
Sepanjang perjalanan, Lu Bu Wei tidak berhenti menerima kabar informasi dari Wang Jian.
Tentang situasi terkini di pusat pertahanan nya di Ping Yu, yang terus menerus di serang oleh pasukan Chu, di bawah pimpinan Xiang Yan tanpa henti.
Akhirnya pasukan Guo Yun dan Lu Bu Wei tiba di lokasi, dari sebuah bukit tersembunyi.
Mereka bisa melihat dengan jelas, bagaimana pasukan Xiang Yan dan pasukan Wang Jian, sedang bertempur mati matian.
Yang satu berusaha menyerang, untuk menahlukkan, yang satu lagi berusaha mati matian bertahan, pantang menyerah.
Guo Yun diam diam sedikit khawatir, saat melihat di sisi Xiang Yan, hadir tiga pendeta Taoisme, yang bersenjata pedang dan kebutan.
Selain itu tiga Lo Sa dan setitik merah juga hadir di sana.
Guo Yun sedang berpikir keras, bagaimana cara mengalahkan pasukan Xiang Yan, yang begitu banyak.
Bagaimana dia bisa memenangkan pertempuran ini, tanpa harus melibatkan campur tangan orang orang sakti di sekeliling Xiang Yan.
Setelah berpikir bolak balik tanpa hasil, Guo Yun menoleh kearah Lu Bu Wei dan berkata,
"Perdana menteri apa punya strategi bagus, untuk mengatasi situasi ini..?"
"Terutama mengatasi 6 orang aneh di sisi Xiang Yan itu.."
Lu Bu Wei menatap sejenak dan berkata,
"Saat ini belum, ada..'
"Tunggu tengah malam nanti, kita baru menerobos kepungan, untuk bergabung dengan saudara Wang."
"Setelah bergabung baru kita pikirkan cara atasi kepungan Xiang Yan."
ucap Lu Bu Wei yang terlihat juga tidak memiliki keyakinan.
Menjelang tengah malam, pasukan Guo Yun dan pasukan Lu Bu Wei berendap endap menuntun kuda.
Mereka terus bergerak mendekati ke arah pasukan Chu, yang sedang mengepung sambil beristirahat.
Setelah dekat, seluruh pasukan harimau hitam dan pasukan Lu Bu Wei.
Langsung menunggangi kuda mereka, menerjang kearah kepungan.
Serangan mendadak dari pasukan elite yang kebal senjata, dan sangat mahir bekerja sama dalam formasi.
Membuat pasukan Chu, yang sedang tidak siap menjadi kelabakan.
Keadaan menjadi kacau, kepungan terbuka, banyak pasukan Chu yang terus berusaha bertahan, di babat habis, oleh pasukan Guo Yun dan Lu Bu Wei.
Sambil bergerak, Guo Yun mengamati pasukan yang di bawa oleh Lu Bu Wei.
Melihat keahlian dan keganasan pasukan rahasia Lu Bu Wei itu.
__ADS_1
Guo Yun diam diam merasa khawatir, dalam kemampuan pasukan itu jelas tidak di bawah pasukan Guo Yun.
Yang jelas, mereka terlihat sangat tenang dan berpengalaman, seberapa banyak pun lawan di hadapan mereka.
Mereka tetap bersikap tenang dan penuh percaya diri.
Dalam hal ilmu silat hampir imbang , tapi dalam hal jumlah, dia jelas kalah, dalam hal senjata dan perlengkapan.
Kelihatannya diam diam pasukan Lu Bu Wei, mengenakan seragam yang meniru desain seragam jubah dan senjata darinya.
Tanpa perlawanan yang berarti, pasukan Guo Yun dan Lu Bu Wei, berhasil menerobos kepungan.
Lalu masuk kedalam kamp pertahanan Wang Jian.
Wang Jian terlihat berjalan tergesa gesa keluar dari dalam kemah, ditemani oleh 5 orang ajudannya.
Dia maju menghampiri Guo Yun dan Lu Bu Wei,
"Salam hormat dari ku, perdana menteri dan saudara Guo Yun.."
"Senang akhirnya kalian datang juga, mari ikut aku kita berunding di kemah ku.."
ucap Wang Jian penuh semangat dan gembira.
