LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MENUJU KOTA CHEN


__ADS_3

"Bagaimana menurut saudara Yun ?"


"Aku rasa saudara Yun tidak keberatan dengan kehadiran seorang tua, dengan 50.000 pasukan lansia, yang selama ini mengikuti ku bertempur selama puluhan tahun, bukan.?"


ucap Lu Bu Wei merendah.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Perdana menteri Lu terlalu sungkan, bisa bertempur bersama perdana menteri, adalah suatu keberuntungan dan kebanggaan bagi kami.."


"Bagaimana mungkin Guo Yun akan menolaknya, bersyukur saja tidak sempat, apalagi menolaknya.."


"Dengan senang hati Perdana menteri Lu,.."


"Guo Yun dan seluruh pasukan harimau hitam, akan menyambut baik momen berharga ini.."


"Untuk itu Guo Yun dan seluruh pasukan harimau hitam, mohon bimbingannya.."


ucap Guo Yun membalas dengan penuh hormat dan sungkan.


Di luar Guo Yun bersikap sopan hormat terlihat gembira dan antusias.


Di dalam hati Guo Yun memaki dan menyumpahi ular tua, yang sangat licik itu.


Jelas jelas dia ikut ada agenda khusus, kehadirannya adalah tidak mempercayai Guo Yun.


Dia ingin menjaga dan mengawasi Guo Yun, agar tidak kabur dengan pasukannya.


Setelah dia berhasil membantu Wang Jian menahlukkan Xiang Yan dari Chu.


Guo Yun mengumpat dalam hati..


"Dasar ular tua, strategi tua sudah dia perhitungkan sampai sedetil detilnya."


"Mirip pedagang licik yang tidak ingin rugi sedikitpun."


"Tidak percuma dulunya bangsat tua ini, adalah seorang pedagang, sebelum sukses terjun dalam politik."


umpat Guo Yun yang kesal dalam hati.


Tapi tentu saja semua ini, hanya di dalam pikiran Guo Yun saja, di luar dia malah berkata dengan wajah serius.


"Jadi kapan kita akan berangkat, Yang Mulia Perdana menteri Lu..?"


tanya Guo Yun.


"Besok pagi pagi sebelum matahari terbit, kita akan berkumpul di pintu gerbang timur.."


"Begitu matahari terbit, kita langsung berangkat.."


ucap Lu Bu Wei tegas.


"Siap Yang Mulia perdana menteri, Guo Yun akan segera bersiap siap untuk itu.."


"Baiklah kalau begitu kami tidak akan menganggu lagi.."


"Kami permisi dulu.."


ucap Raja Ying Zheng cepat.


Guo Yun mengangguk dan memberi hormat, dan mengantar mereka sampai pintu depan kemah.


Diam diam Guo Yun, melihat Ying Zheng setelah menjadi raja, sikap nya, jauh sekali berubah.

__ADS_1


Dia lebih tenang dan pendiam, selain itu dia juga terlihat sangat berhati-hati penuh perhitungan.


Diam diam Guo Yun mencatat Rubah kecil itu, mulai beradaptasi dan segera akan menjadi rubah tua tidak akan lama lagi.


Setelah Raja Ying Zheng dan Lu Bu Wei pergi.


Guo Yun buru buru pergi mengamati peta wilayah Chu, dan sekitarnya.


Terutama kota Chen dan wilayah sekitarnya.


Setelah mengamati cukup lama, akhirnya Guo Yun mengangguk angguk seorang diri.


Lalu dia langsung berteriak,


"Pengawal..!!"


Pengawal yang berjaga di depan kemah, buru buru masuk kedalam dan berkata,


"Ya tuan,..ada yang bisa hamba lakukan..?"


"Kamu tolong panggil kakak Zhang, kakak Ling, Kakak Zhou, Kakak Han dan Kakak Ying kemari.."


ucap Guo Yun memberi perintah.


"Siap tuan.."


Jawab pengawal itu sambil memberi hormat, lalu mengundurkan diri dari sana.


Tidak perlu menunggu lama, kelima ajudan Guo Yun, sudah hadir di dalam tenda Guo Yun.


Mereka duduk di hadapan Guo Yun menunggu instruksi.


