
Mereka terlalu takut untuk mencoba mengambil resiko, melawan strategi yang Guo Yun mainkan.
Mereka semua terlalu hapal dan takut dengan strategi Si Topeng Emas yang sangat terkenal berbahaya .
Setelah beberapa saat menunggu dalam keheningan, akhirnya Zhang Han memberi kode pada pasukan nya, untuk bergerak mengambil jalan memutari hutan duri hitam.
Mereka terus melanjutkan perjalanan mereka memasuki Wilayah kerajaan Yue.
Dengan tujuan kota Bei Qi yang terletak 5 Li setelah melewati hutan ini.
Sementara Ying Wu berkat tipuan strategi hutan kosong, yang Guo Yun ajarkan padanya.
Dia berhasil mengelabui pasukan Qin dan Ling Wu.
Ying Wu berhasil memimpin, 30.000 sisa pasukan Zhou Wei dan 50.000 pasukannya sendiri yang bersembunyi di hutan duri hitam bergerak kembali dengan selamat ke kota Bei Qi.
Mereka mencoba membentuk pertahanan di sana, bersiap menghadapi serangan Pasukan Qin di bawah Zhang Han dan pasukan pembelot Ling Wu yang mencapai kurang lebih 500.000 personil.
Sementara Ying Wu Zhou Wei dan gubernur Wu, sedang menghadapi bahaya serangan yang tidak main main.
Di tempat lain nya, Guo Yun yang sedang mengawasi armada pasukan airnya, yang sudah siap sebagian, dengan kapal kapal perang nya yang berjejer rapi.
Guo Yun yang di temani oleh Gongsun Li terlihat tersenyum puas.
Hingga seorang prajuritnya datang memberikan sebuah tabung bambu kecil.
Guo Yun pun segera membuka tabung itu, mengeluarkan isinya.
Setelah membacanya wajah Guo Yun sedikit berubah.
Melihat hal ini, Gongsun Li pun bertanya,
"Yun ke ke apa yang terjadi ?"
Guo Yun memberikan surat kecil tersebut ke istrinya dan berkata,
"Ayo kita kembali ke kemah, ada yang perlu kita persiapkan untuk membantu Ying Wu dan Zhou Wei mengatasi masalah.."
Gongsun Li membacanya sebentar, kemudian dia segera menyusul suaminya dan berkata,
"Si Keparat itu sungguh memalukan, jelas jelas adiknya salah menganggu istri orang, tidak mau bertanggung jawab.."
"Dia malah ikut ikutan memperkeruh suasana.."
"Seharusnya saat itu Yun ke ke penggal saja dia bersama keluarganya.."
"Keluarganya,.. benar Yun ke ke.. keluarganya masih di Gui Ji, tangkap dan habisi saja mereka semuanya sebagai peringatan untuk nya."
Ucap Gongsun Li geram.
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak Li er, itu tidak baik.."
"Dia yang berbuat, keluarganya tidak tahu apa apa, cukup dia saja yang bertanggung jawab..'
__ADS_1
'Keluarganya, tidak boleh kita ganggu sama sekali.."
"Lebih baik kita segera kembali ke kemah, untuk buat surat ke Zhong San, agar mengatur bala bantuan kesana."
Ucap Guo Yun sambil melangkah cepat.
Gongsun Li mengangguk dan mengikuti suaminya dengan mempercepat langkahnya, agar tidak tertinggal.
Dia punya ilmu meringankan tubuh tarian putri giok
Bukan hal sulit baginya untuk mengimbangi kecepatan langkah suaminya.
Saat tiba di depan kemah, Guo Yun di buat heran oleh kehadiran Xiang Yu, Xiang Liang, Xiang Bo, dan seorang pria berkumis melintang tipis yang Guo Yun tidak kenal.
Dari wajahnya Guo Yun melihat ada kelicikan kecerdikan dan ambisi tersembunyi yang besar.
Tapi saat ini, Guo Yun tidak terlalu ambil perduli.
Karena saat ini dia memang sedang membutuhkan banyak tenaga bantuan.
Asalkan sejalan dan satu tujuan, tidak ada salahnya mencoba bekerja sama.
Begitu melihat kemunculan Guo Yun dan Gongsun Li.
Keempat orang itu segera berlutut di hadapan Guo Yun dan Gongsun Li.
