
Melihat mereka semua berhamburan meninggalkan kamarnya.
Guo Yun pun tersenyum puas, melihat tingkah para gadis muda itu.
Di satu sisi ada rasa kasihan, di sisi lain Guo Yun sadar benar.
Bila mereka terus berdekatan dengannya, hanya akan mencelakai diri mereka sendiri.
Tidak akan membawa manfaat apapun bagi mereka, bila berdekatan dengan dirinya.
Daripada nanti mencelakai mereka, dia lebih baik mengambil sikap tegas.
Meski terlihat kasar dan kejam, tapi itu semua demi kebaikan mereka.
Guo Yun menghabiskan waktunya dengan berlatih Thian Ti Sen Kung, dia selalu Berusaha merampungkan ilmu itu, setiap dirinya ada waktu dan kesempatan.
Teringat dengan lawannya Chan Kiev, Guo Yun terus mengingatkan dirinya, untuk terus berlatih tanpa henti.
Agar di pertemuan berikutnya, Guo Yun bisa menghadapinya dengan jauh lebih baik.
"Tok,..! Tok,..! Tok..!"
"Tuan muda Yun,..!"
"Tuan...!"
"Ini Kim Bwee,..boleh aku masuk tuan muda..!?"
panggil Suara lembut Kim Bwee dari luar ruangan.
Guo Yun membuka matanya, menghentikan latihannya dan berkata,
"Masuklah nona Kim,..pintu tidak di kunci..!"
Kim Bwee mendorong pintu, membiarkan pintunya terbuka lebar.
Lalu dengan langkah gemulai dan senyum memikatnya, dia berjalan menghampiri Guo Yun.
Begitu masuk aroma tubuh Kim Bwee, yang sangat wangi dan memabukkan, mengundang daya khayal BI rahi langsung memenuhi seluruh ruangan.
Guo Yun tertegun menatap Kim Bwee, yang mengenakan pakaian ringkas ketat, menonjolkan lekuk lengkung tubuhnya yang sempurna.
Mana yang semestinya besar terlihat besar dan menggoda orang untuk meremasnya.
Sedangkan bagian mana yang harus mengecil, dengan sendirinya mengecil, dengan sangat sempurna, sangat proporsional untuk di lihat.
Baju atasan yang dikenakan sedikit pendek, sehingga perutnya yang putih rata dan mulus, dengan lubang pusar, yang indah terlihat sangat menggoda, terlihat dengan jelas.
__ADS_1
"Tuan muda Yun lihat apa, Bwee Bwee jadi malu.."
"Ini tuan besar sengaja suruh Bwee Bwee nari buat memeriahkan pesta nanti .."
"Makanya Bwee Bwee berpakaian seperti ini, maaf jadi malu maluin membuat tuan muda menertawai Bwee Bwee.."
ucap Kim Bwee dengan sikap manja sambil menarik tangan Guo Yun.
Guo Yun bangkit berdiri sambil menelan ludahnya sendiri, saat Bwee Bwee mengandeng tangannya.
Di mana dia engaja menempelkan bagian samping bukitnya yang kenyal hangat dan besar, ke lengan Guo Yun.
"Ayo tuan muda, jangan bengong aja, tuan besar dan lainnya sudah menunggu di ruangan tengah.."
"Bwee Bwee tadi di suruh kemari jemput tuan muda.."
ucap Kim Bwee dengan manja, dan mengerucutkan bibirnya, yang merah sensual.
Guo Yun hampir saja menerkam dan menyeretnya keatas ranjang, melampiaskan hasratnya yang hampir meledak.
Untungnya, sisa kesadarannya terus mengingatkan dan mencegahnya, untuk berbuat kelewat batas.
Dengan tubuh panas dingin, Guo Yun hanya bisa Mandah seperti kerbau di cocok hidungnya.
Mengikuti kemanapun Kim Bwee menyeretnya, kalau saja ingatan Guo Yun pulih.
Dia pasti tidak akan segan segan menghadiahi gadis ular, yang telah membunuh guru sekaligus ayah angkatnya Fan Li, dengan satu tapak, yang akan membuyarkan isi kepalanya.
Pesta berjalan dengan meriah, setelah Guo Yun duduk, para penari undangan pun memasuki ruangan.
Mereka langsung menunjukkan kemampuan menari mereka, dengan liukan tubuh mereka yang lemah gemulai.
