LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERSIAPAN MENYAMBUT PASUKAN AIR QIN


__ADS_3

Zhong San dan Jendral Fu maju memberi hormat dan berkata serentak,


"Siap di laksanakan Yang Mulia.."


Guo Yun mengangguk pelan dan berkata,


"Ada lagi laporan yang lainnya?"


Guo Yun mengedarkan pandangannya, melihat semua hanya diam membisu


Dia akhirnya berkata,


"Baiklah bila tidak ada lagi, maka sidang kita tutup sampai di sini saja.."


"Segera jalankan tugas kalian masing masing, dengan sebaik baiknya.."


Selesai berkata, Guo Yun di dampingi ketiga istrinya, diikuti oleh Kasim Cao, menyusul di belakang.


Mereka segera meninggalkan ruangan aula sidang, melewati pintu samping.


Setelah Guo Yun pergi, di awali oleh Zhong San, menteri Luo, Zhang Yun dan Liu Qin Lung.


Setelah itu yang lainnya satu persatu baru mundur dari ruangan tersebut, mengikuti urutan barisan mereka secara teratur.


Setelah keluar dari ruangan aula sidang, mereka baru membentuk kelompok kelompok kecil, saling bertegur sapa, dan mengobrol santai di depan halaman istana.


Hanya Liu Qin Lung dan Zhang Yun yang tidak ikut mengobrol.


Mereka berdua dengan langkah terburu buru segera meninggalkan istana.


Langsung bergerak menuju kamp militer untuk melakukan persiapan.


Keesokan paginya, di tepi sungai Yang Tze, terlihat mulai penuh dengan tenda tenda militer yang sedang di bangun oleh pasukan harimau hitam, di bawah pengawasan Zhang Yun.


Sedangkan Liu Qin Lung di perkemahan terpisah yang sudah siap duluan.


Karena dia dengan 50.000 pasukannya sudah tiba duluan di sana sebelum matahari terbit.


Sehingga tenda tenda mereka yang berjumlah lebih sedikit, sudah siap didirikan.


Saat Zhang Yun dan pasukan besarnya tiba, semua tenda pasukan Liu Qin Lung sudah selesai di buat.


Bahkan pagi itu juga, di dalam tenda Liu Qin Lung terlihat hadir beberapa tamu undangan.


Mereka adalah nelayan nelayan berpengalaman, yang sengaja Liu Qin Lung undang, untuk lebih mengenali geografis sungai Yang Tze, yang akan menjadi Medan laga pertempuran mereka diatas air nanti..


Setelah mengumpulkan berbagai informasi dari para nelayan di tepi sungai Yang Tze.


Liu Qin Lung di temani oleh 4 orang Jendral bawahannya, seorang nelayan tua, seorang nelayan muda,, mereka berangkat menggunakan sebuah perahu kecil menelusuri sungai Yang Tze.

__ADS_1


Mereka pergi meninjau lokasi lokasi kunci di sungai besar tersebut.


Nelayan tua yang menjadi penunjuk jalan itu, adalah seorang sesepuh yang paling berpengalaman di seluruh desa nelayan, yang dekat dengan bantaran sungai Yang Tze.


Sedangkan nelayan muda yang bertindak mengendalikan perahu adalah cucu dari kakek nelayan itu


Nelayan tua tersebut bernama Ma Siu, sedang kan cucunya bernama Ma Kun.


Lewat petunjuk dari kakek nelayan tua itu, Liu Qin Lung mengerti banyak tentang lokasi lokasi penting, yang berbahaya bagi kapal yang melintas di atas sungai tersebut.


Bahkan cuaca dan segala macam keunikan di atas sungai itu, Liu Qin Lung tanyakan dengan teliti ke kakek nelayan itu.


Sehingga dia mengumpulkan tidak sedikit informasi yang di perlukan nya, dalam misinya menghadang pasukan Qin.


Liu Qin Lung menandai setiap lokasi, dengan gambaran peta sederhana, yang dia buat dan hanya dia yang mengerti sketsanya.


Mereka melakukan peninjauan semalam suntuk, hingga pagi mereka baru kembali ketempat semula.


"Terimakasih kakek Ma atas petunjuk dan informasi nya, ini sedikit tanda ucapan terimakasih dari kami..."


Ucap Liu Qin Lung sopan.


