LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MENGUMPULKAN TAHANAN PEMBERONTAK


__ADS_3

Di dalam benteng pertahanan kota Shoucun, Guo Yun menatap kearah komandan Penjaga gerbang selatan.


"Siapa yang berwenang di gerbang selatan ini..?"


tanya Guo Yun ke komandan jaga tersebut.


"Jendral Lim Yang Mulia.."


jawab komandan berkumis itu cepat.


"Cepat panggilkan Jendral Lim kemari.."


ucap Guo Yun.


"Siap Yang Mulia.."


jawab komandan itu memberi hormat, lalu berlari meninggalkan tempat itu dengan cepat


Guo Yun duduk diatas punggung kuda nya, menunggu kedatangan Jendral Lim.


Guo Yun harus mencari tahu, berapa kekuatan pasukan harimau hitam, yang di tugaskan berjaga di gerbang selatan.


Sebelum dia mempersiapkan mereka, untuk maju menyerang para pemberontak, dan memukul mundur mereka dari sana.


Agar pasukan Li Ba di atas bukit sana, bisa masuk ke kota Shoucun, untuk menambah kekuatan pertahanan kota tersebut.


Tak lama kemudian dari atas benteng kota, terlihat Jendral Lim berlari menuruni tangga dengan langkah terburu-buru.


"Salam hormat kami Yang Mulia.."


ucap Jendral Lim sambil berlutut dihadapan Guo Yun.


"Tak perlu peradatan Jendral Lim, bangunlah.."


ucap Guo Yun cepat.


"Siap Yang Mulia.."


ucap Jendral Lim sambil bangkit berdiri di hadapan Guo Yun.


Jendral Lim berapa jumlah personil mu yang bertugas di gerbang selatan.


"Diatas benteng kota 50,000 di bawah sini 25.000.."


jawab Jendral Lim cepat.


Guo Yun mengangguk, lalu berkata,


"Tolong atur pasukan panah diatas 25.000, sisanya kirim mereka kemari.."


"Persiapkan mereka terbagi dalam kelompok kecil, satu kelompok terdiri dari 10 orang personil.."


"Dua senjata jarak jauh, tiga tameng, dua golok atau pedang bebas sesuai kemampuan mereka, kapak pun boleh, sisanya tombak panjang."


"Buat formasi serang A.."


ucap Guo Yun cepat.


"Siap Yang Mulia.."


ucap Jendral Lim, lalu dia menjelaskan, kepada beberapa komandan pasukan penjaga di balik pintu gerbang.


Setelah mereka paham, dia baru bergegas kembali naik keatas tembok.


Tidak berapa lama, dia sudah kembali turun dengan pasukannya yang sudah terbentuk dalam kelompok kelompok kecil.


Sesuai dengan formasi yang Guo Yun inginkan.


"Jendral Lim kamu pimpin mereka semua di sini, tunggu kode dari ku.."


"Begitu kode ku lepaskan, buka gerbang, serbu dan habisi para pemberontak di luar sana "


ucap Guo Yun cepat.


"Siap Yang Mulia.."


ucap Jendral Lim cepat


Selesai berkata, Guo Yun sudah menghilang dari sana.


Dia sudah muncul diantara pasukan panah yang berada diatas tembok kota.


Mereka semua terlihat sedang sibuk menembakkan anak panah, kearah pasukan pemberontak, yang sedang berusaha, menggunakan tangga untuk naik keatas tembok.


"Wahai rakyat ku yang baik, jangan tertipu oleh aliran sesat dari Qin..!"


"Lihatlah baik baik, aku lah putra penguasa semesta, bahkan naga selatan pun ikut datang membantu ku..!"


"Dewa petir juga akan menyambar siapa pun, yang berani melawan ku..!"


"Matahari di tangan kanan ku, rembulan di tangan kiri ku, kekuatan pencipta semesta bersama ku..!"


Teriak Guo Yun dari puncak menara dengan suara yang menggetarkan seluruh area tersebut.


