
"Lapor Yang Mulia, pasukan Qin pimpinan Wang Jian dan putranya, mulai bergerak meninggalkan dermaga Jiu Jiang."
"Berapa banyak jumlah kapal dan pasukan yang mereka bawa ?"
"Kapal layar besar tidak kurang dari 500, kelihatannya mereka datang dengan kekuatan penuh.."
Jawab prajurit yang berlutut di hadapan Liu Qin Lung.
"Baiklah, turunkan perintah ku, seluruh pasukan segera berangkat.."
"Hubungi Kakek Ma dan cucu nya, sampaikan bahwa hari ini kita akan berangkat..
Ucap Liu Qin Lung memberikan perintah.
"Baik Jendral,..siap laksanakan.."
Jawab prajurit itu cepat.
Setelah memberi hormat, dia segera meninggalkan perkemahan Liu Qin Lung.
Setelah bawahannya pergi, Liu Qin Lung segera bersiap siap.
Tak lama kemudian Liu Qin Lung sudah meninggalkan kemahnya, langsung menuju tepi sungai Yang Tje.
Di mana di dermaga keempat bawahan Liu Qin Lung sudah bersiaga menanti kedatangan nya
Begitu Liu Qin Lung tiba salah satu dari mereka menemani Liu Qin Lung menuju kapalnya.
Sedangkan tiga yang lainnya langsung menuju kapal mereka, untuk mengatur barisan kapal yang mereka masing masing pimpin.
Setibanya di kapal Liu Qin Lung langsung di sambut oleh kakek Ma dan cucunya.
"Selamat datang Jendral Liu, kemana kita harus berangkat sekarang..?"
Tanya kakek Ma Siu.
"Tebing awan putih kek.."
Jawab Liu Qin Lung cepat.
"Baik siap .."
Ucap kakek Ma bersemangat, setelah itu dia bersama cucunya, segera pergi bersiap siap.
Tak lama kemudian iring iringan kapal perang di bawah pimpinan Liu Qin Lung mulai bergerak meninggalkan dermaga.
Di paling depan adalah kapalnya Liu Qin Lung, di belakangnya menyusul tiga kapal lain, yang di pimpin ole 3 Jendral bawahan Liu Qin Lung.
Di barisan paling belakang, adalah kapal kapal yang memuat pasukan dan ransum militer, yang menjadi keperluan pasukan angkatan air, Liu Qin Lung.
Iring iringan itu akhirnya tiba di wilayah perairan tebing awan putih.
Wilayah perairan tebing awan putih adalah wilayah perairan yang di apit oleh dua tebing tinggi di sisi kanan dan kiri perairan.
Disini jalur sungai Yang Tze yang luas menyempit, sepanjang satu kilometer.
__ADS_1
Sebelum kemudian akan melebar lagi, saat mencapai hulu sungai di ujung mulut tebing sana.
Wilayah ini selalu di selimuti oleh kabut awan putih, ketika memasuki waktu menjelang sore, sekitar jam 4 sore, tempat itu mulai di selimuti oleh kabut halimun putih.
Kabut akan semakin tebal ketika memasuki jam 6 sore, di mana matahari mulai tenggelam.
Kabut akan kembali mulai hilang, saat memasuki jam 11 siang, jam 12 siang adalah puncak dari wilayah sungai itu sepenuhnya terlihat jelas.
Saat iringan kapal kapal Liu Qin Lung tiba di lokasi tersebut sekitar jam 11 lebih hampir jam 12 siang.
Ini adalah waktu yang paling tepat jika ingin melewati pas tersebut.
Guo Yun segera berkata,
"Jendral Mo, kamu segera kirim pesan, agar kapal di belakang berbaris lurus mengikuti kapal kita..
"Tidak boleh melenceng, jalur ini sangat berbahaya.."
Ucap Liu Qin Lung mengingatkan.
"Siap Jendral.."
Ucap Jendral Mo memberi hormat, lalu dia buru buru, pergi mengabari bawahannya.
Agar pesan tersebut bisa segera di sampaikan ke barisan kapal di belakang mereka.
Beberapa komandan pasukan, segera berlari ketempat tinggi, lalu memberikan kode dengan mengibarkan bendera.
