
"Ap..apa mau ?"
tanya Guo Yun gugup.
Putri bawel itu, mengedikkan kepalanya.
Dengan gaya sebagai pemenang dia berkata,
"Berlutut dan meminta maaf lah.."
"Aku baru akan mempertimbangkannya, memaafkan mu atau tidak.."
ucap putri bawel itu dengan gayanya yang jumawa.
"Ja.. jangan berharap, aku tidak Sudi.."
ucap Guo Yun gugup.
Gadis itu berdiri begitu dekat, hingga nafasnya yang hangat pun terasa saat dia bernafas.
Wangi tubuhnya sangat menggoda, saat berbicara bibirnya juga terlihat begitu sexy menggoda.
Sangat menggemaskan mengundang pikiran liar dan hawa aneh nya mulai bergolak memenuhi tubuh dan hendak menguasai pikirannya.
Di tambah dengan sepasang bukitnya yang membusung indah, hampir mepet menempel ke dada nya.
Dengan bagian pinggul yang bulat seperti gitar, semakin membuat Guo Yun semakin gagal fokus.
Gadis itu akhirnya menyadari juga tatapan mata liar Guo Yun, yang berlindung di balik topeng nya.
Dia secara reflek mundur setindak, menggunakan kedua tangannya, untuk menutupi bagian dadanya dan berkata,
"Apa yang kamu lihat bajingan cabul..!?"
Guo Yun yang terkena semprot menelan ludahnya sendiri, untuk mengurangi debar jantung nya yang semakin tidak karuan.
Secara otomatis jakunnya yang menonjol terlihat naik turun.
Putri bawel itu kembali mundur setindak dengan wajah ragu dia berkata,
"Apa yang kamu kehendaki bajingan..!?"
"Bukan urusan mu, cepatlah pergi selagi sempat..!"
"jangan mengusik ku .!"
bentak Guo Yun berusaha menahan diri, sambil memejamkan matanya.
Agar tidak melihat putri bawel yang sangat menggoda nya itu.
"Jangan berani membentak ku..!"
"Ku ingatkan pada mu, aku tidak akan takut pada mu..!"
ucap Putri bawel itu kembali mendekat, menggunakan jari telunjuknya yang runcing halus putih kemerahan.
Menunjuk hingga hampir menempel ke ujung hidung Guo Yun yang terlindung topeng emas.
Wangi jarinya juga bentuk tangan dan jari nya yang begitu menggemaskan.
Jarak mereka yang begitu dekat, Guo Yun sekali ini sudah tidak bisa menahan diri lagi.
__ADS_1
Tap..!"
"Tap..!"
Tangan gadis itu di tangkap oleh Guo Yun, pinggang nya yang langsing juga di tarik oleh Guo Yun dengan kuat.
Hingga tubuh mereka saling menempel.
Putri bawel sangat kaget hingga hanya bisa menjerit.
"Heiiii..!"
Tapi saat perut merasa ada benda besar keras menempel hangat di sana.
Insting wanitanya langsung bekerja, sepasang matanya terbelalak ketakutan, wajahnya langsung merah padam.
"Lepaskan aku bajingan..!"
Teriak Putri bawel itu marah sambil berusaha meronta melepaskan diri.
Secara otomatis dengkul nya bergerak menyikut kearah bagian bawah pusar Guo Yun.
"Dukkkk..!"
Tapi gadis itu terkejut, sikutan dengkulnya tidak berbuah hasil, malah menempel memalukan di area terlarang tersebut.
Sehingga dari jauh dari arah belakang, malah terlihat dia dan Guo Yun seperti sedang melakukan sesuatu.
Dengan wajah merah padam semakin malu, putri bawel itu berusaha meronta melepaskan diri.
Sehingga dari belakang justru terlihat dia sedang menggoyang goyangkan pinggulnya dengan gaya lucu.
"Lepaskan aku bajingan...!"
"Dasar tidak tahu malu, ! aku akan mengadu nyawa dengan mu..bajing...!"
"Mmmphh...!"
Bibir putri bawel itu sudah di tutup oleh bibir Guo Yun dengan penuh nafsu.
Putri bawel hanya bisa mendelik kaget ketakutan, tidak mampu melakukan sesuatu.
Matanya semakin terbelalak lebar, saat ujung lidah Guo Yun secara paksa menembus masuk untuk menyapu bibir di dalam nya.
