LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KONDISI AGAHAI


__ADS_3

Agahai yang biasanya bersikap tenang, kini dia sudah tidak bisa menahan diri lagi.


Seluruh tubuhnya memancarkan cahaya emas, di dekat sepasang telapak tangannya yang terbuka terlihat, kedua Cakra di tangannya berputar dengan kencang,


Dengan satu teriakan keras yang menggetarkan.


"Hiaaahh,...!"


Tubuh Agahai terbang menuju kapal Guo Yun.


Roda Cakra bergerak mendahuluinya menyerang kearah Guo Yun.


"Wung...! Wung...! Wung...!"


Roda Cakra melesat cepat menimbulkan suara berdengung, saat membelah udara menerjang kearah Guo Yun.


Guo Yun yang melihat ada tanda tanda tidak beres, dengan Agahai yang seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya keemasan.


Dia buru buru berteriak mengingatkan,


"Mundur semuanya, bahaya..!"


Belum selesai suara teriakannya, Guo Yun sudah melesat kedepan, dengan sepasang telapak tangan terbuka, yang mengeluarkan suara raungan naga marah.


"Roarrrrr..!"


"Trangggg,..!"


Trangggg,..!"


Kedua Cakra terpental oleh angin pukulan kedua telapak tangan Guo Yun, yang melesatkan energi transparan berbentuk telapak tangan.


Seluruh pakaian Agahai menggelembung besar, seperti balon.


Saat dirinya menerima energi tapak tangan Guo Yun.


Kulitnya wajahnya terlihat berkeriput, seperti di terjang angin kencang, terutama kulit di kedua pipinya.


Sepasang mata Agahai sampai sulit terbuka, dia terpaksa memicingkan sepasang matanya, sambil sedikit memiringkan kepalanya.


Tapi dia tetap meluncur menyambut sepasang telapak tangan Guo Yun.


"Plakkkk,..!*


"Desss,..!


'Blaarrrr,..!"


"Boooom,..!"


"Boooom,..!"


"Boooom,..!"


"Boooom,..!"


"Boooom,..!"


Sepasang telapak tangan beradu di udara saling tempel saling dorong.


Menimbulkan efek ledakan diatas permukaan sungai,.air muncrat tinggi keatas, seperti ada ledakan bom di dasar sungai.


Guo Yun dan Agahai tanpa menghiraukan rambut dan tubuh mereka yang basah.


Mereka terus saling dorong, masing masing dari ubun ubun di kepala kedua orang itu, mengeluarkan uap tipis.

__ADS_1


"Roaarrr,..!"


Terdengar bentakan keras yang menggelegar dari mulut Guo Yun, di sertai dorongan kuat sepasang telapak tangannya.


Seluruh pakaian luar Agahai meledak hancur berkeping-keping, tubuhnya terpental bagaikan layang layang putus.


Menghantam dermaga kayu, yang agak menjorok ketengah sungai.


"Brakkkk,..!"


Dermaga sungai hancur berantakan, di tabrak oleh punggung Agahai.


"Byuurr,..!"


Setelah menghancurkan sebagian dermaga, tubuh Agahai terjatuh kedalam sungai.


Agahai yang pingsan langsung tenggelam kedasar sungai, dari mulut dan telinga nya, tampak mengeluarkan cairan merah yang berbaur dengan air sungai.


Beberapa pasukan Agahai langsung terjun kedalam sungai, guna menyelamatkan junjungan mereka, agar tidak sampai tewas tenggelam.


Guo Yun sendiri juga terpental kembali ke kapalnya, dengan langkah kaki terhuyung-huyung kebelakang tidak beraturan.


Guo Yun akhirnya jatuh terduduk diatas kapal, dengan wajah pucat seperti mayat.


Dari lubang hidung dan mulutnya mengalirkan darah segar.


Guo Yun buru buru menotok beberapa jalan darah di dadanya.


Kemudian dia mengambil posisi duduk bersila, dengan sepasang mata terpejam rapat.


Guo Yun mencoba mengendalikan energi 9 langit yang sempat kacau bakau di dalam tubuhnya.


Setelah terkendali, Guo Yun baru mengedarkan untuk mengobati luka dalamnya yang cukup parah.


Bila terlambat di tangani atau ada kesalahan sedikit saja, dia bisa mengalami kelumpuhan karena nya.


Karena kemampuan tenaga sakti Guo Yun masih unggul 50 lingkaran di atas Agahai.


Guo Yun seperti ini, lebih karena sebelumnya, dia saat memainkan ilmu pedang pemusnah, yang terlalu memforsir tenaga, Guo Yun telah terluka lebih dulu.


