LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MUNDUR MELAKUKAN PERENCANAAN ULANG


__ADS_3

Guo Yun terus melayang mundur menghindar hingga serangan Mu Rong Fuk melemah.


Sambil menjejakkan sepasang kakinya di atas tanah, kini secara bergantian Guo Yun melakukan hal yang sama.


Tapi perbedaannya terlihat, Guo Yun berubah menjadi 4 bayangan menyerang dari 4 arah, menjepitnya.


Hingga Mu Rong Fuk tidak mampu bergerak sama sekali untuk menghindar.


Mu Rong Fuk terlihat sibuk memberikan tangkisan serangan dari empat penjuru.


Tapi Mu Rong Fuk memang luar biasa, bakat dan kematangannya, menguasai ilmu keluarganya sudah sangat sempurna.


Sehingga dalam situasi terjepit sekalipun dia mampu lolos dari serangan Guo Yun.


Meliuk kesana kemari hilang muncul dari posisinya, sambil balas mengancam Guo Yun dengan sepasang telapak tangan yang bersinar merah biru.


Membuat Guo Yun terpaksa menarik mundur serangannya, bila tidak ingin terluka parah lebih duluan.


Mu Rong Fuk memainkan jurus ke 7 di sesuaikan dengan kondisi pertarungan.


"Cahaya matahari rembulan tidak terhalau.."


Jurus ke 5 dan ke 6 dia lompat, karena jurus ini yang paling tepat menghalau jurus ke empat Guo Yun.


Pertarungan kembali berlanjut dengan sengit, Guo Yun yang penasaran memainkan ilmunya satu jurus demi satu jurus berurut hingga jurus terakhir jurus ke 10.


Tapi Mu Rong Fuk selalu berhasil mengatasinya dengan jurus acak yang di sesuaikan dengan situasi.


Seperti jurus ke 10 ini


"Cahaya Matahari Rembulan Penakluk semesta."


Saat Guo Yun mainkan jurus terakhir ini ratusan matahari dan rembulan bergerak menerjang kearah Mu Rong Fuk dengan kekuatan penuh.


Mu Rong Fuk justru menghadap nya dengan jurus kelima,


"Memindahkan matahari dan rembulan kembali keasal.."


Dia membentuk pusaran menangkap serangan Guo Yun yang datang lalu di kembalikan lagi, kearah Guo Yun.


Sehingga Guo Yun harus mengeluarkan sepasang pedangnya


Pedang darah di tangan kanan, pedang Han Kuang Cien di tangan kiri.


Dengan putaran sepasang pedang dengan kekuatan terbalik, Guo Yun baru bisa menghancurkan jurus returan yang di kembalikan oleh Mu Rong Fuk.


"Blaaaarrr..! Blaaaarrr..!"


"Blaaaarrr..! Blaaaarrr..!"


"Blaaaarrr..! Blaaaarrr..!"


"Blaaaarrr..! Blaaaarrr..!"


Dengan kedua pedang di tangan Guo Yun memunahkan tenaga returan itu sendiri.


Pertarungan kembali di lanjutkan, Mu Rong Fuk juga mengeluarkan sepasang belati pendek cahaya biru merah menangkis serangan pedang Guo Yun.


"Tranggg,..! Tringgg,..! Tranggg .!"


Tranggg,..! Tringgg,..! Tranggg .!"


Tranggg,..! Tringgg,..! Tranggg .!"


Sepasang pedang mereka terus berbenturan di udara dengan sangat cepat.


Masing masing belum terlihat siapa yang lebih unggul, siapa yang lebih lemah.


Mereka kini mulai saling mengkombinasi serangan menunjukkan tingkat kematangan penguasaan jurus masing masing.


Guo Yun tadi sengaja mengeluarkan jurus berurutan bukan karena dia menguasai jurus itu karena hapalan.


Tapi lebih karena ingin menguji, apa reaksi Mu Rong Fuk, terhadap jurus jurus miliknya.


Melihat Mu Rong Fuk mampu menghadapi dan memecahkan seluruh jurus itu dengan sangat baik.


Guo Yun baru kini mengacak dan mengkombinasikan nya, dalam jurus serangan serangan beruntun yang sangat mematikan.


Perlahan-lahan permainan sepasang pedang Guo Yun yang mengeluarkan energi bulan dan matahari.


Mulai bisa menekan dan mengurung Mu Rong Fuk, yang terlihat sangat kerepotan.


