
Attila melayang ringan mendekati pintu gerbang Han Gu Kuan, sedangkan pasukannya berbaris rapi, di area luar jangkauan anak panah pasukan harimau hitam.
Sebelum Attila sempat mengeluarkan suara tantangannya.
Guo Yun sudah melayang turun dari atas tembok Han Gu Kuan.
Mendarat ringan di depan Attila,
"Aku pikir kami tidak jadi datang menuruti permintaan kekasih mu, untuk kembali ke wilayah barat.."
Tegur Guo Yun sambil tersenyum mengejek Attila.
Keterlambatan Attila adalah keuntungan bagi Guo Yun, yang berharap pasukan bantuan dari kedua istrinya dan Zhang Yi akan tiba di sana bergabung dengan pasukan Han Wei.
Tapi meski Attila sudah terlambat, Guo Yun masih pura pura menyindir dan mengejeknya.
Untuk memancing pertengkaran adu debat mulut, sebisa mungkin mengulur ulur waktu.
Tapi pancingan Guo Yun gagal, Attila tidak meladeni ejekannya, sama sekali tidak terpancing.
Attila yang tidak pandai bicara, hanya tersenyum dingin dan berkata,
"Cukup..?"
"Bila sudah cukup bicaranya, ayo kita selesaikan semua nya.."
ucap Attila tenang.
Guo Yun sadar, berbicara dengan orang seperti Attila, hanya seperti sedang bermain musik untuk di perdengarkan ke sapi.
Sambil tersenyum tenang Guo Yun berkata,
"Boleh saja, silahkan.."
ucap Guo Yun sambil memegang pedang Hung Sie Cien ditangan kanan, Han Kuang Cien di tangan kiri.
Attila juga tidak mau banyak buang waktu.
Tanpa berbicara basa basi lagi, sambil mengeluarkan gerengan marah.
"Growwww...!"
Attila langsung muncul di hadapan Guo Yun menyerangnya dengan sepasang cakarnya yang bersinar kebiruan.
"Wuutttt..!"
"Wuutttt..!"
Guo Yun yang tahu bahaya, sudah menarik mundur wajah nya kebelakang.
Tapi serangan cakar itu saat berhasil di hindarkan, dia langsung berubah arah.
Berbalik mencakar dari atas kebawah, menuju kearah dada Guo Yun.
Guo Yun menggunakan langkah ajaibnya, memiringkan badannya kesamping.
Sambil memberikan serangan sabetan pedang Hung Sie Cien kearah Tengkuk Attila.
"Singggg...!"
"Trangggg...!"
Sabetan Hung Sie Cien tertahan oleh cengkraman tangan kiri Attila.
Cengkraman tangan Attila seperti Capitan baja, pedang Hung Sie Cien bagaimana di tarik tetap tidak bergeming disana.
Guo Yun secara reflek bergerak cepat menebaskan Han Kuang Cien dari bawah keatas, mengarah melewati bagian ketiaknya Attila.
"Singggg..!"
Pedang Han Kuang Cien berkelebat dengan sangat cepat.
Bila tebasan ini menemui sasaran otomatis tangan kiri Attila akan terpisah dari tubuhnya.
"Trangggg..!"
Sabetan Han Kuang Cien, mengalami nasib tidak jauh berbeda.
Pedang itu juga terkunci dalam cengkraman Attila.
Attila mengerahkan kekuatan cengkraman nya, hingga kedua pedang itu terpelintir dan mengeluarkan bunyi.
"Krakkkk,.! Krreeekkk..!"
Krakkkk,.! Krreeekkk..!"
Kedua pedang Guo Yun berderak hebat seperti mau Patah.
Demi menjaga kedua pedang nya tidak di hancurkan oleh Attila.
Guo Yun terpaksa tubuhnya ikut memutar di udara, mengikuti arah putaran cengkraman tangan Attila.
Sambil melakukan gerakan berputaran di udara, Guo Yun melepaskan tendangan beruntun diarahkan ke wajah dada dan perut.
Serangan dadakan ini hampir berhasil mengenai sasaran dengan telak.
Tapi Attila yang berhasil membaca gerak serangan tersebut
Dia menghentakkan kedua tangannya dengan kuat, seperti orang mengibaskan handuk mandi.
"Wussssh..!" "Wussssh..!"
Tumbuh Guo Yun tersentak kebawah dan keatas,. sehingga tendangannya gagal.
Kini malah giliran Attila yang melepaskan tendangan kearah dagu Guo Yun yang sedang tersentak kebawah.
