
Guo Yun bergerak ringan melakukan pengamatan terhadap barisan besar pasukan Xiongnu, yang kembali terlihat mulai bergerak.
Guo Yun terus mengikuti dan mengamati kegiatan dan kebiasaan pasukan tersebut, baik saat sedang bergerak, maupun saat mereka beristirahat membuat tenda untuk menginap.
Guo Yun melihat roda roda pedati, di gunakan membawa karung karung besar.
Di masukkan semuanya kedalam sebuah bangunan tenda besar.
Tenda itu berada di bagian belakang tenda utama.
Setelah mengamati cukup.lama, Guo Yun akhir nya memilih secara diam diam meninggalkan tempat itu.
Untuk kembali lagi ketempat persembunyian pasukannya, yang tertinggal jauh di belakang sana.
Sementara itu Agahai di dalam tenda besarnya, dia sedang mendengarkan laporan dari anak buahnya.
"Lapor Panglima, kami menemukan adanya pergerakan seseorang, yang sangat mencurigakan, sepertinya sedang mengintai pergerakan kita."
Agahai tersenyum dan berkata,
"Biarkan saja, jangan di ganggu amati saja.."
"Sekalian tunjukkan ransum kita, untuk di simpan di belakang tenda utama.."
"Bila dia sudah pergi, segera laporkan kepada ku. "
ucap Agahai tenang.
Menjelang sore, mata mata Agahai kembali datang melapor.
"Tuan penguntit itu sudah menghilang dari posisinya, ada kemungkinan dia sudah kembali ke barisannya memberi laporan.."
Agahai yang sedang membaca buku militer, tiba tiba berdiri dari kursinya dan berkata,
"Cepat kita ke tenda perbekalan.."
Tiba di depan tenda perbekalan, Agahai langsung memberi instruksi.
"pindahkan seluruh perbekalan kita ke tenda timur, tenda yang ini isi dengan roda pedati dan karung berisi pasir..!"
"Cepat cepat,..! semuanya kerjakan dengan cepat,..! Jangan ada kesalahan..!"
teriak Agahai mengingatkan.
Pasukan penjaga perbekalan bekerja dengan sangat cepat, memenuhi permintaan Agahai..
Melihat pekerjaan penukaran ransum makanan, dengan karung berisi pasir hampir selesai.
Agahai kembali berteriak,
"Tenda ini harus di jaga dengan ketat oleh pasukan patroli."
"Sedangkan tenda sebelah timur sana..tak perlu di jaga, cukup di pantau saja."
"Tuli Mangga persiapkan pasukan kalian buat barisan pendam."
Agahai melihat kearah 4 ajudannya dan berkata,
"Amer, Samsir, Ahmad dan Kebab, kalian berempat bentuk barisan pendam 3 Li dari sini.
__ADS_1
"Bila lihat pasukan harimau hitam itu lewat, lepaskan tanda.."
"Kalian berusaha menahannya, sambil mengulur waktu.
"Kami akan bergerak membantu kalian kesana. untuk melakukan pukulan penghabisan.."
Keempat orang itu mengangguk cepat, masing masing membawa 10.000 pasukan perisai dan tombak, berlari meninggalkan perkemahan utama.
Selagi pasukan Agahai sedang sibuk, Guo Yun yang tadinya sudah pergi.
Ternyata hanya berpura-pura pergi, kini dia justru berbaur bersama pasukan Tuli, sedang sibuk memindahkan perbekalan menuju tenda timur.
Guo Yun saat menyadari ada yang sedang diam diam mengamati pergerakan nya.
Dia meniru langkah Agahai, pura pura tidak tahu, lalu dia bergerak meninggalkan tempat tersebut.
Berpura-pura kembali ke pasukannya di belakang sana untuk memberikan laporan.
Tapi di tengah jalan, Guo Yun mengambil langkah memutar, kembali lagi ke perkemahan Agahai.
Untuk melihat apa yang akan di lakukan oleh manusia cerdik itu.
Ternyata dugaan Guo Yun tidak salah, Agahai kembali menyiapkan jebakan untuk dirinya dan pasukannya.
Supaya bisa lebih dekat mengumpulkan informasi, Guo Yun melumpuhkan salah satu pasukan Tuli.
Lalu menyamar sebagai pasukan Tuli, berpura-pura bisu tidak bisa bicara.
Guo Yun memilih menyamar dalam barisan pasukan Tuli, karena, struktur tubuh dan wajah mereka tidak beda jauh.
