu dari tumpukan kayu..
Guo Yun memukul hancur tanah liat yang membungkus kedua masakan nya.
Lalu dengan hati-hati dia mengeluarkan benda benda yang terbungkus rapi dalam daun teratai.
__ADS_1
Saat daun di buka wangi aroma masakan nya, langsung memenuhi seluruh gua.
Min Min yang sedang asyik tidur, tidak bisa menahan diri untuk mengembang mengempiskan lubang hidung nya.