LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
JEBAKAN MENG YU


__ADS_3

Di kediaman Guo Yun saat dia menerima kabar dari Zhang Yun yang menceritakan permasalahan Liu Qin Lung.


Guo Yun segera menulis surat ke Zhang Yun, agar tetap mempertahankan Wu Hu tidak boleh bergerak ke Shoucun.


Selesai surat di kirimkan lewat merpati pos oleh Kasim Cao.


Guo Yun terlihat berdiri termenung menatap kearah kolam ikan.


Di sisinya berdiri Gongsun Li menatap Guo Yun dengan wajah cemas.


"Yun ke ke, apa kamu tidak ingin pergi menolong nya .?"


Tanya Gongsun Li penuh perhatian.


Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,


"Dari sini ke Shoucun perlu waktu paling cepat 10 hari."


"Saat kita tiba di sana sekalipun.. semuanya sudah terjadi, tidak akan ada yang bisa kita lakukan.."


"Kita hanya bisa serahkan pada takdir dan perkembangan nasibnya mereka.."


Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,


"Benar benar keputusan yang sulit, loyalitas dan bakti sungguh pilihan yang sulit."


"Yun ke ke aku yang menariknya ikut dengan kita, setelah dia menorehkan begitu banyak jasa buat kita.."


"Kini dia harus berjuang seorang diri, aku sungguh merasa bersalah untuk nya.."


Ucap Gongsun Li terlihat sedih dan menyesal.


Guo Yun menarik Gongsun Li kedalam pelukannya dan berkata,


"Jangan terlalu bersedih dan di sesalkan, semua sudah ada yang mengaturnya.."


"Bila sudah di tentukan ini adalah nasib nya, maka mau bagaimana menghindarinya, tetap saja tidak akan pernah bisa.."


"Tapi bila sebaliknya, siapa tahu, setelah melewati masa masa sulit, dia akan menerima keberuntungan nya.."


Ucap Guo Yun pelan.


Di tempat lain di luar tembok benteng kota Shoucun, tepatnya tidak jauh dari pintu gerbang selatan.


Di depan halaman pintu gerbang, terlihat seorang kakek tua, dengan kedua tangan terikat di belakang punggung.


Kedua kaki nya terikat di atas, sedangkan kepala nya menghadap ke bawah.


Di bagian bawah sana, terlihat sebuah kuali besar berisi minyak panas.


Di bawah kuali besar, ada sebuah tungku besar, dengan api berkobar kobar, membakar pantat kuali hitam berisi minyak panas yang terlihat menggelegak.


Setiap tetesan keringat kakek malang itu yang terjatuh kedalam kuali berisi minyak panas.


Pasti akan menimbulkan letupan minyak muncrat keatas.


Kakek tua malang itu bukan lain adalah Liu Lau Po, ayah kandung nya Liu Qin Lung.

__ADS_1


Tempat itu di jaga ketat oleh pasukan bertombak Qin, yang membentuk pagar manusia.


Mereka berusaha menahan rakyat


dan masyarakat kota Shoucun, agar tidak mengambil jarak terlalu dekat dengan tersangka, yang sedang menjalani hukumannya..


Banyak rakyat kecil yang merasa kasihan terhadap Liu Lau Po, tapi tidak ada yang berani berterang menunjukkan simpati mereka.


Mereka hanya berbisik bisik dan saling bertanya, apa gerangan dosa kakek itu.


Sehingga harus menerima hukuman seperti itu.


Liu Qin Lung sendiri menyamar dengan pakaian rakyat jelata, dia ikut berbaur didalam kerumunan masyarakat Shoucun yang hadir di sana untuk melihat keramaian.


Kelima komandan pasukan harimau hitam dan bawahan mereka juga tersebar di segala penjuru.


Mereka sebagian berbaur dalam pasukan penjaga keamanan, bahkan ada juga yang berbaur di barisan pendam dan pasukan panah yang bersembunyi di atas tembok gerbang kota dan menara pengawas di balik pintu gerbang .


Sebagian lainnya ikut berbaur dalam kerumunan masyarakat Shoucun.


Mereka diam diam mengawasi semua gerak gerik Liu Qin Lung.