Rambut hitam, mata sipit, kulit kuning, hal ini memudahkan Guo Yun berbaur tanpa perlu khawatir ketahuan.
Sehingga penyamaran nya tidak akan terbongkar oleh logat bicara yang tidak sama.
Setelah mendapatkan informasi lengkap, saat tidak ada yang menyadarinya.
Dia langsung menghilang dari sana, secepatnya Guo Yun kembali ke pasukan nya, untuk mengatur rencana.
Beberapa waktu kemudian, Guo Yun sudah duduk di hadapan Ling Tong dan Zhang Yi.
"Kakak Zhang kamu pimpin 3000 personil, untuk merebut perbekalan lawan yang di simpan di tenda timur."
"Bawa yang bisa di bawa, yang tidak bisa bakar habis saja.."
"Nanti bergerak nya tunggu kode dari kami.."
ucap Guo Yun membagi tugas.
"Bila berhasil sesuai rencana, semua perbekalan langsung bawa menuju He Xi, serahkan ke panglima Meng."
Zhang Yi mengangguk cepat, menanggapi pesan Guo Yun.
Guo Yun kini menatap kearah Ling Tong dan berkata,
"Kakak Ling kamu pimpin 500 orang, harus bergerak cepat, bakar tenda perbekalan yang terletak di belakang tenda utama."
"Bergerak setelah melihat tanda dari ku.."
"Bila sudah bergerak, berilah tanda untuk kakak Zhang .."
__ADS_1
"Ingat tugasmu cuma mengacau, setelah itu, secepatnya mundur, pancing mereka mengejar mu."
"kakak' Ling nanti bisa langsung bergerak menuju He Xi, berkumpul dengan kakak Zhou dan panglima Meng."
"Aku sendiri akan memimpin 500 orang, datang dari arah barat."
"Setelah misi berhasil, aku juga akan menyusul kalian berkumpul di He Xi.."
ucap Guo Yun mantap.
"Tuan muda posisi mu paling bahaya, kamu harus extra hati hati.."
ucap Ling Tong menatap Guo Yun dengan khawatir.
Guo Yun menepuk pundak kedua orang itu dan berkata,
"Kalian berdua tidak perlu khawatir, ada pepatah mengatakan tidak masuk ke sarang harimau, bagaimana mau mendapatkan anak harimau.."
"Aku pasti akan mencari jalan melepaskan diri dari mereka.."
"Ilmu Agahai meski hebat, tapi dia tetap saja masih di bawah ku, jadi kalian boleh tenang."
"Fokus saja dengan misi kalian masing-masing.."
ucap Guo Yun menenangkan kedua ajudan setia nya.
Kedua orang itu mengangguk dan berkata,
"Baik tuan muda, kami berjanji tidak akan kecewakan harapan mu pada kami."
Mereka bertiga setelah saling berjabat tangan membentuk lingkaran.
Mereka pun bubar, Guo Yun yang bergerak paling duluan, setengah jam kemudian Ling Tong baru menyusul.
Terakhir Zhang Yi menunggu sekitar 1 jam keberangkatan Ling Tong, dia baru berangkat dengan seluruh pasukannya.
Guo Yun yang datang dari arah barat, langsung di hadang oleh Amer dan pasukannya.
Amer langsung melepaskan tanda ke udara, begitu pasukannya dan pasukan Guo Yun bentrok.
Jumlah pasukan Guo Yun sangat sedikit, jumlahnya kalah jauh.
Tapi karena peralatan perlengkapan, formasi dan kemampuan setiap pasukannya di atas rata-rata.
Mereka mampu menahan pasukan amer, yang jumlahnya jauh lebih banyak.
Hadirnya Guo Yun di sana dengan permainan pedang Cui Mo Cien, dan ilmu langkah ajaib, telah merubah pengepungan Amer menjadi ajang pembantaian, bagi Guo Yun dan pasukannya.
Saat pasukan Ahmad Samsir dan kebab tiba di lokasi.
Pasukan Amer sudah kocar kacir, mayat berserakan di mana mana, Amer sendiri sudah tewas dengan jasad terbelah dua, oleh tebasan pedang Guo Yun.
Melihat keadaan di sana, ketiga ajudan Agahai langsung menerjang mengepung Guo Yun.
Sedangkan pasukan mereka, langsung bergerak mengepung pasukan Guo Yun, yang terlihat masih utuh.
Beberapa waktu kemudian, setelah melihat Agahai Tuli dan Mangga tiba.
Guo Yun langsung melepaskan tanda ke udara.
__ADS_1