
Guo Yun tidak tahu mau berkata apa, mendengar laporan dari komandan bawahannya tersebut.
Sebelum nya dia menerima surat dari Zhang Yun atas kehilangan Liu Qin Lung Jendral andalannya.
Kini menghadapi kenyataan seperti ini, hatinya semakin sedih.
Guo Yun hanya bisa berharap kakek Kui Yi Sien Seng bisa mengobati mereka semuanya.
Komandan itu mengantar Guo Yun hingga tiba di depan sebuah tenda besar yang tidak ada penjaganya.
Komandan itu berkata pelan,
"Jendral Zhang Yun ada di dalam sana, kondisinya sedang kritis.."
Guo Yun segera turun dari kudanya, Kui Yi Sien Seng juga melompat turun dari punggung tunggangan nya dengan ringan.
Mereka berdua segera memasuki tenda.
Sedangkan komandan yang mengantar mereka, setelah mengurus kuda tunggangan Guo Yun dan Kui Yi Sien Seng .
Dia segera kembali ke pos jaganya di ujung jalan, akses menuju dermaga Wu Hu.
Guo Yun setelah masuk kedalam tenda, dia terlihat kaget menatap puluhan orang yang terbaring lemas dan terus menerus batuk batuk di dalam tenda.
"Yang Mulia kamu tiba, maaf aku tidak bisa memberikan penghormatan selayaknya.."
Ucap sebuah suara lemah dari sudut kiri tenda.
Selesai berkata, sosok itu langsung batuk batuk keras hingga terlihat kesulitan bernafas.
Tubuhnya sedikit kejang kejang, para prajurit yang memberikan perawatan seadanya, di bantu seorang tabib.
Berusaha membantunya dengan minum air hangat.
Tapi kelihatannya dia tidak mampu lagi menerimanya.
Semua yang masuk langsung dia tumpahkan keluar lagi.
Matanya yang cekung kedalam mulai mendelik delik keatas.
Guo Yun bergerak sigap menotok dan mengurut punggungnya.
Lalu menyalurkan hawa sakti, untuk membantu melancarkan pernafasannya.
Perlahan-lahan kondisinya pun mulai tenang.
Kui Yi Sien Seng bergerak sigap memeriksa nadi Zhang Yun yang sudah lemah.
Setelah memeriksa nadi, dia beralih memeriksa lidah dan lubang tenggorokan serta kelopak mata.
Setelah melakukan pemeriksaan secara mendetil pada seluruh tubuh Zhang Yun.
Kui Yi Sien Seng menggunakan sebuah pisau kecil mengambil sampel darah Zhang Yun lewat jari telunjuknya yang sengaja dia lukai sedikit.
Sampel darah itu dia periksa dengan menuangkan beberapa jenis cairan untuk di campurkan ke sampel darah Zhang Yun.
__ADS_1
Selesai memeriksa Zhang Yun, Kui Yi Sien Seng mencoba memeriksa beberapa pasien lainnya.
Sementara Kui Yi Sien Seng sedang sibuk menganalisa jenis virus yang bersarang di tubuh pasiennya.
Zhang Yun setelah mendapatkan bantuan saluran tenaga dalam kondisinya pelan pelan mulai membaik.
Pernafasan nya mulai lancar kembali, batuk juga mulai berkurang.
Perlahan-lahan dia sudah mulai bisa menceritakan seluruh keadaan yang di hadapi oleh pasukan nya dan penduduk setempat.
Guo Yun hanya bisa menanggapi cerita dari Zhang Yun dengan helaan nafas sedih.
Karena dia juga tidak berdaya membantu apa apa, kemampuan ilmu tabibnya tidak sampai kesana.
Jadi meski dia benar benar ingin membantu, kenyataan nya dia juga tidak bisa membantu apa apa..
Menggunakan hawa saktinya, itu hanya bersifat menekan sementara, tapi belum mampu membunuh kuman kuman nya hingga ke akar akarnya.
Beberapa waktu berlalu, akhirnya Kui Yi Sien Seng kembali kesamping Guo Yun dan berkata,
"Yun Er,.. aku sudah mendeteksi jenis racun yang di sebarkan menjadi wabah penyakit."
"Ini adalah racun dari akar harimau di wilayah barat.."
"Untuk menangkalnya, perintahkan anak buah mu, untuk mencari dan menemukan akar kumis naga jenis ini.."