Luka di tambah luka, hal inilah yang membuat kondisi Guo Yun menjadi parah.


Kapal yang membawa rombongan Guo Yun perlahan-lahan mulai menghilang, di balik kabut yang menutupi sungai.


Agahai di tandu oleh pasukan nya, yang membawanya kembali ke perkemahan utama mereka.


Di perkemahan utama Raja Chan Yu, sedang marah besar kepada beberapa komandan pasukan penjaga perbekalan, yang di tugaskan untuk melindungi perkemahan perbekalan sebelah timur.


Perkemahan perbekalan sebelah timur selain di jarah oleh Zhang Yi juga mengalami kebakaran hebat.


Saat api berhasil di padamkan seluruh perbekalan tersisa telah hangus menjadi abu, tidak ada satupun perbekalan yang berhasil di selamatkan.


Beberapa komandan pasukan bawahan Tuli, hanya bisa tertunduk lesu.


Tidak berani menanggapi kemarahan raja mereka.


Kedatangan Agahai dalam kondisi di tandu, justru berhasil menyelamatkan nasib beberapa komandan, yang telah gagal menjaga perkemahan perbekalan sebelah timur.


Raja Chan Yu saat mendapat kabar apa yang di alami oleh Agahai, dia langsung menghentikan kemarahannya.


Raja' Chan Yu dengan langkah sedikit terburu buru melewati beberapa komandan, yang masih berlutut di sana tidak berani bergerak.


"Kalian bertiga kenapa masih di sana,!? cepat kembali ke barisan kalian.."


"Awas bila ada kekacauan lagi..!"

__ADS_1


Ancam Raja Chan Yu sebelum meninggalkan tenda nya.


Ketiga komandan pasukan itu langsung menghembuskan nafas lega.


Mereka buru buru menyusul meninggalkan tenda, kembali ke barisan mereka.


Raja Chan Yu begitu memasuki tenda putranya, sepasang matanya langsung berkaca kaca.


Dia mengibaskan tangannya, memberi kode agar semua orang meninggalkan ruangan tersebut.


Semua pelayan dan pengawal Agahai buru buru meninggalkan tempat tersebut.


Hanya tersisa seorang tabib, yang sedang duduk di tepi ranjang mengawasi perkembangan keadaan Agahai.


"Tabib bagaimana keadaannya,?" tanya Raja Chan Yu hati hati.


"Aku sudah memeriksanya, panglima Agahai mengalami luka dalam cukup parah.."


"Tapi Yang Mulia tidak perlu khawatir, panglima Agahai memilik tubuh yang kuat dan masih muda.."


"Aku rasa dalam 5 hari ini, bila minum obat yang ku resep kan dengan teratur, panglima Agahai akan kembali pulih seperti semula."


Raja Chan Yu menghela nafas lega dan berkata,


"Terimakasih banyak tabib Luo, anda telah bersusah.."


Tabib itu menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak ada yang susah, ini sudah tugas dan tanggung jawab ku.."


"Yang Mulia ini resep obat nya ."


ucap Tabib Luo sambil memberikan selembar kertas kepada Raja' Chan Yu.


Raja Chan Yu menerima resep itu dengan hati hati, lalu dia sedikit berteriak kearah pintu,


"Pelayan,..!"


Seorang Kasim tua berlari masuk kedalam tenda dan menjatuhkan diri berlutut di hadapan Raja Chan Yu.


"Yang Mulia ada pesan? hamba yang tua siap menjalankan nya.."


"Tak perlu peradatan Kasim Umar, tolong segera urus resep ini dan siapkan obatnya.."


Ucap Raja Chan Yu cepat.


Kasim Umar dengan kepala tertunduk, mengangkat kedua tangannya keatas, untuk menerima resep itu.


Setelah menerimanya, dia pun berkata,


"Hamba permisi dulu, untuk menjalankan tugas hamba, Yang Mulia.."


"Pergilah,.. cepat pergi cepat kembali ."


ucap Raja Chan Yu tidak sabar.


Tabib Luo ikut berlutut, lalu berkata,


"Hamba juga sekalian pamit permisi yang mulia.."


"Silahkan tabib Luo.."


ucap Raja Chan Yu, sambil membantu tabib itu kembali berdiri.


Tabib Luo dan kasim Umar hampir bersamaan meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


Sepanjang jalan meninggalkan kemah panglima Agahai, Kasim Umar berkonsultasi dengan tabib Luo, tentang obat yang harus dia siapkan.


Setelah keadaan kemah sudah sepi, tinggal tersisa ayah dan anak itu


__ADS_2