
Saat keluar dari dalam ruangan suci, Guru Zhuangzi berdiri ditengah tengah ruangan dan berkata,
"Kalian majulah satu persatu menyerang ku, dengan seluruh kemampuan kalian."
"Ayo siapa yang mau maju duluan..?"
tanya guru Zhuangzi.
"Biar aku duluan,!"
Teriak Li Ba,.
"Maaf guru..!"
teriak Li Ba , sebelum mulai bergerak menyerang guru barunya
Dia menggunakan sepasang kepalannya yang menimbulkan angin menderu deru, menyerang guru Zhuangzi.
Begitu serangan pertama gagal, dia langsung melanjutkan dengan serangan kedua dan seterusnya.
Tapi hingga nafas Li Ba memburu, dia tetap tidak berhasil sedikitpun menyentuh ujung baju gurunya.
Saat Li Ba mulai letih, serangannya pun mulai berkurang.
Guru Zhuangzi sambil tersenyum berkata,
"Ba er jangan menyerah, kerahkan seluruh kemampuan mu hingga titik terakhir.."
"Terus berusaha dan berjuang jangan menyerah."
ucap Guru Zhuangzi sambil terus bergerak dengan 72 langkah ajaibnya.
Guo Yun di luar arena sana terus menatap dengan tajam, memperhatikan setiap gerak dan langkah yang di tunjukkan oleh Li Ba dan guru Zhuangzi
Guo Yun diam diam mempelajari gerakan 72 langkah ajaib versi guru Zhuangzi, yang jauh lebih rumit dan sangat efektif.
Semua gerak keindahannya seperti tarian, telah di hilangkan.
Di ganti dengan gerakan sederhana tapi sangat efektif.
Li Ba akhirnya menyerah terkapar di tengah lapangan, dengan sepasang mata berkunang-kunang.
Dadanya bergelombang hebat dengan nafas tak teratur.
"Be er jangan berbaring, ayo bangun bersila, atur nafas mu."
ucap Guru Zhuangzi, sambil mengambil tempat duduk di hadapan Li Ba
Guru Zhuangzi mengatur nafas, memberi contoh sambil memberikan penjelasan, sekaligus praktek.
Li Ba dengan gerakan malas memaksa dirinya duduk bersila.
Wajahnya terlihat pucat, nafasnya tidak teratur, keringat bercucuran membasahi seluruh wajah rambut hingga tubuhnya.
Beberapa kali dia terlihat seperti akan muntah, tapi dia berhasil menahan nya.
Dengan pelan pelan, dia mulai mengikuti petunjuk dari gurunya, menyedot hawa memenuhi rongga dada, untuk diubah menjadi tenaga sakti, lalu di edarkan keseluruh tubuhnya.
__ADS_1
Setelah melakukannya sebanyak tiga kali kondisinya sedikit demi sedikit mulai pulih.
Nafasnya mulai lebih teratur, wajahnya pun sudah tidak pucat lagi.
Setelah kondisi Li Ba kembali stabil, guru Zhuangzi mengajarkan beberapa tahap tehnik pernafasan.
Setelah itu dia mulai mengajari Li Ba 72 langkah ajaib, yang harus Li Ba jalankan mengikuti tehnik pernafasan yang di pelajari nya tadi.
Li Ba akhirnya mulai berlatih sendiri dengan penuh semangat, mengikuti petunjuk dari guru Zhuangzi.
Setelah melihat Li Ba sudah cukup lancar berlatihnya.
Guru Zhuangzi kembali ketengah lapangan dan berkata,
"Yun er kini kamu majulah.."
"Gunakan teknik terbaik mu, jangan ragu.."
Guo Yun mengangguk kecil.
Kemudian dia tanpa sungkan lagi, mulai bergerak dengan 72 langkah ajaib, yang di kuasainya.
Ditunjang dengan ilmu totokan satu jari.
Guo Yun mulai melancarkan serangan kearah gurunya, semakin lama semakin cepat.
Gerakan Jarinya menimbulkan suara bercuitan nyaring, dan diselimuti cahaya putih.
Guru Zhuangzi tersenyum puas dan berkata,
Sambil menghindari serangan Guo Yun, guru Zhuangzi terus memberikan penjelasan menyempurnakan pergerakan Guo Yun.
Setelah seluruh tehnik jurus satu jarinya, sudah di mainkan hingga habis, tapi dia belum juga berhasil mendesak gurunya.
Guo Yun mulai merubah jurus dan pola serangannya, kini gerakannya menjadi lebih lambat.