Melihat bahaya tersebut, Guo Yun memiringkan kepalanya, sehingga tendangan itu lewat di samping wajah Guo Yun.
Begitu tendangan itu lewat, Guo Yun melangkah maju selangkah, sehingga kaki yang luput dari sasaran.
Kini terganjal di bahu Guo Yun,sebelum Guo Yun maju mendorongnya.
Attila menekan kedua pedang Guo Yun kebawah, sambil menghentakkan kakinya yang menumpu tanah.
"Hyaat..!"
teriak Attila.
Tubuhnya melejit ke atas, dia memberikan sebuah tendangan keras dari samping.
Menggunakan kakinya yang menumpu tanah tadi, langsung menyerang rahang dan leher samping Guo Yun.
"Wutttt...!"
tendangan tersebut lewat di atas tengkuk Guo Yun yang secara reflek menunduk kan kepalanya kebawah.
Tapi Attila juga tidak kehilangan akal tendangan sampingnya lolos, sambil membiarkan tubuhnya berputar, Attila kembali melepaskan tendangan kearah Guo Yun dengan kakinya yang terganjal di bahu Guo Yun tadi.
"Wutttt..!"
"Dessss..!"
Tendangan Attila mengenai sasaran.
"Dessss..!"
Kaki Attila yang lain juga kembali masuk menjejak ulu hati Guo Yun.
"Tapppp..!"
"Tappp...!"
Dalam satu gerakan cepat saling serang dalam jarak dekat, dengan tehnik kecepatan kesiapan kegesitan dan reflek yang sama bagus.
Mereka berdua bertukar beberapa serangan dengan cepat.
Tendangan Attila terlihat melekat di dada dan ulu hati Guo Yun.
Guo Yun yang kehabisan akal menghindari serangkaian serangan Attila yang begitu cepat dan terarah.
Dia akhirnya memutuskan menyerang balik dengan memainkan ilmu simpanannya,
"Shi Chi Hua Ming.."
"Attila tersenyum mengejek, menatap Guo Yun,
"Mainan ini lagi,..!"
"Belum kapok kamu..!"
"Baiklah..!"
"Akan ku penuhi keinginan mu..!"
"Rooaaarrrrrrr...!"
"Rooaaarrrrrrr...!"
"Rooaaarrrrrrr...!"
"Rooaaarrrrrrr...!"
Terdengar 4 raungan dahsyat menggetarkan muncul dari kedua tangan yang mencengkram pedang, dan kedua kaki Attila yang menempel di dada dan ulu hati.
Shi Chi Hua Ming, yang tadinya menghisap hawa hampa, sehingga sedotan nya berhenti total.
Ilmu itu lumpuh dengan sendirinya, tiba tiba 4 cahaya panca warna melesat menembus tubuh Guo Yun.
Setelah melewati bagian punggung Guo Yun baru terlihat, 4 bayangan panca warna itu berasal dari bayangan empat ekor Naga panca warna.
Setelah menembus tubuh Guo Yun 4 Naga panca warna itu kembali menyatu dengan tubuh Attila kembali.
Sedangkan tubuh Guo Yun setelah ditembus oleh 4 Naga panca warna.
Dia langsung terjengkang jatuh kedalam parit di depan benteng Han Gu Kuan.
Tubuh Guo Yun langsung tenggelam kedalam kanal kecil berair keruh di depan tembok Han Gu Kuan.
Dari atas tembok terlihat jerit kaget Gongsun Li dan Si Si yang ingin terjun ke dalam kanal.
Tapi mereka berdua di tahan oleh Zhang Yi dan Han Wei.
"Yun ke ke...!!"
Yun ke ke...!!"
__ADS_1
teriak kedua wanita itu kaget.
Mereka berdua dan Zhang Yi baru tiba dari Luo Yang, mereka langsung bergabung dengan Han Wei untuk menyaksikan pertarungan cepat jarak dekat Guo Yun dan Attila.
"Lepaskan,..!"
"Biarkan kami lihat keadaan suami kami..!'
teriak Gongsun Li sambil meronta marah.
"Maaf permaisuri, maaf selir Si Si.."
"Kami hanya menjalankan tugas dari Raja Guo Yun.."
"Raja Guo Yun melarang siapapun ikut campur dalam pertempurannya dengan Attila."
ucap Han Wei.
Selagi diatas tembok sedang terjadi perdebatan, dibawah sana.
Attila justru terlihat tersenyum dan berkata,
"Ternyata cuma segitu, kamu jangan mati dulu.."