Guo Yun menatap mereka berlima dan berkata,


"Kalian perlu tahu di sisi Xiang Yan ada beberapa orang memilki kesaktian tinggi, di antaranya ada 3 Lo Sa dan setitik merah dari daratan tengah."


"Selain itu, aku juga tidak tahu, ada siapa lagi, yang akan membantunya.?"


"Tapi yang jelas pasti orang orang memiliki kesaktian tinggi, minimal seperti kakek Yan Yan, yang pernah kita hadapi di Xin Cheng itu.."


"Jadi aku minta kalian berlima harus extra hati hati, saat di Medan perang nanti.."


"Kalian harus selalu berada di tengah tengah kelompok pasukan.."


"Jangan pernah maju ke garis depan, berduel satu lawan satu.."


"Apa kalian mengerti..?"


"Kami mengerti tuan.."


jawab mereka berlima kompak.


Guo Yun mengangguk, lalu melanjutkan berkata,


"Selain hal tadi, aku harus ingatkan kalian, berhati hati mengawasi pasukan kalian."


"Mulai besok seluruh pasukan kita tidak boleh berlatih dalam perjalanan.."


"Selain ilmu pernafasan, ilmu lain tidak boleh di pertunjukan didepan umum.."


"Dalam misi ini, si ular tua Lu Bu Wei akan hadir di antara kita, jadi kalian aku sarankan harus sangat sangat berhati hati.."


"Jangan sampai dia melihat dan membaca inti kekuatan kita.."

__ADS_1


ucap Guo Yun mengingatkan dengan serius.


Kelima orang itu mengangguk tanpa berkata kata..


"Apa ada yang ingin kalian tanyakan ?"


tanya Guo Yun sambil menatap kelima ajudannya.


"Tuan apa kita akan menghubungi sekutu kita Han Song dan Lu membantu kita..?"


tanya Zhang Yi.


Keempat rekannya mengangguk menyetujui pertanyaan, yang di lontarkan oleh Zhang Yi.


Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak, kita tidak akan menganggu kekuatan mereka, yang baru mulai di bangun."


"Dengan bantuan Qin, aku yakin kita akan bisa mengalahkan Xiang Yan."


"Aku yakin di belakang Lu Bu Wei pasti akan ada jagoan, yang memiliki kesaktian tinggi."


"Seperti Chi Sa Men partai rahasia itu, aku yakin pasti akan berdiri di belakangnya.."


ucap Guo Yun menjelaskan pemikiran nya.


Kelima ajudan Guo Yun mengangguk, lalu mereka berkata,


"Kalau begitu kami sekarang juga, akan pergi meminta Anggota pasukan kita bersiap siap.."


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Pergilah, "


Setelah memberi hormat, kelima orang ajudan Guo Yun, segera meninggalkan kemahnya pergi bersiap siap.


Setelah mereka pergi, kini tinggallah Guo Yun duduk seorang diri sambil minum arak.


Dari wajahnya terlihat jelas, dia sangat kesepian dan sedang larut dalam pikiran nya sendiri.


Beberapa saat kemudian, Guo Yun menghela nafas panjang, sambil memegang liontin di lehernya.


"Istriku apa kabar mu sekarang, dimana kamu sebenarnya ?"


"Andai kamu Yan Cie Cie dan kakak Ji Ao masih ada.."


"Setelah misi ini sukses, alangkah akan bahagia nya Kita, bisa terlepas dari Qin punya negeri sendiri.."


Beberapa saat terdiam, Guo Yun mengeluarkan sepotong surat dari Si Si membaca ulang kemudian menghela nafas.


"Kamu juga ada di mana,? mengapa harus pergi dengan cara seperti ini..?"


"Entah kapan kita baru bisa berkumpul kembali semua nya..?"


ucap Guo Yun yang mulai mabuk karena kebanyakan minum.


Akhirnya dia jatuh terguling tertidur sambil memegang botol arak di tangan.


Tanpa dia sadari Isti botol tumpah membasahi lantai di dekat tempat tidurnya.


Keesokan paginya begitu matahari terbit, 20.000 pasukan harimau hitam dan 50.000 pasukan Lu Bu Wei, terlihat mulai bergerak menuju kota Chen daerah kekuasaan Chu.


Pasukan besar itu harus menyeberangi sungai Huai baru bisa tiba di wilayah Chu.

__ADS_1


__ADS_2