Tapi Putri bawel masih terus bertahan dengan mengatupkan giginya rapat rapat, sambil berusaha menggelengkan kepalanya dengan lemah.
Mencoba untuk melepaskan diri, tapi saat tangan Guo Yun yang di pinggang nya, berpindah meremas pinggulnya.
Pertahanan nya pun buyar, dia secara otomatis menjerit kaget, mulutnya otomatis terbuka membentuk hirup O.
Sepasang mata nya semakin terbelalak, saat Guo Yun dengan luar menyapukan lidahnya kedalam seluruh rongga mulutnya yang terbuka.
Perlahan lahan rontaan putri bawel pun melemah, sepasang matanya yang terbuka lebar tadi kini menutup.
Dia terkulai lemah dalam rangkulan Guo Yun yang bernafsu.
Dari sudut matanya mengalir dua butir air bening, sedu sedan mulai terdengar dari rongga mulutnya yang terbuka.
Suara sedu sedan halus ini, seolah olah merupakan alarm, yang menyadarkan pikiran Guo Yun.
Dengan kaget, Guo Yun buru buru mendorong mundur tubuh Putri bawel itu menjauhinya.
__ADS_1
"Maafkan aku..aku bukan sengaja.."
"Sekali lagi maaf.."
ucap Guo Yun penuh penyesalan.
Lalu dia melompat meninggalkan tempat itu, Guo Yun dalam sekejap mata sudah menghilang dari tempat itu.
Kini di sana hanya tersisa si putri bawel yang berdiri bengong di sana, sambil bercucuran air mata.
Tidak tahu harus bersikap apa, dan mau menyalahkan ke siapa atas semua yang terjadi.
Karena tersangka yang melecehkan nya itu, sudah pergi menghilang dari sana.
Setelah beberapa saat berdiri bengong di sana, putri bawel akhirnya menutupi mukanya dengan kedua tangannya.
Lalu dia berlari sambil menangis meninggalkan tempat tersebut.
Guo Yun sendiri terus berlari melesat menghilang dari kota Chang Ping Kuan.
Dia terus berlari cepat seperti orang kesetanan tanpa arah dan tujuan.
Tanpa di sadari Guo Yun terus mendaki dan mendaki sebuah gunung yang menjulang tinggi.
Guo Yun menemukan sebuah gua di puncak gunung itu, dia berlari masuk kedalam gua gelap tersebut.
Lalu Guo Yun mengeluarkan rantai besarnya, mengikat tubuhnya sendiri dengan kuat.
Lalu dia duduk bersila memejamkan matanya, berusaha menahan gelora nafsunya yang tak terkendali, bergerak liar di dalam tubuhnya.
Guo Yun terus menggunakan Thian Ti Sen Kung Sim Fa, untuk mengendalikan hawa liar di dalam tubuhnya.
Seluruh tubuh Guo Yun terlihat basah, mandi peluhnya sendiri.
Dia terlihat sangat tersiksa ekspresi wajahnya berubah ubah.
Setelah beberapa jam berlalu akhirnya keadaan Guo Yun mulai kembali tenang.
Dengan langkah gontai dia melangkah keluar dari dalam gua tersebut.
Tapi baru saja keluar dari dalam gua, Guo Yun justru menemukan bulan di langit bersinar terang, menerangi halaman depan gua.
Guo Yun buru buru masuk kembali kedalam gua dan segera merantai dirinya dengan lebih erat lagi.
Tak lama kemudian seluruh puncak gunung itu, hampir sepanjang malam terus terdengar suara jeritan yang menggetarkan seluruh puncak gunung itu.
Semua mahluk di sekitar puncak itu berhamburan, ketakutan meninggalkan tempat itu.
Baru keesokan paginya, saat matahari mulai terbit, burung burung mulai berkicau.
Di mana Embun yang menempel di dedaunan, mulai menetes jatuh keatas tanah.
Keadaan berubah menjadi sangat hening dan tenang.
Tidak lama kemudian dari dalam gua berjalan keluar seorang pemuda yang mengenakan topeng emas.
Melesat bagaikan bayangan hantu, meninggalkan tempat tersebut.
Guo Yun mengikuti pendengarannya yang tajam menuruni puncak gunung menuju sebuah kawasan air terjun yang berair jernih dan dingin.
Di sana Guo Yun mandi dan berendam dalam kolam yang dingin untuk menstabilkan energi baru dahsyat yang baru dia peroleh semalam.
__ADS_1