LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
HUA RONG TAO


__ADS_3

Dalam suasana hening di penuhi kecanggungan, Gongsun Li terus berusaha secepatnya merawat luka luka di punggung Guo Yun.


Setelah selesai, dia buru-buru berkata,


"Adik Yun, aku tadi ada siapkan sarapan untuk mu, kamu tunggu sebentar aku pergi ambilkan untuk mu.."


Setelah berkata, Gongsun Li buru buru berlari meninggalkan kemah Guo Yun.


Guo Yun tidak berkata apa-apa, dia hanya menghela nafas panjang dan bergumam dalam hati.


"Maafkan sikap ku yang tidak bisa mengontrol perasaan ku, sehingga selalu membuat kakak merasa serba salah.."


"Beri aku sedikit waktu kak, setelah ini aku akan penuhi janji ku.."


"Aku tidak akan membuat kakak merasa terbebani dengan kehadiran ku lagi.."


"Selama kakak tidak menginginkan kehadiran ku, aku tidak akan pernah muncul dalam kehidupan kakak lagi.."


"Aku tidak akan pernah datang mengganggu kehidupan kakak dan dia lagi."


"Aku akan selalu doa kan semoga kakak bahagia selalu bersama nya.."


gumam Guo Yun dalam hati penuh tekad.


Beberapa saat kemudian yang muncul membawa sarapan semangkuk sup pangsit panas adalah Li Ba.


Bukan Gongsun Li lagi, seperti harapan Guo Yun, untuk itu Guo Yun hanya bisa tersenyum pahit.


"Adik Ba terimakasih, kamu letakkan saja di sana, nanti aku akan memakannya.."


"Saat ini sebaiknya kamu tolong hubungi Jendral Zhong Yu, minta dia sediakan bahan bahan ini untukku.."


"Katakan padanya aku perlu 100 orang, untuk membantu ku."


"Sekalian tolong carikan tempat yang sepi dan tenang untuk ku.."


ucap Guo Yun berpesan kepada Li Ba.


Li Ba mengangguk cepat, dia segera pergi menyiapkan apa yang Guo Yun pesankan kepadanya.


Jendral Zhong Yu yang ditemui oleh Li Ba, di sela sela kesibukannya memimpin barisan mempertahankan benteng kota dari serangan pasukan Song.


Dia mengutus salah satu bawahan nya, untuk membantu mengatur keperluan Guo Yun.


Guo Yun sendiri setelah menghabiskan pangsitnya, dia tak lama kemudian sudah ikut dengan Li Ba pindah ke kemah yang jauh lebih besar dan tenang.

__ADS_1


Di sana dia di bantu oleh 100 orang bawahan Zhong Yu, untuk mempersiapkan sesuatu yang dia rancang sesuai dengan pengetahuan teknologi, yang dia pelajari dari Mo Zi dan perpustakaan di Su Yuan.


Setelah Guo Yun berpindah kemah dan larut dalam kesibukan merakit benda keperluannya.


Gongsun Li tidak pernah muncul lagi, dia hanya rutin menitipkan masakannya lewat Li Ba buat diantar ke Guo Yun.


Guo Yun juga tidak mempermasalahkannya lagi, karena dia sendiri juga sedang ada tugas penting untuk di kerjakan.


Tugas ini berhubungan dengan keselamatan semua orang, yang ada di benteng kota Xia.


Jadi dia harus mempersiapkannya dengan matang, tidak boleh sampai ada kesalahan sedikitpun.


Sementara Guo Yun sedang sibuk menyiapkan rencananya, di depan benteng kota Xia, sedang mengalami pertempuran mati matian.


Jendral Zhong Yu berusaha mati matian bertahan, sedangkan Raja Huan dari Song mengerahkan hampir seluruh pasukan nya bergerak maju, mati matian ingin menahlukkan benteng kota Xia.


Pasukan kerajaan Song terus berusaha mati matian menyerang menggunakan tangga panjang, berusaha memanjat naik keatas tembok agar bisa menguasai situasi


Tapi pasukan Jendral Zhong Yu juga berusaha mati matian mencegahnya.


Dengan cara mendorong anak tangga itu terjatuh kembali kebawah, bersama pasukan kerajaan Song yang sedang berada di anak tangga itu, mereka selalu berhasil mencegah niat pasukan Song.


Beberapa orang pasukan kerajaan Song yang berhasil naik keatas tembok, mereka di bantai beramai-ramai oleh pasukan Jendral Zhong Yu.


