LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEJADIAN DI SUNGAI WEI


__ADS_3

"Siap panglima..!"


jawab pengawal di depan pintu, saat memasuki ruangan, dengan kepala tertunduk.


"Hadiah yang di bawa perdana menteri Lu tadi satu kotak bawa kedalam."


"Sisanya panggil Zhang Yi untuk membagikan nya, katakan pada Zhang Yi prioritas 3000 pasukan yang ikut ke barat, dan 2000 pasukan yang gugur dalam misi di barat."


"Terutama hadiah untuk yang gugur, itu harus di usahakan sampai ke keluarganya, dalam jumlah 3 kali lipat.."


"Siap panglima..!"


"Lapor panglima, di luar ada 9 peti besar dan satu peti kecil, peti yang mana yang akan di bawa kedalam kemah..?"


ucap pengawal itu melaporkan dengan hormat.


"Yang kecil saja kemari, yang besar berikan ke Zhang Yi semua.."


ucap Guo Yun tegas.


"Baik siap laksanakan panglima.."


ucap pengawal itu memberi hormat, lalu mengundurkan diri dari sana.


Tak lama kemudian prajurit itu bersama temannya mengangkut sebuah peti berukuran setengah meter kali setengah meter.


Meski ukurannya tidak terlalu besar, tapi peti itu terlihat sangat berat.


Sehingga dua prajurit itu terlihat sedikit bersusah payah mengangkat nya masuk kedalam kemah.


"Mau di letakkan di mana panglima..?"


tanya pengawal yang sedang mengangkut peti tersebut.


"Di pinggir sebelah sana saja.."


ucap Guo Yun sambil menunjuk kearah pojok kemah yang letaknya tidak terlalu jauh dari pintu.


Kedua pengawal itu setelah meletakkan peti itu dengan rapi, di tempat yang di tunjuk oleh Guo Yun.


Mereka langsung meninggalkan kemah, untuk kembali berjaga di depan.


Guo Yun menoleh kearah Gongsun Li dan berkata,


"Ayo kita lihat, apa hadiah yang di berikan oleh mereka.."


Gongsun Li mengangguk sambil tersenyum, dia berjalan mengikuti Guo Yun dari belakang.


Begitu peti yang di segel itu terbuka, di dalam terlihat banyak tumpukan uang emas perak mutiara dan batu permata.


Guo Yun mengambil sebuah tusuk konde giok, dengan bandulan batu permata biru, yang sangat indah dan terlihat berkilauan.


Lalu dia membantu memasangkannya di atas sanggul rambut Gongsun Li dan berkata,


"Tusuk konde ini sangat pas untuk mu Li Mei.."


"Anggap saja itu hadiah kamu menemani ku ke barat kemarin.."


Gongsun Li tersenyum gembira, dia buru-buru berlari kearah cermin untuk melihat tusuk konde yang menghiasi kepalanya itu.

__ADS_1


Dia terlihat sangat antusias, sambil memiringkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, mengamati tusuk konde yang menghiasi kepala nya itu..


Sesaat kemudian dia berkata,


"Yun ke ke, sisa peti itu mau di apakan ?"


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Aku akan belanjakan ke seragam dan perlengkapan senjata pasukan ku.."


"Juga untuk membeli kuda dan merekrut pasukan baru, untuk menjalankan misi baru ku.."


Guo Yun duduk disebelah Gongsun Li dan berkata,


"Li Mei nanti kamu dan kakak mu Yan Cie cie, akan menempati gedung baru yang di jaga ketat.."


"Seluruh gedung hanya ada wanita dan mungkin beberapa Kasim pria, yang di sediakan khusus untuk membantu, beberapa jenis pekerjaan, yang memerlukan tenaga pria.."


"Kalian berdua akan aman di sana ."


"Kita masih punya 3 hari menikmati kebersamaan kita, setelah itu aku tidak tahu sampai kapan, kita baru akan bisa bertemu lagi ."


ucap Guo Yun dengan wajah sedikit sedih.


Gongsun Li sambil tersenyum lembut, dia kembali mengambil posisi duduk seperti sebelumnya.


Lalu berkata,


"Meski hanya tersisa satu detik sekalipun, aku juga akan menyambutnya dengan bahagia tanpa penyesalan.."


"Asal bisa bersama dan bisa melihat mu, aku sudah cukup puas.."