Seperti suara petir yang menggelegar datang dari langit.


Suara Guo Yun ini mengandung kekuatan magis yang bisa mengendalikan pikiran para pemberontak itu.


Para pemberontak seketika menghentikan serangan mereka dengan kaget.


Mereka mengikuti arah pandang Guo Yun, yang sedang menatap kearah selatan, di mana dari arah tersebut, kini terlihat seekor Naga merah bergerak meliuk liuk di udara.


Bergerak dengan cepat menuju gerbang selatan, kemudian menghilang kedalam benteng kota bagian selatan.


Naga itu cuma tipuan ilusi sihir dari Guo Yun, untuk memanipulasi pikiran dan kepercayaan rakyat yang mudah percaya.


Kini di manfaatkan oleh pemuka aliran kepercayaan dari Qin untuk melakukan pemberontakan.


Di saat mereka sedang ragu, terlihat awan bergulung gulung datang memenuhi langit.


Petir sambar menyambar di udara, selah olah ingin meledakkan langit.


Hal ini juga ilusi yang di tebarkan oleh Guo Yun.


Hanya bulan dan matahari, yang muncul di tapak tangan Guo Yun yang asli, murni tercipta dari kekuatan nya.


Pasukan pemberontak terlihat mulai semakin banyak yang ragu, dengan pemuka aliran agama mereka.


Melihat keadaan gawat ini, para pemuka agama itu, mulai terlihat sibuk kesana kemari berkoar koar, berusaha meyakinkan para pemberontak agar bergerak melanjutkan menyerang.


Tapi usaha mereka terlihat agak sia sia, karena umat mereka sebagian besar terlihat terpengaruh oleh sihir ilusi Guo Yun.


Di saat para pemuka agama itu sedang sibuk sendiri, posisi mereka jadi terlihat jelas oleh Guo Yun.


Guo Yun langsung melesat kearah mereka dari atas tembok kota sambil berteriak dengan suara menggelegar..


"Mengikuti ku akan bertahan, melawan ku akan musnah...!"


Setelah melepaskan suara mengelegar, Guo Yun mulai melesat kesana kemari menyerang para pemuka agama hingga ada yang tewas menjadi abu, ada yang tewas menjadi serpihan es.


Melihat keadaan ini, sebagian besar pemberontak, langsung memilih untuk menyerah, dengan melempar senjata mereka keatas tanah, dan berlutut di sana.


Guo Yun sambil menyerang melepaskan tanda kembang api ke udara


Begitu melihat kode dari Guo Yun, Jendral Lim segera memimpin 50.000 pasukan nya, yang terdiri dari kelompok kelompok kecil, bergerak keluar dari dalam pintu gerbang selatan .


Mereka langsung bergerak menyerang pasukan pemberontak yang terlihat ragu dan bingung menentukan sikap, tapi senjata mereka belum di lepaskan.


Di saat bersamaan Li Ba, Sian Sian, Gongsun Li, dan Si Si, juga mulai memimpin pasukan mereka, bergerak menuruni bukit, datang bagaikan gelombang tsunami.


Pasukan pemberontak yang panik dan setengah hati bertempur nya.


Mereka yang masih memegang senjata, menjadi sasaran empuk pasukan harimau hitam, yang bertempur dalam formasi A.


Tiga pasukan Tameng, akan menahan serangan pasukan pemberontak.


Tiga pasukan Tombak, akan berusaha mendorong mereka mundur menjauh.


Dua pasukan penyerang jarak jauh akan melumpuhkan mereka yang berhasil di pukul mundur.


Sedangkan yang berhasil melewati serangan tombak, mendekati pasukan Tameng.


Mereka akan di dorong oleh pasukan tameng hingga terjatuh.


Di saat mereka terjatuh pasukan senjata golok, pedang, ataupun kapak akan menghujani mereka dengan senjata mereka tanpa ampun.


Dengan cara kerja sama ini, pasukan pemberontak yang berusaha melawan, hampir semuanya tewas sia sia.


