
"Apa masih perlu di tanyakan ?"
"Serahkan saja kitab pusaka lembah hantu pada ku, bila ingin selamat.."
"Bila tidak jangan salahkan aku membuka pantangan membunuh.."
ucap nenek itu dengan suaranya yang bikin bulu Roma seluruh tubuh Guo Yun merinding di buatnya.
"Senior mungkin salah mengenali orang, aku tidak punya kitab apapun, seperti yang senior sebutkan tadi ."
ucap Guo Yun sebisa mungkin berkelit, untuk menghindari keributan tidak perlu.
Nenek itu tertawa sinis dan berkata,
"Tak perlu berkelit lagi, ini wajah mu kan..?"
ucap nenek itu sambil menunjukkan sebuah kertas yang ada sketsa gambar wajah dan nama Guo Yun tertera jelas di sana.
Nenek itu sambil tersenyum sinis, kembali berkata,
"Baru tiga hari lalu kamu melakukan pekerjaan menggemparkan seluruh dunia persilatan.."
"Masa sudah lupa..?"
"Sudah lebih baik kamu serahkan kitab itu pada ku, jangan banyak Cing Cong lagi.."
"Atau kamu pasti akan menyesal.."
ucap Nenek itu penuh ancaman.
Guo Yun di dalam hati hanya bisa mengutuk ayah mertuanya yang bukan manusia itu.
Bahkan berita kematian kakek itu sudah tersebar, berikut gambar sketsa wajahnya.
Ini benar benar semakin kelewatan, ini sama saja memaksa dirinya menuju jalan buntu.
"Min Min aku harus bagaimana menghadapinya ?"
ucap Guo Yun di dalam hati dengan sedih.
Sesaat kemudian Guo Yun sambil tersenyum pahit berkata,
"Nenek kamu benar aku lah orang itu.."
"Tadinya aku ingin memberi mu kesempatan hidup lebih lama, untuk menebus dosa.."
"Tapi kelihatannya nenek sudah tidak sabaran, baiklah aku akan memenuhinya.."
"Tapi sebelum aku memenuhinya, setidaknya katakan siapa nenek sebenarnya ?"
ucap Guo Yun sambil menatap tajam kearah nenek itu.
"Hi,...hi.hi..hi..hi..hi..!"
"Nama ku Kim Hua, akulah Hei Hua Kui Mu..( Bunda Hantu Bunga Hitam )"
"Cukup..?"
"Atau kamu ingin melamar ku, sehingga bertanya begitu banyak bocah..?"
"Hi,...hi.hi..hi..hi..hi..!"
__ADS_1
Mendengar ucapan dan suara tertawanya Guo Yun semakin merinding di buat nya.
"Baiklah kita mulai saja.."
ucap Guo Yun berusaha tampil setenang mungkin.
"Hi,...hi.hi..hi..hi..hi..!"
Sambil tertawa menyeramkan, nenek itu tiba tiba berubah menjadi sebuah bayangan hitam.
Bergerak sangat cepat mengelilingi Guo Yun.
Saking cepatnya, nenek itu hanya terlihat seperti segulung asap hitam yang menimbulkan garis hitam di belakangnya.
Guo Yun berdiri tenang di tengah sambil terus menghimpun hawa intisari langit dan bumi.
Sepasang telapak tangan nya mulai memancarkan dua bulatan bulan dan matahari.
Hei Hua Kui Mu sambil bergerak berputar cepat mulai melepaskan serangan yang di arahkan ke Guo Yun.
"Ciiiiitttt,..! Ciiiiitttt,..! Ciiiiitttt,..!"
"Ciiiiitttt,..! Ciiiiitttt,..! Ciiiiitttt,..!"
"Ciiiiitttt,..! Ciiiiitttt,..! Ciiiiitttt,..!"
Serangan yang dilepaskan oleh nenek itu sama sekali tidak terlihat.
Hanya terdengar suara mencicit saat serangan nya membelah udara menerjang kearah Guo Yun.
Serangan yang tidak terlihat itu sangat tajam seperti silet, apapun yang di lewatinya akan terbelah dengan mudah.
Guo Yun yang sedikit terlambat menyadari bahaya, karena serangan itu tidak terlihat sama sekali.
Untungnya seluruh tubuh Guo Yun terlindungi Thian Ti Sen Kung.
Jadi selain baju yang sobek Guo Yun tidak mengalami luka apapun.
"Hi,...hi.hi..hi..hi..hi..!"
Nenek itu kembali melepaskan tawa menyeramkan dan berkata,
"Boleh juga kamu bocah..!"
