LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KALAH PERANG


__ADS_3

Setelah mereka saling memberi hormat Lai Fu pun berteriak,


"Sepasang pengantin di persilahkan masuk ke kamar.."


Dengan penuh semangat Guo Yun langsung mengangkat Gongsun Li kedalam pondongan nya.


"Aihhh...!"


jerit Gongsun Li kaget.


Tanpa memperdulikan jeritan kaget Gongsun Li, sambil tertawa gembira, Guo Yun langsung memondong nya masuk kedalam kamar.


Menutup pintu rapat-rapat, lalu melanjutkan memondong istrinya, hingga tiba didepan ranjang pengantin mereka, yang di hias dengan indah.


Di sana Guo Yun baru menurunkan istrinya dengan hati hati duduk diatas ranjang.


Gongsun Li seluruh wajahnya merah padam, jantungnya berdebar-debar dengan sangat keras.


Dia sedikit cemas dan kalut menyambut malam pertama pernikahan nya.


Ketika Guo Yun membuka penutup kepalanya dengan hati-hati, Gongsun Li menundukkan kepalanya dalam dalam.


Bahkan dia tidak berani sekedar melirik apalagi menatap wajah suaminya.


Sementara itu Guo Yun terbelalak terpesona oleh kecantikan istrinya, dia berdiri diam mematung seperti orang bodoh.


Dalam keadaan biasa tanpa riasan sekalipun, istrinya sudah terlihat sangat cantik luar biasa.


Apalagi kini dalam balutan pakaian pengantin, tentu saja dia semakin terlihat luar biasa cantiknya.


Guo Yun sampai menelan air liurnya sendiri, sehingga jakunnya terlihat naik turun.


"Glukkk,..!"


Bunyi itu membuat Gongsun Li mau gak mau sedikit, melirik kearah Guo Yun.


Tapi begitu melihat ekspresi wajah Guo Yun, Gongsun Li sambil menahan senyum, buru buru menundukkan kepalanya, lebih dalam lagi ke bawah.


Guo Yun setelah memenangkan guncangan perasaannya, dia mengulurkan kedua tangannya dengan lembut menggenggam tangan Gongsun Li.


Gongsun Li semakin malu, kepala semakin tertunduk kebawah.


Guo Yun sedikit menggeser duduknya lebih rapat kemudian dia berbisik.


"Li mei, kira mau makan dulu atau..?"


Gongsun Li dengan kepala tetap tertunduk berkata,


"Kakak berpesan, bila tidak ingin makan boleh..tapi minum arak malam pengantinnya wajib.."


Guo Yun menepuk jidatnya dan berkata,

__ADS_1


"Lihat aku jadi Linglung, dan hampir melupakan pesan pangeran Ji.."


"Ya,..ya,.. kamu benar Li mei, sebentar aku ambilkan dulu arak nya.."


ucap Guo Yun buru buru pergi kemeja depan, mengambil poci arak dan dua buah cawan kecil.


Dia kemudian mengisi cawan hingga penuh, satu dia berikan ke Istrinya, satu lagi dia pegang sendiri.


Dengan saling melingkar kedua tangan mereka, di mana terlihat saling bertautan, mereka masing masing menghabiskan arak dalam cawan tersebut.


Setelah arak masuk kedalam perut, hawa panas pun naik, sehingga wajah kedua orang itu pun semakin merah.


Guo Yun perlahan-lahan memberikan ciuman lembut, mulai dari atas kening hingga tiba di bibir.


Dia mengikuti seluruh langkah dan petunjuk yang di ajarkan oleh pangeran Ji padanya.


Satu persatu pakaian mereka mulai beterbangan keluar, dari balik kasur yang tertutup tirai tipis.


Sesaat saja Baik Gongsun Li maupun Guo Yun sudah dalam keadaan polos.


Gongsun Li memiringkan wajahnya, tidak berani menatap Guo Yun, dia terlalu malu untuk itu.


Sepasang tangannya pun di silangkan di depan dadanya, menutupi sepasang bukitnya, yang ra num dan sulit di tutupi oleh kedua tangannya yang kecil.


Guo Yun yang melihat reaksi istrinya, sambil tersenyum, dia berbisik.


"Li mei,.. kamu belum siap ya, kalau belum kita makan saja dulu gimana..?"


"Lain kali bila kamu siap baru... mmmphh.."