Cahaya pedang Guo Yun semakin memanjang mengelilingi tubuh Mu Rong Fuk, sedangkan cahaya pedang Mu Rong Fuk, semakin menciut tertekan dan terdesak hebat.


Mu Rong Fuk mulai kesulitan untuk menyerang hanya bisa main mundur mundur melindungi diri dari serangan Guo Yun.


Di tengah tengah keterdesakan nya, Mu Rong Fuk tiba tiba mengeluarkan suara melengking, menyakiti telinga.


Di susul dengan suara bentakan,


"Rebahlah..!"


Sambil membentak tangan Mu Rong Fuk yang membentuk cakar naga.


Melesat kearah dada Guo Yun, di dahului dengan suara raungan Naga.


"Rooaaarrrrrrr..!"


Sebelum seekor Naga yang terbentuk dari pasir menerjang kearah dada Guo Yun.


Tidak tahu kenapa, Guo Yun merasa seluruh tubuhnya, tidak mau menuruti perintahnya.


Ada hawa magis yang terus memaksanya dirinya untuk rebah, bagaimana pun Guo Yun menggunakan tenaga saktinya.


Melindungi panca Indra dan pikiran nya, mencoba melawan pengaruh suara tersebut.


Guo Yun tetap gagal.


Kegagalan sekejab itu membawa dampak yang signifikan dengan pertahanan Guo Yun.


Di saat Guo Yun sedang berjuang untuk melepaskan diri dari pengaruh kuat suara tadi.


Naga yang terbentuk dari pasir dan tanah, mengandung kekuatan inti bumi, sudah datang menghantam dadanya.


"Dessss..!"


Tubuh Guo Yun terdorong mundur dengan langkah terhuyung-huyung.


Di saat bersamaan serangan cakar Mu Rong Fuk dengan cepat juga sudah tiba.


"Dukkkk,..!"


"Ahhhh...!"


Kali ini adalah Mu Rong Fuk yang berteriak kaget, karena tenaga pukulan nya.


Seolah olah tenggelam kedalam pasir hisap, pukulan nya tidak memberikan efek ke Guo Yun.


Adalah Tenaganya sendiri yang menerobos keluar menghambur kedalam tubuh Guo Yun.


"Dukkkk..!"


Sebuah hantaman keras yang di lepaskan dari bawah keatas.


Membuat tubuh Guo Yun terpental keatas, lalu jatuh terjengkang ke belakang.


Mu Rong Fuk berbeda dengan lawan lawan Guo Yun sebelumnya, Mu Rong Fuk sangat pintar.


Sebelum bertemu Guo Yun secara langsung, dia sudah mencari tahu dan mengumpulkan berbagai informasi terkait kemampuan Guo Yun.


Dia juga sempat berbincang bincang dengan Ling Thian, yang sempat tumbang di tangan Guo Yun.


Dari cerita tersebut, dia sudah memikirkan cara, buat mengantisipasinya.


Awalnya dia sedikit kaget dengan keunikan ilmu hisap tenaga dalam Guo Yun.


Tapi sedetik kemudian begitu sadar, dia menggunakan kakinya yang terisi tenaga kasar, tenaga otot.


Menendang dagu Guo Yun dari arah tak terduga.


Makanya Guo Yun langsung di buat terpental dan terjengkang kebelakang.


"Blukkkk..."


Tubuh Guo Yun jatuh terbanting keatas tanah dengan kepala dan leher mendarat duluan.


Sepasang pedang nya sesaat terlepas dari pegangan tangannya, karena tendangan dan bantingan tersebut.


Untung nya tenaga sakti Thian Ti Sen Kung masih bergerak otomatis melindungi, bagian kepala belakang dan lehernya.


Sehingga kedua bagian itu tidak cedera sana sekali.


Melihat Guo Yun terjengkang kebelakang.


Dengan ganas Mu Rong Fuk menerkamnya.


Dengan duduk diatas dada Guo Yun, mengunci kedua lengan Guo Yun dengan jepitan tulang kering dan lututnya.


Dengan ganas Mu Rong Fuk menyarangkan kedua tinjunya yang besar besar tanpa ampun.


Dia arahkan kewajah Guo Yun dengan tenaga kasar, sekeras kerasnya.


Seolah olah ingin menghancurkan batu karang.


"Dukkkk,..! Dukkkk,..!"


"Arggghh..!"


Sekali ini giliran Mu Rong Fuk yang menjerit kesakitan, kedua tinjunya yang menghujam keras.


