LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
AKSI LU BU WEI 2


__ADS_3

Wanita cantik itu terlihat menggelinjang dan terkekeh kegelian.


Tai dia jelas terlihat sangat menikmatinya.


Lu Bu Wei tidak jua menghentikan aksinya, dia terus mengoles dan Meng hi sap, hingga seluruh jari kaki secara merata selesai.


Dia baru berpindah ke bagian punggung Kaki, sambil kedua tangannya menari bari lembut memijat pelan betis dan paha wanita itu yang putih mulus dan wangi.


Dari punggung kaki, Lu Bu Wei berpindah ke telapak kaki, di sini wanita cantik itu kembali terkekeh kekeh geli.


Dengan suara manja dia meminta ampun dan meminta Lu Bu Wei tidak meneruskan aksinya.


Dari butiran keringat yang muncul di tengkuk dan punggungnya, bisa di pastikan wanita itu mulai gerah oleh aksi Lu Bu Wei.


Tapi Lu Bu Wei tidak Mmmhhh memperdulikan permintaan wanita itu dia tetap meneruskan aksinya.


Hingga mulai berpindah ke daerah betis dan lipatan belakang lutut.


Sampai di sini wanita cantik ini semakin meng ge Lin Jang hebat,tak terkontrol.


Mulutnya mulai mengeluarkan suara aneh dan meracau tidak jelas.


Puncaknya saat Lu Bu Wei mencapai area paha dan lipatan pangkal paha.


Wanita itu berulang kali seperti terkena setrum, dia beberapa kali sudah ingin membalikkan badannya menghadap ke arah Lu Bu Wei dan berkata pelan dan manja.


"Wei ke ke sekarang saja,..Ahhh..! ampun..! aku benar benar tidak kuat lagi..!"


"Wei ke ke ayolah tuntaskan saja,..jangan main main lagi.."


"Ahhh,..Owhhh,.. jangan..aduh..ufps..!"


"Wei ke ke ampun..!"


Tapi Lu Bu Wei tidak memperdulikan suara meracau dan hentakan ledakan berulang kali yang terjadi pada wanita itu.


Di mana mana sebentar sebentar wanita itu akan mengejang seperti di setrum tegangan tinggi.


Kemudian terkapar lemas dengan nafas memburu dan semakin berat.


Seperti orang berlari puluhan kilometer.


Tapi sesaat kemudian akan kembali Meng ge Lin Jang dan menegang lagi.


Begitu kejadian seperti itu terus berulang ulang, tai Lu Bu Wei tetap terus melanjutkan aksinya.


Dari lipatan pangkal paha, dia berpindah kearea pan tat yang menjulang indah menantang dia untuk menjelajahinya seluas hati.


Baru berpindah ke pinggang punggung dan terakhir tengkuk.


Di sini wanita itu sudah tidak bisa menahan diri lagi, dia meronta kuat membalikkan badannya langsung me lu mat bibir Lu Bu Wei dengan bibirnya yang lembut dan wangi.


sepasang tangannya mencengkram punggung Lu Bu Wei erat erat.


Hingga kukunya membenam kedalam kulit punggung Lu Bu Wei.

__ADS_1


Dia juga melebarkan sepasang kakinya yang indah, melingkar di pan tat Lu Bu Wei dengan erat, menjepit disana.


Dengan tubuh naik turun tak terkontrol.


Saat ciuman Lu Bu Wei berpindah kearah lehernya yang putih jenjang.


Dia langsung mengeluh,


"Owhhh,..! Wei ke ke..! sekarang..!"


"Aku tak kuat lagi..! ampun.. Wei ke ke..!"


Lu Bu Wei sambil menciumi lehernya yang putih halus dan menciumi daun telinga nya dan berbisik,


"Baiklah ronde pertama di mulai Ji er.."


"Bersiaplah..!"


Lu Bu Wei terlihat menurunkan Pan tat nya pelan pelan, Rudalnya yang berukuran super, terlihat memenuhi celah sempit wanita itu.


Sedikit demi sedikit memaksa menyeruak masuk.


"Owwhhh,..! gila,..Wei ke ke..mampus aku..Ahhhh...!"


sambil menjerit dengan mulut setengah terbuka.


Wanita itu menggelengkan kepalanya kepalanya ke kiri dan kekanan, sambil menengadah.


Begitu rudal super Lu Bu Wei terbenam semua, sepasang mata wanita cantik yang setengah terpejam itu langsung mendelik keatas.


Hingga biji hitamnya tak terlihat lagi, tubuhnya mengejang hebat.


