LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
BERKUNJUNG KE LEMBAH HANTU


__ADS_3

Guo Yun sambil mendayung sampan menjauh dari tempat itu berkata,


"Kamu teringat apa sayang..?"


Min Min tanpa menoleh menjawab pelan,


"Aku melihat bayangan diri ku, yang sedang hamil besar berdiri sedih di depan halaman rumah."


"Rumah ini tidak tahu kenapa, terasa memberi ku perasaan nyaman hangat dan tentram.."


"Ada perasaan familiar yang memilki ikatan perasaan kuat dengan ku ."


Jawab Min Min tanpa mengalihkan pandangannya menatap rumah sederhana itu.


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Di sana terlalu banyak kenangan masa lalu mu yang tertinggal.."


"Mungkin nanti setelah masalah wabah selesai, aku bisa menemani mu tinggal beberapa waktu berdua saja di sana.."


"Mungkin dengan tinggal di sana, siapa tahu ingatan masa lalu mu bisa pulih kembali.."


Min Min menoleh kearah suaminya dan berkata dengan bibir cemberut.


"Aku nggak mau bila cuma berdua.."


"Bila cuma berdua saja nanti Yun Ke ke seperti tempo hari lagi.."


Ucap Min Min dengan wajah merah padam menahan malu.


Tanpa sadar dia jadi teringat, saat Guo Yun memasuki kamarnya, mengajaknya minum ngobrol hingga dia mabuk.


Lalu Guo Yun melakukan hal itu padanya, alhasil kini dia jadi hamil dan jadi bahan olok olok Gongsun Li dan Si Si.


Untuk itu dia sangat malu dan agak jengkel dengan suaminya, yang melakukan hal itu padanya, saat dia sedang mabuk.


Guo Yun tidak berkomentar apa-apa, dia hanya terus mendayung dengan cepat meninggalkan tempat itu.


Dengan memilih diam, dalam situasi ini adalah yang terbaik.


Dari pada salah bicara timbul salah paham baru yang ruwet.


Padahal mereka sedang ada masalah yang jauh lebih penting dan memerlukan fokus mereka.


Setelah menempuh perjalanan setengah hari, Guo Yun dan Min Min akhirnya tiba di telaga biru berair jernih.


Di mana di bagian ujung sana, terlihat ada sebuah batu alam, yang mirip dengan patung seorang iblis bertanduk, yang sedang duduk meringkuk.


Di penghujung tempat itulah yang akan menjadi pintu gerbang menuju Desa Lembah Hantu, yang terisolasi dari dunia luar.


Setelah sampan mereka menepi ke bagian landai tepian telaga.


Guo Yun segera mendarat duluan, setelah itu dia baru membantu Min Min untuk turun dari atas perahu yang mereka tumpangi.


Min Min sudah tidak terlihat jengkel lagi, sebaliknya kini dia terlihat antusias dan penuh penasaran dengan apapun yang di lihatnya saat ini.

__ADS_1


Rasa penasaran dan ingin tahu ini, sudah menyapu bersih rasa jengkelnya tadi atas ulah suaminya yang nakal itu.


Mereka berdua terlihat bergandengan mesra menyusuri jalan setapak yang di hiasi batu pipih putih bulat, yang menempel diatas jalan setapak yang mereka hendak lewati.


Dengan melewati jalan itu, dan jalan rahasia khusus.


Guo Yun dan Min Min akhirnya muncul di lembah hantu yang terlihat berbeda jauh dengan nama panggilan nya


Mereka begitu muncul langsung di suguhi pemandangan hamparan bunga warna warni, dan rumput pendek hijau, mirip permadani alam yang indah dan sangat menawan.


Min Min terlihat sangat antusias dan sangat mengagumi pemandangan indah dan udara sejuk di tempat itu.


Kehadiran mereka berdua langsung di sambut oleh beberapa penghuni lembah, yang tiba tiba muncul menghadang di depan mereka.


"Siapa kalian, berani menerobos masuk kemari tanpa ijin..!"


Tegur salah satu pemuda belia, yang muncul menghadang langkah Guo Yun dan Min Min.