"Rebus dan minumkan ke pasien, ringan satu hari sembuh dan akan kebal terhadap virus yang sama seumur hidupnya.."
'Berat perlu 3 hari, di minumkan secara teratur 3 kali sehari, bila sembuh juga akan kebal terhadap racun yang sama.."
"Tapi bagi pasien yang organ pentingnya sudah rusak, maka kita hanya bisa mengurus jasadnya dengan di bakar.."
Setelah mendengarkan keseluruhan penjelasan, Guo Yun segera meninggalkan tenda.
Pergi mengatur bawahannya, untuk di tugaskan pergi mencari akar kumis naga.
Akar Obat itu kebetulan cukup banyak tersebar di wilayah selatan.
Jadi Guo Yun yakin bukan hal sulit bagi bawahan nya untuk menemukannya.
Sementara sambil menunggu pasien di Wu Hu dan sekitarnya di obati.
Guo Yun dan Kui Yi Sien Seng menggunakan sebuah perahu menuju hulu sungai Yang Tze, mereka melewati tebing awan putih.
Sepanjang perjalanan Kui Yi Sien Seng tidak berhenti memeriksa kandungan air di sungai tersebut.
Saat mereka tiba di area puing puing kapal Qin bertumpuk tumpuk di sana.
Kui Yi Sien Seng setelah beberapa saat melakukan pemeriksaan dengan teliti.
Dia lalu memberikan beberapa bungkusan kuning ke Guo Yun.
"Dari sini awal sumber virusnya,.."
"Kamu taburkan satu bungkus kertas kuning ini kedalam air, dengan radius jarak 50 tombak sekali.."
__ADS_1
"Kita juga harus bantu bersihkan sungai ini, agar wabah tidak tersebar ke daerah lainnya.."
Ucap Kui Yi Sien Seng berpesan ke Guo Yun.
Guo Yun mengangguk, dia segera mengikut petunjuk kakek nya Min Min itu.
Beberapa hari Guo Yun dan Kui Yi Sien Seng sibuk di sepanjang hulu sungai Yang Tze hingga area sekitar dermaga Wu Hu.
Saat mereka berdua kembali, Zhang Yun terlihat sudah bisa keluar dari tenda, untuk menyambut kedatangan mereka.
Sebagian besar pasukan harimau hitam yang telah pulih, bersama pasukan yang belum terserang virus.
Mereka semua segera bergerak menyebar ke berbagai pelosok bantaran sungai.
Untuk menyebarkan informasi dan membantu proses penyembuhan masyarakat yang hidup di sekitar dermaga Wu Hu.
Melihat keadaan Wu Hu membaik, Guo Yun dan Kui Yi Sien Seng berpindah ke kota Hang Zhou, Jia Xing, Hu Zhou..Hai Ning..
Pasukan harimau hitam yang sembuh juga di kerahkan untuk membantu menyebarkan informasi dan memberikan bantuan penyembuhan.
Akhirnya wabah ganas yang membunuh begitu banyak orang, berhasil diatasi dan di bersihkan dari kota kota di sekitar aliran sungai Yang Tze.
Setelah masalah teratasi, Guo Yun bersama Kui Yi Sien Seng segera kembali ke hutan selatan.
Di mana Min Min mereka tinggalkan di sana.
Begitu Guo Yun tiba di sana, dia langsung mendapatkan sambutan hangat yang sangat berbeda dari Min Min.
"Yun ke ke...!"
Teriak Min Min dari kejauhan, lalu dia berlari menghambur kedalam pelukan Guo Yun.
Dia langsung memeluk Guo Yun dengan erat dan berkata,
"Yun ke ke aku sudah ingat sebagian tentang kita..'
Guo Yun sedikit sulit percaya, tapi melihat sikap Min Min saat ini.
Guo Yun akhirnya percaya.
Sepasang mata Guo Yun sedikit berkaca kaca, hatinya sangat gembira.
Tidak banyak yang bisa dia ucapkan saking gembiranya.
Guo Yun akhirnya hanya bisa berkata,
"Syukurlah kamu sudah mengingatnya."
Beberapa saat berpelukan, Min Min pun melepaskan pelukannya.
Kini dia menatap kearah kakeknya dengan penuh rindu.
Lalu dia segera berlari kedalam pelukan kakek nya.
"Kakek..! Kakek..! Kakek...!"
__ADS_1
"Min Min sangat merindukan mu kek.."
Ucap Min Min sambil menangis haru dalam pelukan kakeknya.