
Pergerakan Gongsun Li sangat cepat indah dan anggun seperti bidadari yang sedang menari nari, indah di lihat sulit di jangkau.
Sepasang belati di tangannya yang paling berbahaya, sebentar lembut pergerakannya.
Sebentar kemudian ganas kasar dan kuat, sangat sulit di duga.
Suhu udara di sekitar area pertempuran juga berubah ubah, sebentar panas membara.
Sebentar kemudian dingin menusuk.
Liu Yang Si Pedang Kilat benar benar di buat repot hingga untuk sementara waktu hanya bisa bertahan, dengan pedang lenturnya yang membentuk gulungan sinar putih melindungi diri.
"Tranggg...! Tranggg...! Tranggg..!"
"Tranggg...! Tranggg...! Tranggg..!"
"Tranggg...! Tranggg...! Tranggg..!"
Pedang Liu Yang Si Pedang Kilat kembali beradu berulang kali dengan sepasang belati milik Gongsun Li.
Setelah berulang kali berbenturan keras, Pedang Liu Yang Si Pedang Kilat, mulai terlihat gompal di sana sini, tidak sanggup menahan ketajaman sepasang belati Dewi Perang Mu Lan.
Menyadari hal itu, Liu Yang Si Pedang Kilat mulai mencoba menghindari terjadinya benturan keras lawan keras.
Dia kini mulai menangkis nya dari samping, menghindari benturan adu ketajaman senjata.
Dia paham senjatanya kalah kualitas, bila di teruskan kemungkinan cuma satu, pedangnya akan patah jadi dua.
Di saat Liu Yang Si Pedang Kilat terus bertahan sambil sesekali membalas dengan serangan mematikan memaksa Gongsun Li untuk mundur.
Akhirnya dia melihat ada sebuah celah di pertahanan Gongsun Li yang terbuka.
Akibat serangan yang gagal mencapai sasaran.
Tanpa membuang waktu, Liu Yang Si Pedang Kilat dengan kecepatan seperti kilat, dia meluncurkan pedangnya menusuk kearah dada kiri Gongsun Li.
"Tranggg...!"
Pedang lentur Liu Yang Si Pedang Kilat, tepat menusuk area yang di incarnya.
Tapi pedangnya tertahan di sana, oleh baju Zirah yang di kenakan oleh Gongsun Li.
Pedang tidak berhasil melukai ataupun menembus dada kiri Gongsun Li, seperti harapan Liu Yang Si Pedang Kilat.
Justru pedang nya kini tertahan dalam cengkraman tangan Gongsun Li yang menggunakan sarung tangan khusus anti senjata tajam.
Gongsun Li tidak hanya mencengkram, dia juga memutar mutar tangan nya.
Sehingga pedang lentur menggulung di dalam genggaman tangannya, jarak diantara mereka di perpendek.
Satu tebasan cepat yang di arahkan ke leher Liu Yang Si Pedang Kilat.
Memaksa Liu Yang Si Pedang Kilat menarik mundur lehernya kebelakang, bila tidak ingin lehernya menjadi korban ketajaman belati di tangan Gongsun Li.
Belati Gongsun Li lewat satu Cun di depan leher Liu Yang Si Pedang Kilat.
__ADS_1
Meski tidak mengenai sasaran, tapi angin tajam belati itu masih tetap berhasil melukai kulit leher Liu Yang Si Pedang Kilat.
Hingga darah mengucur deras dari luka goresan tersebut.
Belum juga Liu Yang Si Pedang Kilat sempat membenahi diri, belati Gongsun Li dengan cepat sudah membalik.
Melakukan tebasan kilat kearah pangkal lengannya.
Liu Yang Si Pedang Kilat terpaksa menarik kembali tangannya, melepaskan pedangnya yang tertahan di tangan Gongsun Li.
Liu Yang Si Pedang Kilat berhasil menyelamatkan tangan nya, tapi luka gores akibat ketajaman angin belati Gongsun Li tetap sulit terhindarkan.
Pangkal lengan Liu Yang Si Pedang Kilat mengucurkan darah segar, sama seperti bagian lehernya yang terluka sebelumnya.
Baru saja Liu Yang kehilangan pedang dan terluka di bagian pangkal lengan dan leher.
Jubah merah Gongsun Li sudah datang menyambar kearah wajah Liu Yang Si Pedang Kilat.
Liu Yang Si Pedang Kilat yang kaget buru buru menarik mundur wajahnya secara reflek, sambil mengangkat tangan nya menyapok kearah jubah yang datang menyerangnya.