"Kamu benar, kita harus manfaatkan waktu ini baik baik."


"Ayo kita pergi jalan jalan sepuas puasnya, jangan terus berdiam di dalam kemah membosankan ini.."


ucap Guo Yun penuh semangat.


Gongsun Li juga mengangguk dengan gembira, menyambut ajakan Guo Yun.


Guo Yun langsung menggendong Gongsun Li, lalu hendak berjalan keluar dari dalam kemah.


"Yun ke ke,..tunggu.. turunkan aku dulu, jangan begini, malu maluin Ihh.."


ucap Gongsun Li dengan wajah merah.


Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kenapa harus malu, aku justru ingin seluruh dunia tahu, Li Mei kamulah wanita ku.."


"Kamu lah satu satunya wanita dalam hidupku, yang akan menemani ku menjalani sisa hidup ku..sampai maut tiba.."


"Kamu tidak akan berkeberatan bukan ?"


ucap Guo Yun sambil tersenyum.


Gongsun Li sambil menahan tawa, menggelengkan kepalanya dengan kuat dan berkata,


"Tentu tidak, bila Yun ke ke tidak merasa malu, Li er juga tidak akan merasa harus malu lagi.."

__ADS_1


"Bagus ayo kita berangkat.."


ucap Guo Yun sambil tersenyum gembira.


Dia melanjutkan menggendong Gongsun Li keluar dari dalam tendanya.


Saat melewati dua pengawal yang berjaga di depan kemahnya, Guo Yun berkata


"Bila ada yang mencari ku, katakan saja aku dan istri ku sedang berlibur.."


"Tiga hari kemudian kami baru akan kembali.."


"Siap panglima.."


jawab kedua pengawal itu cepat.


Guo Yun setelah berpesan, dia membantu Gongsun Li duduk di atas punggung kuda nya.


Lalu sesaat kemudian, mereka berdua sambil tertawa riang, menunggang satu kuda berdua, bergerak meninggalkan kawasan camp militer pasukan Guo Yun.


Memasuki kawasan kota Xian Yang yang ramai, Guo Yun dan Gongsun Li turun dari punggung kuda.


Mereka berdua berjalan santai menuju keramaian, bergandengan mesra, sambil menuntun kuda.


Guo Yun menemani Gongsun Li melihat berbagai macam barang dagangan, yang menarik perhatian kekasihnya itu.


Sebagian besar adalah perlengkapan seperti bedak bedak gincu pewangi, hingga pakaian, dan kain.


Semua adalah barang yang berhubungan dengan kebutuhan wanita.


Tapi Guo Yun tidak berkeberatan, yang penting kekasihnya gembira dan menikmatinya.


Setelah puas berkeliling dan belanja, mereka menyewa sebuah perahu, untuk berkeliling di sungai kecil yang membelah kota Xian Yang.


Di perahu kecil itu, mereka selain bisa duduk santai, menghilangkan lelah berjalan tadi.


Mereka juga bisa makan minum sambil menikmati musik Ku Khim, yang di mainkan oleh seorang gadis muda yang cantik.


Sedangkan kuda Guo Yun di urus oleh putranya pemilik perahu yang perahunya Guo Yun sewa.


Jadi dia tidak perlu khawatir kudanya hilang di curi orang.


Di saat perahu yang di tumpangi Guo Yun sedang bergerak pelan dan santai, menyusuri sungai kecil yang berair tenang.


"Brakkkk,..!"


Tiba-tiba perahu berguncang hebat, Gongsun Li hampir terguling dari perahu, bila tidak di tarik dan di peluk oleh Guo Yun.


Gadis pemain kecapi yang duduk di ujung perahu, juga hampir jatuh tercebur kedalam sungai.


Bila pinggang nya tidak terlilit oleh kain tirai penutup bilik perahu. Niscaya, dia pasti akan tercebur kedalam sungai.


Kain itu di gunakan oleh Guo Yun untuk menyelamatkan gadis itu.


Gadis penabuh kecapi yang sempat menjerit kaget ketakutan.


Kini buru buru masuk kedalam bilik perahu dan berkata,


"Tuan tolong saya,..aku tidak mau pindah ke perahu para bajingan hidung belang itu.."

__ADS_1


"Anak muda sebaiknya jangan ikut campur, kamu tidak akan sanggup berurusan dengan mereka.."


__ADS_2