Liu Qin Lung sendiri terlihat mengepalkan kedua tinjunya, menatap kearah sebuah mimbar.


Di mana Meng Yu dan beberapa pejabat penting kota Shoucun duduk hadir di sana.


Di anak tangga menuju panggung terlihat pasukan Qin yang bersenjatakan lengkap, melakukan penjagaan ketat.


Liu Qin Lung menyadari peluangnya sangatlah tipis, tapi dia tidak punya pilihan.


Meng Yu melihat kearah sinar matahari, kemudian dia bangkit berdiri dan berkata,


"Waktu telah tiba,..!"


"Kakek tua sayangnya anak mu yang tidak berbakti itu..?"


"Sepertinya terlalu penakut hingga sudah melupakan diri mu.."


"Kelihatannya dia tidak mungkin datang..!"


"Petugas laksanakan eksekusi nya..!!"


Teriak Meng Yu, sambil melemparkan sebuah papan perintah eksekusi ke hadapan petugas eksekusi.


Petugas eksekusi begitu, melihat papan perintah sudah di turunkan.


Dia langsung mengangkat kedua tangannya yang memegang golok besar tinggi tinggi.


Dia bersiap, menebaskan golok di tangan nya kearah tali pengikat, yang menahan tubuh Liu Lau Po tetap berada diatas sana.


Bila tali itu di tebas, otomatis Liu Lau Po, dengan kepala duluan.


Pasti akan terjatuh kedalam minyak panas, untuk di goreng hidup hidup.


Belum sempat dia menebaskan golok nya, sebuah anak panah meluncur cepat menembus kening si Algojo bertubuh tinggi besar itu.


"Serrrrrrr..!!"

__ADS_1


"Crakkk..!"


"Booommm..!"


Tubuh sang algojo yang terjengkang, kebelakang, membuat panggung tepat dia terbanting jebol kebawah.


Tidak sanggup menahan tubuhnya yang berat.


Begitu kejadian berlangsung dengan cepat, masyarakat yang berkumpul di sekitar sana.


Mulai panik, mereka saling berdesakan untuk mencoba melarikan diri dari tempat itu.


Mereka khawatir akan menjadi sasaran pasukan pemerintah, nola tidak buru buru kabur dari sana


Meng Yu di balik pasukan perisai yang langsung bergerak melindungi nya.


Dia langsung berteriak,


"Tembak,..!"


"Habisi siapapun yang berada di sekitar anak panah berasal."


"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"


Panah panah segera di lepaskan kearah tempat asal anak panah.


"Arggghhh..!"


Arggghhh..!"


Arggghhh..!"


Suara jerit ngeri orang orang yang tumbang tertembus anak panah, segera terdengar di sekitar tempat itu.


Di saat keadaan sedang kalut dan semrawut,di mana orang sedang saling dorong dan saling injak, berusaha melarikan diri.


Dari balik pintu gerbang kota, justru terdengar suara derap langkah bergemuruh.


Sesaat kemudian mulai terlihat asap debu mengepul tinggi, di balik asap debu terlihat kerbau sapi, Ba BI, kuda, semua hewan ternak berukuran besar besar berlarian bercampur aduk jadi satu.


Menabrak kemana mana, mereka akan menjatuhkan siapapun dan menginjak nginjak nya, bila berani mencoba menghalangi jalan mereka.


Memanfaatkan situasi kacau balau, dimana semua orang sedang sibuk dan panik menyelamatkan diri.


Liu Qin Lung tiba tiba muncul, lalu dia langsung terbang menuju kearah tubuh ayah nya yang sedang terikat.


Dengan satu kali tebasan pedang bersinar berkeredep kearah tali yang menggantung tubuh ayah nya


Sedangkan tangan lainnya bergerak menangkap dan memondong tubuh ayahnya.


Liu Qin Lung ingin membawa ayah nya kabur dari sana.


Tapi Meng Yu yang sudah menyiapkan segala sesuatu dengan matang.


Tentu saja dia tidak akan mau melepaskan mangsa yang dia tunggu tunggu itu begitu saja.


Dia segera memberikan kode agar pasukan panah dan barisan pendam nya beraksi, menghadang pergerakan Liu Qin Lung.

__ADS_1


__ADS_2