LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SEBAGAI SAKSI


__ADS_3

"Baru saja di bicarakan sudah tiba, sungguh panjang umur ."


ucap Temusa sambil tertawa gembira.


Mereka bertiga tentu saja sangat gembira, dengan hadirnya Agahai di antara mereka.


Beban di pundak mereka akan jauh lebih ringan, karena kemampuan Agahai seperti apa, mereka semua sudah tahu dan itu sudah tidak perlu di ragukan lagi.


Diantara 6 Jendral besar Xiongnu, dia adalah yang paling hebat, dan cerdas.


Kini pun dari 6 hanya tersisa dia seorang..


Setelah berada di dekat ketiga orang itu, Agahai baru menghentikan laju kudanya, dengan menarik tali kekang kudanya dan berkata,


"Ryuuuu,..!"


Sebagai kode bagi kuda kesayangan nya, untuk menghentikan langkahnya.


"Hiiiehhh,.."


Setelah mengeluarkan suara ringkik nya, kuda Agahai pun berhenti tepat di hadapan ketiga orang itu.


"Kalian bertiga untung masih sempat ku hentikan,.."


"Ayo, kita mundur dari sini,.."


"Kita tidak boleh menyerang dengan cara seperti ini, ini akan jadi konyol.."


ucap Agahai sambil menatap mereka dengan serius.


"Kalian bila tidak ingin berakhir seperti Mobi Dursam dan Durham, ikutlah dengan ku.."


ucap Agahai serius.


Ketiga orang itu saling pandang dan mengangguk dengan kompak.


"Kami akan mengikuti semua perintah panglima Agahai.."


ucap mereka bertiga kompak.


"Bagus kalau begitu ikutlah dengan ku untuk mundur.."


Agahai memimpin mereka semua bergerak mundur, masuk kedalam hutan, yang letaknya tidak terlalu jauh dari mulut gerbang jajaran tebing.


"Hanif tempatkan orang orang mu untuk mengawasi keempat penjuru dari atas pohon .."


"Bila ada pergerakan mencurigakan yang mendekati tempat ini.."


"Minta mereka segera melaporkan nya ."


ucap Agahai memberi perintah begitu memasuki mulut hutan.


"Siap panglima.."


ucap Hanif cepat, lalu dia mundur pergi memilih orang terbaiknya, yang di tugaskan sebagai mata mata.


Dia memilih puluhan orang yang merupakan mantan bawahan Dursam dan Durham, yang memilki kemampuan mata mata tinggi.


Untuk di tempatkan di seluruh penjuru strategis, di atas puncak pohon.


Agahai sendiri memimpin pasukan nya masuk lebih dalam, kedalam hutan tersebut.


"Temusa kamu bantu atur perkemahan, untuk kita semua.."

__ADS_1


ucap Agahai cepat.


"Siap laksanakan panglima.."


Temusa buru buru melangkah pergi menjalankan tugas nya, mengawasi pendirian kemah.


"Hasan kamu awasi bagian perbekalan dan dapur, agar segera menyiapkan makanan untuk seluruh pasukan kita.."


ucap Agahai kembali membagi tugas.


Hasan memberi hormat dan berkata,


"Siap panglima.."


Kemudian dia juga pergi mengatur segala sesuatu nya, sesuai perintah Agahai sendiri.


Setelah membagi tugas, Agahai, memilih duduk di bawah sebuah pohon besar.


Di sana dia bermeditasi untuk meningkatkan kekuatan nya.


Selama bermeditasi, dua melakukan nya dengan beberapa macam gaya berbeda, seperti orang sedang melakukan senam Yoga.


Seluruh tubuh Agahai memancarkan cahaya keemasan.


Agahai melakukan 9 gerakan meditasi, meditasi pertama dia duduk bersila biasa.


Meditasi kedua, dia duduk bermeditasi dengan kedua tangan menopang di atas tanah.


Meditasi ketiga Agahai berbaring dengan tubuh miring, tangan menyangga kepala, ditahan dengan siku menempel diatas tanah.


Hanya bagian telapak kaki samping yang menumpu diatas tanah, Sisa nya menggantung di udara.


Tahap keempat meditasi nya semakin rumit, dia bermeditasi dalam posisi kayang.


Tahap kelima Agahai bermeditasi dalam posisi kepala di bawah menempel di atas tanah, sepasang tangan memeluk kepala kaki tegak lurus keatas.


