
Xiang Yu segera berkata,
"Tahayul aku tidak percaya itu, aku akan buktikan pada kakak dan semua orang bahwa tahayul itu salah.."
"Tidak akan pernah terbukti, karir dan masa depan tergantung pada diri sendiri.."
"Mana boleh menyalahkan pada seorang gadis lemah dan sebatang pedang.."
"Aku tidak percaya.."
Ucap Xiang Yu mulai menunjukkan sifatnya yang ksatria sekaligus keras kepala dan sangat percaya diri.
Liu Pang di dalam hati tersenyum, tapi diluar dia menunjukkan ekspresi khawatir dan cemas.
"Adik karir mu sangat cemerlang, aku yakin suatu hari nanti dunia pasti akan menjadi milik mu."
"Setelah kamu berhasil menahlukkan Qin.."
"Jadi kamu tidak boleh main main dan mengambil resiko ini, kamu bisa mengecewakan harapan semua orang pada mu.."
Ucap Liu Pang mencoba berpura pura mengingatkan, padahal aslinya justru dia ingin membuat Xiang Yu menjadi semakin tertantang.
Sesuai harapan Liu Pang, Xiang Yu justru menyambar umpan yang Liu Pang lepaskan.
Tanpa menghiraukan ucapan Liu Pang, dan panggilan Liu Pang.
Xiang Yu langsung maju kedepan, masuk ketengah ruangan, di mana Yu Ji sedang memainkan tarian pedang nya.
Xiang Yu dengan tangan kosong bergerak mengikuti Yu Ji memainkan tarian pedang nya.
Dia menemani Yu Ji melakukan tarian berpasangan dan berbisik pada gadis cantik itu.
"Nona Yu Ji bila kamu tidak berkeberatan, berikanlah pedang itu pada ku sebagai mahar pernikahan kita.."
"Biarlah aku menjadi pria pertama dan yang terakhir yang akan hidup bersama mu.."
"Menjaga dan melindungi mu hingga akhir hayat nanti.."
Ucapan dari seorang pemuda tampan seperti Xiang Yu, apalagi begitu tulus.
Di tambah lagi sejak pertama kali hadir di sana beradu tatap dengan Xiang Yu, Yu Ji di dalam hati sudah sangat kagum dengan pemuda itu.
Kini tidak di sangka sangka, Xiang Yu justru mengungkapkan perasaannya langsung dan meminangnya.
Dengan wajah merah padam Yu Ji menahan malu, tanpa menjawabnya dia segera menyerang Xiang Yu dengan pedangnya.
Tapi di penghujung serangan pedang nya, Yu Ji berbalik melepaskan pedangnya kepada Xiang Yu.
Xiang Yu sambil tersenyum girang segera menyambutnya, lalu dia menarik Yu Ji kedalam pelukannya dan menggendongnya meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1
Langsung menuju kamar pribadinya.
Yu Ji terlihat tidak menolaknya sama sekali, dengan kepala tertunduk malu, dia menyandarkan kepalanya di dada Xiang Yu yang bidang.
Tangan nya yang putih halus kecil, satunya dia lingkarkan di leher Xiang Yu yang kekar.
Yang lainnya dia gunakan untuk memegangi dada Xiang Yu dengan lembut.
Liu Pang berpura pura memanggil Xiang Yu dari tempat duduknya.
Tapi dia tidak terlihat beranjak maju pergi mencegahnya.
Semua hanya di lakukan secara formalitas saja, padahal hatinya sangat senang Xiang Yu akan melepaskan ambisinya demi seorang gadis kutukan seperti Yu Ji.
Xiang Yu sendiri setelah tiba di kamarnya dia baru menurunkan Yu Ji dan berkata dengan agak canggung,
"Maaf Nona Yu Ji aku telah bersikap kurang sopan dengan mu di depan umum sana.."
"Bila nona ada berkeberatan dengan ucapan Xiang Yu yang terlalu kasar tadi.."
"Harap nona Sudi memaafkan kekasaran Xiang Yu.."
"Xiang Yu juga tidak akan pernah memaksa dan menahan nona di sini, bila nona ingin pergi..."
Belum selesai ucapan Xiang Yu bibirnya sudah di tutup dengan lembut oleh jari telunjuk Yu Ji yang halus.