"Aku masih perlu membawa mu pulang.."
Attila melepaskan dua pukulan jarak jauh nya,. sehingga air kanal langsung terdorong kesamping.
Guo Yun terlihat tergeletak terlentang di dasar kanal.
Attila langsung melesat menyusul kearah Guo Yun, dia ikut terjun kedalam parit.
Saat Attila berada dalam jarak dua depa dari Guo Yun, tiba tiba sepasang mata Guo Yun yang terpejam terbuka kembali.
Seluruh tubuh Guo Yun tiba tiba meledakkan energi dahsyat.
Saat tangan Guo Yun di gerakkan, untuk di dorongkan kearah Attila.
Dua ekor Naga yang terbentuk dari lumpur melesat menerjang kearah Attila.
Attila yang tidak menyangka ada perubahan seperti ini, tubuhnya langsung terpental keatas.
Guo Yun melompat menyusul kedua Naga Tanahnya mengejar keatas.
Dua membentangkan sepasang tangan kanan dan kirinya kesamping.
Hung Sie Cien dan Han Kuang Cien yang sebelumnya terlepas dari pegangan tangannya.
Saat dia terjungkal kedalam parit, kini kedua pedang itu, seperti mendapat panggilan dari tuannya.
Kedua pedang itu langsung melesat menghampiri Guo Yun, kembali lagi kedalam genggaman tangan Guo Yun dengan sendirinya.
Sambil membawa kedua pedangnya Guo Yun terbang keatas menyusul Attila.
Attila yang terpental ke angkasa, setelah berhasil menguasai rasa kagetnya..
Dia kembali menyambut datangnya dua naga yang tercipta dari tanah dan lumpur di dalam parit.
Attila mendorongkan kedua tapak nya kebawah, menyambut kekuatan dorongan Naga tanah yang menerjang kearah nya.
"Rooaaarrrrrrr...!"
"Blaaaarrr...!"
Dua bayangan Naga Panca Warna melesat keluar dari dorongan telapak tangan Attila.
Berbenturan keras di udara, langsung memporak porandakan Naga Tanah.
Kedua Naga Panca Warna terus menerjang kearah Guo Yun.
Tapi saat kedua Naga Panca Warna mencapai posisi Guo Yun, kedua Naga itu menyerang tempat kosong.
Guo Yun dengan Wu Ying Ru Tian, tahu tahu muncul puluhan meter diatas kepala Attila.
Di angkasa sana menunjukkan pedang Han Kuang Cien ke langit,.Hung Sie Cien kearah bumi.
Masing masing pedang menyerap cahaya energi tanpa batas dari langit dan bumi.
Attila sendiri begitu menemukan kenyataan serangannya menemui tempat kosong.
Dia langsung merubah laju serangan Naga Panca Warna nya melesat keatas, langsung berbelok kearah Guo Yun.
Attila juga membuat 6 Naga Panca Warna, sebagai serangan susulan untuk melumpuhkan Guo Yun dari 8 penjuru.
Pedang Han Kuang Cien menerima sinar keemasan yang turun dari langit masuk kedalam pedang nya.
Sedangkan pedang Hung Sie Cien menerima sinar coklat kemerahan yang melesat dari atas tanah menyatu kearah Hung Sie Cien.
Saat serangan 8 Naga Panca Warna sudah dekat, Guo Yun memberikan tebasan cepat dengan sepasang pedang nya.
Guo Yun juga membelah diri menjadi 8 bayangan menyambut Naga Panca Warna dari 8 penjuru.
"Blaaaarrr...!" Blaaaarrr...!"
"Blaaaarrr...!" Blaaaarrr...!"
"Blaaaarrr...!" Blaaaarrr...!"
"Blaaaarrr...!" Blaaaarrr...!"
8 bayangan itu satu persatu menyatu kedalam tubuh Guo Yun yang asli.
Lalu Guo Yun yang asli meluncur turun bagaikan meteor dengan sepasang pedangnya yang mengeluarkan cahaya keemasan dan cahaya coklat kemerahan menerjang kearah Attila.
Attila Di bawah sana menatap kagum terhadap perubahan kekuatan Guo Yun yang terjadi secara mendadak.
Attila tidak menyangka, Guo Yun bisa berubah seperti berganti orang.
Dengan kekuatan baru yang sulit di ukur kekuatannya.
Attila tidak tahu, sebenarnya saat Guo Yun tubuhnya tertembus oleh energi pancawarna.