Melihat kode tersebut ketiga kapal yang di pimpin oleh ketiga jendral Li Jendral Cing, dan Jendral Shou..
Mereka segera bergerak pergi mengatur bawahan mereka, agar bergerak mengikuti kapal di depan nya.
Mereka juga mengibarkan kode agar semua kapal bergerak hati hati dan pelan, mengikuti pergerakan kapal di depan mereka.
Melihat kode bendera ini, ketiga Jendral Li, Cing, Shou.. mereka kembali menurunkan instruksi tambahan.
Untung nya semua pasukan harimau hitam sangatlah terlatih, jadi bukan hal sulit bagi mereka untuk bergerak mengikuti arahan pimpinan mereka.
Semua kapal berjalan dengan lancar dan teratur.
Menyusuri pinggiran tebing awan putih, persis di bagian sebelah kiri.
Saat menempuh perjalanan hingga di bagian paling tengah, yang merupakan wilayah paling berbahaya.
Liu Qin Lung kembali berkata,
"Minta kakek Ma hentikan kapal.."
"Panggil Jendral Li, Ching dan Shou kemari, ada yang perlu aku sampaikan ke mereka."
"Siap Jendral.."
Jawab Jendral Mo patuh.
Setelah menjura kearah Liu Qin Lung, dia segera mengundurkan diri pergi jalankan tugas nya.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama, keempat Jendral bawahan Liu Qin Lung sudah hadir di hadapannya.
Liu Qin Lung dengan serius segera membagi bagi tugas, ke mereka berempat.
"Bagaimana kalian paham..?"
Tanya Liu Qin Lung di akhir pembicaraan nya, dengan keempat bawahan nya.
"Kami paham Jendral.."
Jawab mereka berempat kompak.
"Baik segera laksanakan tugas kalian masing masing.."
"Lakukan dengan hati hati.."
Ucap Liu Qin Lung tegas.
"Siap laksanakan.."
Jawab keempat bawahan nya, sambil memberi hormat dan segera mengundurkan diri dari hadapan Liu Qin Lung.
Tak lama kemudian iring iringan kapal kembali bergerak, tapi sekali ini terlihat, Iring iringan kapal yang mengikuti kapal Liu Qin Lung hanya sepuluh kapal saja.
Sisa kapal di belakang sana, mulai hilang di dalam kabut.
Jendral Mo juga sudah tidak terlihat mendampingi Liu Qin Lung lagi.
Liu Qin Lung hanya di temani beberapa komandan pasukan nya, memimpin 10 kapal itu terus bergerak hingga tiba di mulut jalan menuju perairan Tebing Awan Putih.
Tepat di mulut jalan, Liu Qin Lung memberi instruksi.
"Pasang sauh segera..!"
"Pertahanan kan posisi ini, hingga musuh tiba..!"
Begitu instruksi Liu Qin Lung keluar, semua anak buah kapal, di bantu oleh prajurit diatas kapal.
Mereka beramai ramai segera melepaskan sauh kedalam sungai.
Untuk mempertahankan posisi kapal mereka yang berjejer rapi, menutupi celah mulut jalan menuju perairan Tebing Awan Putih.
Sementara Liu Qin Lung memilih bertahan di sana.
Di suatu tempat di kejauhan sana, iring iringan kapal perang Qin, di bawah pimpinan Wang Jian dan Wang Ben terus bergerak menuju ke mulut jalan yang di tutup oleh Liu Qin Lung.
Butuh waktu sehari semalam, rombongan besar, iring-iringan kapal perang Qin, baru tiba di mulut jalan Tebing Awan Putih.
Saat mereka tiba di mulut jalan Tebing Awan Putih, hari sudah mulai sore.
Di balik jalan yang tertutup oleh rombongan kapal perang Liu Qin Lung kabut halimun putih mulai menebal.
Begitu melihat kapal perang Yue menghalangi perjalanan mereka.
Wang Jian pun memberi perintah, agar semua kapal di belakangnya berhenti bergerak.
__ADS_1
Begitu perintah di turunkan, semua kapal perang Qin, segera menghentikan laju pergerakan nya.
Secara teratur, dalam posisi berbaris rapi semua kapal perang Qin diam tidak bergerak.