"Tapi sebelum Jendral Xiang memutuskan lebih jauh, aku ingin jujur dengan Jendral Xiang.."
"Aku tidak ingin kelak Jendral Xiang tahu dari orang lain kemudian menyesali Yu Ji.."
Ucap Yu Ji serius.
"Apakah mengenai kutukan dan ramalan tenang kamu dan pedang keluarga mu itu..?"
Tanya Xiang Yu sambil tersenyum lembut.
"Ahh Jendral sudah tahu.?"
"Mengapa..?"
Tanya Yu Ji kaget dan heran menatap Xiang Yu.
Xiang Yu sambil tersenyum berkata,
"Bila itu ke khawatiran mu, maka kamu tidak perlu khawatirkan itu."
"Aku tidak percaya dengan tahayul seperti itu, sukses atau gagal masa depan dan karir seorang pria, mana boleh di timpakan pada seorang wanita dan sepotong benda mati.."
"Tidak aku tidak percaya itu, aku akan buktikan pada dunia itu adalah pernyataan yang sangat tidak benar, dan tidak masuk akal."
__ADS_1
"Bila Nona Yu Ji tidak berkeberatan, mulai malam ini dan seterusnya."
"Biarlah pedang ini akan selalu ikut di sisi ku, menemani ku meniti karir dan masa depan, menjadi penakluk kerajaan Qin dan dunia."
"Dan nona Yu Ji akan menjadi istri yang mendampingi ku, melihat langsung bahwa semua tahayul itu sangat tidak benar dan tidak bisa di percaya.."
"Bagaimana nona Yu Ji, apa anda bersedia menerima nya..?"
Tanya Xiang Yu lembut.
Yu Ji menatap sepasang mata Xiang Yu lekat lekat seolah olah ingin mendapatkan kepastian di sana.
Setelah mendapatkan apa yang dia cari, tanpa ragu ragu, Yu Ji langsung melakukan gerakan melingkarkan kedua tangannya di belakang leher Xiang Yu.
Dengan berjinjit karena tubuh Xiang Yu yang terlalu tinggi untuk nya.
Yu Ji mendaratkan ciuman lembut dan hangat di bibir Xiang Yu, sambil menarik kepala belakang Xiang Yu sedikit menunduk kebawah dengan kedua telapak tangannya untuk menyambut ciuman hangat darinya.
Beberapa saat mereka larut dalam kemesraan yang akhir berpindah keatas ranjang yang tertutup oleh tirai kelambu, yang menjadi saksi bisu makam pertama kedua pemuda pudi tersebut.
Mereka berdua melakukan aktivitas penuh kemesraan hampir semalaman.
Menjelang pagi, Xiang Yu akhirnya tertidur lelap dalam pelukan hangat, Yu Ji.
Yu Ji menatap wajah pria yang telah mendapatkan pertama nya dengan mesra.
Terkadang dia tersenyum, terkadang muram dan bersedih.
Pada akhirnya Yi Ji dengan hati hati meninggalkan Xiang Yu yang sedang tertidur pulas, hanya dengan meninggalkan selembar kertas pesan untuk nya.
Yu Ji diam diam meninggalkan kamar Xiang Yu sambil membawa pedang pusaka keluarganya.
Sebelum pergi dia sempat menoleh kearah ranjang di mana Xiang Yu tertidur pulas di dalam nya.
"Maafkan aku Xiang Yu ke ke, , Yu Ji terlalu mencintai dan menyukai mu.."
"Sehingga Yu Ji harus ambil keputusan berat ini.."
"Yu Ji tidak ingin melihat mu celaka karena Yu Ji..Yu Ji tidak akan pernah sanggup melihat hal itu terjadi pada mu.."
"Selamat tinggal Xiang Yu ke ke,.."
"Jaga diri mu baik baik.. lupakan saja Yu Ji.."
Ucap Yu Ji dengan airmata berlinang membasahi wajahnya yang cantik.
Setelah itu dengan gerakan hati hati, tanpa sepengetahuan Xiang Yu, dia sudah pergi meninggalkan kamar Xiang Yu.
Meninggalkan semuanya, meninggalkan semua kenangan indah yang harus berakhir dengan perpisahan menyedihkan.
__ADS_1