Tapi daya tekan dan daya serangan yang di timbulkan nya, justru meningkat pesat.
Suara gemuruh dan meledak ledak memenuhi seluruh ruangan istana.
Tapi herannya semua pukulan Guo Yun yang meleset, tidak ada satupun yang bisa merusak keadaan di dalam ruangan.
Seolah olah seluruh ruangan, di lindungi oleh kekuatan tak kasat mata, yang tidak mampu dia tembus.
Tapi sehebat apapun Guo Yun menyerang, tetap saja serangannya, selalu berhasil di hindari oleh guru Zhuangzi dengan sangat mudah.
Akhirnya jurus ini juga sama, tidak membawa hasil apapun, seperti yang di harapkan.
Guo Yun mulai merubah jurus serangannya, dia mulai memainkan Cui Mo Cang, dengan sepasang telapak tangannya.
Guo Yun sambil beterbangan kesana kemari, dia terus melancarkan serangan telapak tangannya, yang menimbulkan suara berkesiuran dan suara bercuitan mengepung guru Zhuangzi.
Baik tubuh Guo Yun maupun tubuh guru Zhuangzi kini sana sama lenyap menjadi dua bayangan.
Guo Yun menggunakan ilmu meringankan tubuh berjalan diatas rumput.
Sehingga dia terlihat seperti tidak menyentuh tanah, melayang layang diudara, dengan sepasang telapak tangannya terus menerus menyerang gurunya.
__ADS_1
Guru Zhuangzi sambil tersenyum puas dia berkata
"jurus yang bagus. ayo Yun er jangan kendor, tetap semangat.."
Guo Yun mengigit bibir bawahnya, lalu sambil berteriak keras,
"Hyahhh,..!"
Dia memperkuat dan mempercepat serangannya, tapi hasilnya tidak jauh berbeda.
Guru Zhuangzi selalu lebih cepat satu langkah di depan.
Setelah bertarung cukup lama dan Guo Yun hampir kehabisan energi dan nafasnya.
Tiba-tiba Guo Yun membentak keras, mengeluarkan jurus pamungkasnya.
"Mengejar iblis 8 arah mata angin..!"
Tubuh Guo berubah menjadi 8 bayangan mengepung dari delapan arah dengan telapak tangan berseliweran, mengurung dan membungkus seluruh tubuh Zhuang Zi.
Zhuangzi, menghentakkan energinya ke 8 arah dan berkata.
"Tenaga sakti 9 langit..!"
"Cakar naga tiada batas.."
Seluruh bayangan tubuh Guo Yun hancur tak berbekas, Guo Yun sendiri terdorong mundur.
Sebelum Guo Yun sempat menyadari apa yang terjadi, tahu tahu lehernya sudah di cengkram oleh Guru Zhuangzi dari belakang.
Seluruh tubuh Guo Yun lemas tak bertenaga.
Guru Zhuangzi melepaskan cengkeramannya, sehingga tubuh Guo Yun merosot kebawah, seperti sehelai handuk basah.
Guo Yun jatuh mendeprok di atas tanah.
Guru Zhuangzi langsung memberi petunjuk kepada Guo Yun, cara menghimpun energi 9 langit, yang terdiri dari 9 tahapan tehnik pernafasan, dengan gaya berlatih pernafasan berbeda-beda, setiap.tahapanmya.
Tadi Li Ba sudah diturunkan tehnik dasarnya, kini Guo Yun di turunkan lebih banyak tehnik lanjutannya, sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing.
Guo Yun berlatih dengan serius, tahap demi tahap.
Memperhatikan semangat latihan kedua muridnya itu, Guru Zhuangzi tersenyum puas.
"Kalian berdua teruslah berlatih jangan pernah berhenti, sebelum aku menyuruh kalian berhenti."
"Perhatikan Dan Tian kalian masing-masing, kalian harus mencapai minimal 2000 lingkaran."
"Baru aku bisa ajarkan tehnik dan jurus lainnya.."
ucap Guru Zhuangzi berpesan, sebelum dia pergi meninggalkan tempat itu bersama Sian Sian.
Sian Sian di bawa ke Su Yuan, untuk bergabung dengan murid murid baru di sana.
Dia mendapatkan pelatihan mulai dari awal, di bawah bimbingan guru, yang merupakan murid seniornya guru Zhuangzi.
Sian Sian dilatih kedisiplinan, baca tulis, semua tehnik.dasar, sebelum tenaga saktinya mencapai 1000 lingkaran, dia di larang berkumpul bersama Guo Yun dan Li Ba yang menjalani latihan tertutup.
__ADS_1