
Yang Guo Yun merasa heran dan aneh adalah, semua orang yang bertemu dengan mereka.
Melihat kondisi Kui Zi Sian Seng yang mengenaskan seperti itu, mereka hanya menatap heran dan ngeri
Tapi tidak ada satupun di antara mereka yang berani bertanya, mengapa Kui Zi Sian Seng bisa seperti itu ? kemana saja beliau selama ini ?"
Mereka akhirnya tiba di sebuah ruangan luas, di mana di ruangan tersebut, terdapat seorang kakek yang wajahnya agak mirip dengan Kui Zi Sian Seng.
Guo Yun menduga orang ini pasti Kui Yi Sian Seng, seperti yang pernah di ceritakan oleh Kui Zi Sian Seng, saat awal awal pertemuan mereka dulu.
Tapi Guo Yun tidak berkata apa-apa, dia hanya diam memperhatikan situasi saja.
"Kakak akhirnya kamu pulang juga,. syukurlah,.. kamu masih selamat.."
ucap Kui Yi Sian Seng penuh haru menatap kakak nya, yang kondisinya terlihat sangat menyedihkan.
Dia maju menghampiri kakak nya, sepasang matanya sedikit berkaca-kaca, melihat keadaan kakak nya.
Kui Zi Sian Seng tersenyum pahit dan berkata,
"Sudahlah tak perlu sedih, setidaknya aku masih selamat dan bisa pulang bertemu dengan kalian.."
"Mana Min Min cucu keponakan ku yang cantik, mengapa tak terlihat..?"
Kui Yi Sian Seng menghela nafas kecewa dan berkata,
"Lu Bu Wei murid mu yang durhaka itu, meski aku mampu mengusir'nya dan melindungi tempat ini.."
"Tapi Min Min justru jatuh ke tangannya."
"Kejadian sudah berlangsung sekian puluh tahun, masa kamu belum juga berhasil menolong Min Min dari tangan nya..?"
ucap Kui Zi Sian Seng kaget dan heran.
Kui Yi Sian Seng dengan muram berkata,
"Kamu pikir semudah itu, dia menguasai hampir seluruh kesaktian mu."
"Membuatnya mundur dengan ancaman racun ku mungkin bisa, tapi mau membunuhnya, apalagi menolong Min Min dari tangannya.."
"Itu bahkan lebih sulit dari pada memanjat naik keatas langit.."
ucap Kui Yi Sian Seng penuh sesal dan kecewa.
Kui Zi Sian Seng menghela nafas kecewa, dan terlihat sangat bersalah juga menyesal.
"Ini salah ku, bila dari awal mendengarkan nasehat mu.."
"Tidak sembarangan menerima murid tanpa di uji, tentu semua ini tak akan terjadi.."
ucap Kui Zi Sian Seng di penuhi rasa bersalah.
__ADS_1
"Sudahlah yang lalu biarlah berlalu, tak perlu di ingat ingat lagi.."
"Lagipula aku juga sudah merelakan kepergian Min Min, yang penting tempat ini masih bisa terjaga dengan baik.."
"Setidaknya warisan turun temurun ini, tidak sampai hancur di tangan ku.."
"Bila mati masih ada wajah bertemu leluhur, diatas sana ."
ucap Kui Yi Sian Seng pasrah, berusaha menghibur diri.
Kui Zi Sian Seng pun ikut menghela nafas sedih, melihat kesedihan saudaranya.
Sesaat kemudian Kui Yi Sian Seng menatap kearah Guo Yun dan berkata,
"Kakak pemuda ini siapa, ? kenapa bisa ada di sini bersama mu..?"
Kui Zi Sian Seng tersenyum dan berkata,
"Pemuda ini yang menolong ku kembali kemari, dia lupa ingatan, tidak tahu siapa dirinya.."
"Aku membawanya kemari sekalian, agar kamu bisa menolong menyembuhkan ingatannya.."
"Hitung hitung sebagai balas Budi atas kebaikan nya, membawa aku keluar dari neraka perut bumi itu.."
ucap Kui Zi Sian Seng sambil menatap adiknya.
