LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
STRATEGI GUO YUN


__ADS_3

Saat tombak di cabut darah pun menyembur keluar dari luka di dadanya bagaikan air mancur.


Wen Zhou bahkan kesulitan menjerit, karena mulutnya penuh dengan darah.


Sepasang matanya terbelalak ngeri, menatap kearah Si Topeng Emas.


Sebelum akhirnya tubuhnya roboh dari atas punggung kudanya, jatuh tergeletak di atas tanah kehilangan nyawa.


Karena jantungnya telah pecah di tusuk oleh Guo Yun.


Dari luar tidak ada yang menyaksikan keseluruhan proses terjadi.


Mereka hanya menyaksikan si topeng emas merangkak keluar dari dalam kepulan debu.


Lalu lari terbirit-birit mengejar kearah kudanya yang menantinya di tempat agak jauh.


Si Topeng Emas terlihat ketakutan, hingga topi pelindung kepalanya pun tertinggal tidak dia perdulikan lagi.


Setelah berhasil mencapai kudanya, dia malah seperti orang panik sampai kehilangan arah.


Dia bukannya mengambil arah barat kembali ke Hu Lao Kuan.


Dia malah memacu kudanya mengambil arah selatan langsung menuju dermaga Bai Ma.


Pasukan Qin pun mengikutinya berlari berserabutan hingga bendera pun mereka tinggalkan begitu saja.


Melihat hal ini, Pan Hong tanpa ambil pusing menyelidiki keadaan bawahan nya Wen Zhou.


Dia langsung memberi perintah ke seluruh pasukan.


"Sekarang kejar tangkap musnahkan mereka semuanya..!"


Pan Hong langsung memimpin seluruh pasukannya yang berjumlah 300.000 personil.


Dengan di dampingi oleh dua orang jendral tersisa Zhang He dan Zhang Xiu.


Karena Yang liang terluka parah, sedangkan Wen Zhou sudah tewas tanpa ada yang tahu.


Karena mereka semua kini sedang sibuk melakukan pengejaran kearah Si Topeng Emas yang membawa pasukannya melarikan diri.


Di tengah hiruk pikuk satu pihak melarikan diri dalam kondisi kacau.


Satu pihak melakukan pengejaran dengan penuh antusias.


Saking antusiasnya, mereka bahkan sudah keluar dari bentuk formasi mereka.


Tepat tidak jauh dari gerbang kota Ye sebelah Timur, Si Topeng Emas tiba tiba memimpin pasukan nya melakukan serangan balik dan bertahan di sana.


Dari kejaran Pan Hong dan seluruh pasukannya.


Perang jarak dekat saling serang dengan tombak dan tameng pun pecah.


Tapi pasukan Si Topeng Emas lebih unggul, karena seragam mereka membuat mereka kebal senjata.


Keadaan menekan menjadi berbalik tertekan sedikit demi sedikit.


Melihat keadaan Ini, Pan Hong pun memberikan instruksi agar sisa 200.000 pasukan di dalam kota Ye.


Keluar dari gerbang timur membantu menjepit pasukan Qin dari dua sisi.


Perintah Pan Hong bersambut, Guo Tu menteri pertahanan kerajaan Wei, langsung turun tangan sendiri.


Memimpin 200.000 pasukan perisai tombak, melakukan serangan menjepit dari arah timur.

__ADS_1


Si Topeng Emas yang mendapat serangan dari dua arah, memimpin pasukan nya mundur kearah daerah bukit berbatu yang tandus.


Mereka membentuk pertahanan di atas sana, terkepung rapat oleh pasukan Zhao, yang di pimpin oleh Pan Hong dan Guo Tu.


Pan Hong tertawa puas di dalam kemah militernya, bersama Zhang He, Zhang Xiu dan Guo Tu.


"Kalian lihat sendiri kebodohan Si Topeng Emas itu."


"Aku heran mengapa Lu Bu Wei bisa memilih Si idiot itu memimpin pasukan kemari.."


ucap Pan Hong sambil tersenyum mengejek.


Zhang He Zhang Xiu ikut tersenyum, hanya Guo Tu, yang terlihat diam dan seperti sedang berpikir keras.


Pan Hong kembali melanjutkan ucapannya,


"Lebih gilanya lagi, katanya dia adalah Jendral penakluk barat Xiongnu dan Jendral penakluk Zhao.."