Wang Jian tanpa menoleh berkata, "Kalian berlima cepat atur tempat istirahat, untuk pasukan Jendral Guo dan perdana menteri Lu.."
"Baik Jendral..."
jawab kelima ajudannya cepat.
Sedangkan ajudan Guo Yun, dan kelima orang itu, terlihat masing-masing sibuk, mengatur divisi barisan pasukan mereka . masing-masing.
Tiba di dalam kemah, Wang Jian segera menjelaskan situasi, yang sedang di hadapinya.
Sedangkan Guo Yun dan Lu Bu Wei hanya diam mengamati dan mendengarkan penjelasan dari Wang Jian.
Setelah Wang Jian selesai, Guo Yun menatap kearah Lu Bu Wei dan berkata,
"Bagaimana perdana menteri, apa ada strategi perang yang tepat untuk kita lakukan..?"
Lu Bu Wei terdiam cukup lama dan berkata,
"Terus bertahan, hingga dia frustasi, menarik mundur pasukannya.."
"Kita baru bergerak mengejarnya.."
"Tutup jalan dia kembali ke Shoucun dan kota Chen, terus giring dia menuju He Bei.."
"Di sana akan jadi kuburan nya.."
"Saudara Yun besok kamu tolong bantu Wang Jian pertahankan camp militer ini.."
__ADS_1
"Aku akan mengambil jalan memutar menahlukkan kota Chen, di belakang mereka."
"Bila berhasil aku akan kabari kalian."
"Nanti saudara Yun bertugas tutup jalan dia kembali ke Shoucun.."
"Sedangkan Jendral Wang akan terus melakukan pengejaran, memaksa dia mundur menjauh ke He Bei.."
ucap Lu Bu Wei mengatur strategi.
Guo Yun juga memilki pemikiran yang sama, cuma ular tua ini.
Selalu penuh dengan rasa curiga terhadapnya.
Jadi Guo Yun memilih diam, dan menunggu pendapat dari ular tua itu..
Dengan cara itu, selain bisa menghindari kecurigaan, dia juga bisa menutupi mata lawan, agar tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan.
Wang Jian menatap Lu Bu Wei dan berkata,
"Maaf perdana menteri, bagaimana bila mereka terus menyerang dan tidak ada niatan untuk mundur..?"
"Bagaimana pun jumlah mereka jauh lebih banyak, Medan ini mereka juga jauh lebih hapal dari kita.."
Lu Bu Wei tersenyum penuh misteri dan berkata,
"Kamu lihat saja, aku berani pastikan, dalam 3 hari ini paling lambat, bila mereka belum mampu menembus pertahanan mu."
"Mereka pasti akan menarik mundur pasukannya.."
ucap Lu Bu Wei sambil tersenyum penuh keyakinan.
Wang Jian terlihat bingung, Guo Yun yang mengikuti situasi pura pura bingung, dan menatap Lu Bu Wei dengan tatapan mata tak percaya dan penuh kagum.
Padahal dia sebenarnya juga tahu, lewat ilmu astronomi mengamati bintang di langit.
Dia sudah menebak dalam 3 hari kedepan akan ada percepatan musim salju
Artinya dalam 3 hari ini akan ada badai salju besar.
Pasukan Chu yang berada di ruang terbuka, akan menghadapi badai salju dingin yang jauh lebih parah.
Di bandingkan dengan mereka yang bertahan di dalam tembok pertahanan camp militer Ping Yu.
Tapi Guo Yun yang cerdik berpura-pura tidak tahu.
Agar si ular tua tidak tahu, dia juga paham akan jalan pemikiran nya.
Bila si ular tua tahu, dia juga mahir ilmu astronomi, si ular tua itu pasti akan semakin mewaspadainya.
Hal ini tidak akan ada untung apapun bagi rencananya, untuk itu Guo Yun harus ekstra berhati hati.
__ADS_1
Buka mata sebelah, tutup mata sebelah, pura pura bodoh adalah yang terbaik.
Tapi juga tidak boleh bodoh kelewatan, nanti tetap akan mengundang rasa curiga ular tua yang sangat pintar itu.