
Pangeran Ji Ao dan istrinya menoleh kebelakang saat mendengar panggilan Guo Yun.
Mereka berdua dengan heran menatap kearah Guo Yun, yang sedang berlutut di belakang mereka.
"Yun er kamu kenapa sampai harus berlutut segala, ? ada hal apa bicarakan saja tak perlu seperti ini.."
ucap Pangeran Ji Ao dan istrinya mencoba membangunkan nya.
Tapi Guo Yun tetap tidak bersedia bangun dan berkata,
"Sebelum pangeran Ji dan Yan cie cie meluluskan permohonan Yun er ini.."
"Yun er tidak akan berdiri.."
ucap Guo Yun berkeras.
"Coba katakan saja, kamu ingin memohon apa ? bila kami bisa, kami pasti akan mengabulkannya.."
ucap Pangeran Ji Ao sambil menatap Guo Yun dengan heran.
Guo Yun menarik nafas panjang membuangnya sebanyak 3 kali, untuk menenangkan perasaan nya.
Sedangkan Gongsun Li di belakangnya hanya berdiri, sambil tersenyum simpul melihat kelakuan kekasihnya.
"Pangeran Ji,..Yan cie cie,..Yun er tidak memiliki siapa siapa saat ini."
"Yun er harap pangeran Ji dan Yan cie cie bisa jadi wali dan merestui hubungan saya dan Li mei."
"Yun er sangat menyukai dan mencintai Li mei, harap pangeran Ji dan Yan cie cie bersedia menikahkan Li mei dengan saya.."
Pangeran Ji Ao langsung tertawa, Gongsun Yan juga ikut tertawa sambil menutupi mulutnya dengan tangan.
Sesaat kemudian Gongsun Yan yang berkata,
"Saya kira ada hal apa, rupanya masalah ini.."
"Aku sudah lama menyuruhnya memilih mu menjadi jodoh mu, tapi dia selalu menolak dengan berbagai alasan.."
"Kami berdua tentu tidak berkeberatan, malah kami sangat gembira, bila kalian bisa dipersatukan."
"Cuma kini masalahnya, apa kekasih mu itu setuju,? bila dia setuju tentu saja semua bukan masalah.."
ucap Gongsun Yan sambil menahan senyum.
"Saya setuju kak..!"
jawab Gongsun Li dari belakang sambil menahan senyum bahagia..
Pangeran Ji Ao setelah mendengar jawaban adik iparnya, sambil tertawa berkata,
"Kalau begitu semua nya kini bukan masalah lagi.."
"Ayo bangunlah, nanti kita akan suruh Siao Cui dan Siao tie pergi mencari barang barang perlengkapan pernikahan kalian."
"Kalau baju pengantin, kakak ipar mu ada menyimpannya.."
"Tak perlu bikin lagi, kalian bisa mencobanya langsung sekarang..'
__ADS_1
ucap Pangeran Ji Ao sambil tersenyum lebar, dan membantu Guo Yun bangkit berdiri..
Guo Yun bangun berdiri kemudian berkata,
"Kakak ipar terimalah ucapan terimakasih dan hormat dari saya.."
"Ha.ha..ha..! bagus mulai kini kita resmi jadi satu keluarga.."
ucap pangeran Ji Ao gembira.
"Yun er kamu dan calon istri mu tunggu saja di dalam kamar sana, tak usah kemana mana."
"Biar kakak yang akan menyiapkan semuanya untuk kalian.."
"Malam ini juga kalian berdua bisa sembahyang langit dan bumi.."
ucap pangeran Ji Ao dengan gembira, sambil mendorong Guo Yun dan Gongsun Li masuk kedalam kamar.
Setelah itu sambil tertawa gembira kedua suami istri itu, dengan ekspresi wajah gembira segera bergegas meninggalkan tempat tersebut.
Mereka pergi mempersiapkan segala sesuatunya, untuk pernikahan kilat Guo Yun dan Gongsun Li.
Guo Yun dan Gongsun Li setelah berada di dalam kamar, yang pintunya tertutup rapat.
Mereka langsung saling berangkulan dengan penuh kebahagiaan.
"Li mei semua terjadi begitu cepat, aku seperti sedang bermimpi, bahkan lebih indah dari mimpi.."
ucap Guo Yun pelan.
