LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SARAPAN BERSAMA


__ADS_3

"Ihh itu sadis sekali, bukankan itu sama saja ayah menyuruh para wanita pergi mati keracunan.."


"Itu sangat tidak berperikemanusiaan ayah, mana boleh seperti itu.."


ucap Min Min tidak setuju dan tidak puas.


Lu Bu Wei tersenyum pahit dan berkata,


"Itu adalah cara yang bukan cara.."


"Sudahlah, lagipula dia juga tidak bakalan mau melakukan hal itu.."


ucap Lu Bu Wei sambil menepuk punggung tangan putrinya dengan lembut dan berkata,


"Sudah malam, kamu harus cepat istirahat, besok pagi pagi sebaiknya kamu kembali ke Sian Yang saja."


"Tempat ini sangat tidak cocok dengan mu.."


"Lagipula sebentar lagi ayah , juga akan sibuk menyerang negara Wei.."


ucap Lu Bu Wei lembut.


"Baiklah, ayah juga cepat pergi beristirahat.."


"Jaga kesehatan ayah baik baik, ayah tak perlu khawatir besok pagi Min Min akan langsung pulang ke Xian Yang."


ucap Min Min Patuh.


Min Min sudah punya rencana sendiri, hanya saja dia tidak ingin memberitahu ayahnya.


Gadis nakal keras kepala dan banyak akal nya itu sengaja bersikap penurut agar ayahnya tidak curiga.


Lu Bu Wei mengangguk gembira, lalu dia pun meninggalkan kamar putrinya.


Kembali lagi keruang kerjanya, untuk memikirkan cara menahlukkan kerajaan Wei sebagai langkah selanjutnya.


Guo Yun setelah berendam semalaman di air terjun, pagi pagi dia sudah kembali ke markas militernya.


Baru saja Guo Yun ingin memasuki barak nya, pengawalnya pun memberikan laporan.


"Jendral tadi ada utusan dari perdana menteri, utusan itu menyampaikan, perdana menteri meminta jendral segera menghadap ke kediamannya."


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Baik, aku akan segera kesana.. terimakasih.."


"Sama sama Jendral,.."


jawab pengawal itu cepat.


Guo Yun memutar balik, tidak jadi masuk kedalam kemahnya, dia langsung pergi meninggalkan markas militer langsung menuju kediaman perdana menteri.


Saat Guo Yun tiba di ruang kerja Lu Bu Wei, Lu Bu Wei langsung menyambutnya dengan gembira dan berkata,


"Yun er kamu sudah datang,..sudah sarapan..?"


"Bila belum bagaimana bila kita sarapan pagi bersama..?"


Guo Yun mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Kebetulan Yun er juga sedang lapar, terimakasih paman.."


"Tak perlu sungkan,.."


ucap Lu Bu Wei cepat.


Lalu dia bertepuk tangan memanggil pelayan rumahnya.


Sesaat kemudian seorang pelayan terburu buru masuk kedalam ruangan tersebut.


"Ya tuan ada yang bisa saya bantu.."


tanya pelayan penuh hormat.


"Segera siapkan sarapan pagi di sini untuk kami.."


"Baik tuan.."


"Permisi.."


ucap pelayan itu membungkukkan badannya, lalu mundur meninggalkan ruangan tersebut.


Tapi baru saja pelayan itu pergi, terlihat Min Min datang bersama dua orang pelayan nya membawa berbagai macam makanan sarapan pagi.


"Pagi ayah.."


"Ayo kita sarapan sama sama.."


ucap Min Min berpura-pura tidak melihat keberadaan Guo Yun disana.


Lu Bu Wei yang terlihat canggung dan serba salah, dia segera berkata,


"Ehhh Min Min kenapa belum berangkat, ayah pikir kamu sudah.."


ucap Min Min santai, seolah olah Guo Yun yang berdiri disana hanya patung hiasan.


Guo Yun sendiri terlihat gelisah dan merasa seba salah.


Dia ingin minta maaf tapi di sana ada pamannya, sehingga nanti semua tindakan nya yang memalukan dan agak kelewat batas malah jadi ketahuan..


Tapi tidak meminta maaf dan mengaku dosa hati nuraninya tidak tenang, tidak bisa melewati hati nuraninya sendiri.


