LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TAMU TIDAK DI UNDANG


__ADS_3

Guo Yun mengangguk mengerti, sesaat kemudian dia baru berkata,


"Ada berapa orang Jendral bawahan Xiong Pa, apa kalian mengenali kebiasaan mereka.."


"Ada 5 orang bawahan kepercayaan Xiong Pa, hanya saja kebiasaan mereka tidak ada yang tahu.."


"Mereka selalu bersembunyi di balik istana, yang selalu di jaga ketat.."


"Mereka Jarang keluar dari dalam sana.."


ucap Jendral Mi mengatakan apa yang dia tahu.


"Siapa saja kelima orang itu.."


tanya Guo Yun ingin tahu


Pertama Jendral tengah Jendral Liang


kedua jendral Utara Jendral Kwa


Ketiga Jendral selatan Jendral Su


Keempat Jendral Barat jenderal Liu.


kelima Jendral timur Jendral Low.


ucap Jendral Mi menjawab yang Guo Yun ingin tahu.


Dia yakin yang Guo Yun tanya, pasti akan sangat membantunya menyusun rencana, mengalahkan Xiong Pa dan pembantu setia nya.


Jadi dia berusaha menjelaskan dengan sedetil mungkin, semua yang ingin Guo Yun ketahui.


Setelah merasa cukup mengumpulkan informasi.


Guo Yun melanjutkan dengan mengobrol basa basi sejenak.


Dia menceritakan kenapa dia masih bisa hidup, setelah Negara Lu di ambil alih oleh Qi.


Dia kemudian berkata,


"Baiklah Jendral Mi Jendral Ciong, terimakasih atas informasinya.."


"Bila sudah tiba waktunya bergerak, aku berharap kalian akan membantu ku menyumbangkan tenaga, untuk negara Song."


Kedua Jendral itu mengangguk dan berkata,


"Kabari saja, kami berdua pasti akan berdiri di pihak mu.."


Guo Yun mengangguk, setelah saling memberi hormat, Guo Yun melanjutkan langkahnya pergi melakukan pengamatan, kearah camp pasukan Chu.


Juga Camp penahanan pasukan Song.


Sambil pura pura berpelesir, Guo Yun mencatat semua, apa yang di lihatnya di dalam memorinya.


Sekembalinya ke penginapan, Guo Yun baru menuangkan nya dalam sebuah peta kecil.


Zhang Yi dan pangeran Ji Ao, yang telah kembali duluan tanpa hasil.


Mereka tidak berani bertanya atau menegur Guo Yun.


Saat mereka melihat Guo Yun sedang sibuk sendiri dengan kertas dan kuas tinta di tangannya.


Kedua orang itu memilih meninggalkan kamar, duduk berangin angin di depan teras bangunan kamar mereka, yang berhawa sejuk.


Karena di sekeliling tepi danau, di tumbuhi pohon pohon bambu yang tumbuh subur di sana


Suara berkresekan daun bambu, yang tertiup angin, menimbulkan suara lembut yang sangat menenangkan.


Udara sekitar pun menjadi lebih sejuk nyaman dan segar.

__ADS_1


Zhang Yi dan pangeran Ji Ao duduk santai sambil menikmati teh.


Tidak tahu berapa lama, Guo Yun akhirnya muncul dari dalam kamar.


Lalu dia duduk bergabung dengan mereka berdua.


Sambil ikut minum teh, Guo Yun menceritakan pengalaman nya bertemu dengan Jendral Mi dan Jendral Ciong.


Dua mantan jenderal yang cukup berkuasa di negara Song, sebelum negara tersebut, jatuh ketangan Chu .


Selesai bercerita Guo Yun pun berkata,


"Aku akan pergi mencari Jendral Xie dan pangeran Cheng di paviliun bunga hijau.."


"Apa pangeran Ji ingin ikut, atau menunggu di sini bersama kak Zhang."


Pangeran Ji Ao berpikir sejenak lalu berkata,


"Aku ikut saja, daripada bila mereka kesini dan tertangkap oleh pasukan Chu, maka rusaklah semuanya.."


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Memang sebaiknya seperti itu, hanya saja tempat itu adalah tempat yang .."


"Aku khawatir akan merendahkan status yang mulia, bila pergi berkunjung ketempat seperti itu ."


Ji Ao tersenyum dan berkata,


"Yun er kamu tidak tahu, justru tempat seperti itu, sering menjadi langganan kaum bangsawan.."


"Bahkan ada beberapa raja juga suka menghabiskan waktu di sana.."


