LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
ANALISA GUO YUN TERHADAP RENCANA MENAHLUKKAN CHU


__ADS_3

"Tuan besar, aku membawa saudara Yun kemari, Dia ingin bertemu dengan tuan.."


ucap Paman Kai sambil memberi hormat.


Lu Bu Wei yang sedang memberi makan burung peliharaan nya.


Dia menghentikan aktivitasnya, menoleh kearah Guo Yun.


"Saudara Yun kamu sudah pulang,.. bagus bagus.."


"Prestasi mu di wilayah barat sangat memuaskan, 5000 personil mengalahkan 500.000 pasukan Xiongnu.."


"Ini adalah sesuatu yang sulit di percaya, tapi justru itu nyata.."


ucap Lu Bu Wei sambil tersenyum lebar menghampiri Guo Yun.


"Ini adalah suatu hal yang sangat pantas untuk di rayakan.."


"Kita harus berkunjung ke istana, aku harus membawa mu bertemu Raja Zhuang."


"Raja Zhuang pasti akan sangat gembira, melihat mu sudah kembali.."


"Sebentar aku rapikan dulu kandang piaraan ku, setelah itu kita bisa segera berangkat.."


ucap Lu Bu Wei penuh semangat.


Selagi dia sedang sibuk merapikan kandang burungnya,. Guo Yun malah sibuk dengan pikirannya sendiri.


Guo Yun agak heran, bagaimana Lu Bu Wei yang jauh di sini, bisa mengetahui dengan jelas kemenangannya.


"Apa Meng Thian yang mengirim orang menggunakan kuda cepat, melaporkan situasi perkembangan di sana..?"


"Tapi itu agak tidak mungkin, bila mereka menempuh jalur cepat, mereka pasti akan berpapasan dengan kami.."


"Atau setidaknya akan terdeteksi oleh mata mata kakak Zhang.."


"Bila melalui jalan memutar, mereka tentu akan ketinggalan 3 hari di belakang kami."


batin Guo Yun dalam hati.


Selagi dia sedang sibuk berpikir, sedangkan Lu Bu Wei masih sibuk memasukkan burungnya kedalam kandang dan menutupnya.


Seekor burung merpati terbang turun hinggap.di dekat Lu Bu Wei.


Lu Bu Wei dengan gerakan lembut, menangkap burung merpati yang jinak itu.


Setelah itu dia melepaskan sebuah tabung kecil di kaki burung tersebut.


Dari dalam tabung kecil itu Lu Bu Wei mengeluarkan sebuah gulungan kertas panjang.


Membacanya, lalu mengangguk angguk sambil tersenyum sendiri.


Melihat hal itu, diam diam tersenyum lah Guo Yun, jawaban dari kebingungannya tadi.


Kini semua terjawab sudah, Guo Yun jadi berpikir untuk memelihara burung burung ini, untuk membantunya kelak.


"Ayo kita jalan sekarang,.."


ucap Lu Bu Wei yang langsung membuyarkan lamunan Guo Yun.

__ADS_1


Guo Yun mengangguk cepat, lalu dia berjalan mengikuti Lu Bu Wei meninggalkan kediaman tersebut.


Guo Yun dan Lu Bu Wei diantar menggunakan kereta mewah, hingga tiba di depan halaman istana raja Zhuang.


Guo Yun dan Lu Bu Wei melanjutkan perjalanan menaiki undakan tangga, menuju istana Kerajaan Qin, yang berdiri kokoh di atas sana.


Begitu memasuki ruangan dalam istana, di sana terlihat Raja ZhuangXiang.


Sambil tersenyum lebar, dia turun dari singgasananya dan berkata dengan gembira.


"Saudara Yun akhirnya kamu pulang juga, anda pasti telah bersusah di sana.."


Guo Yun memberi hormat dengan membungkukkan badannya dan berkata,


"Salam yang mulia, semoga yang mulia panjang umur dan sehat selalu.."


"Ha,..ha,..ha,.. Tak perlu peradatan berdirilah,.."


"Kamu juga perdana menteri Lu, ayo berdirilah.."


"Mari kita bicara di dalam sana.."


ucap Raja Zhuang sambil membantu Lu Bu Wei bangun dan memegang tangan Guo Yun dengan akrab.


Dia menggandeng tangan kedua orang itu menuju ruang dalam istana.


"Silahkan duduk,.. silahkan duduk.."


Lalu dia bertepuk tangan, beberapa pelayan segera datang menyajikan makanan ringan dan minuman di atas meja..