Mulai terlihat goyah, setelah terus menerus di hantam oleh kayu pendobrak yang di gerakkan oleh pasukan kerajaan Song dari sisi luar.


Komandan pasukan penjaga bagian dalam pintu, terus berusaha memimpin pasukannya, menjaga mati matian, berusaha mempertahankan pintu gerbang itu jangan sampai roboh.


Balok balok kayu besar besar di gunakan untuk menyangga dan menahan pintu itu agar tidak roboh.


Pertempuran itu terus berlangsung, bahkan di bawah guyuran hujan deras, hingga saat matahari terbenam pun, tidak ada tanda tanda serangan berhenti.


Sementara itu seluruh masyarakat kota Xia, sesuai instruksi Zhong Yu mereka pada menampung air hujan sebanyak banyaknya, menggunakan tong air dan wadah kosong.


Meski di bawah guyuran hujan deras, dengan penerangan seadanya pasukan Song tetap bergerak menyerang tanpa henti.


Menjelang tengah malam, dua barisan pasukan, yang terdiri dari masing masing 500 personil.


Di bawah pimpinan Li Ba dan Guo Yun.


Kedua rombongan itu mulai bergerak secara diam diam, meninggalkan benteng kota Xia, melalui pintu gerbang sebelah Timur dan Barat.


Pasukan dalam jumlah kecil itu bergerak cepat meninggalkan benteng kota Xia, dengan berlindung dalam kegelapan malam.


Mereka terus bergerak secara melingkar, melewati barisan pasukan kerajaan Song, yang sedang sibuk melakukan penyerangan ke gerbang utama yang terletak di arah selatan.

__ADS_1


Setelah berhasil melewati pengepungan barisan pasukan Song.


Di bawah guyuran hujan deras, Li Ba dan Guo Yun mengambil jalan berlawanan arah menuju dua bendungan anak sungai Yang Tze, yang datang dari dua arah menuju kota Xia, melewati pintu utama gerbang selatan.


Kedua bendungan itu di gunakan untuk mengatur debit air yang datang kekota Xia.


Air dari bendungan itu, di kala musim kering, akan di alirkan untuk memenuhi kebutuhan pertanian, perkebunan dan kebutuhan air kota Xia.


Tapi di musim penghujan,.air disana akan di bendung, lalu di alirkan ke sungai Yang Tze kembali.


Baik Guo Yun dan Li Ba di tempat terpisah, memimpin barisan mereka, agar menempelkan sesuatu di pintu bendungan air raksasa tersebut.


Saat hujan berhenti, di bawah komando Guo Yun dan Li Ba, panah panah api mulai di lepaskan, terarah ke benda yang di tempelkan di pintu bendungan air.


Begitu benda benda itu terkena panah api, api pun menyala besar.


Sesaat kemudian terjadi bunyi mengelegar.


"Boommm...!"


Boommm...!"


Di pintu gerbang bendungan yang hancur meledak berkeping-keping.


Air bah datang dari dua arah, seiring dengan hancurnya pintu gerbang bendungan air, yang di ledakan oleh Guo Yun dan Li Ba.


Air Bah bergerak dengan sangat cepat tanpa ampun menerjang kearah seluruh barisan pasukan Song, yang sedang melakukan pengepungan di sana.


Ajudan Lie bersama sepuluh bawahan nya, sudah meninggalkan lokasi mengikuti pesan Guo Yun sebelumnya.


Jerit ngeri dan ketakutan memenuhi seluruh tempat itu.


Pasukan kerajaan Song tersapu bersih oleh air Bah, yang datang dengan kecepatan tinggi dan sangat kuat.


Seluruh tempat itu berubah menjadi sebuah kolam besar, karena posisi kota Xia sendiri memang agak rendah dan mirip sebuah mangkok.


Guo Yun dan Li Ba sesuai janji, mereka sudah berkumpul menunggu di tebing Hua Rong Tao.


Guo Yun muncul di sisi kanan tebing bersembunyi di balik bebatuan.


Li Ba muncul di balik tebing batu sisi sebelah kiri, dia juga memimpin pasukan nya bersembunyi di sana.


Hua Rong Tao, adalah sebuah jalan kecil, yang di apit oleh dua tebing batu di sisi kanan kirinya.


Hua Rong Tao adalah salah satu jalan dari dua jalur jalan untuk mundur dari kota Xia kembali ke negara Song.

__ADS_1


__ADS_2