Sepenuhnya roh Guo Yun keluar dari tubuhnya, hanya jasadnya saja yang terjungkal kedalam parit.
Roh yang keluar dari tubuh Guo Yun, beberapa detik kemudian, kembali masuk kedalam tubuhnya.
Tanpa Guo Yun sadari, saat itu juga dia telah berhasil menembus batas kekuatan nya antara hidup dan mati.
Setelah bangkit dari kematian, Guo Yun secara tidak sengaja, telah di hantar oleh kekuatan panca warna Attila menembus batas kemampuannya.
Guo Yun telah memahami bagian rahasia puncak tertinggi kitab alam semesta.
"Thian Ti Wu Pien.."
(Langit dan bumi tanpa batas )
Kekuatan energi langit bumi Guo Yun mencapai titik puncak kekuatan tanpa batas dari rahasia alam semesta.
Itu makanya Guo Yun seperti terlahir kembali dengan kekuatan baru yang sulit diukur.
Melihat kekuatan Guo Yun yang baru, Attila dengan terpaksa mengeluarkan sebatang pedang, yang masih tersimpan rapi di dalam sarung pedang nya.
Di mana sarung pedang tersebut di hias dengan 5 batu permata warna warni.
Attila dengan gerakan tenang mencabut pedang yang tersimpan rapi di dalam sarung nya.
Begitu pedang tercabut keluar, terdengar suara gaung memenuhi sekitar tempat Attila berdiri.
"Wungggggg...!" ."Wungggggg...!"
"Wungggggg...!" ."Wungggggg...!"
"Wungggggg...!" ."Wungggggg...!"
Cahaya panca warna menyilaukan juga terpancar cemerlang dari pedang di genggaman tangan Attila.
Sarung pedang oleh Attila di tancapkan ke atas tanah.
Sedangkan pedangnya mengikuti Attila melesat keatas menyambut datangnya serangan Guo Yun.
Cahaya Panca warna menyelimuti seluruh tubuh Attila, hingga mereka membentuk sebuah bayangan pedang Panca Warna raksasa.
Terbang keatas menyambut Guo Yun yang sedang meluncur kebawah.
"Booommm...!"
terjadi tabrakan hebat di udara, suara ledakan nya membuat bumi dan langit berguncang hebat.
Bumi seperti diserang gempa dahsyat, sedangkan langit mengalami goncangan dahsyat, seperti hendak runtuh.
Baik Guo Yun maupun Attila mereka berdua sama sama terpental, saling menjauh.
Setelah masing masing menghimpun kekuatan, mereka kembali meluncur cepat saling mendekat.
Kembali bertabrakan..
"Booommm...!"
Booommm...!"
Booommm...!"
Terjadi ledakan berulang kali di udara.
Tapi belum terlihat ada pihak yang mau saling mengalah.
Sekali lagi masing masing meningkatkan kekuatan maksimal mereka, lalu kembali meluncur saling bertabrakan kembali di udara.
"Booommm...!"
Mereka berdua sama sama terpental saling menjauh kemudian mendarat di atas tanah.
Hung Sie Cien dan Han Kuang Cien di tangan Guo Yun, kini tinggal gagangnya saja.
Dari sudut bibir Guo Yun mengalir darah segar, wajahnya terlihat pucat pasi.
Sedangkan di pihak Attila, Pedang Panca Warna nya masih utuh malah semakin bersinar.
Suara gaung yang muncul dari pedang itu juga semakin kuat.
Attila sendiri dari ubun ubun kepala nya, muncul uap tipis panca warna.
Tapi secara keseluruhan dia masih terlihat baik baik saja.
Kondisinya masih jauh lebih baik dari Guo Yun.
__ADS_1
Guo Yun mengatur pernafasan nya, lalu berteriak keras,
"Thian Ti Wu Pien..!"
Guo Yun melakukan gerakan bersilat sendiri, dengan beberapa bayangan mengikutinya.
Lalu dia melakukan gerakan setengah berjongkok, memasang kuda kuda dengan sepasang kaki terbuka.
Tangan kanan dengan telapak tangan terbuka menunjuk ke bawah.
Tangan kiri dengan telapak tangan terbuka menunjuk keatas.
Posisi ini menutup bayangan, yang kembali menyatu jadi satu dengan tubuh aslinya.
Energi cahaya keemasan kembali turun dari langit menyinari Guo Yun.
Energi coklat kehitaman naik dari atas tanah juga ikut menyelimuti tubuh Guo.