"Wutttt..!"
"Plakkkk..!"
"Dessss..!"
Sebuah tendangan Gongsun Li yang datang tiba-tiba tepat menghantam ulu hati Liu Yang Si Pedang Kilat.
"Ufgggghh..!"
Liu Yang Si Pedang Kilat merasa perutnya mules luar biasa, hingga sulit bernafas.
Wajahnya pucat basah keringat dingin menahan mules.
Tendangan Gongsun Li yang mengandung tenaga sakti putri giok itu sangat keras, mampu menghancurkan batu karang.
Bila bukan Liu Yang Si Pedang Kilat sudah melindungi bagian tersebut dengan tenaga dalam nya.
Ulu hatinya sudah bisa di pastikan akan hancur oleh tendangan tersebut.
Serangan Jubah Gongsun Li memang hanya sebuah gerak tipu saja.
Untuk menghalau pandangan Liu Yang Si Pedang Kilat, agar tercipta peluang bagi kakinya yang tidak terlihat untuk menyarangkan sebuah tendangan keras.
Sebelum Liu Yang Si Pedang Kilat yang sedang meringkuk kesakitan diatas tanah.
Gongsun Li yang sudah membuang pedang lentur yang melilit di tangan nya ke bawah tebing.
Dia sudah kembali datang dengan sepasang belati tajamnya bersiap menggunting leher Liu Yang Si Pedang Kilat.
"Wutttt..!"
Untungnya Liu Yang Si Pedang Kilat, masih sempat menjatuhkan diri berguling kesamping, dia terus berguling, hingga terjatuh ke bawah tebing, menghilang dari hadapan Gongsun Li.
Serangan Gongsun Li menemui tempat kosong, melihat serangan nya gagal.
__ADS_1
Gongsun Li melanjutkan serangannya dengan mencecar tubuh Liu Yang Si Pedang Kilat dengan tikaman belati tajamnya secara bergantian.
"Wutttt..!"
"Cranggg..!"
"Wutttt..!"
"Cranggg..!"
"Wutttt..!"
"Cranggg..!"
Tapi tikaman berulang kali Gongsun Li gagal menemui sasaran, belatinya hanya berhasil melubangi batu Padas di bawah tubuh Liu Yang Si Pedang Kilat yang sedang bergulingan menghindari serangan.
Gongsun Li terus mengejar dan melakukan serangkaian tikaman, hingga tubuh Liu Yang Si Pedang Kilat.
Terjatuh dari ketinggian tebing, tapi Gongsun Li tentu tidak mau melepaskan mangsanya yang sudah ada di depan mata.
Bagi Gongsun Li, melepaskan harimau kembali ke gunung, itu sama saja mencelakai dirinya sendiri kelak.
Jadi sambil ikut terjun menyusul kebawah tebing, Gongsun Li melepaskan sepasang belatinya menerjang kearah tubuh Liu Yang Si Pedang Kilat yang sedang meluncur ke bawah tebing.
Sepasang belati yang seperti bernyawa, di kontrol dari jarak jauh oleh Gongsun Li.
"Crebbb..!"
Crebbb..!"
Satu berhasil menusuk punggung, satu lagi berhasil menusuk tengkuk Liu Yang Si Pedang Kilat.
"Arggghhh...!"
jerit Liu Yang Si Pedang Kilat menahan nyeri.
Darah mengucur deras saat kedua belati Gongsun Li, di cabut paksa lewat kontrol jarak jauh, melalui sebuah benang tipis halus, yang terikat dengan gagang belati nya.
Sehingga belati tajam itu, selain bisa di gunakan dalam pertempuran jarak dekat, kedua belati itu juga bisa melakukan serangan jarak jauh, seperti belati terbang di bawah kontrol sepasang tangan Gongsun Li.
Gongsun Li sambil melayang turun dari atas tebing, dengan ilmu ringan tubuh nya.
Dia melakukan serangkaian gerakan bersilat di udara, di mana kedua belatinya dengan ganas tanpa ampun terus menyerang tubuh bagian belakang Liu Yang Si Pedang Kilat yang sudah tidak berdaya.
"Cussss..! Crebbb,..! Cusss...!"
"Arggghhh..!"
Cussss..! Crebbb,..! Cusss...!"
Arggghhh..!"
Cussss..! Crebbb,..! Cusss...!"
Arggghhh..!"
__ADS_1
"Brukkkk...!"