
Menjelang siang saat Xiang Yu terbangun, dia sangat kaget saat menemukan Yu Ji dan pedang pusaka nya sudah tidak bersamanya lagi.
Yu Ji hanya meninggalkan secarik kertas perpisahan yang di letakkan di dekatnya.
Setelah membaca surat itu, dengan panik Xiang Yu segera berpakaian, lalu meninggalkan kamarnya untuk pergi melakukan pencarian.
Xiang Yu selain bergerak mencarinya sendiri, dia juga menyebarkan semua anak buahnya untuk melakukan pencarian.
Xiang Yu juga memerintahkan Liu Pang untuk membantunya melakukan pencarian.
Tapi setelah melakukan pencaharian seharian hingga larut malam.
Semua usaha Xiang Yu dan bawahan nya sia sia, Yu Ji kekasih sekaligus istri belum resminya itu.
Seolah-olah hilang di telan bumi tidak pernah bisa ditemukan, padahal seluruh wilayah kota Lang Ya dan sekitarnya.
Sudah di tutup dan di lakukan pemeriksaan ketat, tapi tetap saja hasilnya nihil.
Setelah semua di kerahkan melakukan pencarian hingga hampir satu minggu tanpa hasil.
Xiang Yu terpaksa harus menerima kenyataan, separuh Jiwa nya itu benar benar telah hilang pergi meninggalkan nya.
Mungkin seumur hidup mereka tidak akan pernah bisa bertemu kembali selain dalam mimpi dan kenangan.
Xiang Yu tidak bisa lama lama, karena masih banyak tugas dari Su Fu nya yang harus dia jalani segera.
Oleh karena itu dia harus segera kembali ke Guiji untuk menemui gurunya Guo Yun, kemudian menemui Zhang Liang dan Han Xin, mengajak mereka untuk menantu nya menggapai cita cita..
Sementara Xiang Yu dan rombongan besarnya sedang bergerak kembali ke Guiji.
Di tempat lainnya Guo Yun dan Gongsun Li yang bersiaga di dermaga Wu Hui, akhirnya mereka menerima informasi bahwa Meng Thian dari Qin di bantu oleh Peng Yue Jendral baru Qin,
Mereka mulai memimpin barisan kapal perang mereka mulai berangkat meninggalkan dermaga Ji dari bekas kerajaan Qi.
Dengan tujuan menyerang dermaga Wu Hui.
Mendengar informasi tersebut Guo Yun dan Gongsun Li pun segera berangkat menuju laut timur.
Bersiap untuk memberikan sambutan pada pasukan air Qin pimpinan Meng Thian.
Meng Thian sebenarnya sudah menerima perintah dari Ying Zheng, untuk menarik mundur pasukan, membatalkan penyerangan ke dermaga Wu Hui.
Setelah kekalahan Zhang Han beritanya sampai ke ibukota, Ying Zheng tidak mau ambil resiko kalah total.
Jadi dia ingin menarik Meng Thian kembali untuk mempertahankan sisa kekuatannya, berjaga jaga bila Yue bergerak balas menyerang kota pusatnya.
Tapi Meng Thian yang sudah tanggung menyelesaikan persiapan nya.
Dia mengabaikan instruksi Ying Zheng, dia ingin maju mencoba nya.
Syukur bila berhasil, bila tidak belum terlambat baginya dan Peng Yue untuk mundur.
__ADS_1
Dengan berbagai pertimbangan inilah Meng Thian akhirnya berangkat dengan seluruh kekuatan armada airnya.
Begitu banyak kapal layar besar ya bergerak dalam barisan yang tersusun rapi.
Saking banyaknya sampai memenuhi lautan dan tidak bisa di hitung lagi jumlahnya.
Kapal kapal Meng Thian yang sudah di modifikasi dengan layar besar dan lebar.
Bisa bergerak dua kali lebih cepat dari perkiraan kapal biasa.
Di tambah dengan bantuan angin dari timur bertiup kearah selatan.
Tidak sampai 15 hari barisan kapal pasukan Qin mulai memasuki wilayah perairan Yue yang di jaga oleh barisan pasukan air Yue.
Jumlah kapal pasukan Yue hanya 1/10 bagian pasukan kapal Qin.
Tapi mereka tetap pada posisinya tidak bergerak maju ataupun mundur.