Sisa pasukan pemberontak lainnya, yang ketakutan sebagian besar memilih untuk menyerah, dengan membuang senjata mereka keatas tanah.


Lalu mereka pada berjongkok dan berlutut di atas tanah dengan tangan di taruh di atas kepala mereka masing masing.


Mereka akhirnya pada memilih menyerah, menyusul teman teman mereka, yang sudah menyerah sebelum nya.


Saat pasukan besar Li Ba tiba keadaan sudah berhasil di tenangkan.


Di gerbang selatan para pemberontak sudah menyerah.


Pasukan Li Ba, hanya kebagian tugas menyita persenjataan mereka.


Lalu mengikat dan menahan mereka semua, di jadikan satu kelompok.


Menempati satu wilayah yang di jadikan sebagai tempat, untuk menahan mereka semua, sementara waktu ini


Semua pemuka agama yang di temukan di antar pemberontak yang menyerah.


Atas perintah Guo Yun, semuanya di bantai tanpa sisa, sebagai peringatan kepada para anggota aliran sesat yang tersisa.


Setelah gerbang selatan berhasil di tertibkan.


Guo Yun menoleh kearah salah satu prajurit di dekatnya.


"Kamu cepat pergi panggil Jendral Lim kemari."


"Siap Yang Mulia.."

__ADS_1


jawab prajurit itu cepat.


Dia langsung pergi untuk memanggil Jendral Lim, tak lama kemudian Jendral Lim pun tiba di hadapan Guo Yun, dengan menunggang kuda perangnya.


Jendral Lim terlihat ingin turun dari kudanya tunggangannya, untuk memberi hormat.


Tapi dia keburu melihat kode dari Guo Yun, yang memintanya tetap diatas punggung tunggangan nya.


"Siap Yang Mulia.."


jawab Jendral Lim cepat.


"Jendral Lim di sini sudah beres, menurut mu kita sebaiknya bergerak ke gerbang mana..?"


"Gerbang Timur Yang Mulia.."


jawab Jendral Lim cepat.


"Alasannya..?"


tanya Guo Yun kembali.


"Gerbang Timur dan Utara jumlah pemberontak nya, sama dengan di sini Kekuatan nya."


"Gerbang barat adalah pusat kekuatan pasukan pemberontak, jumlah mereka sangat besar berkonsentrasi di sana."


"Sedangkan gerbang Utara, karena harus melewati gerbang barat dulu, gerbang itu adalah gerbang, yang paling jauh dari jangkauan kita.."


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Siapa pimpinan gerbang timur..?"


"Gerbang timur di pimpin oleh jendral Guan.."


"Gerbang Utara Jendral Xing.."


"Jendral senior Zhang Ling Zhou, dibantu oleh jendral junior Fu ada di gerbang barat."


"Menurut informasi, pasukan serikat dagang dan pasukan gabungan dari Dan Yang, Xin Cheng, Shang Qiu, Cai dan Chen, mereka semua sedang bergerak menuju gerbang barat."


ucap Jendral Lim memberi penjelasan lengkap.


Guo Yun mengangguk puas, dan berkata,


"Baiklah kalau begitu kami berangkat ke gerbang timur sekarang, setelah itu baru ke gerbang Utara."


"Kamu tetap mengawasi di sini dengan 75.000 pasukan mu."


"Awasi para tahanan itu baik baik, jangan sampai mereka melarikan diri.."


"Berani melarikan diri habisi saja, jangan ragu.."


ucap Guo Yun berpesan.


"Siap laksanakan Yang Mulia,..!"


jawab Jendral Lim cepat.


Guo Yun langsung memacu kudanya masuk kedalam kota, langsung menuju gerbang timur.


Li Ba, Gongsun Li, Sian Sian, dan Si Si ikut menyusulnya.


Seluruh pasukan harimau hitam bala bantuan di bawah pimpinan Li Ba, langsung ikut menyusul kearah Guo Yun pergi.