Tapi sikap berbeda justru di tunjukkan oleh pimpinan mereka.


Pria paruh baya itu mengenali wajah Min Min dan Guo Yun dia segera menjatuhkan diri berlutut dan berkata dengan suara penuh hormat.


"Harap Tuan muda dan Tuan Putri.. bersedia memaafkan sikap kami yang kurang hormat dan tidak sopan tadi.."


Pemuda lainnya terlihat bingung tapi mereka segera mengikuti pimpinan mereka berlutut di hadapan Guo Yun dan Min Min.


Pemuda belia yang barusan menegur, dia terlihat agak bingung bersikap.


Tapi sang pimpinan kelompok, tidak membiarkan dia terus berdiri Ling Lung disana


Sehingga tubuh pemuda itu langsung ikut jatuh berlutut di hadapan Guo Yun.


Guo Yun buru buru membantu mereka semua berdiri dan berkata,


"Kira masing orang sendiri, tak perlu seperti ini..'


"Lebih baik segera antar kami pergi menemui kakek.."


"Bagaimana keadaan kakek saat ini..?"


Tanya Guo Yun sambil membantu mereka satu persatu berdiri di hadapannya.


Pimpinan kelompok itu segera menjawab,


"Keadaan kakek sangat baik, dia sering menyebut nyebut kalian.."


"Beliau pasti akan sangat gembira, bila tahu Tuan muda dan Tuan Putri datang berkunjung ."


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Kalau begitu jangan di tunda lagi.."


"Ayo kita segera pergi temui kakek.."


Pimpinan kelompok itu mengangguk cepat, lalu dia segera menjadi penunjuk jalan bagi Guo Yun dan Min Min menuju tempat kediaman Kui Yi Sien Seng.

__ADS_1


Begitu tiba di halaman rumah sebelah dalam pimpinan kelompok itu langsung berteriak,


"Ku Cu...! Ku Cu...!"


"Lihat saya bawa siapa datang menemui mu..!?"


"Ku Cu...! Ku Cu,..! kamu di dalam kah..?!"


Teriak pria paruh baya itu antusias.


Sesaat kemudian dari dalam gedung kediaman Kui Yi Sien Seng.


Terlihat seorang kakek berjanggut putih keluar dari dalam dan berkata menegur pemuda itu,


"A Niu ada apa kamu teriak teriak pagi pagi.?!."


"Benar benar menganggu saja..!"


Tapi begitu melihat siapa yang datang bersama A Niu, kakek itu langsung terdiam.


Dia menatap dengan wajah melongo tak percaya, mulutnya terlihat bergumam kecil tidak jelas.


Tapi sepasang matanya mulai basah dan berkaca kaca.


Sesaat kemudian kakek itu segera menghambur maju memeluk Min Min dan Guo Yun secara bergantian dan berkata,


"Bagus..! bagus...! bisa pulang adalah yang terbaik..!"


"Akhirnya kalian pulang juga."


Ucap kakek itu gembira.


Setelah melepaskan pelukannya, kakek itu, tanpa memperdulikan kehadiran A Niu dan yang lainnya.


Dia segera menggandeng tangan Min Min dan Guo Yun mengikutinya masuk kedalam gedung kediaman nya.


A Niu dan yang lainnya yang tidak diundang masuk, tentu mereka tidak berani ikut masuk.


Mereka segera membubarkan diri kembali lagi ke pos jaga mereka.


Kakek Kui Yi Sien Seng yang menggandeng pergelangan tangan Guo Yun dan Min Min masuk kedalam tempat kediaman nya.


Tiba tiba dia tersenyum lebar dan berkata,


"Bagus Min Min kamu ternyata sedang hamil yang kedua, mana yang pertama ?"


"Kenapa tidak di ajak.?"


Tanya Kakek Kui Yi Sien Seng antusias.


Min Min yang merasa janggal dan canggung, wajahnya seketika merah saat mendapatkan pertanyaan tersebut.


Dia menatap kearah Guo Yun dengan kesal dan penuh teguran, karena kembali merasa malu.


Dia kembali merasa dirinya sedang di olok olok oleh kakek di depan nya itu.

__ADS_1


__ADS_2