"Dulu sebelum aku bertemu kakak ipar mu, aku juga sering kesana.."


"Baru setelah mengenal.kakak ipar mu, aku pun memutuskan semua hubungan ku dengan tempat itu."


ucap Ji Ao sambil tersenyum.


Rupanya Ji Ao sendiri adalah tamatan Rumah bordir College..batin Guo Yun sambil tersenyum dalam hati.


Tapi di luar dia tetap bersikap tenang dan berkata,


"Baiklah kalau begitu, kita langsung berangkat saja temui mereka sekarang.."


Pangeran Ji Ao mengangguk, Lalu dia mengikuti Guo Yun meninggalkan penginapan mereka.


Saat tiba di depan restoran, Guo Yun yang melihat Asam sedang mengelap meja, dia pun berkata,


"Asam,.. kemarilah..!"


Pelayan itu dengan buru-buru meninggalkan pekerjaannya, menghampiri Guo Yun dan berkata,


"Ya tuan muda, apa yang bisa saya bantu..?"


"Asam paviliun bunga hijau gimana perginya, kami ingin main kesana.?."


ucap Guo Yun sambil memasang senyum nakal.


Asam dengan penuh semangat berkata,


"Ohh itu mudah tuan, dari sini keluar ambil jalan sebelah kanan lurus, kemudian belok sedikit ke kiri sampai dah ."


"Bangunan nya di kiri jalan atau kanan jalan..?"


tanya Guo Yun memastikan.


"Tuan muda tak perlu khawatir, di depan pintu juga banyak, yang menanti untuk menyambut langganan.."


"Mereka pasti akan membantu tuan menemukan sasaran.."

__ADS_1


"Tapi tuan muda aku sarankan temui nona Zhao, tarif nya tinggi."


"Dia hanya jual suara, tidak jual tubuh, tapi di jamin tuan tidak akan menyesal.."


"Tuan muda begitu tampan, siapa tahu, dia malah memberikan rejeki pertama nya buat tuan. "


"Cobalah tuan, tidak ada ruginya.."


ucap Asam berpromosi penuh semangat.


Pangeran Ji sambil menahan senyum berkata,


"Asam kamu di beri tips berapa sama nona itu, bila berhasil narik pelanggan untuk nya ?"


"Tuan senior jangan salah paham, Asam tidak terima apa pun, Asam kasih info gratis, sesuai yang Asam tahu ."


ucap Asam kurang puas.


Pangeran Ji Ao tertawa dan berkata,


"Ya,..ya,..maaf..maaf ..anggap saja saya salah bicara.."


"Terimakasih infonya, kami jalan dulu ."


ucap Pangeran Ji Ao sambil menarik Guo Yun berlalu dari sana.


"Ciehhh,..!"


dumel Asam, lalu dia kembali bekerja.


Sambil bekerja dia berkata,


"Dasar tua tua kelapa, makin tua makin berminyak, ku lihat tampang mu dengan kumis cabul mu itu.."


"Sekali lihat aku juga tahu, kamu lah yang paling semangat kesana.."


"Dasar serigala berbulu domba, masih menuduh ku, yang bukan bukan.."


"Semoga saja nona Zhao, tidak salah memilih, malam memilih si jenggot begajulan itu.."


"Dasar tua Bangka tidak tahu mampus.."


"Asam kamu sedang apa di sana !?"


"Mengapa bicara sendiri di sana..!?"


"Pekerjaan bersihkan kamar masih banyak, jangan melamun di sana..!"


bentak pemilik penginapan dari jauh.


"Ya,..ya,..tuan,..! sebentar..!"


jawab Asam lalu buru buru meninggalkan restoran.


Sepanjang menuju halaman belakang, dia kembali mendumel.


"Dasar tua Bangka, aku sumpahin , biar cepat mampus kalian.."


"Dasar tidak bisa melihat anak muda senang.."


ucap Asam yang ke banci banci an dengan gaya lucu.


Asam tidak akan pernah menyangka, sumpahnya justru langsung makan korban.


Dan korban pertamanya adalah majikannya sendiri.


empat orang yang seluruh tubuhnya memancarkan hawa mematikan, terlihat berjalan masuk kedalam restoran.


Salah satu diantara mereka seorang pemuda berusia 20 an, bertubuh tinggi kurus, mengenakan pakaian serba hitam dan jubah hitam

__ADS_1


Sepasang matanya yang mencorong tajam, terlihat di hiasi lingkaran hitam mirip mayat hidup.


__ADS_2