LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MENGHADAPI PAMAN GURU XIANG YAN


__ADS_3

Pasukan Guo Yun terus bergerak membantai pasukan barisan pendam Chu.


Ribuan orang itu, bagi 300 personil harimau hitam bukan masalah besar.


Mereka satu grup terdiri dari 5 orang, 3 menangkis serangan, dua yang lain akan membantai lawan.


Secara bergantian, mereka terus bertukar tukar posisi menyerang bertahan, hal ini untuk membuat lawan yang mengepung bingung.


Dengan jurus tombak andalan mereka, yang sangat mematikan, dan ilmu pernafasan yang mereka kuasai dengan baik.


Pergerakan nya menjadi sangat teratur, dalam bertahan dan menyerang.


Pasukan musuh yang lebih banyak, hanya bagaikan ngengat yang menerjang api.


Semua usaha mereka sia sia,.di tambah dengan Guo Yun, yang bergerak lincah dengan Cui Mo Cien Fa, berkelebat kesana kemari dengan permainan pedangnya.


Dia dengan mudah membantai semua pasukan Chu, yang berada di hadapannya, keadaan kepungan pasukan Chu menjadi kacau balau.


Beberapa komandan pasukan telah tergeletak tak bernyawa, saat berani maju menghadang langkah Guo Yun.


Di saat Guo Yun hampir meraih kemenangan, sebuah anak panah.di.lepaskan dari tempat gelap, langsung menerjang cepat kearah Guo Yun.


"Serrrr...!"


"Tringgg..!"


Panah berhasil di tangkis runtuh oleh Guo Yun, meski dia sedang fokus menghadapi serangan para pengepungnya.


Baru saja satu berhasil di tangkis, panah yang lain telah datang menghampirinya.


Guo Yun terpaksa membuang diri kebelakang, sambil menangkis serangan tombak para pengepungnya.


"Trangggg...!"


"Serrrrrrr..!"


Serrrrrrr..!"


Serrrrrrr..!"


3 batang anak panah gelap berhasil Guo Yun hindari, dengan langkah ajaibnya.


"Sreettt,..!"


Sreettt,..!"


Sreettt,..!"


"Arggghhh..!"


"Desss..!"


"Wunggg .!"


Sambil menghindar, pedang Guo Yun berkelebat memotong leher 5 orang pengepung di dekatnya.


Teriakkan mengerikan dari prajurit yang lehernya terkena sambaran pedang Gou Yun, memenuhi sekitar sana.


5 orang itu tumbang keatas tanah diam tak bergerak, Guo Yun menggunakan kakinya melakukan gerakan mencongkel.


sebatang tombak di hadapannya, tombak tersebut terbang keudara.


Dengan gerakan tendangan berputar yang cepat, yang merupakan jurus naga sakti mengibaskan ekor.


Bagian ujung belakang tombak yang terkena tendangan Guo Yun.


Membuat tombak itu meluncur cepat kearah kegelapan dari mana anak panah tadi berasal.


Tombak yang meluncur deras menerjang kearah kegelapan tersebut.


"Brakkkk...!"

__ADS_1


Tombak meledak hancur berantakan terpental dari balik kegelapan.


Dari balik kegelapan berjalan keluar seorang kakek berambut putih, di tangannya memegang sebatang busur.


Di punggung tergantung sebuah tas berisi anak panah.


"Yan Yan di sini, lekas laporkan nama mu anak muda..!"


"Sebelum menjadi hantu tanpa nama lekas laporkan nama mu .!"


bentak Kakek itu sambil menatap tajam kearah Guo Yun.


"Nama ku Guo Yun, kamu tidak perlu teriak teriak, simpan nafas mu jangan sampai putus.."


ucap Guo Yun sambil tersenyum mengejek.


Sekaligus dia melakukan 3 kali tebasan ke kiri kanan.


"Crashhh..!"


"Crashhh..!"


"Crashhh..!"


Sehingga 3 prajurit pengepungnya, tubuhnya langsung terbelah dua.


Sebelum sempat menjerit mereka telah tewas.


Yan Yan menatap tajam kearah Guo Yun dan berkata,


"Aku mau lihat seberapa besar kemampuan mu..?"


"Pasukan kepung dan habisi mereka tanpa sisa..!"


teriak Yan Yan sambil mencabut pedangnya, bersiap menghadapi Guo Yun.


Tidak tahu dari mana datangnya, tahu tahu tempat itu, kini telah di kepung oleh puluhan ribu pasukan Chu.


Hujan anak panah dari segala arah, langsung berhamburan kearah Guo Yun.


Pasukan Guo Yun yang kini bukan hanya memilki baju perisai, tapi juga memilki jubah hitam anti senjata tajam.