Kecuali Jendral Lim, dia tetap memimpin 75.000 pasukannya mengawasi gerbang selatan dan tahanan, sesuai instruksi Guo Yun.


Guo Yun tidak butuh waktu lama telah tiba di gerbang timur, yang juga sedang sibuk menghadapi pasukan pemberontak .


"Di mana Jendral Guan berada,..? panggil dia temui saya di sini.."


ucap Guo Yun kepada salah satu komandan regu, yang memimpin penjagaan di balik pintu gerbang timur.


"Siap Yang Mulia.."


ucap komandan regu tersebut, dia buru buru pergi mencari Jendral Guan.


Jendral Guan sangat gembira, saat mendapat laporan raja mereka Guo Yun telah tiba.


Dia yakin sekarang bahaya Shou Chun akan segera berakhir dengan kedatangan raja mereka yang luar biasa tersebut.


Jendral Guan buru buru meninggalkan posnya, untuk pergi menghadap Guo Yun.


"Salam hormat hamba Yang Mulia.."


ucap Jendral Guan ingin berlutut.


Tapi melihat kode dari Guo Yun dia tidak jadi melakukan nya.


"Jendral Guan, berapa pasukan mu di sini..?"


tanya Guo Yun cepat.


"Tadinya 75.000, tapi karena situasi darurat di gerbang barat, dari gerbang timur dan Utara masing masing 25.000 pasukan ditarik untuk diperbantukan kesana."


ucap Jendral Guan memberi penjelasan.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Di bawah sini serahkan kepada kami."


ucap Guo Yun cepat.


"Terimakasih banyak Yang Mulia, hamba siap melaksanakan nya."


ucap Jendral Guan memberi hormat.


Dia segera pergi memimpin pasukan yang menjaga gerbang bawah naik keatas benteng gerbang timur.


Untuk meningkatkan serangan panah mereka, kearah pasukan pemberontak, yang sedang berusaha menembus benteng pertahanan gerbang timur.


Begitu Li Ba, Sian Sian, Gongsun Li dan Si Si tiba di sana.


Guo Yun langsung mengadakan rapat kecil membagi tugas.


Selesai mendelegasikan wewenang ke masing masing yang hadir.


Guo Yun dan Li Ba langsung terbang keatas tembok benteng kota.


Guo Yun dan Li Ba terlihat berdiri gagah diatas tembok benteng kota.


Mereka berdua terlindungi oleh cahaya Genta emas, yang di buat oleh Li Ba.


Tidak ada satupun anak panah pasukan pemberontak, yang mampu menghampiri mereka.


"Wahai kalian rakyat ku, dengarkan aku baik baik..!"


"Jangan dengarkan cerita bohong aliran sesat Qin, mereka telah menipu kalian.."


"Aku lah putra sejati pencipta semesta, lihat lah bahkan Naga Timur pun datang menyambut ku.."


ucap Guo Yun dengan suara mengelegar mengandung kekuatan magis.


Para pasukan pemberontak sangat kaget, saat mereka melihat dari arah timur, seekor Naga biru bergerak mendekati gerbang timur kota Shoucun.


Kemudian melesat menghilang di balik gerbang kota itu.


Para pasukan pemberontak mulai terlihat ragu, mereka mulai menghentikan serangan mereka.


Mereka berhenti menyerang, pasukan Jendral Guan juga menahan serangan anak panah mereka.


Di saat mereka mulai terlihat ragu, para pemuka agama mereka mulai sibuk bergerak, untuk mempengaruhi mereka.


Agar tetap melanjutkan serangan, jangan percaya dengan Guo Yun.


Di saat itu pula Guo Yun kembali berteriak,


"Bahkan dewa petir pun kini datang membantu ku.."


Langit tiba tiba terlihat gelap, awan hitam bergulung-gulung tiba di sana.


Petir terlihat sambar menyambar di udara, di saat bersamaan Li Ba membantu Guo Yun, menciptakan sambaran petir langit tingkat 9.