Sikap Guo Yun dan apa yang sedang di pikirkan oleh Guo Yun, Min Min tentu saja tahu dengan jelas.


Tapi dia pura pura tidak tahu, bahkan pura pura tidak melihat kehadiran nya di sana.


Min Min meminta pelayan nya menyajikan makanan sarapan di atas meja.


Setelah itu dia dengan cuek duduk di sana dan berkata,


"Ayo ayah kita sarapan sama sama.."


Guo Yun yang tidak di ajak oleh Min Min tentu saja tahu diri.


Dia berdiri diam di sana, serba salah.


Ingin pergi, tapi sepertinya pamannya ingin membahas sesuatu dengan nya.


Tetap tinggal, dia merasa malu karena dirinya adalah tamu tak diundang dan di harapkan oleh ayah dan anak yang akan sarapan bersama itu.

__ADS_1


Tentu banyak yang ingin di bahas oleh ayah anak itu, sebelum berpisah.


Hadir di sana dia hanya menjadi tiang listrik penerangan saja.


Lu Bu Wei dengan senyum canggung, berkata,


"Ya,..ya.."


Dia mengambil tempat duduk di hadapan Min Min, dengan sedikit tidak enak hati dia menoleh kearah Guo Yun dan berkata,


"Yun er jangan berdiri saja, ayo ikut bergabung sarapan bersama.."


"Kenalkan ini putri angkat paman, namanya Min Min, kalian sudah saling kenal bukan sebelumnya..?"


ucap Lu Bu Wei tersenyum canggung.


Guo Yun dengan agak terpaksa mengambil tempat duduk tepat di sebelah Min Min.


Meja itu tidak terlalu besar, sehingga dia tidak bisa menghindar harus duduk sedikit berdekatan dengan Min Min.


Wangi yang keluar dari tubuh Min Min tentu saja kembali membuatnya panas dingin dan sulit fokus.


Guo Yun bahkan tidak menjawab ucapan Lu Bu Wei, dia hanya menundukkan kepalanya dalam dalam.


Bila tidak di bantu dengan topeng nya, Guo Yun pasti akan terlihat sangat aneh wajahnya.


Lu Bu Wei mencoba menetralkan suasana dengan berkata,


"Ayo semua kita makan, Yun er jangan sungkan ayo kita makan.."


Guo Yun mengangguk kecil , Lalu dia mengambil mangkok bubur di hadapan nya, yang masih mengebutkan uap.panas.


Dengan sekali tegak habislah bubur panas itu.


Bila gal itu di lakukan oleh orang lain, niscaya lidah dan rongga mulutnya akan melepuh dan meleleh.


Untungnya Guo Yun berbeda, dia memiliki Jit Ye Sin Fa, sehingga dia bisa mengontrol hawa panas dan dingin sesuka hati.


Seluruh tubuhnya juga di lindungi oleh Thian Ti Sen Kung, jadi hal itu bukan masalah besar baginya.


Setelah menghabiskan semangkuk bubur putih tanpa lauk.


Guo Yun dengan sikap sungkan buru buru berkata,


"Aku sudah selesai paman, silahkan di teruskan, aku menunggu di luar saja.."


"Min er terimakasih atas buburnya, bila sebelumnya ada tindakan dan kata kata ku, yang kurang pantas, di sini aku minta maaf,. permisi.."


ucap Guo Yun cepat, sambil membungkukkan badannya.


Setelah itu tanpa menunggu jawaban, dia sudah keluar dari dalam ruangan tersebut.


Lu Bu Wei ingin mencegahnya, tapi akhirnya dia membatalkannya dan meneruskan sarapannya.


Min Min sendiri meski di luar terlihat bersikap dingin dingin saja.


Padahal sebenarnya, di dalam hati, dia sangat nyaman dengan ucapan Guo Yun barusan.


Terutama panggilan Min er itu, tidak tahu kenapa hati nya sangat nyaman

__ADS_1


Tiba tiba dia jadi teringat dengan mimpi anehnya itu, tanpa di sadari pipinya sedikit merona.


Bibirnya sedikit tersenyum, tapi dia buru buru menutupinya dengan mangkuk dan gerakan sumpit, sehingga tidak kentara.


__ADS_2