Tahap ke tujuh kepala menumpu di atas tanah, sepasang tangan bersedekap di depan dada.


Kaki tegak lurus keatas menghadap langit.


Tahap kedelapan jari telunjuk kanan menunjuk tanah menjadi tumpuan seluruh tubuhnya yang sedang berjungkir balik.


Sedangkan tangan kiri membentuk Anjali di depan dada.


Tahap ke 9 tahap terakhir, dia berbaring seperti orang mati diatas tanah.


Ke 9 tahap meditasi ini merupakan ilmu rahasia yang selama ini belum sempat dia latih.


Selama ini dia menganggap sepi, karena menurut pikirannya, ilmu seni militer lebih penting.


Dia bisa mengalahkan jutaan orang, dengan ilmu strategi militer.


Sedangkan ilmu silat paling hebat juga mengalahkan puluhan ribu orang.


Tapi setelah bertemu Guo Yun, dia baru sadar kedua ilmu itu sama penting


Jadi dalam persiapan kembali bentrok dengan Guo Yun, Agahai sedang menyempurnakan ilmu tenaga sakti nya.


"Temusa ada apa kamu mencari ku..?"


tanya Agahai sambil berlatih.


Temusa tidak berani mengganggu Agahai yang sedang sibuk berlatih.

__ADS_1


Jadi dia hanya berdiri menunggu dalam diam.


Tidak di sangka Agahai meski matanya tertutup rapat, dan dia terlihat sedang sibuk berlatih.


Dia bisa menyadari kehadiran Temusa di sana, dan dia bertanya tanpa perlu melihat.


"Ti.. tidak ada apa apa panglima, hanya ingin melaporkan kemah utama buat panglima telah siap.."


ucap Temusa sedikit gugup.


Agahai membuka sepasang matanya yang mengeluarkan sinar mencorong mengerikan.


Dia hanya menatap sekilas Temusa dan berkata,


"Baiklah, antarkan aku ke kemah,.."


"Setelah itu kamu jemput Hasan dan Hanif untuk datang menghadap ke kemah ."


ucap Agahai sambil melangkah mengikuti Temusa.


Temusa yang berjalan di depan Agahai merasa sedikit merinding, ada pancaran aura yang sangat berbeda muncul dari tubuh Agahai.


Pancaran aura yang membuat orang merasa ngeri, dan sulit bernafas.


Setelah mengantar Agahai sampai di depan kemahnya, Temusa buru buru permisi pergi mencari Hanif dan Hasan.


Tak perlu waktu lama, Ketiga orang itu sudah masuk kedalam kemah.


Menjatuhkan diri berlutut di depan Agahai.


"Tak perlu peradatan, ayo kalian bertiga duduklah.."


ucap Agahai ramah, suara dan senyumnya ramah.


Tapi tidak tahu kenapa, ketiga orang itu tetap merasa tertekan.


Mereka merasa kurang nyaman berdekatan dengan Agahai, yang memiliki aura intimidasi yang sangat kuat.


Agahai baru berlatih, hawa fi tubuhnya belum terkendali sepenuhnya jadi merembes kemana mana.


Bila dia sudah mahir, tentu saja tidak akan seperti saat ini.


Setelah melihat ketiga orang itu duduk, Agahai baru berkata,


"Maaf ilmu baru ku belum terkontrol dengan baik, sehingga membuat kalian kurang nyaman.."


"Tidak apa-apa panglima, kami mengerti ."


ucap Hasan.


"Begini sebenarnya sesuai perintah dari ayah ku Yang Mulia Raja Chan Yu, harusnya aku menarik kalian kembali ke Long Cheng.."


"Di sini ada wasiat dari ayah ku, setelah kalian membacanya, kalian akan mengerti "


ucap Agahai sambil mengeluarkan gulungan kain kuning titah raja, sekaligus juga mengeluarkan stempel kerajaannya.


Melihat kedua benda itu, Ketiga orang itu langsung kembali menjatuhkan diri berlutut.


Bahkan kini mereka bersujud di hadapan Agahai dan berkata,


"Terimalah salam hormat kami, Semoga Yang Mulia Raja Agahai panjang umur selamanya.."


Agahai membantu ketiga orang itu berdiri dan berkata,

__ADS_1


"Kalian tak perlu formal begini, aku tidak punya maksud lain."


"Aku hanya ingin kalian bertiga menjadi saksi atas wasiat ayah ku, Almarhum Yang Mulai Raja Chan Yu.


__ADS_2