Langsung menyambar kearah pemuka agama yang sedang sibuk memberikan pengaruh mereka.


"Blaaaarrr..!"


Blaaaarrr..!"


Blaaaarrr..!"


Blaaaarrr..!"


terdengar ledakan sambaran petir di mana mana, para pemuka agama langsung tumbang dengan tubuh gosong.


Semua ini sudah Guo Yun atur, selain menggunakan sihir, Li Ba juga membantunya dengan pukulan geledek langit tingkat 9.


Hal ini untuk menguatkan pengaruh ucapan Guo Yun, yang berusaha mempengaruhi para pemberontak, agar mau berubah pikiran.


"Mengikuti ku hidup, menantang ku musnah..!"


"Matahari dan bulan akan membantu ku memberantas Angkara murka .!"


ucap Guo Yun dengan suara menggelegar.


Sambil berucap, Guo Yun sudah menghilang dari atas tembok kota.


Dia terlihat melesat kesana kemari menghabisi para pemuka agama dengan Je Ye Sen Cang.


Setiap pemuka agama yang tersambar oleh kekuatan Je Ye Sen Cang.


Ada yang hancur menjadi butiran es, ada yang hancur menjadi debu hitam.


Melihat hal ini pasukan pemberontak sebagian besar, sudah membuang senjata mereka.


Berjongkok dengan tangan diatas kepala, tidak lagi berani melakukan perlawanan.

__ADS_1


Begitu melihat kembang api di lepaskan ke udara.


Pintu gerbang timur perlahan-lahan terbuka.


Pasukan harimau hitam, yang membentuk kelompok kecil, di bawah pimpinan Gongsun Li, di bantu oleh Si Si dan Sian Sian.


Mereka langsung bergerak menyerang sisa pemberontak yang masih memegang senjata di tangan.


Dengan cara kerja formasi serang A, pasukan harimau hitam dengan mudah menghabisi perlawanan para pemberontak.


"Doorrrr..! Doorrrr..! Doorrrr..!"


"Doorrrr..! Doorrrr..! Doorrrr..!"


"Doorrrr..! Doorrrr..! Doorrrr..!"


Suara letusan senjata rahasia pasukan wanita Si Si yang memekakkan telinga.


Membuat nyali pasukan pemberontak semakin hancur.


Karena setiap kali terdengar suara letusan.


Pasti ada rekan mereka, yang roboh tidak bisa bangun kembali.


Perlahan lahan pasukan pemberontak yang tersisa, akhirnya memilih menyerah, menyusul rekan mereka sebelum nya.


Setelah mengamankan gerbang timur, sisa pekerjaan penahanan pasukan pemberontak, di serahkan ke jendral Guan untuk di awasi.


Guo Yun dan rombongannya pun beralih ke gerbang Utara, di sana tanpa banyak kendala.


Seperti gerbang lainnya, Guo Yun dan rombongannya kembali berhasil mengamankan situasi di sana.


Saat Guo Yun dan rombongannya tiba di gerbang barat, Guo Yun melihat kesibukan ekstra terjadi di gerbang ini.


Karena jumlah pasukan pemberontak, yang menyerang gerbang barat ini, hampir 4 kali lipat dari jumlah pasukan di tiga gerbang lainnya.


Di gerbang ini Guo Yun berpikir triknya menggunakan kekuatan sihir belum tentu berhasil.


Karena jumlah manusia yang berkonsentrasi di sini luar biasa banyaknya..


Bila ada sebagian tidak terpengaruh oleh sihirnya, dia akan terlihat konyol.


Untuk itu Guo Yun memutuskan tidak akan menggunakan trik sihirnya di sini.


Guo Yun yang berada di antara jendral jendral dan pembantu setia nya.


Dia terus mengamati dari atas menara pengawas, pergerakan lautan manusia di bawah sana yang tidak takut mati.


Karena mereka di janjikan oleh para pemuka agama, bila mereka mati mereka akan langsung masuk surga, karena mereka saat ini sedang berjuang untuk putra Langit Ying Zheng, mempersatukan dunia.