Seperti membentur besi, kedua buku buku kepalan tangannya kiut miut sakit luar biasa.

__ADS_1


Hal ini karena pada serangan selanjutnya yang menggunakan tenaga kasar.


Telah terbaca oleh Guo Yun yang tidak kalah cerdik.


Sehingga saat dia menyerang dengan tenaga kasar lagi, Guo Yun justru menyambut nya dengan wajah yang terlindung Thian Ti Sen Kung.


Tentu saja hal ini spontan membuat Mu Rong Fuk menjerit kesakitan.


Sasaran empuknya berubah menjadi sekeras baja, tentu yang menderita adalah tulang dan dagingnya.


Selagi Mu Rong Fuk sedang menjerit kesakitan, Guo Yun menghentakkan kekuatan pinggang nya dengan bantuan tendangan kedua kaki keatas tanah.


Tubuh Mu Rong Fuk spontan terpental keatas, sebelum dia sempat berbuat sesuatu.


"Dukkkk..! Dukkkk..!"


Dua buah tinju Guo Yun yang mengandung Je Ye Sen Cang, tepat menghantam dada Mu Rong Fuk.


Hingga tubuh Mu Rong Fuk terpental jauh bagaikan layangan putus.


Saking kerasnya hantaman tersebut, seketika membuatnya samai sulit bernafas.


Baru setelah terbatuk batuk dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Dia bisa kembali bernafas dengan normal.


Mu Rong Fuk yang merasa sudah terluka di tangan dan dadanya, tidak akan mampu bertarung dengan benar


Dia segera melarikan diri dari sana, sambil berkata,


"Anak muda kamu bagus, ! hari ini aku Mu Rong Fuk mengaku kalah.."


"Lain waktu aku akan kembali mencobanya lagi..!"


Sambil berbicara orang nya sudah menghilang jauh dari tempat tersebut.


Guo Yun setelah melukai Mu Rong Fuk, dia tidak ada niatan untuk mengejarnya.


Dagunya terasa kaku dan kesemutan terkena tendangan Mu Rong Fuk.


Selain itu Guo Yun juga merasa kepalanya pusing berputar-putar, ada binatang bintang menari nari di depan wajahnya.


Giginya juga terasa ngilu dan sakit, hal hal ini yang membuat Guo Yun lebih memilih menjatuhkan diri nya, untuk duduk bersila, setelah kedua pedangnya, sudah dia simpan kedalam cincin nya.


Guo Yun mengedarkan Thian Ti Sen Kung, berputar-putar di dalam tubuhnya.


Untuk mengobati dan memulihkan tenaganya.


Beberapa saat kemudian Guo Yun sudah terlihat bangkit berdiri meninggalkan tempat itu menuju markas mereka di tepi sungai Huai.


Melihat pasukan nya, sedang sibuk membuat kapal perang, Guo Yun sambil tersenyum puas.


Berjalan berkeliling mengawasi sekaligus memberi petunjuk cara membuatnya, sesuai dengan sketsa model kapal yang dia inginkan.


Sementara Guo Yun dan pasukannya sedang sibuk mempersiapkan kapal perang untuk menyeberangi sungai Huai.


Langsung menyerang Ibukota Xuan Yang.


Di tempat lain Li Kui dan Li Ba yang memimpin 300.000 pasukan, bersama Jendral Lim Jendral Guan, Jendral Xing dan Jendral Fu.


Mereka juga telah mencapai perbatasan kota Chen, tidak seperti Guo Yun.


Mereka tidak menemukan penghadangan yang berarti semua berjalan mulus.


Hanya saat mereka tiba di gerbang benteng pertahanan kota Chen.


Langkah mereka berdua terhenti di sana, kota itu di jaga dengan sangat ketat.


Mereka tidak bisa masuk begitu saja, pasukan Qin di bawah pimpinan Wang Jian yang di tugaskan di sana.


Berjaga dengan rapi dan penuh disiplin.


Li Ba dan Li Kui tidak tahu berapa besar pasukan di dalam benteng tersebut.


Melihat situasi tersebut, Li Ba dan Li Kui memutuskan untuk menarik mundur pasukannya, untuk membuat perencanaan ulang.


Tapi begitu pasukan mereka bergerak mundur, tiba-tiba Wang Jian memimpin 50.000 pasukan berkuda,


Keluar dari dalam benteng menerjang kearah pasukan Harimau Hitam yang sedang tidak siap dan sedang bergerak mundur.