Setengah badan dari pinggang keatas tertutup oleh cahaya keemasan.
Setengah tubuh pinggang ke bawah tertutup oleh cahaya hitam kecoklatan.
Dari telapak tangan Guo Yun yang menghadap keatas berkumpul sebuah bola cahaya bersinar keemasan.
Sedangkan dari telapak tangan yang menghadap kebawah muncul sebuah bayangan bola merah kecoklatan.
Setelah terbentuk dua kekuatan berlawan itu, Guo Yun menarik kedua telapak tangan nya kearah dada, sebelum kemudian tangan kiri kanan nya, dua dorongkan kedepan.
"Hiaaahh...!"
Teriak Guo Yun sekuat tenaga
Kedua bola cahaya itu melesat membelah tanah yang di lewatinya, menerjang kearah Attila.
Attila sendiri sejak Guo Yun sedang mengumpulkan energi dan bersilat seorang diri.
Dia sudah menghimpun kekuatan nya bersiap melepaskan ilmu Tebasan Pedang simpanannya.
Saat melihat bila energi cahaya Guo Yun sudah bergerak kearah nya..
Attila pun melepaskan jurus pertama ilmu tebasan pedang nya.
Sebuah energi pedang Attila lepaskan kearah Guo Yun.
Tidak seperti sebelumnya, di mana saat pedang di tebaskan memunculkan cahaya panca warna dan suara berdengung yang kuat.
Sekali ini saat Tebasan di lepaskan oleh Attila, suara tidak ada, desir angin terbelah juga tidak ada, cahaya juga tidak ada.
Seolah olah tebasan yang di lepaskan oleh Attila sama sekali tidak ada apa-apa nya.
Guo Yun sedikit mengerutkan alisnya, saat melihat keunikan jurus yang Attila mainkan.
Guo Yun sangsi, Attila melakukan tebasan tipuan atau main main, dalam kondisi dan keadaan seperti sekarang ini.
Kesangsian Guo Yun mulai terbukti saat bola Energi yang dia lepaskan kearah Attila tiba tiba tanpa sebah jelas terbelah dua.
Kedua energinya buyar seketika, Guo Yun tiba tiba merasakan ada tekanan yang sangat tajam dan kuat sedang menerjang kearahnya.
Guo Yun langsung mengerahkan segenap kemampuannya untuk menahan kekuatan serangan tak kasat mata tersebut.
Tidak terlihat ada pergerakan apapun, tahu tahu seluruh baju yang melekat di tubuh Guo Yun terbelah belah sendiri.
Robek disana sini, hingga akhirnya meledak hancur berkeping keping.
Berubah menjadi pecahan kain yang beterbangan di udara.
Menyusul robeknya kain, di sekujur tubuh Guo Yun mulai muncul luka goresan berdarah di mana mana.
Luka luka itu merekah sendiri, goresan lukanya semakin lama semakin dalam dan lebar.
"Arggghh..!"
Guo Yun otomatis berteriak menahan nyeri, yang serasa merasuk hingga ke tulang tulang di seluruh tubuhnya.
Guo Yun merasa tubuhnya seakan akan mau meledak, semua energi pelindung tubuhnya buyar tak berbekas.
Gongsun Li dan Si Si yang tadinya sudah senang, Guo Yun berhasil bangkit dari dalam parit dan mampu kembali mengimbangi Attila.
Tapi kini saat melihat apa yang di alami Guo Yun, mereka berdua kini mulai kembali terlihat cemas dan khawatir.
Wajah mereka terlihat pucat, mereka menggunakan tangan nya untuk menutupi mulutnya nya sendiri yang setengah terbuka.
Agar jangan sampai suara jeritan mereka, malah mengacaukan konsentrasi Guo Yun.
Guo Yun sendiri setelah mengeluarkan jeritan kesakitan, dia buru buru melempar tubuhnya kebelakang.
Membiarkan hawa itu mendorong nya, tanpa melakukan perlawanan sama sekali.
Dengan cara ini setelah terbanting terguling guling, hingga puluhan tombak.
Akhirnya pergerakan Guo Yun berhenti, tertahan oleh sebatang pohon besar dibelakangnya.
Guo Yun berusaha merangkak bangun, dengan kondisi tubuh bersimbah darah, babak belur di sana sini.
Saat sedang berusaha merangkak bangun berdiri, Guo Yun justru melihat Attila sedang bersiap mengerahkan jurus tebasan berikutnya.
