LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SYARAT DUEL LICIK


__ADS_3

"Wang Ping Mei kamu jangan tidak tahu diri..!"


"Minggirlah..!"


Bentak Zhou Wei marah


Melihat istrinya tidak juga bergeming, habislah kesabaran Zhou Wei.


"Baiklah kalau kamu tidak juga mau sadar, hari ini kamu boleh mati bersamanya..!"


Bentak Zhou Wei sambil menusukkan tombak nya kedepan.


Nyonya Zhou Wei tidak menghindar, dia malah memejamkan matanya, siap menerima kematian.


"Wutttt...!"


"Creebbbb...!"


"Ayah jangan...!!"


Teriak Zhou Ting sambil meronta melepaskan diri dari pelukan pamannya.


Anak kecil itu langsung berlari sambil menangis mendekati ayahnya.


Zhou Wei sendiri kaget setengah mati, saat melihat tombaknya justru tertahan, di depan dada Guo Yun, yang berdiri menghadang di depan Nyonya Zhou.


Tombak di tangan Zhou Wei langsung jatuh keatas tanah, menimbulkan bunyi berkerontangan.


Zhou Wei langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Guo Yun.


Dan berkata,


"Maafkan kelancangan Zhou Wei, Yang Mulia..!"


"Zhou Wei pantas mati..untuk ini.."


Ucap Zhou Wei dengan kepala tertunduk penuh penyesalan.


Guo Yun membantu Zhou Wei bangkit berdiri dan berkata,


"Zhou Wei percayakan masalah ini pada ku, lebih baik kamu perhatikan putri mu.."


"Kasihan dia masih kecil, anak adalah yang paling tidak berdosa.."


"Jangan membuatnya bingung.."


Ucap Guo Yun sambil tersenyum lembut.


Zhou Wei mengangguk pelan, lalu dia memeluk putrinya yang sedang menangis ketakutan di sampingnya.


Zhou Wei kemudian menggendongnya putrinya, dan memungut kembali tombaknya.


Setelah itu dengan tatapan mata penuh kekecewaan terhadap istrinya.


Dia juga melontarkan tatapan mata penuh kebencian kearah Ling Tai dan Ling Wu.


Zhou Wei bergerak mundur kembali ke posisi semula nya, diantara keluarga Zhou.


Setelah berhasil meredakan suasana, Guo Yun kini menoleh kearah Ling Tai dan berkata,


"Ling Tai kamu kemarilah.."


Ling Tai dengan wajah sedikit pucat dan ragu, menoleh kearah kakak nya.


Melihat kakaknya menganggukkan kepala, dia baru berani melangkah maju, dan berdiri di samping Ping Mei.


Guo Yun menatap Ling Tai dengan tatapan tajam dan berkata,


"Ling Tai jawablah dengan jujur.."

__ADS_1


"Apakah kamu benar benar serius mencintai Nyonya Zhou, yang sudah bersuami dan memilki seorang putri..?'


Ling Tai langsung menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Benar Yang Mulia, aku mencintai nya, dan dia pun mencintai ku.."


Guo Yun mengangguk, lalu berkata kembali,


"Ling Tai aku tanya pada mu, sejauh mana hubungan mu dengan Nyonya Zhou, jelaskan dengan jujur ."


"Sampai sejauh mana batas hubungan kalian..?"


Ling Tai menatap Nyonya Zhou Wei sebentar, lalu dia menatap lagi kearah Guo Yun dan berkata,


"Hubungan kami meski saling mencintai tapi masih dalam batas kesopanan. "


"Sejauh mana batas kesopanan itu menurut mu ? jelaskan..,?"


Tanya Guo Yun sambil tersenyum sabar.


Ling Tai terdiam sejenak, lalu berkata,


"Kami hanya sebatas pegangan tangan, berpelukan, dan berciuman..tidak lebih dari itu.."


"Ping Mei menolak melakukan lebih, sebelum dia resmi berpisah dengan suaminya dan menikah dengan ku.."


Guo Yun menoleh kearah Ping Mei dan bertanya,


"Benarkah yang dia katakan Nyonya Zhou..?"


Ping Mei dengan wajah merah padam menahan malu, menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Itu benar.."


Guo Yun mengangguk pelan, lalu dia kembali menoleh kearah Ling Tai dan berkata,


"Bahkan kamu bersedia mencintai putrinya, melebihi putra putri mu yang kelak lahir dari Nyonya Zhou, setelah dia menjadi istri mu..?"