Memaki mundurkan pan tat nya, sebentar cepat sebentar lambat.


Setelah beberapa saat, perlahan lahan wanita itu sambil men de sah tidak teratur.


Mulai membalas dengan menggerak gerakan pinggulnya, semakin lama semakin cepat.


Dari yang awalnya dia hanya mengimbangi pergerakan Lu Bu Wei.


Akhirnya dia malah memimpin tak terkendali, deru de sah nafas nya semakin tidak teratur.


Akhirnya dia bertukar posisi naik keatas, membanting Lu Bu Wei dibawah.


Lalu dia menunggangi kuda Rodeo seorang diri bergerak naik turun.


Sambil mengibaskan rambutnya ke kana dan ke kiri, kedepan dan kebelakang.


Sepasang tangannya yang awalnya mencengkram dada Lu Bu Wei yang bidang.


Kini sudah berpindah kesepasang bukit indahnya yang menawan.


Dia terus meremasnya sendiri sambil menggoyangkan pinggulnya naik turun semakin lama semakin cepat.


Lu Bu Wei di bawah sana sambil tersenyum lembut membalasnya dengan mengimbangi pergerakannya yang semakin lama semakin cepat hingga...

__ADS_1


"Akhhhh...!"


Wanita cantik itu menjerit tertahan lalu ambruk.lemas menimpa tubuh Lu Bu Wei di bawah.


Lu Bu Wei menciumi wajah wanita itu dengan lembut berulang kali.


Kemudian dia membalikkan kembali posisinya, kembali ke bawah.


Setelah itu Lu Bu Wei dengan sabar bermain main di sekitar leher, hingga menurun ke bagian bukit indahnya yang membusung keras keatas.


Lu Bu Wei terus bermain di sana tanpa memperdulikan de sah dan racauan tidak jelas yang keluar dari mulut wanita itu.


Saat Lu Bu Wei bermain main di area puncak bukit yang berwarna pink yang mengeras seperti hampir meledak.


Wanita itu kembali meng ge linjang hebat, dan semakin meracau tidak jelas.


Hingga akhirnya tubuhnya kembali menegang seperti tersengat listrik.


Lalu terjatuh terkulai lemas dengan nafas tidak teratur, bahkan untuk sekedar berbicara pun sulit.


Lu Bu Wei pun memperlambat ritmenya, dengan pelan pelan bergerak turun.


Kemudian bermain main dengan ujung lidahnya, menari nari di atas lubang pusar wanita itu.


Saat merasa nafas wanita itu mulai teratur kondisinya mulai pulih.


Lu Bu Wei pun berpindah kebagian bawah pusar, begitu bagian itu tersentuh.


Wanita itu tubuhnya kembali tersentak kaget, sepasang matanya membelalak indah.


Tangan nya mencengkram rambut Lu Bu Wei dengan erat.


"Wei ke ke ampun..! jangan lagi..jangan di sana .! aduh ampun mampus aku..Ahhhhh..!"


"Owwhhh,.. nikmat.. terus..jangan berhenti,.. Owhhh..! Ahhhhh..!"


"Wei ke ke...kamu bajingan...! tapi aku sangat mencintaimu..!"


"Owhhh..! terus,..terus..! owhhh,..! hampir..Ahhhhh...!"


Wanita itu terus meng ge Lin Jang hebat, akhirnya tubuhnya kembali mengejang hebat.


Lalu kembali terkulai lemas untuk kesekian kalinya.


Melihat wanita itu sudah terkulai lemah, Lu Bu Wei kembali dengan sabar bermain pelan pelan di area celah sempit itu dengan lidahnya yang menerobos masuk.


Perlahan-lahan wanita itu kembali meng ge Lin Jang menaik turunkan pinggulnya.


Melihat aksinya mulai berhasil, Lu Bu Wei pun berpindah keatas, memberikan ciuman lembut di leher wanita itu.


Sambil memainkan ritme pinggulnya yang baik turun, membenamkan rudal besarnya kedalam celah sempit itu.


Semakin lama semakin cepat, hingga lagi lagi wanita itu mulai tidak tahan dan membalas menggoyangkan pinggulnya naik turun mengimbangi Lu Bu Wei.


"Ahhhhhh,..!"

__ADS_1


Wanita itu menjerit kecil tubuhnya mengejang lalu terkulai lemah di bawah sana dengan nafas semakin tidak teratur.


Peluh membasahi seluruh wajahnya, tapi mulutnya jelas menyunggingkan senyum penuh kenikmatan.


__ADS_2