"Coba rasakan ini..!"
Bentak Hei Hua Kui Mu meningkatkan daya serang nya.
"Ciiiiitttt,..! Ciiiiitttt,..! Ciiiiitttt,..!"
"Ciiiiitttt,..! Ciiiiitttt,..! Ciiiiitttt,..!"
"Ciiiiitttt,..! Ciiiiitttt,..! Ciiiiitttt,..!"
Kembali terdengar suara mencicit yang jauh lebih nyaring.
Guo Yun buru buru menggunakan instingnya bergerak menghindar dengan 72 langkah ajaib nya.
Tapi karena serangan nenek itu tidak terlihat dan sangat cepat.
Lagi lagi baju Guo Yun di buat robek robek di sana sini oleh serangan Hei Hua Kui Mu.
__ADS_1
Sekali ini serangan Hei Hua Kui Mu mulai lebih serius dan berbahaya.
Tubuh Guo Yun yang terkena goresan serangan hawa tajam dan tidak terlihat itu.
Mulai terluka dan mengeluarkan darah, menimbulkan rasa perih dan panas di sekitar luka lukanya yang berdarah.
Guo Yun sambil berusaha menghindar dan sesekali membalas menyerang balik dengan pukulan Jek Ye Sen Cang, yang menimbulkan hawa panas dan dingin secara bergantian.
Dia berusaha fokus memperhatikan pergerakan nenek itu saat melepaskan serangan.
Akhirnya Guo Yun melihat sedikit perbedaan dari serangan itu saat melintas dengan keadaan normal sebelum atau sesudah serangan Hei Hua Kui Mu di lepaskan.
Guo Yun menangkap ada bayangan putih halus transparan yang berbentuk sebuah energi mata pisau.
Bergerak dengan sangat cepat, sehingga sulit diikuti dengan pandangan mata biasa.
Baru setelah dia mencoba fokus dan mengalirkan sebagian energinya ke panca inderanya.
Dia akhirnya bisa melihat dan menangkap suara pergerakan serangan itu.
Suara mencicit itu adalah kamuflase agar lawan sulit mendeteksi pergerakan serangan itu lewat pendengaran.
Dengan cara fokus itulah perlahan lahan Guo Yun mulai bisa menghindari dan memecahkan keunikan serangan hawa pedang Hei Hua Kui Mu.
Setelah berhasil menghindar dan keluar dari tekanan serangan Hei Hua Kui Mu.
Kini Guo Yun mulai fokus mencari peluang bagaimana menghentikan pergerakan nenek yang sangat cepat itu.
Tiba-tiba Guo Yun pun menghilang bergerak hilang timbul secepat kilat.
Tahu tahu Guo Yun sudah menempel ketat di belakang punggung Hei Hua Kui Mu.
Mereka bergerak menjadi dua bayangan saling kejar saling serang dengan kecepatan yang sulit diikuti pandangan mata.
Saking cepatnya pergerakan kedua orang tersebut.
Melihat Guo Yun tiba tiba mampu mengimbangi kecepatan nya, juga mampu membaca arah serangannya.
Hei Hua Kui Mu sedikit kaget di buatnya, dia dari awal sudah menduga Guo Yun yang menjadi pewaris tunggal kitab pusaka itu.
Apalagi dia mampu membunuh (Malaikat Pedang ) Cien Sheng, Cia Hong.
Tentu kemampuannya tidak mungkin rendah.
Tapi Hei Hua Kui Mu tidak menyangka setelah dirinya mengasingkan diri hampir 200 tahun lebih.
Saat kemunculannya lagi, pemuda ini dengan ajaib mampu mengimbanginya.
Padahal dia adalah angkatan nya guru si Cien Sheng ( Malaikat Pedang ) Cia Hong, secara otomatis.
Tingkatan nya masih diatas Cien Sheng, Cia Hong.
Meski semasa guru Cia Hong masih hidup dirinya masih kalah beberapa usap di bawah kemampuan guru Cia Hong.
Tapi dia sudah termasuk Datuk dunia persilatan yang harus di perhitungkan di masanya.
Kemampuannya dengan Wu Ti Siaw Jen dan Cui Ming Koai Jen sejajar.
Masing masing memilki ilmu unik mereka masing masing belum mampu saling mengalahkan.
Kini dia tertarik muncul kembali kedunia persilatan adalah karena tertarik dengan kitab rahasia lembah hantu itu.
__ADS_1
"Mampus kau..!"
Bentak Hei Hua Kui Mu sambil melancarkan serangan ilmu rahasia nya.