LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PENGAKUAN DOSA


__ADS_3

"Kakak Li,.. kamu tenanglah tak perlu khawatir dan panik untuk ku ."


"Sebelum melakukan hal ini, aku tentu sudah tahu resikonya.."


"Ada sikap mu saat ini, aku juga sudah tidak ada penyesalan lagi."


ucap Guo Yun sambil menarik Gongsun Li dengan lembut kebelakang nya.


Lalu Dia dengan tenang berdiri di hadapan Ching Ke, perlahan-lahan Guo Yun berkata,


"Ching Ke bila kamu adalah pria sejati, timpakan saja semua kesalahan ini pada ku.."


"Jangan pernah menyakitinya lagi, atau kelak kamu akan menyesal.."


"Bersikap baiklah padanya, ketahuilah dia memang sangat mencintai mu.."


"Hanya kamu lah satu satunya orang yang selalu ada di hatinya.."


"Ching Ke kamu perhatikan baik baik, ini adalah jurus pedang delapan arah mata angin yang sebenarnya.."


Guo Yun mulai bersilat dengan ranting ditangan, tubuhnya terbelah menjadi 8 orang, menyerang kesana kemari dengan sangat cepat dan kuat.


Serangan Guo Yun yang cepat datang dari 8 arah, meski terlihat mirip dengan yang di mainkan oleh Ching ke.


Tapi ini jelas berbeda, jauh lebih sempurna, hampir tidak ada celahnya.


Semuanya bergerak mengalir seperti air tanpa jeda.


"Blarrr,..!" "Blarrr,..!"


"Blarrr,..!" "Blarrr,..!"


"Blarrr,..!" "Blarrr,..!"


"Blarrr,..!" "Blarrr,..!"


Terjadi ledakan beruntun di delapan arah saat Guo Yun menyelesaikan jurus penutupnya.


"Bagaimana apa kamu paham..!?"


tanya Guo Yun setelah menyelesaikan rangkaian jurus pedang 8 arah mata angin versi dia.


Ching Ke sebagai seorang penggila ilmu pedang yang berbakat, tentu saja dia sangat mengerti dengan maksud baik Guo Yun.


Sambil menganggukkan kepalanya dia berkata,


"Adik Yun jurus ke 6 sampai ke 8 bolehkah kamu ulangi sekali lagi.?"


Guo Yun mengangguk, lalu dia kembali memainkan nya sekali lagi, sambil bergerak dia memberikan arahan.


"Jurus ke 6 perhatikan putaran kaki mu.."


"Jurus ke tujuh perhatikan langkah kaki kanan mu.."


"Jurus ke 8 perhatikan putaran pedang mu,..seperti ini.."


ucap Guo Yun sambil melepaskan ranting ditangan nya, menyerang berputaran kemudian kembali ketangan nya


"Blarrr,..!" "Blarrr,..!"


"Blarrr,..!" "Blarrr,..!"


"Blarrr,..!" "Blarrr,..!"


"Blarrr,..!" "Blarrr,..!"

__ADS_1


Kembali terjadi ledakan beruntun di 8 arah mata angin setelah ranting kembali kedalam tangan Guo Yun.


"Bagaimana..!?"


tanya Guo Yun sambil tersenyum menatap Ching Ke.


"Terimakasih adik Yun,..kini aku telah paham.."


ucap Ching ke penuh semangat, meski dirinya babak belur, dia tidak ambil perduli.


Sebaliknya dia terlihat sangat berterimakasih kepada Guo Yun.


Melihat perubahan hubungan kedua pria itu, Gongsun Li meski heran.


Tapi dia mulai bisa tersenyum lega.


"Ching Ke latih dengan baik, ingat tugas mu, aku mengajarkan ini tidak gratis ."


"Kamu pahamkan maksud ku..?"


Ching Ke mengangguk sambil tersenyum, dia berkata,


"Terimakasih adik Yun, aku berjanji pada mu, aku akan menjaga menyayangi dan mencintainya dengan sepenuh jiwa raga ku.."


"Tidak akan pernah menyakiti perasaannya lagi."


"Ingat janji mu Ching Ke, atau aku tidak akan memaafkan mu.."


ucap Guo Yun serius.


Guo Yun kemudian memutar badannya menghadap ke arah Gongsun Li dan berkata,


"Kakak Li, jaga dirimu baik-baik.."


"Selamat tinggal kak Li.."


ucap Guo Yun


Kemudian Guo Yun pun melesat meninggalkan tempat itu.


"Adik Yun,..apa maksud mu..!?"