Sambil dia memberikan sekantung uang perak, kepada kakek nelayan tua, yang telah menemaninya berkeliling semalam suntuk hingga pagi.


"Ahh tidak perlu Jendral Liu, bisa membantu Raja Yue mempertahankan negeri selatan ini.."


"Itu sudah merupakan kebanggaan kami sebagai rakyat negeri ini.."


Tapi Liu Qin Lung tetap memasukkan kedalam saku bajunya dan berkata,


"Ini adalah perintah dari Yang Mulia.."


"Hamba tidak berani melanggarnya.."


"Yang Mulia telah mengeluarkan peraturan ketat, menggunakan jasa rakyat kecil harus bayar dengan imbalan sepantasnya.."


"Bila imbalan tidak di berikan, apalagi di makan sendiri, hukuman nya adalah penggal dan penyitaan aset kekayaan pejabat tersebut.."


Ucap Liu Qin Lung menjelaskan dengan tegas.


Kakek itu dan cucunya segera menjatuhkan diri berlutut dan berkata,


"Mohon Jendral Liu sampaikan ucapan terimakasih kami sebagai rakyat negeri ini kepada Yang Mulia Raja Yue."


"Sebagai wujud terimakasih kami, aku dan cucu ku akan ikut serta dalam pertempuran air nanti.."


"Kapan pun Jendral Liu siap berangkat, kami berdua akan ikut menyumbangkan sedikit jasa kami untuk misi ini.."


"Bisa mengabdi pada Raja yang berhati mulia, kami rakyat kecil mati sekalipun tidak akan pernah menyesal..'

__ADS_1


Ucap kakek itu sambil menatap Jendral Liu Qin Lung dengan serius.


Liu Qin Lung buru buru membantu kakek itu berdiri dan berkata,


"Bangunlah kakek Ma, tidak perlu seperti ini.."


"Liu Qin Lung berjanji akan sampaikan pesan kakek ma tadi, bila misi ini selesai nanti.."


"Atas niat kakek Ma tadi, di sini Liu Qin Lung sampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya mewakili Yang Mulia."


"Bila kakek Ma dan saudara muda Ma serius ingin ikut bergabung dalam misi kami.."


"Kami semuanya tentu akan menerimanya dengan senang hati.."


Ucap Liu Qin Lung sambil menepuk pundak kakek Ma dan cucunya dengan bersemangat.


Pertempuran air, yang paling penting adalah penguasaan Medan pertempuran.


Jadi bila mereka berdua bersedia membantu, bagi Liu Qin Lung itu adalah sebuah berkah luar biasa


Sama dengan menemukan sebuah Mestika atau pun barang pusaka berharga tanpa di duga duga.


Kakek Ma dan cucunya memberi hormat kearah Liu Qin Lung, dan kakek Ma kemudian berkata,


"Jendral Liu kami sampai di sini saja, terimakasih.."


"Kapanpun Jendral Liu siap berangkat, jangan lupa suruh orang kabari kami.."


Ucap Kakek serius,


Liu Qin Lung mengangguk pelan dan berkata,


"Itu pasti, bila waktunya tiba, aku pasti akan suruh orang ku pergi hubungi kakek Ma dan saudara muda Ma.."


Sesaat kemudian mereka pun berpisah jalan.


Liu Qin Lung melanjutkan langkah nya, untuk melakukan inspeksi, atas kesiapan kapal kapal perang yang akan mereka gunakan nanti.


Selesai melakukan inspeksi hingga matahari tenggelam, Liu Qin Lung dan keempat bawahan nya, baru kembali untuk beristirahat.


Hampir sebulan pasukan Liu Qin Lung tidak bergerak sama sekali, hari hari dilewatkan pasukannya dengan berlatih peperangan di atas kapal.


Sedangkan Liu Qin Lung sendiri, selalu pergi melakukan peninjauan menyusuri sungai Yang Tze di temani oleh Ma Kun, cucu nelayan tua Ma Siu.


Setelah berulang kali melakukan peninjauan di sekitar lokasi arus berbahaya.


Liu Qin Lung perlahan lahan mulai hapal dan menguasai Medan perang diatas air sungai Yang Tze yang membentang luas.


Pagi itu akhirnya yang di tunggu tunggu oleh Liu Qin Lung tiba.

__ADS_1


Seorang prajurit pengawas, berlutut di hadapan Liu Qin Lung memberikan laporan.


__ADS_2