Serangan kejutan ini sukses membuat pasukan harimau hitam di bawah pimpinan Li Kui dan Li Ba panik dan kacau balau.


Mereka hanya bisa mencoba bertahan semampunya, dengan kemampuan mereka secara berkelompok.


Li Ba dan Li Kui maju kedepan mencoba menahan serangan pasukan Qin yang di lakukan secara mendadak.


Mereka melakukan serangan dengan menunggang kuda, dan tersebar kemana mana untuk melakukan serangan.


Hal ini menyulitkan Li Ba dan Li Kui meski memilki kesaktian tinggi.


Mereka hanya berhasil menjatuhkan masing masing puluhan orang saja.


Di kala situasi sedang sulit, Li Ba berteriak keras,


"Adik Kui, kamu kawal mereka mundur keatas bukit sana..!"


"Aku akan mencoba menangkap si Keparat Wang Jian itu..!"


ucap Li Ba cepat.


Dia langsung menggerak kudanya selesai berkata, menerjang kearah di mana Wang Jian terlihat.


Li Kui ingin mencegahnya, tapi sudah terlambat.


Li Ba sudah terlanjur bergerak, Li Kui akhirnya memilih fokus mengamankan pasukannya mundur keatas bukit.


"Jendral Lim,..!"


"Kamu pimpin barisan pasukan tameng menjadi pelindung perlahan lahan mundur kesebelah kiri naik keatas bukit.."


"Jendral Guan, kamu pimpin pasukan panah mengincar pasukan Qin dari balik tameng.."


"Jendral Xing,..!"


"Kamu Pimpin pasukan tameng menjadi pelindung pasukan kita mundur keatas bukit dari jalan sebelah kanan.."


"Jendral Fu,..!"


"Kamu bertugas memimpin pasukan panah, tembak jatuh pasukan penunggang kuda Qin.."


"Kalian mengerti..!?"


tanya Li Kui membagi tugas di sela sela dia melepaskan pukulan udara kosong kearah pasukan Qin.


"Mengerti..! siap di laksanakan..!"


jawab keempat Jendral itu kompak.


Berkat pengaturan ini, pasukan Harimau Hitam mulai bisa bertahan dan mundur dengan teratur.


Pasukan Qin mulai banyak yang tumbang tertembus anak panah di leher.


Perlahan-lahan pergerakan mereka mulai tertahan, mereka mulai kehilangan momen terbaiknya.


Di bawah komando beberapa orang ajudan jenderal Wang Jian, mereka mulai berputar arah melarikan diri kedalam benteng kota Chen.


Tapi akibat serangan mendadak itu, Wang Jian berhasil memperoleh kemenangan telak 50.000 pasukannya, gugur hanya 5000, tapi mereka berhasil membantai pasukan harimau hitam sebanyak 30.000 lebih.


Di tempat lain di saat terjadi peperangan pembantaian oleh Pasukan Qin yang dipimpin oleh Wang Jian.


Li Ba yang awalnya memacu kudanya mengejar kearah Wang Jian.


Menghajar siapa saja yang mencoba menghadang pergerakan kudanya.


Akhirnya pergerakan nya terhenti oleh barisan pasukan berkuda, yang menghadang dan menyerang nya dengan tombak panjang.


"Singggg..! Singggg..! Singggg..!"


"Singggg..! Singggg..! Singggg..!"


"Singggg..! Singggg..! Singggg..!"


Saat tombak di tusukan kearah Lu Ba dari berbagai jurusan.


"Wusss...!"


Tiba-tiba Li Ba terbang dari punggung kudanya.


"Tap..! Tap..! Tap..! Tap..! Tap..!"


Li Ba terbang berlarian di atas kepala para pengepungnya.


Li Ba menjadikan kepala dan bahu mereka menjadi batu pijakan, terus terbang meluncur mengincar Wang Jian.


Wang Jian yang menyadari kemampuannya jauh di bawah Li Ba.


Dia langsung memutar kudanya melarikan diri.


"Mau kabur kemana kamu bangsat..!?'


bentak Li Ba sambil terus beterbangan mengejar kearah Wang Jian.


Wang Jian terus memacu kudanya seperti hendak kabur kedalam benteng


Dia terlihat seperti ketakutan, sambil memacu kudanya, sesekali dia akan menoleh melihat kearah Li Ba.


Lalu dia akan kembali memacu kudanya lebih cepat lagi .