"Salam hormat kami Semoga yang mulia panjang umur, sehat dan sejahtera.."
Ucap mereka berempat kompak.
"Kalian semua bangunlah, tak perlu peradatan."
"Mari kita ngobrol ngobrol didalam sana.."
Ucap Guo Yun sambil berjalan duluan memasuki tenda nya, Gongsun Li mengiringi di sebelah Guo Yun tanpa berkata apa-apa.
Ekspresi wajah nya terlihat datar dan dingin, memang seperti itulah sifat wanita yang sangat cantik dan anggun itu.
Kecuali terhadap Gurunya, Ching Ke, Guo Yun dan Si Si, terhadap orang lain dia selalu seperti itu.
Bahkan terhadap putri kandungnya sekalipun dia tidak jarang bersikap seperti itu.
Sehingga putri semata wayangnya itu, lebih memilih tinggal. Bersama Min Min ketimbang bersama ibu kandungnya sendiri.
Setelah mempersilahkan mereka berempat untuk duduk, Guo Yun baru bertanya,
"Bagaimana pengalaman kalian bertiga setelah kita kehilangan kota Shoucun. ?"
Xiang Liang menghela nafas panjang dan berkata,
"Sungguh malu dan menyedihkan, dua kali di beri kepercayaan oleh Cu Kung untuk menjaga ibukota.."
"Kami selalu menghilangkan nya.."
Gongsun Li menanggapinya dengan dengusan dingin dan berkata,
__ADS_1
"Kamu masih berani mengatakannya, bukan mikir dan introspeksi.."
"Dasar tidak.."
Ucapan Gongsun Li keburu di potong dan di beri kode Kedipan mata agar tidak melanjutkan perkataannya.
Gongsun Li mengerti maksud suaminya, dia segera memilih diam hanya mendengus dingin kearah Xiang Liang.
Wajah Xiang Liang merah padam mendengarnya, kepalanya tertunduk malu.
Begitupula dengan Xiang Bo, hanya Xiang Yu yang terlihat menatap kearah gurunya dengan tatapan mata kurang puas.
Tapi dia tidak berani bicara, karena di sana hadir Gongsun Li, yang tidak akan segan segan menyemprot dan menghajarnya di depan umum bila dia berani buka suara.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Ucapan istri ku terlalu berat, kalian jangan ambil hati.."
"Tidak ada gunanya kita meributkan hal yang sudah lalu, dan sudah terjadi.."
"Di depan masih banyak tugas menanti kita, lebih baik kita fokus ke depan nya saja.."
"Kita masih bisa menebusnya kembali dengan jasa jasa, yang menanti kalian pergi meraihnya.."
Ucap Guo Yun .memberi semangat ke semua nya.
Sesaat kemudian Guo Yun menoleh kearah pria berkumis melintang yang menyembunyikan niat dan ambisinya itu.
"Jendral Xiang Liang, kalau boleh tahu siapa teman anda ini..?"
Xiang Liang buru buru menjawab
"Ohh dia ini adalah tuan penolong kami, dia adalah salah satu pimpinan pejuang rakyat daerah selatan.."
"Namanya Liu Pang, saat kami kehilangan kota Shoucun, dan menjadi kejaran pasukan Qin.."
"Saudara Liu Pang inilah, yang sudah membantu menyembunyikan kami di rumah, istri keduanya, untuk menghindari kejaran pasukan Qin."
Gongsun Li hanya melihatnya sekilas, lalu mendengus dingin, dia beradu mata dengan suaminya.
Dari tatapan matanya, dia seolah olah ingin berkata bangsat cabul berhati cabang ini, sangat cocok dengan mu..
Guo Yun mengerti maksud istrinya, sambil tersenyum canggung dan batuk batuk kecil.
Dia kemudian berkata,
"Selamat datang saudara Liu, terimakasih banyak kamu sudah menolong bawahan, juga murid ku ini.."
"Kira kira bantuan ataupun harapan seperti apa yang saudara Liu inginkan dari kerajaan kecil seperti kami ini..?"
Tanya Guo Yun sambil tersenyum ramah.
Liu Pang langsung menggoyangkan sepasang tangan nya kedepan dan berkata,
"Yang Mulia terlalu berat kata katanya.."
__ADS_1
"Liu Pang mana berani meminta dan berharap suatu dari Yang Mulia dengan sedikit jasa, yang tidak berarti itu.."