Ling Tai dengan cepat mengangguk dan berkata,


"Bersedia, ..aku memang sangat mencintainya.."


"Aku akan menerima apapun kondisinya, juga putrinya."


"Aku akan mencintai dan menyayangi mereka melebihi nyawa ku sendiri.."


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Apa kamu yakin dan mampu mempertanggungjawabkan semua ucapan mu ini..?"


Ling Tai mengangguk cepat dan berkata,


"Aku yakin Yang Mulia.."


"Baiklah kalau begitu kamu boleh maju, mempertanggungjawabkan semua keputusan mu ini, tanpa harus melibatkan keluarga mu.."


"Kamu hadapilah Zhou Wei seorang diri secara jantan.."


"Bila Zhou Wei kalah dan gugur di tangan mu, maka istri dan putrinya boleh jadi milik mu.."


"Bila sebaliknya kamu yang kalah, asalkan istri Zhou Wei bersedia ikut dengan mu, dia boleh jadi milik mu.."


"Tapi ingat putrinya kembalikan ke Zhou Wei, Nyonya Zhou Wei selamanya tidak boleh pergi menemui putrinya lagi.."


"Hubungan ibu dan anak kalian putus sampai di sini saja.."


"Satu lagi bila kamu kalah, mulai saat ini keluarga mu akan memutuskan hubungan dari mu.."


"Kamu sudah bukan bagian dari keluarga Zhou lagi, semua harta kekuasaan, jabatan, semua sudah tidak ada hubungannya lagi dengan mu.."

__ADS_1


"Kamu hanya boleh membawa semua yang melekat di tubuh mu saat ini saja.."


"Bila keluarga Zhou ada yang berani melanggarnya, maka hukumannya adalah.."


"Seluruh harta tanah jabatan kekuasaan, warisan dari Zhou Tai saudara ku, akan aku tarik kembali.."


"Kalian keluarga Zhou akan kehilangan semuanya.."


"Bagaimana..? Nyonya Zhou Wei kamu setuju, Ling Tai kamu setuju..?"


Nyonya Zhou Wei dengan penuh keyakinan langsung mengangguk kan kepalanya.


Tapi kini Ling Tai yang terlihat ragu ragu.


Ling Wu di sana bersama seluruh keluarganya juga terlihat menatap kearah Ling Tai dengan cemas.


Tapi mereka semua tidak ada yang berani maju untuk protes atau ikut campur.


Karena masalah ini, kini sudah berkembang hingga di tangani oleh Guo Yun Raja junjungan mereka.


Ling Tai berulang kali menatap kearah kakak nya Ling Wu, Ling Wu dan seluruh keluarganya terlihat menggelengkan kepalanya.


Memberi kode agar Ling Tai mundur, tidak meneruskan kegilaannya.


Ling Tai yang terlihat serba salah, kini dia berbalik menoleh kearah Nyonya Zhou Wei kekasih gelapnya.


Melihat Ping Mei sedang menatap kearah nya dengan tatapan mata mesra dan penuh harap.


Ling Tai menjadi serba salah dan sulit mengambil keputusan.


Melihat hal ini Guo Yun sambil tersenyum berkata,


"Bagaimana ? apa ada yang membuat mu ragu..?"


Ling Tai memberanikan diri beradu tatap dengan Guo Yun dan berkata,


"Aku tidak keberatan melawan Zhou Wei suaminya dalam duel pribadi.."


"Aku hanya merasa pertaruhkan ini sedikit berat sebelah dan kurang adil pertaruhannya.."


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Lalu bagaimana yang menurut mu adil ?"


"Kamu boleh coba jelaskan.."


Ucap Guo Yun tetap sambil tersenyum.


"Begini Yang Mulia menurut ku, bila dia kalah, dia harus menjalani hal yang sama seperti saya itu baru adil.."


"Selain itu, dia kemampuan nya setingkat dengan kakak ku Ling Wu.."


"Melawannya peluang ku untuk menang hampir tidak ada, bagaimana bisa di bilang adil ?"


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Lalu bagaimana sebaiknya menurut mu..?"


Ling Tai berpikir sebentar, lalu berkata,


"Aku ingin sebelah tangan nya di ikat.."


"Kedua kakinya dipasangi borgol.."


"Itu baru adil.."


Guo Yun mengangguk, lalu dia menoleh kearah Zhou Wei dan berkata,


"Zhou Wei bagaimana menurut mu syarat itu..?"

__ADS_1


__ADS_2