Puluhan pengawal berkuda yang selalu mengikuti Wang Jian, mereka juga ikut mengiringi Wang Jian meloloskan diri.


"Kalian semua tahan dia,..!"

__ADS_1


"Cepat..!"


teriak Wang Jian yang terlihat semakin panik dan ketakutan.


Saat dia melihat Li Ba semakin mendekat.


"Siap Jendral..!"


jawab puluhan pengawal itu, sambil memutar balik kuda mereka.


Mereka bersiaga menunggu dengan senjata tombak di tangan, siap menyambut kedatangan Li Ba.


Tapi sebelum Li Ba tiba, seberkas cahaya petir ungu melesat kedepan menyambar kearah mereka secara berantai.


"Blaaaarrr..!"


Puluhan pasukan berkuda itu sebelum sempat menghadang pergerakan Li Ba.


Mereka sudah jatuh bertumbangan, bersama kuda tunggangan mereka, yang terlihat,


berkelenjotan diatas tanah, karena tersambar pukulan petir ungu Li Ba.


Sedangkan para penunggang nya, yaitu para pengawal Wang Jian, mereka semua telah tewas dengan tubuh gosong.


Li Kui dari kejauhan yang menyaksikan apa yang sedang di lakukan oleh Li Ba.


Dia terlihat sangat khawatir, akhirnya setelah melihat pasukannya sudah mulai bisa mundur teratur sambil bertahan.


Tidak sekacau seperti sebelumnya lagi.


Li Kui langsung menghilang dari punggung tunggangan nya.


Tubuhnya bergerak muncul dan menghilang dengan sangat cepat menyusul kearah Li Ba.


Li Kui tidak terlihat gembira saat melihat Li Ba hampir menyusul Wang Jian, setelah menewaskan puluhan pengawal pribadi Wang Jian.


Dia malah justru semakin khawatir, saking khawatirnya, dia sampai tidak bisa menahan diri untuk berteriak,


"Kakak Ba hati hati...!"


Di tempat lain Li Ba yang melihat Wang Jian sudah dalam jangkauan pukulan Petir nya.


Dia langsung berteriak,


"Mampus kau bangsat..!"


Li Ba sambil berteriak dia sudah kembali melepaskan pukulan petir ungunya lagi.


Tapi di luar dugaan di saat Li Ba melepaskan pukulan petir nya, puluhan pasukan Qin yang bersembunyi di bawah tanah muncul.


Mereka menggunakan tameng cermin besar menangkis pukulan Sambaran petir Li Ba.


"Blaaaarrr..!"


Pukulan Petir Li Ba langsung tertolak balik menyambar balik kearah Li Ba.


"Blaaaarrr..!"


"Tangggg..!!"


Untung nya, Li Ba memilki ilmu pelindung diri Genta Emas.


Sehingga sambaran balik itu tertahan oleh pelindung Genta Emas yang melindungi dirinya secara otomatis.


Tapi bersamaan dengan itu, jala jala yang di pasangi mata kail.


Beterbangan dari bawah tanah menyelimuti tubuh Li Ba, saat ujung ujung jala itu, di tarik oleh barisan pasukan pendam yang bersembunyi di bawah tanah.


Li Ba terlindungi oleh Genta Emas seluruh tubuhnya, sehingga mata kail tidak bisa melukainya.


Dia terus meronta sambil berusaha merobek jala yang menutupi tubuhnya.


Tapi jala itu sangat banyak berhamburan terus menutupi tubuhnya,


Sebelum dia sempat merobek jalan dan keluar dari sana, jala jala lainnya sudah berdatangan menyelimutinya.


Pemegang ujung tali jalan, juga berlarian sambil berlompatan mengelilingi seluruh tubuh Li Ba.


Sehingga dalam sekejap Li Ba sudah terbungkus erat di dalam jala, sulit bergerak.


Para pengepung beramai ramai berusaha menari Li Ba jatuh keatas tanah


Tapi Li Ba memilki Kekuatan Alam menakjubkan tidak semudah itu dia bisa di jatuhkan.


Dia masih terus bertahan di sana,.meski terkadang dia sedikit terseret kesana kemari.


Di saat Li Ba sedang berkutat mempertahankan diri itulah.


Li Kui telah tiba di dekat sana, begitu tiba.


Li Kui mengerahkan tenaga sakti inti neraka nya untuk di hantamkan keatas tanah.