Mereka dengan mudah meruntuhkan serangan tersebut.


Sedangkan Guo Yun sendiri, langsung terbang ke udara.


Melepaskan tebasan pedang Pemusnah jurus pertama nya, khusus di arahkan ke pasukan pemanah yang sedang mengepung nya.


"Wusss...!'


"Crashhh,...!"


"Ahhhh,..!"


Pasukan pemanah itu langsung roboh malang melintang tewas di tempat.


"Pasukan Perisai maju,..serang habisi mereka semua..!"


bentak Yan Yan.


Barisan pasukan Chu dengan perisai besar, mulai bergerak maju dengan derap langkah mereka yang bergema.


Pasukan Guo Yun tetap bersiaga dalam posisi formasi berlima mereka.


Bersiap menyambut berbagai kemungkinan yang terjadi.


Han Wei dan Ying Wu, setelah berhasil mengeluarkan Raja An Wi dan rombongan keluarganya dari dalam penjara.


Saat keluar dari bangunan penjara, melihat di sekitar sana terang benderang, di penuhi lautan pasukan musuh.


Kedua orang itu menelan ludah dengan wajah pucat.

__ADS_1


Di saat mereka berdua dan rombongan mereka, yang sedang mengawal rombongan keluarga istana sedang bingung.


Tiba-tiba mereka melihat Guo Yun melepaskan kode rahasia ke udara.


Sesaat kemudian dari arah gerbang kota, terlihat rombongan pasukan harimau hitam, yang menunggang kuda, di pimpin oleh Zhou Tai dan Ling Tong bergerak maju datang.


memporak.porandakan barusan belakang pasukan pengepung Yan Yan.


Yan Yan segera memberi kode, agar barisan belakang nya, bertahan dengan senjata tameng dan tombak, untuk menahan serangan pasukan berkuda Guo Yun.


Dia sendiri sudah maju menerjang kearah Guo Yun, dengan permainan pedangnya yang cepat dan mematikan.


Yan Yan lenyap dalam gulungan sinar kehijauan, menerjang kearah Guo Yun dengan ganas.


Guo Yun juga terbang menyambut serangan Yan Yan dengan tangkisan pedang nya.


"Trangggg,..!"


Pedang beradu di udara, dengan sangat keras, hingga bunyi logam beradu memekakkan telinga.


Menimbulkan bunga api berpijar, ke mana mana.


Saat pedang saling beradu di udara, mereka masing masing juga saling serang dengan telapak tangan kosong di udara.


Cakar dan tinju saling bertemu di udara, begitupula dengan sepasang kaki mereka saling jegal dan saling tendang di udara.


"Plakkk,..!"


"Plakkk,..!"


"Plakkk,..!"


"Deesss,..!"


Deesss,..!"


Deesss,..!"


Masing masing terpisah mundur kebelakang.


Yan Yan merasa tinjunya dan tangannya yang memegang pedang gemetaran.


Dari pertemuan itu, dia sadar kemampuan Guo Yun tidak di bawahnya.


Yan Yan adalah paman guru Xiang Yan, yang sengaja di undang turun gunung, untuk menghadapi Guo Yun.


Setelah kekalahan Xiang Yan di tepi lembah sungai Huai tempo hari.


Pergerakan Guo Yun sejak keluar dari Qin mendekati Wilayah Han, sudah di ketahui sepenuhnya oleh Xiang Yan lewat mata matanya.


Dia belum bergerak, hanya ingin tahu apa yang ingin di lakukan oleh Guo Yun di negara tahlukkan nya.


Dia hanya mengirim paman gurunya Yan Yan kesana, untuk memimpin barisan bila keadaan mendesak.


Begitu Guo Yun bergerak dan hampir mengacaukan jebakan yang di buat oleh Xiong Sin.


Yan Yan pun muncul untuk memberikan bantuan.


Dari pertemuan barusan, Guo Yun juga menyadari kakek itu tidak mudah di hadapi.


Guo Yun hanya menang tipis beberapa puluh lingkaran di bandingkan dengan kakek itu.


Setelah bersiap siap, Guo Yun kembali menerjang dengan pedang nya kearah Yan Yan.


Pedang Gou Yun bergetar membentuk puluhan bayangan menerjang kearah Yan Yan.


Melihat hal itu, Yan Yan memutar pedangnya menjadi gulungan sinar hijau menyelimuti seluruh tubuhnya.


Barisan pasukan berkuda yang di pimpin oleh Ling Tong dan Zhou Tai.


Terlihat terus menerjang, berusaha menerobos kepungan pasukan Chu, yang masih bertahan dengan tombak dan perisai mereka.

__ADS_1


__ADS_2