Guo Yun diam diam sangat kagum dengan strategi ini.


Beberapa saat berpikir, dia baru berkata,


"Buka gerbang, kita akan pukul mundur mereka dengan formasi serang A.."


"Setelah mendapat ruang, segera bentuk formasi Pat Kwa, untuk menghancurkan musuh yang berjumlah jauh lebih banyak."


ucap Guo Yun memberi perintah.


Setelah itu dia dan Li Ba langsung melayang turun ke depan pintu gerbang kota


Li Ba terus melepaskan pukulan tinju petir langit tingkat 9 nya, yang terus meledak kan apapun yang di lewati nya.


Sedangkan Guo Yun sudah mengeluarkan sepasang pedang Han Kuang Cien dan Hung Sie Cien.


Melakukan Tebasan sinar merah biru secara berulang-ulang, kearah para pemberontak, yang berada di depan pintu gerbang.


Setiap rombongan pemberontak yang di lewati oleh sinar biru, akan langsung membeku, sebelum pecah hancur berkeping keping.


Sedangkan rombongan pemberontak yang di lewati oleh cahaya merah, mereka langsung hangus menjadi abu.


Sambil menyerang Guo Yun berteriak,


"Wahai rakyat ku, kalian telah di tipu mentah mentah untuk mati..!"


"Jangan lah kalian mau di tipu oleh pemuka agama aliran sesat kalian itu..!"


"Kalian hanya akan mati konyol..!"


ucap Guo Yun dengan suaranya yang mengelegar, hingga terdengar oleh semua pasukan pemberontak itu.


Di sini meski suara Guo Yun sangat keras, berhasil mengagetkan para pemberontak.


Tapi hal itu hanya bersifat sementara, tidak cukup kuat, untuk mempengaruhi mereka, agar mau menyerah, dan menghentikan serangan mereka.


Guo Yun dan Li Ba setelah berhasil membuka rongga di depan pintu gerbang dengan paksa.


Mereka terus memukul mundur para pasukan pemberontak menjauh dari gerbang pintu barat.


Setelah pasukan pemberontak berhasil di pukul mundur oleh Guo Yun dan Li Ba.


Pintu gerbang pun akhirnya di buka, pasukan harimau hitam dalam formasi A, mulai bergerak cepat keluar dari dalam gerbang.


Mereka langsung merobohkan siapa pun, yang coba menghalangi pergerakan mereka.


Untuk menciptakan ruang, yang semakin lama semakin besar, di depan halaman pintu gerbang kota



Begitu ruang tercipta pasukan Guo Yun mulai beralih membubarkan diri dari formasi A.


Mereka mulai membentuk formasi barisan berbentuk Pat Kwa.


Pasukan Guo membentuk 3 lapis barisan dengan 8 persegi, semua diatur sama persis dengan bentuk formasi 8 diagram.


Setiap segi ada pintu pintu sekat sekat kecil seperti pintu labirin sesat, bisa masuk jangan harap bisa keluar.


Bila tidak paham benar dengan teori 5 perubahan dari formasi Pat Kwa.


Setelah formasi Pat Kwa terbentuk, pasukan harimau hitam mulai bergerak berputar sesuai arah jarum jam.


Pasukan pemberontak yang di pimpin oleh masing masing pemuka agama mereka.


Mulai kembali bergerak menyerang formasi Pat Kwa barisan pasukan Harimau Hitam.


Melihat banyak pintu dan ruang terbuka yang bisa di gunakan untuk menembus sampai ke pintu gerbang barat kota Shoucun yang terbuka lebar tanpa penjagaan.


Para pemuka agama itu dengan gembira, mulai memimpin pasukan mereka masing masing.


Bergerak memasuki pusat formasi, mencoba menembus formasi yang menghadang di depan mereka.


Mereka meremehkan formasi yang terlihat banyak lubang dan celah itu.


Tapi kenyataannya begitu mereka masuk, pintu yang terbuka langsung tertutup oleh barisan pasukan harimau hitam.