"Bangggg...!"


terjadi.ledakan hebat, bumi berguncang dengan hebat, hingga para pengepung, yang memegang tali yang mengikat tubuh Li Ba dalam jala.


Mereka pada jatuh terjengkang kebelakang.


Sebelum mereka sempat berdiri kembali, Li Kui berubah menjadi sebuah bayangan yang bergerak muncul hilang kesana kemari.


Setiap tangan nya mencapai sasaran, pasti terdengar suara jerit ngeri.


Karena kepala mereka telah dilubangi oleh cakar iblis neraka Li Kui yang ganas tanpa ampun.


Setelah menghabisi hampir sebagian besar pengepung, Li Kui muncul di samping Li Ba.


Dengan sekali tarik menggunakan tenaga sakti inti neraka, seluruh jala putus hancur pecah berkeping-keping, dengan tali berhamburan di udara.


Begitu terlepas, Li Ba langsung melesat mengejar kearah Wang Jian.


Tapi jembatan penghubung sudah di angkat, Wang Jian juga sudah masuk kedalam gerbang yang sedang bergerak menutup.


Tapi Li Ba tanpa memperdulikan hal itu, dia terus melesat cepat kedepan.


Mengeluarkan busur kumala nya, dengan satu tarikan yang memunculkan anak panah energi.


Melesat cepat menarget kearah bayangan punggung Wang Jian.


""Serrrrrrr..!"


Begitu anak panah energi terlepas dari busurnya.


Anak panah energi melesat dengan kecepatan yang sulit diukur mengejar kearah targetnya.


Anak panah berhasil menembus gerbang sebelum pintu gerbang tertutup.


Barisan pasukan tameng Qin yang mencoba melindungi atasan mereka.


Mereka semua terpental oleh lesatan anak panah cahaya itu


Wang Jian sampai membuang diri bergulingan diatas tanah, kemudian berlindung di balik sebuah kereta.


Anak panah itu luput darinya, tapi kudanya tak terselamatkan, tanpa sempat bersuara kuda Setia yang sudah lama mengikutinya itu.


langsung tumbang diam tidak bergerak dengan kepala berlubang dan terus mengalirkan darah.


Wang Jian berhasil selamat karena terhalang oleh roda kereta, yang terbelah dua saat terkena sisa energi panah Li Ba .


"Kakak jangan di teruskan kembali..!"


teriak Li Kui mengingatkan.


Li Ba sambil mendengus kesal melampiaskan kekesalannya dengan melepaskan pukulan tinju Petir nya kearah pintu gerbang besar yang tertutup rapat itu.


"Bangggg...!"


Pintu besi yang besar berat dan tebal bergetar hebat, sedangkan tempat yang menjadi sasaran tinju Li Ba.


Terlihat penyok kedalam membentuk kepalan tinju Li Ba di sana, seperti di cetak.


Setelah melampiaskan kekesalannya, Li Ba terbang mundur kembali ke samping Li Kui dan berkata,


"Terimakasih Adik Kui, untung ada kamu, bila tidak tentu aku akan celaka di tangan manusia manusia rendah itu ."


Li Kui menepuk bahu Li Ba yang kekar dan berkata,


"Tidak masalah kak, ayo kita kembali ke pasukan kita."


"Tempat ini tidak boleh lama di tinggali.."


ucap Li Kui mengingatkan.


Sebenarnya Li Kui mau menegur Li Ba yang gegabah.


Tapi dia tahu kakaknya ini emosi tidak stabil, jadi dia memilih diam saja.


Nanti saat santai dan tenang baru mengingatkan nya lagi pelan pelan.


Tapi dengan kejadian ini, Li Kui jadi ragu dan dilema untuk jalankan perintah Guo Yun.


Dimana setelah menguasai kota Chen, dia dan Li Ba di minta berpisah jalan.


Dengan emosi Li Ba dan segala kecerobohan nya, Li Kui takut kakaknya yang jujur dan polos ini akan jatuh dalam strategi perang musuh.


Dalam perang memang ada prinsip, sebagai orang militer, tidak boleh menyalahkan jebakan licik lawan. ( Ping PU Yuen Ca ).


Ini adalah istilah normal dalam perang, makanya selicik apapun seseorang dalam perang, dia tidak bisa di salahkan.


Itu adalah siasat, bagian dari strategi militer.


Li Kui dan Li Ba setelah kembali ke markas mereka langsung mengadakan rapat darurat bersama keempat Jendral nya.

__ADS_1


__ADS_2