
"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!"
"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!"
"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!"
"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!"
Panah panah berhamburan di lepaskan kearah tubuh Liu Qin Lung yang sedang melayang di udara.
Kelihatannya Liu Qin Lung akan sulit lolos dari anak panah anak panah yang berterbangan kearahnya.
Karena di bahunya ada Tubun ayah nya, sehingga dia sulit untuk bergerak lincah, menghindar ataupun menangkisnya dengan tangan sebelah.
Tepat disaat kritis, pasukan harimau hitam yang berbaur dalam kerumunan.
Mereka bekerja sama, melontarkan tubuh teman mereka yang memegang tameng keatas..
Mereka terbang ke udara, menggunakan tameng di tangan. untuk membantu menangkis semua serangan anak panah yang tiba.
Sedangkan pasukan harimau hitam yang berbaur dalam pasukan penjaga keamanan.
Mereka melihat tanda komando dari atasan mereka,. mereka langsung menyerang pasukan Qin yang berada di dekat mereka secara tidak terduga.
Korban dari pihak Qin berjatuhan, tapi karena mereka menang jumlah.
Akhir nya mereka berhasil mengepung ketat pasukan harimau hitam.
Liu Qin Lung sendiri setelah berhasil meloloskan diri, dia segera bersiul keras, dengan menempelkan jarinya di depan bibirnya.
"Suitttt..! Suitttt..!!!"
"Duruduk..! Duruduk..! Duruduk..!"
"Duruduk..! Duruduk..! Duruduk..!"
"Duruduk..! Duruduk..! Duruduk..!"
Seekor kuda putih berlari dari kejauhan menghampiri Liu Qin Lung yang sedang berlari kearah kudanya.
Begitu dalam batas jangkauan lompatan, Liu Qin Lung segera melompat keatas punggung kuda tunggangan nya.
Setelah meletakkan dan mengikat tubuh ayah nya diatas punggung kuda dengan erat.
Liu Qin Lung pun berlari balik kearah pasukan harimau hitam yang sedang terkepung rapat oleh pasukan Qin.
"Trangggg,.. ! Sreeettt..!"
"Trangggg,.. ! Sreeettt..!"
"Trangggg,.. ! Sreeettt..!"
Liu Qin Lung dengan pedang dan tombak rampasan nya, dia terus bergerak menghabisi pasukan Qin yang berada di hadapannya .
Dia berusaha mendekati pasukan harimau hitam, yang terkepung rapat oleh pasukan Qin yang terus berdatangan dari segala penjuru.
Di tempat lain kuda putih Liu Qin Lung yang berada di tempat agak jauh.
Dia berusaha melarikan diri membawa tubuh Liu Lau Po, memasuki sebuah jalan setapak memasuki sebuah hutan kecil di sebelah Utara.
Tapi belum juga jauh memasuki hutan tersebut, tiba tiba muncul tali yang di rentang kan.
Tali itu di maksudkan untuk menjegal langkah dari kuda putih Liu Qin Lung.
Tapi kuda yang terlatih tersebut mampu melompat ringan menghindari jebakan tali tersebut.
Tapi sepandai pandainya kuda itu meloloskan diri, akhirnya dia tetap terkena jerat tali, yang berlapis lapis menghadang langkah nya.
"Brukkkk...!"
"Hieeehh..!"
__ADS_1
Jerit kuda itu kaget.
Belum sempat kuda itu berdiri, hujan tombak telah menembus tubuhnya.
Sehingga akhirnya kuda itu dan Liu Lau Po tewas di bawah hujanan tombak pasukan Qin.
Liu Qin Lung yang belum mengetahui kondisi itu, dia menggunakan tapak cahaya hijau nya, untuk membantu proses membuka kepungan.
Agar pasukan harimau hitam yang datang menolong nya bisa meloloskan diri.
"Brakkk..! Brukkkk..! Brakkk..!"
"Brakkk..! Brukkkk..! Brakkk..!"
"Brakkk..! Brukkkk..! Brakkk..!"
Pasukan Qin porak poranda di amuk Liu Qin Lung, dari sisi luar.
Sedangkan dari sisi dalam, mereka harus menghadapi perlawanan gigih dari pasukan harimau hitam.
Akhirnya setelah berjuang keras dari luar dan dalam, kepungan berhasil di bongkar.
"Ayo ikut dengan ku, lekas tinggalkan tempat ini..!"
Teriak Liu Qin Lung begitu berhasil bergabung dengan pasukan nya
Dia segera memimpin mereka bergerak cepat meloloskan diri dari kepungan.
