LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MIN MIN YANG CANTIK


__ADS_3

Tapi tidak tahu bagaimana caranya, gadis bodoh dan keras kepala itu bisa melepaskan diri.


Lalu memilih ikut terlibat menyusulnya.


Dengan penuh haru, Guo Yun membuat tubuhnya melayang seringan kapas.


Sehingga Min Min bisa menyusulnya.


Begitu mendekat Guo Yun langsung menyambar pinggang gadis itu memeluknya dengan erat, kedalam pelukannya.


"Min Min mengapa kamu..?"


ucap Guo Yun terharu, hingga kata katanya tercekat di tenggorokan nya.


Sulit dia selesaikan, meski ada banyak kata yang ingin dia ungkapkan.


Tapi akhirnya hanya sebuah ciuman panjang dan mesra yang bisa dia berikan kepada Min Min.


Min Min menyambutnya sambil tersenyum bahagia.


Kedua tangannya memegangi kepala belakang Guo Yun dengan erat.


Guo Yun merubah sedikit posisinya, dari rangkulan, menjadi posisi menggendong tubuh Min Min, yang kini melingkarkan tangannya di belakang leher Guo Yun, menggelayut manja di sana.


"Min Min mengapa kamu begitu bodoh.."


ucap Guo Yun pelan.


Sambil membiarkan tubuh mereka berdua terjun bebas ke bawah.


"Bukankah Yun ke ke lebih suka dengan gadis bodoh..?"


ucap Min Min balik bertanya sambil tersenyum.


Guo Yun menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, kemudian dia kembali memberikan sebuah ciuman lembut di bibir Min Min yang imut.


"Baiklah, bila itu pilihan mu.."


"Mati ataupun hidup kita akan selalu bersama."


ucap Guo Yun pelan.


Min Min mengangguk sambil tersenyum bahagia, dia menyandarkan kepalanya kedalam dada Guo Yun, dengan sepasang mata terpejam.


Guo Yun juga ikut memejamkan matanya, menyerahkan semuanya kepada takdir.


Guo Yun tidak tahu berapa lama, tubuh mereka meluncur ke bawah.


Dia hanya tahu kini tubuh mereka meluncur semakin cepat, ini hanya berarti mereka kini semakin mendekati dasar jurang.


Semakin mendekati dasar jurang gravitasi bumi semakin kuat menarik mereka ke bawah.


"Byuuur,..!"


Air muncrat tinggi saat menyambut tubuh Guo Yun dan Min Min.

__ADS_1


Mereka berdua ternyata mendarat di sebuah telaga yang berair sangat jernih.


Saking jernihnya, bagian dasar nya bisa terlihat dengan jelas.


Telaga berair jernih itu cukup dalam, sehingga berhasil meredam daya gravitasi yang membuat Guo Yun dan Min Min terhempas kuat kebawah.


Tubuh kedua nya, tenggelam hingga kedasar kolam, Guo Yun yang menyadari mereka berdua ternyata jatuh kedalam kolam.


Dengan penuh kesadaran, dia mencoba menendang dasar sungai agar tubuh mereka berdua bisa kembali naik keatas.


Min Min sendiri masih dalam pondongan Guo Yun, dia masih pingsan, belum sadarkan diri.


Saat kaki Guo Yun di gunakan menendang dasar kolam, air kolam yang jernih langsung terkontaminasi oleh darah yang keluar dari luka di paha Guo Yun.


Cedera ini Guo Yun dapatkan, saat terjadi benturan keras kakinya dengan permukaan air, karena daya tarik bumi.


Sehingga beban berat tubuh mereka berdua menjadi sangat berat saat berbenturan dengan air kolam.


Guo Yun yang sebelumnya sudah terluka dalam, tidak bisa mengerahkan tenaga sakti, melindungi kedua kakinya.


Alhasil sambungan tulang kakinya patah, patahannya menembus daging dan ototnya di bagian paha.


Ini adalah suatu cedera yang sangat parah, hingga bagian tersebut seperti mati rasa.


Baru setelah Guo Yun memaksa menggerakkannya, rasa sakit luar biasa' pun menyeruak keluar.


Untungnya air kolam yang sangat dingin membantu mengurangi rasa sakit dan pendarahan yang terjadi.