"Ini benar benar tidak masuk akal, lebih mirip lelucon."


ucap Pan Hong sambil tersenyum mengejek.


Setelah minum secawan arak di hadapannya, dia baru kembali berkata dengan wajah serius,


"Tapi aku harus akui satu hal.."


"Dia memilki keberuntungan yang sangat besar.."


"Sudah 3 kali, dia bikin kesalahan dan terjepit, tapi selalu berhasil lolos..."


"Jadi aku peringatkan kalian,jangan lengah."


"Harus perketat pengepungan, awasi dengan baik jangan sampai ada kesalahan."


"Aku lihat pasukan Qin, memilki seragam yang sangat bagus, kita harus menyitanya buat pasukan kita ."


"Itu nantinya akan sangat bermanfaat bagi pasukan kita untuk menahlukkan kerajaan lain nya.."


ucap Pan Hong berpesan dan mengingatkan dengan antusias.


Zhang He dan Zhang Xiu mengangguk dan berkata,


"Panglima tak perlu khawatir, kami sudah mengaturnya dengan baik.."


"Sebentar dari sini, kami akan kembali berkeliling memeriksanya."


ucap Zhang He yakin.


"Bagus itu lebih baik.."


ucap Pan Hong bersemangat.


Sebaliknya Guo Tu yang dari tadi terus mengerutkan keningnya, akhirnya berkata,


"Aku kenapa merasa hal ini ada sedikit aneh dan tidak benar.."


"Sepertinya kemenangan kita agak sedikit terlalu mudah.."


"Aku curiga musuh sepertinya sedang melakukan suatu trik untuk menjebak kita.."


ucap Guo Tu serius menatap Pan Hong.


Pan Hong menatap kearah Guo Tu dan berkata,

__ADS_1


"Menurut menteri Guo, kira kira trik apa yang patut kita waspadai."


Tanya Pan Hong hati hati, karena dia sadar yang namanya jahe semakin tua semakin pedas..


Jadi dia harus menghormati dan mendengarkan nasehat nya.


"Entahlah, mungkin ini hanya firasat ku yang berlebih saja.."


ucap Guo Tu kurang yakin.


"Boooom,...!"


"Boooom,...!"


Boooom,...!"


Tiba-tiba terdengar suara ledakan beruntun yang getaran nya, dan suara ledakan nya, terasa sampai kedalam kemah


Di mana mereka berempat sedang berkumpul.


"Apa yang terjadi, ayo kita lihat keluar..."


ucap Pan Hong sambil terburu-buru keluar dari dalam kemahnya.


Di ikuti oleh Guo Tu, Zhang He, dan Zhang Xiu.


Saat keluar dari dalam kemah mereka melihat pasukan mereka berlarian berserabutan dengan panik.


Pan Hong menangkap lengan salah satu prajuritnya yang terlihat pucat wajahnya.


Secara kebetulan sedang melintas lewat di hadapan nya.


"Apa yang terjadi,..!?"


"Apa yang kalian panik kan..!?"


bentak Pan Hong sambil melotot.


"A..anu..anu panglima, bendungan jebol, air sungai kuning sedang menuju kemari.."


Selesai berkata, dia langsung meronta melepaskan tangannya dari cekalan Pan Hong.


Kembali melanjutkan larinya dengan panik.


Pan Hong berdiri melongo tidak tahu harus berbuat apa.


Zhang He dan Zhang Xiu buru buru menyeretnya untuk melarikan diri.


Tapi sudah terlambat, mereka melihat air setinggi 3 meter lebih bergulung gulung sudah datang dengan sangat cepat menghampiri mereka.


Mereka bagaikan terkurung dalam dasar sebuah mangkuk, tidak bisa kemana mana lagi.


Air datang dari segala penjuru, tanpa perasaan menyapu dan menenggelamkan apapun yang di lewati nya.


Imbas terbesar adalah seluruh barisan pasukan Pan Hong, Guo Tu, Zhang He, Zhang Xiu, mereka semua tenggelam tersapu air.


Bahkan kota Ye pun terkena imbasnya hanya saja tidak sampai parah.


Si Topeng Emas dan seluruh barisannya, hanya berdiri mengamati situasi dari atas bukit.


Atas apa yang di alami oleh pasukan Zhao, masing masing diam tidak bersuara.


Masing masing larut dalam pikiran masing masing.

__ADS_1


__ADS_2