Pasukan pemberontak di serang dari depan belakang kiri dan kanan.


Mereka seperti di serang dari 4 penjuru, Lalu mereka di buat terpisah pisah dalam kelompok kecil.


Mereka terus di paksa memasuki bagian tengah barisan, di mana di titik tengah formasi Pat Kwa, mereka akan bertemu dengan Guo Yun dan Li Ba di depan.


Di belakang mereka, mereka akan di serang oleh pasukan harimau hitam yang terus bergerak berputar putar sesuai arah jarum jam.


Guo Yun dan Li Ba menjaga dua titik pusat, sedangkan Gongsun Li, Si Si dan Sian Sian mereka masing masing menjaga barisan satu dua dan tiga.


Setiap pasukan pemberontak yang masuk kedalam pusat formasi, bisa masuk tidak akan pernah bisa keluar.


Mereka akan terpecah pecah menjadi kelompok kecil yang tersebar di berbagai penjuru.


Selalu di serang dari 4 penjuru terus berputar putar di dalam laburan formasi.


Tanpa pernah bisa keluar lagi.


Pintu keluar sangat banyak pilihan, tapi selalu buka tutup.


Mereka juga selalu di hadang dan di desak untuk kembali mundur kembali ke posisi semula.


Perlahan-lahan pasukan pemberontak habis di bantai oleh pasukan harimau hitam, yang tidak berhenti bergerak, dan bertukar tempat.


Para pemuka agama yang melihat pasukan mereka terus di bantai, semakin lama semakin habis.


Mereka mulai mencoba untuk mundur keluar dari pusat formasi, tidak jadi melanjutkan niat mereka untuk menembus formasi.


Menghancurkan formasi, demi mencapai gerbang barat kota Shoucun yang terbuka lebar menyambut mereka.


Mereka kini tahu bahaya, tidak berani melanjutkan niat mereka, yang terpikir kini adalah memimpin pasukan mereka mundur mencari selamat.


Tapi harapan mereka pupus, karena meski setiap melihat ada pintu formasi terbuka, mereka masuk, tapi begitu mereka masuk, jalan yang tadinya terbuka jadi tertutup.


Mereka kembali terjebak, mencari pintu jalan lain mereka selalu mengalami nasib sama


Bahkan tidak jarang mereka di paksa mundur kembali ke bagian tengah formasi Pat Kwa.


Pasukan pemberontak makin lama makin frustasi, jumlah mereka juga terus berkurang secara signifikan.


Semakin lama semakin sedikit jumlahnya.


Mereka hanya menjadi bulan bulanan pasukan harimau hitam, yang terus mengepung dan membantai mereka dalam formasi Pat Kwa, yang rumit dan sulit ditebak pergerakan nya.


Pasukan pemberontak yang tadinya berjumlah hampir seimbang, kini perlahan lahan mereka mulai kalah jumlah.


Sisa pasukan pemberontak, yang melihat ada hal tidak benar, di mana mereka tidak mungkin lagi bertahan.


Mereka akhirnya memilih menyerah, dengan melemparkan persenjataan mereka keatas tanah.


Sisa pasukan pemberontak di luar formasi, tidak berani lagi memasuki barisan pertahanan Guo Yun, para pemuka agama langsung menarik mundur sisa pasukan pemberontak yang masih di luar formasi.


Mereka bertahan sambil bergerak mundur menjauh, membentuk pertahanan menunggu datangnya bala bantuan, yang sudah di janjikan oleh Fan Sui.


Setelah berhasil memukul mundur pasukan pemberontak, dan berhasil menahan cukup banyak pasukan pemberontak, yang menyerahkan diri.


Guo Yun segera minta di buatkan mimbar setinggi 3 meter untuknya.


Kemudian semua pemberontak yang menjadi tahanan mereka.

__ADS_1


Dari 4 penjuru gerbang kota Shoucun, semua di kumpulkan jadi satu di tempat tersebut.


__ADS_2