Guo Yun sebelumnya tidak menyadari, paha dan tulang lututnya terluka parah.


Dengan susah payah, Guo Yun menggunakan sebelah tangan tetap merangkul Min Min.


Sebelah tangan lagi untuk berenang agar tubuh mereka berdua bisa muncul keatas permukaan.


"Byuuur...!"


Akhirnya Guo Yun dan Min Min berhasil muncul ke permukaan air.


Melihat Min Min belum juga sadarkan diri, Guo Yun sambil menahan rasa nyeri di kedua kakinya.


Dia berusaha mencapai pinggiran telaga.


Setelah melalui perjuangan berat hingga nafas hampir putus, Guo Yun akhirnya berhasil membawa tubuh mereka berdua mencapai pinggiran telaga.


Saat berhasil mencapai pinggiran telaga dan tergeletak di sana, Guo Yun pun ikut pingsan tidak sadarkan diri karena terlalu lelah.


Saat Guo Yun terbangun, dia menemukan dirinya, kini berada dalam pondongan Min Min .


Di mana Min Min terlihat dengan langkah terhuyung-huyung dan terbungkuk bungkuk.


Sedang menggendong dirinya di punggung, terus melangkah selangkah demi selangkah di bawah guyuran hujan badai yang sangat lebat.


Berusaha mencapai mulut gua , agar bisa berlindung dari hujan badai tersebut di dalam gua.


Guo Yun selain merasa sangat terharu, tidak ada yang bisa dia lakukan untuk membantu Min Min.

__ADS_1


Karena luka kedua kakinya sangat parah, tidak mungkin bisa di gunakan untuk berjalan.


"Yun ke ke, kamu sudah sadar, baguslah jangan khawatir.."


"Aku pasti akan menyembuhkan kaki mu.."


"Kita bisa selamat, itu sudah merupakan hadiah dari yang diatas.."


ucap Min Min dengan nafas tersengal sengal.


"Terimakasih sayang.."


ucap Guo Yun penuh haru.


Min Min tanpa putus asa terus melangkah, beberapa kali dia terpeleset dan hampir roboh tertimpa tubuh Guo Yun yang berat.


Tapi gadis itu sangit gigih dan pantang menyerah, dia terus melangkah sedikit demi sedikit, sambil mengigit bibir bawahnya sendiri hingga terluka dan berdarah.


Berkat kegigihan Min Min akhirnya dia berhasil membawa mereka berdua masuk kedalam gua, dan membantu Guo Yun duduk bersandar di sebuah batu besar.


Min Min sendiri setelah berhasil membantu Guo Yun untuk duduk dengan baik.


Dia langsung terguling, tergeletak di samping Guo Yun dengan nafas Senin Kemis.


Hujan badai masih terus berlangsung di luar sana.


Guo Yun dan Min Min yang lelah lahir batin, akhirnya tertidur pulas di dalam gua tersebut.


Hingga hujan berhenti tinggal rintik rintik air yang jatuh keatas tanah.


Di mana suara burung berkicau dengan keras di luar gua sana.


Guo Yun akhir nya terbangun duluan.


Melihat Min Min masih tidur meringkuk berbantalkan lengannya.


Guo Yun menatap wajah yang sangat cantik penuh haru.


Dengan hati hati Guo Yun merapikan anak rambut yang sebagian jatuh menempel di wajah Min Min yang cantik.


Setelah selesai Guo Yun tersenyum puas menatap wajah kekasihnya yang masih tertidur pulas.


Melihat Min Min meringkuk kedinginan, Guo Yun mengumpulkan ranting kayu kering di dekatnya.


Di tumpuk tumpuk, lalu dia mengeluarkan pemantik api kuno dari dalam cincinnya.


Untuk menyalakan api, membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka berdua.


Saat tertimpa sinar api unggun yang mengeluarkan cahaya keemasan.


Wajah Min Min terlihat semakin cantik dan menggemaskan, Guo Yun sampai beberapa kali harus menelan ludahnya sendiri.


Untuk menahan gelora nafsunya sendiri.


Untung nya kedua kaki Guo Yun cedera parah, jadi dia tidak bisa leluasa berbuat macam macam, meski sangat menginginkannya.

__ADS_1


__ADS_2