Hanya Guo Yun sendiri bersama kapal perangnya, yang memuat pasukan sekitar 1000 personil mengikutinya bergerak menuju garis terdepan.
Sedangkan kapal Gongsun Li dan pasukannya berada di baris kedua, memimpin seluruh armada kekuatan pasukan air negeri Yue.
Guo Yun berdiri gagah diatas ujung tiang layar kapal besar nya .
Di bagian tertinggi kapal tersebut.
Guo Yun membiarkan seluruh pakaian dan rambutnya berkibar kibar tertiup angin.
Guo Yun terlihat menatap tajam kearah barisan kapal kerajaan Qin yang begitu banyak.
Di bagian terdepan terlihat bendera keluarga Meng, hal itu menunjukkan di sanalah posisi Meng Thian berada.
Sedangkan di bagian lapis kedua terlihat kapal lainnya yang memimpin armada lapis kedua dengan bendera Huruf Orang tertera di sana.
Guo Yun segera mengenali pasti itulah kapal Jendral baru Qin berada.
Saat kapal Meng Thian semakin mendekat, dia akhirnya mulai bisa melihat siapa yang memimpin pasukan armada air Yue.
Meng Thian hatinya sejenak tercekat saat mengetahui siapa orang yang maju ke garis depan tersebut.
Guo Yun dengan sikap tenang berkata,
"Saudara Meng Thian, lama tidak berjumpa bagaimana kabar mu..?"
Meng Thian segera memberi hormat dan berkata,
"Ternyata Yang Mulia Raja Guo Yun sendiri yang turun tangan seorang diri menyambut ku.."
"Aku sungguh merasa bangga untuk itu.."
Guo Yun tersenyum tenang dan berkata,
__ADS_1
"Bila bukan pihak kalian menebar racun virus wabah.."
"Lalu mengirim Zhang Han menyerang Bei Qi, aku rasa aku juga tidak perlu sampai turun tangan sendiri.."
"Tapi apa mau di kata,raja mu yang cerdik dan penuh akal itu, sudah memancing pergi semua Jendral ku.."
"Kini mau tidak mau raja yang seharusnya sudah pensiun, terpaksa maju ke garis depan untuk menyambut mu.."
Ucap Guo Yun santai.
Meng Thian tersenyum kecut dan berkata,
"Yang Mulia raja Guo terlalu memuji, hari ini biar lah manusia gurun pasir yang tidak mengerti lautan ini.."
"Memohon pengajaran dari Yang Mulia Raja Guo.."
Ucap Meng Thian dengan sikap sopan dan halus tapi tegas.
Melihat Meng Thian selesai berbicara sudah memberi kode kepada pasukannya armada air nya.
Bersiap siap untuk melepaskan tembakan meriam menghujani kapal nya berada.
Guo Yun pun mengerahkan Thian Ti Sen Kung memenuhi kedua tangannya, bersiap menyambut segala kemungkinan terburuk.
Guo Yun merasa ilmu ini cukup untuk menghalau datangnya serangan bola bola peledak yang di tembak kan oleh kapal perang Qin.
"Boooommm..! Boooommm..!"
"Boooommm..! Boooommm..!"
"Boooommm..! Boooommm..!"
"Boooommm..! Boooommm..!"
"Boooommm..! Boooommm..!"
Terdengar suara ledakan dahsyat berulang ulang dari kapal kapal perang di belakang kapal Meng Thian.
Terlihat peluru peluru bola hitam peledak memenuhi udara, datangnya bagaikan hujan bom menyerang kearah kapal Guo Yun.
Guo Yun yang kedua tangannya di penuhi kekuatan Thian Ti Sen Kung, segera berteriak.keras dengan suara mengelegar.
"Thian Ti He Yi..!'
Dari langit muncul tulisan huruf Thian Langit yang mengeluarkan cahaya emas masuk kedalam tubuh Guo Yun.
Sesaat kemudian menyusul huruf Ti bumi datang dari bawah lautan naik keatas, menyatu dengan tubuh Guo Yun.
Segera saat tangan Guo Yun di dorongkan keatas dan kebawah.
Dari bawah air laut terbang naik keudara bersiap menggulung bola bola peluru yang datang.
__ADS_1
Sedangkan dari langit turun petir petir dan angin kencang menyambar dan menggulung peluru peluru bola hitam itu.