Gongsun Li tersenyum bahagia dan menyandarkan kepalanya di dada Guo Yun yang bidang.
"Aku sudah memilih mu, maka cepat lambat aku adalah milik mu.."
"Selama nya hanya milik mu seorang..'
"Yun ke ke berjanjilah, kamu harus kembali dengan selamat, kamu tidak boleh terjadi sesuatu..mengerti..?"
ucap Gongsun Li sambil menatap Guo Yun dengan serius.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Kamu tak perlu khawatir, aku pasti akan pulang untuk mu.."
"Kita pasti akan segera berkumpul kembali, dan kita pasti akan punya negara dan keluarga sendiri.."
"Semoga saja demikian.."
ucap Gongsun Li sambil mengeratkan pelukannya, seolah olah berat untuk berpisah.
"Tok,..tok..tok..!"
Bunyi di pintu seketika membuyarkan kemesraan dan kehangatan mereka berdua.
Guo Yun dan Gongsun Li sama sama Tersenyum dan melepaskan pelukan mereka masing-masing.
Guo Yun pergi membuka pintu, didepan pintu berdiri seorang pelayan.
__ADS_1
Pelayan itu datang membawa, sebuah nampan kayu, berisi setelan pakaian pengantin berwarna merah.
"Maaf tuan, kami di minta oleh tuan besar membawa pakaian ini kemari."
ucap pelayan itu dengan sopan.
"Masuk saja kedalam, letakkan saja di atas meja.."
ucap Guo Yun, sambil menyingkir kesamping, agar pelayan itu bisa masuk.
Setelah meletakkan nampan kayu berisi seperangkat pakaian dan perlengkapan pengantin wanita di sana.
Pelayan itu pun segera permisi dari sana.
Beberapa saat kemudian, secara bergantian Siao Cui dan Siao tie kembali, untuk membantu menghias kamar dan mempersiapkan segala sesuatunya.
Sementara itu biar mereka bisa bekerja dengan bebas dan nyaman.
Guo Yun mengajak calon istrinya berpindah duduk santai di taman depan kamar.
Beberapa waktu kemudian pangeran Ji Ao dan istrinya juga menyusul datang.
mereka terlihat sibuk menata meja sembahyang dan berbagai peralatan sembahyang di atas meja tersebut.
Beberapa waktu kemudian, kedua orang itu menghampiri Guo Yun dan Gongsun Li.
"Yun er kamu ikut aku ke kamar ku, untuk mencoba pakaian pengantin mu.."
"Sementara Li er biar di kamar sini, di urus oleh istriku..'
ucap Pangeran Ji Ao, begitu tiba di hadapan Guo Yun.
Guo Yun mengangguk, dia menatap Gongsun Li yang cantik dengan wajah sedikit berat, untuk berpisah.
Gongsun Li sambil tersenyum mengusir'nya dengan tangan, lalu dia ikut dengan kakaknya kembali masuk kedalam kamar.
Di dalam kamar Gongsun Li berganti pakaian pengantin dan di bantu rias oleh kakaknya, Siao Cui dan Siao Tie yang di perbantukan di sana.
Sementara Guo Yun di kamar pangeran Ji Ao, sebentar saja sudah selesai.
Karena pada dasarnya, dia hanya melapisi pakaian pengantinnya diluar.
Sedangkan pakaian sebelumnya tertutup di dalam oleh jubah luar berwarna merah.
Beberapa saat kemudian, pangeran Ji Ao sudah membawa Guo Yun kembali menunggu di taman depan kamar pengantin.
Begitu tiba waktunya, Gongsun Li yang kepalanya tertutup kain merah.
Di bawa keluar oleh kakaknya dari dalam kamar.
Melihat hal itu, Pangeran Ji Ao segera mengajak Guo Yun menghampiri pengantin wanita, yang sudah siap di depan meja sembahyang.
Dengan mengikuti arahan teriakan dari Lai Fu, kedua pengantin mulai melakukan prosesi sembahyang langit dan bumi.
Kemudian di lanjutkan dengan prosesi memberi hormat dan menyuguhkan teh ke wali pengantin.
Dalam hal ini Guo Yun di wakili oleh pangeran Ji Ao, sedangkan Gongsun Li di wakili oleh kakaknya.
__ADS_1
Setelah proses kedua selesai, Lai Fu mempersilahkan Guo Yun dan Gongsun Li saling memberi hormat.