LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERUBAHAN RENCANA


__ADS_3

'Tuan Liu tak perlu buru buru memutuskan, tuan Liu bisa pikir pikir dulu.."


"3 hari kami akan menunggu 3 hari, sebelum nantinya kita benar benar bertemu di Medan Perang sebagai pihak yang saling berlawanan.."


ucap Si Si tenang.


Liu Qin Lung menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Maaf Yang Mulia harus kecewakan anda, Liu Mou adalah seorang militer.."


"Liu Mou adalah orang kasar yang bicara apa adanya, Yang Mulia tidak perlu menunggu 3 hari.."


"Tekad Liu Mou juga sudah bulat, Liu Mou hidup makan dari Qin, sampai mati pun tidak akan mengkhianati Qin.."


"Kecuali Qin tidak lagi menghendaki nyawa dan tenaga Liu Mou, bila tidak Liu Mou hanya bisa mengabdi hingga nafas terakhir untuk kejayaan Qin."


Si Si dan Gongsun Li meski kecewa, tapi mereka berdua sangat kagum melihat sikap dan prinsip Liu Qin Lung yang sangat setia dan tak tergoyahkan sama sekali.


"Lung Er kamu jangan bodoh dan keras kepala, Qin sudah membuang mu, menyia nyia kan bakat mu, buat apa kamu masih bersetia hingga seperti itu ke mereka..?"


ucap Liu Lau Puo menegur putranya dengan emosi.


Liu Qin Lung menjatuhkan diri berlutut di hadapan ayahnya dan berkata,


"Ayah maafkan Lung Er yang mengecewakan ayah.."


"Ayah, tapi ayah harus tahu satu hal, Lung Er memilih bersikap begini, itu karena Lung Er tak pernah lupa dengan ajaran ayah sewaktu Ling Er kecil.."


"Ayah yang mengajarkan Lung Er jadi orang harus tahu balas Budi, setia, dan punya prinsip.."


"Semua yang di lakukan harus bisa di pertanggung jawabkan terhadap langit dan bumi.."


"Qin boleh kecewakan Lung Er, tapi Lung Er tidak boleh tidak tahu balas Budi dengan mengkhianati Qin.."


ucap Liu Qin Lung, lalu menutup nya dengan menyembah tiga kali kearah ayahnya.


Setelah itu dengan berani dia menatap kearah ayahnya dan berkata,


"Ayah nyawa Lung Er adalah pemberian ayah, Lung Er tak berani melupakan nya.."


"Bila ayah menghendakinya, ayah boleh ambil kembali..'


"Lung Er tidak akan pernah mengeluh sedikitpun.."


"Singggg..!"


"Creebbbb..!"


Liu Qin Lung mencabut pedang di pinggang nya, lalu di tancapkan keatas tanah di hadapan nya.


Dia menatap kearah ayahnya dengan penuh tekad.

__ADS_1


Liu Lau Puo menggelengkan kepalanya berulang kali dan menghela nafas kecewa.


Dia kemudian mencabut pedang di hadapannya, mengangkatnya diatas kepala, lalu menjatuhkan diri berlutut di hadapan Si Si dan berkata,


"Yang Mulia aku Liu Lau Tou tidak bisa mengajar anak, biarlah hari ini Liu Lau Tou ( Liu Tua Bangka ) membayar Budi Yang Mulia dengan nyawa kami berdua.."


"Agar dia putra ku yang keras kepala itu, di kemudian hari dia tidak menjadi batu sandungan Yang Mulia, yang telah banyak berbudi pada kami.."


ucap Liu Lau Puo dengan kepala tertunduk dalam dalam.


Si Si buru buru membungkuk membangunkan orang tua itu dan berkata,


"Liu Lau Puo jangan begini, Liu Lau Puo bila bersikap begini itu akan membuat kami merasa bersalah dan berdosa.."


"Ayo bangunlah.."


ucap Si Si sambil membantu Liu Lau Puo bangkit berdiri.


Gongsun Li juga ikut maju membantu Liu Lau Puo bangkit berdiri.


Dia mengambil pedang di tangan Liu Lau Puo, kemudian dia melemparkannya ke arah Liu Qin Lung yang sedang berlutut di sana.


"Cranggg..!"