Sambil melingkarkan sepasang tangannya, di belakang leher Guo Yun.


Ini adalah malam pengantinnya, tentu saja dia tidak mau melewatkan nya.


Dia akan memberikan servis terbaik dan menjalankan kewajibannya, sebagai seorang istri dengan baik.


Nana boleh hanya karena malu dan grogi dia menundanya, mau menunda sampai kapan.


Sedangkan waktu kebersamaan mereka saja, tinggal dua hari 3 malam saja.


Berpikir sampai di situ Gongsun Li segera membuang rasa malu dan keragu raguan nya.


Dia lah yang kini bertindak lebih dulu membungkam Guo Yun.


Sekilas terlihat Guo Yun telah kalah, Gongsun Li yang memegang kendali.


Padahal Gongsun Li telah masuk dalam jebakan halus Guo Yun, yang berpura pura ingin mundur.


Padahal di dalam hati, dia sangat menginginkan nya, sebagai pria normal berada dalam kondisi itu.


Melihat Gongsun Li yang sangat cantik luar biasa, berada dalam keadaan polos di hadapannya, mana mungkin dia tahan untuk mundur.

__ADS_1


Sesuai perkiraan nya, kini semua berjalan sesuai harapan nya dan sangat sangat lancar.


Hanya satu yang di luar perhitungan nya, dia masih terlalu lugu dalam hubungan suami istri.


Saking bersemangatnya, dia sampai melupakan pesan pangeran Ji, langsung main tancap gas.


Hasilnya, beberapa detik setelah Gongsun Li menjerit kecil, di mana sepasang matanya yang terpejam, terlihat meneteskan air mata.


Kedua tangannya terkepal erat menarik kain di dekat kepalanya.


Guo Yun sudah kalah bertanding, tubuhnya terkapar kesamping dengan nafas tidak beraturan.


Gongsun Li terlihat mengerutkan alisnya dan membuka kembali matanya.


Wajahnya jelas terlihat kecewa, semua sangat tidak sesuai dengan bayangan dan cerita kakaknya, yang katanya bisa membuat dirinya seperti sedang melayang di awan.


Ini dia selain merasakan kesakitan, lalu di basahi cairan hangat, sisanya dia tidak merasakan apa-apa.


Suaminya yang begitu perkasa, saat berhadapan dengan musuhnya, juga begitu cerdik dalam memenangkan setiap pertempuran besar kecil.


Tapi kenapa kini malah begitu lemah, dan sedikit mirip pecundang.


Gongsun Li berulang kali mencoba untuk paham dan mengerti.


Tapi tetap saja rasa kecewa dan rasa kurang puas, selalu menganggu perasaan dan pikirannya.


Ternyata penampilan fisik, bisa menipu, meski suaminya tubuhnya terlihat begitu keren, dengan otot-otot menonjol penuh kekuatan, juga berwajah tampan.


Tapi kenyataannya tidak seindah yang di bayangkan oleh nya.


Gongsun Li membalikkan badannya, memunggungi Guo Yun, agar tidak terlihat kekecewaan nya.


Tapi hal itu mana bisa di tutupi dari Guo Yun, yang berotak cerdas.


Dia meski baru saja merasakan kepuasan yang amat sangat.


Tapi melihat respon istrinya, dia segera sadar, ada yang salah.


Dia jadi langsung teringat dengan nasehat pangeran Ji, yang memintanya jangan terburu nafsu.


Harus di nikmati dengan pelan pelan dan lembut, seperti orang makan kepiting.


Sadarlah Guo Yun akan kekeliruan nya, dia buru-buru memeluk lembut istrinya dari belakang dan berbisik.


"Sayang kamu pasti kecewa, maafkan aku ya,..aku janji akan memperbaikinya, kamu jangan marah ya.."


Gongsun Li berpura-pura ngantuk dan memutar tubuhnya menghadap kearah Guo Yun, dan masuk kedalam pelukannya.


Lalu berkata pelan dengan suara di buat seserak mungkin, dia berkata,


"Aku cuma ngantuk, kecewa dan marah untuk apa ? sudah jangan berpikir yang bukan bukan, ayo kita tidur."

__ADS_1


"Besok pagi akan ku masakan yang enak enak untuk mu.."


Guo Yun mempererat pelukannya sambil tersenyum kecut, dia tahu Gongsun Li berbohong untuk menjaga perasaannya.


__ADS_2