Raja ZhuangXiang sendiri duduk di kursi kebesarannya dan berkata,


Guo Yun hanya minum sedikit, dia tidak berbicara apa-apa, membiarkan Lu Bu Wei yang memberikan laporan ke Raja Zhuang.


"Lapor Yang Mulia, seperti yang kita ketahui bersama, saudara Yun telah berhasil menahlukkan wilayah barat untuk kita.."


"Dia bahkan berhasil menewaskan Chan Yu, juga berhasil memaksa Agahai raja Xiongnu berikutnya, untuk menandatangani surat perjanjian damai selama 3 tahun.. kedepan.."


"Prestasinya tidak main main, Yang Mulia harus mempertimbangkan hadiah yang teliti untuk jasanya ini.."


ucap Lu Bu Wei dengan tubuh sedikit membungkuk di hadapan raja ZhuangXiang.


Raja ZhuangXiang mengangguk, lalu dia berkata,


"Saudara Yun hadiah uang dan permata, nanti akan kami kirimkan ke kemah mu.."


"Kira kira selain itu adakah hal lain yang kamu inginkan,..? katakan saja aku akan meluluskan nya."


ucap Raja ZhuangXiang sambil menatap kearah Guo Yun.


Dia sama sekali tidak memperhatikan reaksi wajah Lu Bu Wei, yang langsung berubah suram saat mendengar ucapan rajanya.


Lu Bu Wei terlihat agak cemas dengan ucapan, yang di keluarkan oleh rajanya.


Dia sudah mencoba memberi kode dengan batuk batuk kecil.


Tapi Raja Zhuang, justru tidak menyadari dan menangkap isyaratnya.


Dia terlalu gembira, sehingga kurang waspada dengan peringatan Lu Bu Wei.

__ADS_1


Akhirnya yang paling di takutkan oleh Lu Bu Wei pun terjadi.


Guo Yun di luar bersikap tenang, tapi di dalam hati dia bersorak dengan sangat girang.


Dengan tenang Guo Yun melangkah kedepan, Lalu dia memberi hormat dan berkata,


"Terimakasih Yang Mulia Raja ZhuangXiang, Budi besar anda ini Guo Yun tidak akan pernah lupa.."


"Sebelum Guo Yun mengajukan permintaan Guo Yun."


Guo Yun ingin menyampaikan ungkapan rasa terimakasih Guo Yun."


"Sebagai balas Budi Guo Yun, terhadap Yang Mulia Raja ZhuangXiang, yang telah begitu mempercayai Guo Yun."


Raja ZhuangXiang tertawa gembira dan berkata,


"Ha,..ha,..ha..! bagus sangat berbudi dan setia,..ini luar biasa.."


"Saudara Yun katakan saja jangan sungkan.."


ucap raja ZhuangXiang penuh semangat.


Lu Bu Wei menatap Guo Yun dengan wajah harap harap cemas, menanti ucapan yang akan Guo Yun sampaikan.


Guo Yun menatap kedua orang itu dan berkata pelan,


"Menurut perdana menteri dan raja ZhuangXiang, negara mana yang kini merupakan ancaman terbesar bagi Qin..?"


"Tentunya selain bangsa bar bar Xiongnu.."


ucap Guo Yun sambil tersenyum.


Perdana menteri Lu Bu Wei tidak menjawab, dia membiarkan Raja' ZhuangXiang yang menjawab.


Dia tidak mau sok pintar, hingga melampaui dan mempermalukan wajah atasannya.


Pancingan Guo Yun tidak berhasil di terapkan pada rubah tua yang kenyang pengalaman tersebut.


Raja ZhuangXiang dengan antusias langsung menjawab,


"Negara Chu,.. negara ini yang paling ambisius selain Qi.."


"Qi jauh, sehingga dia bukan ancaman langsung, yang paling berbahaya adalah Chu.."


ucap Raja ZhuangXiang yakin.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Chu sangat besar, bila kita ingin mengalahkan Chu secara langsung."


"Itu mungkin memerlukan tenaga besar dan waktu yang lama.."


"Bisa bisa saat perjanjian kita dengan Xiongnu selesai, perang belum tentu selesai."


"Karena perang itu sendiri akan di ganggu oleh Wei dan Zhao.."


"Bila perjanjian dengan Xiongnu selesai, sedangkan perang dengan Chu belum selesai, itu pasti akan fatal akibatnya.."


Raja ZhuangXiang menatap Guo Yun dan berkata,

__ADS_1


"Lalu menurut saudara Yun bagaimana baiknya..?"


__ADS_2