Pedang itu dengan ajaib langsung masuk kembali kedalam sarung pedang di pinggang Liu Qin Lung.


"Jendral Liu bangunlah, bawalah ayah mu, segera tinggalkan tempat ini.."


"Tiga hari lagi di Medan perang saat kita bertemu kembali, di antara kita tidak ada hubungan lagi.."


"Kamu tidak perlu bersungkan, kami juga tidak.."


"Sekarang kalian pergilah.."


ucap Gongsun Li tegas.


Liu Qin Lung sedikit terkejut dengan atraksi yang Gongsun Li lakukan, saat mengembalikan pedang nya.


Dia memandang Gongsun Li dengan kagum, memberi hormat dan berkata,


"Terimakasih atas kemurahan hati Yang Mulia, Liu Mou akan mengukirnya di dalam hati.."


Selesai berkata dan bangkit berdiri memberi hormat.


Liu Qin Lung segera mengambil tangan ayahnya untuk berjalan pergi dari sana.


Liu Lau Puo dengan wajah sedih sekali lagi menganggukkan kepalanya kearah Si Si.


Setelah itu dia baru membalikkan badannya, mengikuti putranya berjalan meninggalkan hutan bambu.


Liu Qin Lung tidak mengajak ayahnya ke barak militer, melainkan mengantar ayahnya hingga ke ujung jalan yang akan akan membawa ayahnya kembali ke tempat tinggalnya.

__ADS_1


Setelah itu Liu Qin Lung pun, memilih kembali ke perkemahan nya seorang diri.


Menjelang subuh ketika suasana di perkemahan masih sepi, Liu Qin Lung pun diam diam kembali kedalam kemahnya seolah olah tidak terjadi sesuatu sama sekali.


Di dalam kemah nya Liu Qin Lung menulis sepucuk surat rahasia.


Setelah itu dia kembali ke bagian dapur, Liu Qin Lung mengikat surat itu di sebuah anak panah.


Lalu anak panah itu Liu Qin Lung arahkan ke puncak bukit batu di belakang dapur.


Liu Qin Lung tahu pasti dari posisi itulah mata mata pasukan harimau hitam berjaga dan mengamati keadaan perkemahan mereka.


"Siuuut..!"


"Serrrr..!"


"Crebbb..!"


Anak panah yang di lepaskan melesat cepat membawa surat Liu Qin Lung ke mata mata pasukan harimau hitam yang di tempat kan di sana.


Si Si dan Gongsun Li yang memilih tidak tidur, mereka berdua terlihat sedang sibuk berunding rencana serangan mereka besok.


Menjelang perundingan selesai, mereka berdua di kagetkan dengan kedatangan pengawal jaga, yang membawa sepucuk surat untuk di serahkan ke mereka.


"Lapor Yang Mulia, ini saya membawakan sepucuk surat yang di kirim lewat anak panah dari perkemahan belakang pasukan Qin."


ucap pengawal jaga itu sambil menyerahkan surat tersebut ke Gongsun Li.


"Baiklah terimakasih, kamu boleh kembali ketempat mu.."


ucap Gongsun Li setelah menerima surat tersebut.


Setelah pengawal itu berlalu dari ruangannya, Gongsun Li baru membentangkan surat tersebut diatas meja, agar Si Si bisa ikut membacanya.


Surat aneh yang cukup banyak tanda kalinya, tapi mereka masih bisa menangkap maksud dari isi surat tersebut.


"Adik Si Si bagaimana menurut mu, surat peringatan ini.."


Si Si menghela nafas panjang dan berkata,


"Sepertinya kita harus merubah rencana lagi.."


"Untung dia mengingatkan kita, bila tidak hasil akhirnya akan sulit di duga.."


Gongsun Li mengangguk dan berkata,


"Tidak di sangka, mereka ternyata telah mempersiapkan nya dengan matang."


"Agar bisa memancing kita masuk kedalam jebakan, yang telah mereka siapkan khusus untuk kita."


"Lalu apa rencana kita selanjutnya, setelah kita tahu ransum makanan tidak mereka sembunyikan di bagian belakang dekat dengan dapur..?"

__ADS_1


tanya Gongsun Li sambil menatap kearah Si Si.


__ADS_2