Kui Yi Sian Seng mengangguk dan berkata,
"Seharusnya memang begitu, baiklah aku akan mencoba memeriksanya dulu.."
ucap Kui Zi Sian Seng sambil menunjuk kearah sebuah kursi, yang letaknya, tidak jauh dari mereka, dengan menggunakan dagunya.sebagai penunjuk arah.
Guo Yun mengangguk patuh, lalu dia meletakkan kakek itu di tempat duduk tersebut.
Setelah itu, dia duduk di sebelahnya, membiarkan Kui Yi Sian Seng melakukan pemeriksaan pada tubuhnya.
Kui Yi Sian Seng melakukan pemeriksaan dengan teliti, setelah itu, dia menggelengkan kepalanya berulang kali dan menghela nafas panjang.
Sesaat kemudian dia menatap Guo Yun dan berkata,
"Anak muda, apakah sebelumnya kamu ada minum obat ? atau apalah, yang bisa meningkatkan kemampuan tenaga sakti mu..?"
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak ada, hanya saja sebelum bertemu kakek Kui Zi Sian Seng, ketika sedang mencari jalan keluar.."
"Aku sempat bertanding dengan seekor ular putih raksasa yang memilki tanduk.."
"Secara tidak sengaja, ketika sedang berusaha melumpuhkan ular tersebut."
"Aku sempat menelan cukup banyak darah, yang menyembur dari luka di kepala Ular putih raksasa itu."
__ADS_1
"Mungkinkah itu yang di maksud oleh kakek tabib..?"
tanya Guo Yun polos.
Kui Yi Sian Seng mengangguk kecil dan berkata,
"Apakah setelah kamu minum racun itu, ada peningkatan tenaga dalam, atau ada terasa efek lainnya ?"
Guo Yun dengan wajah sedikit merah berkata,
"Tenaga dalam ku, memang ada peningkatan.."
"Tapi selain itu, setiap bulan penuh, aku juga ada merasakan gejolak aneh, yang sangat panas di dalam tubuhku.."
"Membuat aku sangat tidak nyaman dan berpikiran ngelantur.."
ucap Guo Yun berusaha berkata jujur, tapi tidak vulgar dan masih menjaga sopan santun..
Kui Yi Sian Seng tersenyum dan berkata,
"Di sini tidak ada siapa siapa, tak perlu sungkan dan terlalu sopan.."
"Apa maksud mu, adalah pikiran ingin menye tubuh i wanita ?"
tanya Kui Yi Sian Seng to the point sambil tersenyum.
Guo Yun dengan wajah merah padam menahan malu, mengangguk pelan dan berkata,
"Benar sekali tabib senior.."
Kui Yi Sian Seng menghela nafas panjang dan berkata,
"Dalam hal ini, sisi positifnya, setiap kali kamu berhasil menahan gelora nafsu mu.."
"Kamu akan bisa terus meningkat tenaga dalam mu, dengan sangat cepat dan tidak berbatas.."
"Tapi dampak negatif nya adalah, bila kamu melampiaskan hasrat mu ke wanita manapun.."
"Wanita itu tidak akan sanggup menahan ledakan hawa panas mu, juga racun ular itu yang mengalir dalam darah, hingga ke sum sum mu.."
"Wanita itu akan langsung mati oleh ledakan hawa panas mu, saat kalian berhubungan.."
"Bila dia mampu menahan hawa panas mu, dia juga tetap akan mati keracunan setelah berhubungan dengan mu ."
"Jadi kamu harus ingat, kamu harus bisa mengendalikan hasrat mu, bila tidak ingin wanita di sekitar mu meninggal.."
"Dampak negatif lainnya adalah semakin lama dorongan hasrat itu, nantinya akan semakin kuat.."
"Pada akhirnya dia akan meledakkan tubuh mu, kamu akan tewas mengenaskan, bila hasrat itu tidak di salurkan.."
"Selain itu, aku juga tidak bisa menyembuhkan daya ingat mu, sebelum hawa beracun itu benar-benar bersih dari tubuh mu.."
__ADS_1
"Cara terbaik untuk membersihkan racun nya hingga tuntas, itu adalah dengan melakukan hubungan badan dengan wanita ."
Guo Yun menelan ludah sendiri dengan wajah sedikit pucat, mendengar penjelasan tabib Kui Yi Sian Seng.