Guo Yun yang melihat pedang panca warna di tangan Attila, tiba tiba sekarang dia jadi teringat dengan pesan dari kakek tua Wu Ming Lau Jen, saat mereka terakhir bertemu di puncak Pai Yun San.
Begitu teringat hal itu, Guo Yun tiba tiba berteriak keras,
"Tahan,..! aku menyerah...!!"
"Apa keinginan mu, katakan saja..!?"
ucap Guo Yun cepat.
Attila menghela nafas lega, dia juga tidak ingin melepaskan Tebasan keduanya.
Dia sadar sepenuhnya, bila tebasan itu di lepaskan, orang yang berperasaan terhadap cinta fana, seperti Guo Yun, pasti akan tewas oleh jurus kedua nya.
Bila itu terjadi, dia akan gagal membawa Guo Yun hidup hidup menemui Camelia.
Membawa mayat Guo Yun pulang temui Camelia, meski dia keluar sebagai pemenang dalam pertarungan ini, tetap saja hal itu, sama saja dia telah dianggap gagal memenuhi harapan Camelia.
Untuk itu, begitu mendengar Guo Yun mengaku kalah menyerah, hatinya langsung terasa lega luar biasa.
Seolah-olah beban di pundaknya, telah di bantu angkat lebih dari 3/4 nya.
Tapi tentu saja di luar, Attila tidak menunjukkan hal itu.
Dengan wajah tenang tanpa ekspresi Attila berkata,
"Menyerah boleh, asal penuhi tiga syarat dari ku..!"
ucap Attila tenang.
Guo Yun menghela nafas panjang, dengan wajah tak berdaya.
Guo Yun berkata,
"Katakan saja, bila layak aku akan memenuhinya.."
Attila tersenyum mengejek dan berkata,
"Layak tidak layak, apa kamu masih punya posisi tawar..?"
Guo Yun membalas Attila dengan tersenyum dingin dan berkata,
"Paling paling mati di tangan mu, apa yang harus di takutkan..?"
"Kamu tidak sayang dengan tahta dan wanita cantik di sekitar mu, putra putri mu, bila kamu harus pisah dari mereka..!?"
tanya Attila sambil menatap tajam kearah Guo Yun.
Guo Yun sambil tersenyum tenang berkata,
"Kalau harta dan kekuasaan, aku dari dulu tidak pernah anggap penting.."
"Datang tidak bawa, pergi pun tidak bawa.."
"Jadi tidak ada yang perlu ku sayangkan.."
Guo Yun menoleh kearah menara, menatap kearah Si Si dan Gongsun Li secara bergantian, lalu berkata,
"Tapi bila terhadap wanita ku.."
"Sayang, tentu saja aku menyayangkannya, karena di kehidupan berikutnya, aku belum tentu bisa seberuntung di kehidupan ini.."
"Bisa bertemu dan hidup saling mencintai, sekaligus menjadi pasangan menjalani suka duka bersama.."
"Tapi mau bagaimana lagi, aku rasa, saat ini aku harus cukup puas.."
"Setidaknya di kehidupan ini, aku pernah mencintai dengan tulus, juga di cintai dengan tulus.."
"Ku rasa itu cukup.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum lembut menatap kearah Gongsun Li dan Si Si.
Mendengar ucapan Guo Yun, Gongsun Li tersenyum dengan air mata bercucuran.
Dia menoleh kearah Si Si, mereka seolah olah menemukan kesepakatan lewat tatapan mata mereka.
Gongsun Li tiba tiba menyambar tangan Si Si, lalu mereka berdua, melayang turun dari menara.
Setelah mendarat mereka langsung berlari ke sisi Guo Yun.
Zhsng Yi dan Han Wei yang terlambat mencegahnya, mereka berdua hanya bisa berdiri di pembatas tembok, menatap kearah Si Si dan Gongsun Li dengan tatapan mata penuh sesal.
"Mengapa kalian berdua kemari,..?"
tanya Guo Yun, yang tadinya bersikap santai, kini terlihat cemas.
Gongsun Li dan Si Si sambil tersenyum berkata,
"Kami tidak akan biarkan kamu pergi sendiri..'
"Kami akan menyertaimu, meski harus ke neraka sekalipun.."
"Ahh kalian ini bicara apa, ? bagaimana dengan anak anak..?"
ucap Guo Yun terlihat panik.
Kedua istri Guo Yun saling pandang sejenak, lalu sambil tersenyum mereka berkata,
"Mereka ada Min Min, juga ada kedua pamannya, yang akan selalu menjaganya, kami tidak perlu khawatir."
__ADS_1