Meng Yu yang menyaksikan dari jauh, segera memberi kode agar pengepungan segera di rapatkan kembali.
Menutup jalan keluar, Liu Qin Lung dan pasukannya.
Setelah melalui pertempuran sengit dan panjang sambil terus bergerak.
Liu Qin Lung akhirnya berhasil memimpin bawahan nya memasuki jalan setapak, yang di lewati kudanya tadi..
Sekali ini, Liu Qin Lung dengan tombak di tangan, dia berjaga di mulut jalan masuki hutan sebelah Utara.
"Kalian pergilah jangan khawatirkan aku.."
"Cepat pergilah jangan buang buang waktu.."
"Aku akan punya cara menyusul kalian .."
Kelima komandan itu saling pandang dengan ragu,
Akhirnya salah satu diantara mereka berkata,
"Tapi Jendral kami di tugaskan kemari adalah untuk membantu mu meninggalkan tempat ini.."
'Bukan malah sebaliknya.."
Protes komandan itu ragu.
"Aku tidak punya waktu berdebat..!"
"Cepat pergi ini perintah..!"
"Hyaaaaaat..!"
Teriak Liu Qin Lung sambil memutar tombaknya menghajar siapapun yang berani mendekat.
"Brakkkk..!"
"Trangggg..,!"
"Tringgg..!"
"Creebbbb..!" Creebbbb..!"
"Duaakkkk..!"
__ADS_1
Puluhan pasukan Qin yang tiba duluan segera menjadi korban pertama putaran tombak di tangan Liu Qin Lung.
Kelima komandan itu dengan terpaksa akhirnya mereka memimpin barisan mereka yang tersisa bergerak cepat masuk kedalam hutan.
"Brakkkk..!"
"Trangggg..,!"
"Tringgg..!"
"Creebbbb..!" Creebbbb..!"
"Duaakkkk..!"
Liu Qin Lung terus mengamuk menahan pasukan Qin yang berdatangan menyerangnya.
"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!"
"Creebbbb..!"
Creebbbb..!"
Di saat Liu Qin Lung sedang sibuk menghadapi kepungan pengeroyokan pasukan Qin.
Meng Yu yang menyusul di belakang barisan pasukan nya.
Dia menarik sebuah busur kayu berukuran besar.
Kemudian dia memasang 3 batang anak panah berukuran besar sekaligus.
Begitu di temukan posisi yang tepat, dia langsung melepaskan 3 batang anak panah itu menyerang Liu Qin Lung yang sedang sibuk.
Sebatang terarah keleher berhasil dia hindari, tapi sebatang yang di arahkan ke dada dan sebatang lagi ke punggung.
Datangnya terlalu cepat hanya sempat tertepis sedikit.
tapi tidak bisa menghentikan kecepatan laju nya, satu menancap di bahu, satu lagi di punggung.
"Hufff..!"
Keluh Liu Qin Lung dengan tubuh sedikit terhuyung-huyung.
Liu Qin Lung yang merasa dirinya tidak akan sanggup bertahan lebih lama lagi.
Dia terpaksa memutar tombaknya sekuat tenaga, mukul mundur pasukan Qin yang bergerak datang menyerang nya.
"Wutttt...!"
"Bresss..!"
Sebuah sinar berkeredep mata tombak yang membawa angin tebasan dahsyat.
Berhasil memukul mundur barisan pengepung, memanfaatkan situasi tesebut.
Liu Qin Lung langsung melompat mundur masuk kedalam hutan melarikan diri.
Liu Qin Lung sengaja mengambil arah, yang berlawanan dengan arah yang di ambil oleh anak buah dan kuda nya.
Dia berusaha memancing pasukan Qin menjauhi arah yang di ambil oleh bawahan nya.
Pasukan Qin tentu saja terus bergerak mengejar Liu Qin Lung yang mengambil arah ke selatan.
Sambil melarikan diri, Liu Qin Lung mematahkan sebagian mata anak panah yang menembus bahu dan punggung nya
Sambil meringis menahan rasa nyeri, Liu Qin Lung terus melarikan dengan cepat menuju kearah hutan selatan.
Darah terlihat menetes netes dari luka lukanya.
Liu Qin Lung yang terus berlari kearah selatan mengikuti jalan setapak itu.
Di tanggapi dengan senyum penuh makna oleh Meng Yu, yang terus melakukan pengejaran di balik pasukan beratnya.
__ADS_1