"Kamu mau kemana..!?"


teriak Gongsun Li kaget dengan ucapan Guo Yun.


Tapi Guo Yun sudah pergi jauh dari tempat itu, di sana kini hanya tersisa suara nya sendiri yang bergema.


"Adik Li, kemungkinan dia pergi menyerahkan diri ke guru Mo Zi, dan bersiap mengundurkan diri dari Xu Yuan.."


"Adik Yun adalah orang baik dan sangat bertalenta, kita harus bergegas mencegahnya.."


ucap Ching Ke cepat.


Gongsun Li mengangguk sedih, lalu dia mengikuti Ching Ke yang menggandeng tangannya, bergerak menuju pondok peristirahatan Mo Zi.


Gongsun Li sambil melangkah cepat, dia terlihat termenung.


Sekarang dia mulai paham dan teringat dengan ucapan Guo Yun, yang pernah berjanji padanya.


Waktu itu Guo Yun mengatakan agar dia percaya dan beri sedikit waktu padanya.


Suatu hari nanti, dia pasti akan melepaskan diri nya, berkumpul bersama Ching Ke.


Dia tidak akan menganggu nya lagi, dan tidak akan menjadi beban bagi hubungan nya dan Ching ke lagi, bila hari itu tiba.

__ADS_1


Dan sekarang kelihatannya keributan dia dan Ching ke lah, yang telah memaksa Guo Yun mempercepat realisasi janjinya.


Semakin berpikir akan hal itu, Gongsun Li semakin merasa bersalah, dan hatinya tiba-tiba merasa sangat berat, bila harus berpisah dari Guo Yun.


Tidak tahu mengapa, dia tiba-tiba merasa sangat takut bila harus kehilangan Guo Yun.


Dia merasa seolah olah, bila tidak ada Guo Yun, dia tidak akan pernah bisa menemukan pria yang begitu tulus mencintai nya.


Rasa cemas dan takut ini, membuat airmata nya mengalir deras tanpa bisa dia kendalikan.


Ditempat lain terlihat Guo Yun seorang diri sedang berlutut di hadapan Mo Zi dan berkata,


"Guru murid telah melanggar 3 dari 4 pantangan besar Xu Yuan."


"Untuk itu murid saat ini datang untuk mempertanggungjawabkan dosa murid.."


"Sebagai konsekwensinya, murid siap menerima hukuman di keluarkan dari Xu Yuan secara tidak hormat.."


Mo Zi menatap Guo Yun dengan lembut dan berkata,


"Sebenarnya apa yang telah terjadi jelaskan lah,? apa sebenarnya yang sudah kamu langgar dan apa alasan kamu melanggarnya..?"


Guo Yun dengan kepala tertunduk berkata,


"Pertama aku tidak menurut pada kakak senior ku.."


"Kedua aku telah menghinanya.."


"Ketiga aku telah menghajarnya hingga babak belur.."


"Itulah dosa besar ku, sedangkan alasannya, aku tidak punya alasan.."


"Silahkan guru putuskan hukuman nya demi keadilan.."


ucap Guo Yun sambil bersujud dan membenturkan dahinya didepan guru Mo Zi sebanyak 3 kali.


"Guru, meski Guo Yun sudah keluar dari tempat ini, Guo Yun mohon ijinkanlah Guo Yun untuk tetap memanggilmu guru.."


"Bagi Guo Yun satu hari berguru, selamanya sudah Guo Yun anggap sebagai orang tua sendiri.."


Mo Zi menghela nafas panjang dan berkata,


"Baiklah Yun er, guru lulus kan semua permohonan mu.."


"Guru mengerti kamu pasti punya kesulitan sendiri, guru tidak akan memaksa mu mengungkapkan alasan kamu ingin pergi.."


"Bila ada waktu, jangan lupa datang berkunjung, kita semua di sini akan merindukan mu.."


"Guru hanya bisa doa kan yang terbaik untuk mu.."


"Terimakasih guru,.."


ucap Guo Yun sambil kembali membenturkan dahinya 3 kali lagi di hadapan gurunya.


Setelah itu, dia pun bangkit berdiri bersiap meninggalkan ruangan gurunya.


Di saat bersamaan, tiba-tiba Li Ba menerobos masuk dan langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Mo Zi dan berkata,


"Gu..guru i...ijinkan Li Ba pergi, i..ikut dengan Kakak Yun.."


"Adik Ba,.. apa yang kamu lakukan..?"


"Jangan merusak masa depan mu.."


ucap Guo Yun kaget.

__ADS_1


__ADS_2