Guo Yun duduk di temani oleh Kim Bwee, yang dengan penuh perhatian melayani makan minum Guo Yun.
Tak jarang dengan mesra dan sikap penuh godaan, Kim Bwee mengambil inisiatif menyuapi Guo Yun.
Sambil terus mengisi cawan arak di depan Guo Yun, mengajaknya bersulang.
Tarian para gadis penari sebagai tarian pembuka, ditambah dengan arak yang di minumnya, Guo Yun mulai lepas kontrol.
Dia mulai berani menatap para gadis penari itu, dengan tatapan mata seolah olah ingin menelan mereka semua hidup hidup.
Kim Bwee yang melihat hal itu, dia pun mulai ikut terjun menari, diantara para gadis penari itu.
Dia menari dengan lebih gemulai dan e ro tis, sehingga terlihat jauh paling menonjol dan menggoda, di bandingkan dengan keenam gadis penari lain, yang mengiringinya.
Guo Yun semakin tidak bisa menahan diri, melihat gerakan gerakan Kim Bwee, yang sengaja di lakukan di hadapannya.
__ADS_1
Tanpa menghiraukan semua yang hadir di sana, Guo Yun langsung melesat ketengah ruangan, di mana para gadis itu sedang menari.
Guo Yun langsung meringkus Kim Bwee, tanpa menghiraukan jeritan kaget dan histeris para gadis penari, yang menjadi pengiring tarian Kim Bwee.
Guo Yun langsung menggendongnya dengan langkah terhuyung-huyung karena mabuk.
bergerak meninggalkan ruangan tersebut tanpa pamit.
Lu Bu Wei sambil tersenyum lebar, memberi tanda kepada gadis penari itu, untuk ikut menyusul Guo Yun.
Dia ingin memastikan Guo Yun terlayani dengan baik.
Lu Bu Wei yakin dengan kemampuan Guo Yun.
Kim Bwee seorang diri, meski sangat handal, tetap tidak akan sanggup melayani Guo Yun sendirian.
Setelah Guo Yun dan para gadis itu pergi, Lu Bu Wei pun meninggalkan ruangan tersebut.
Dia dengan langkah sedikit mabuk, langsung menuju jalan rahasia, yang bisa membawanya ke kamar ibunya Ying Zheng.
Ibu Suri Zhao Ji jandanya Raja ZhuangXiang almarhum.
Lu Bu Wei memang selama ini punya hubungan yang sangat spesial dengan Zhao Ji, yang masih tidak bisa melupakan dan sangat mencintainya.
Selama Raja ZhuangXiang masih hidup, tentu mereka masing masing menahan diri dan menjaga jarak.
Tapi setelah Raja ZhuangXiang meninggal, tentu saja hubungan mereka kembali berlanjut dan semakin tak terkendali.
Karena Lu Bu Wei sendiri meski banyak selir, tapi dia selama ini, tetap tidak bisa melupakan Zhao Ji, yang sangat cantik dan menjadi mantan selir kesayangan dan kebanggaan nya itu.
Setelah Ying Zheng bubar dari sana, Chi Sa yang kini tinggal berenam, juga langsung membubarkan diri.
Sambil masing-masing menyeret satu dayang muda cantik, menuju kamar mereka masing-masing.
Semua larut dalam nafsu tak terkendali, masing masing berlomba mencari kenikmatan sendiri sendiri.
Hanya bulan purnama yang bersinar terang, menjadi saksi bisu, atas semua kejadian yang sedang berlangsung.
Bulan purnama adalah malam keramat buat Guo Yun, yang harusnya di rantai dan terus menerus berlatih mengendalikan hasratnya, yang sedang memuncak.
Tapi di kediaman Lu Bu Wei semua berjalan kebalikan, di sini Guo Yun bukan hanya tidak diikat.
Dia malah di pancing, di goda, dengan hal hal yang menjadi pantangannya.
Bahkan di bantu dengar arak yang memabukkan, otomatis hancurlah seluruh pertahanan diri Guo Yun.
Di mana selama ini, dia selalu menjaganya dengan sangat hati hati.
__ADS_1
Malam itu semua benar'benar lepas kontrol, saat matahari naik tinggi
Di mana Guo Yun akhirnya bangun dari mimpi indahnya, dia terbelalak melihat apa yang terjadi di sekitarnya.